
" Saya akan melepaskan tangan saya, tapi kamu harus janji kalau kamu tidak akan bersuara!" lanjut vito.
Citra langsung menganggukkan kepalanya berkali-kali.
Setelah melihat citra mengangguk, vito pun melepaskan tangan nya dari mulut citra.
Setelah terbebas dari vito, citra langsung lari menjauh dari vito dan langsung keluar dari kamar itu untuk kembali ke kamar nya.
" Sial!! Seperti nya malam ini aku harus berendam di air dingin, ini semua gara-gara wanita itu!" umpat vito setelah citra pergi.
" Kalau di pikir-pikir lagi aku sudah lama tidak merasakan hal seperti ini, bahkan setelah wanita itu pergi setiap ada wanita yang mencoba untuk mendekati ku aku langsung menolak nya" ucap vito sambil tersenyum.
" Apa mungkin tubuh ku ini hanya akan bereaksi terhadap wanita itu saja!" pikir vito.
Di sisi lain
Kini citra sudah sampai di kamar nya.
" Huh! Akhirnya aku bisa pergi dari kamar itu!" ucap citra sambil mengunci pintu kamar nya.
" Kira-kira sejak kapan ya manusia kutub itu mengetahui kalau aku pernah berpura-pura menjadi kak devina?!" ucap citra sambil berjalan menuju tempat tidur nya.
" Dan kenapa tadi manusia kutub itu bilang kalau orang suruhan nya itu bahkan tidak bisa menemukan keberadaan ku, kira-kira manusia kutub itu mencari ku untuk apa ya?!" ucap citra bingung.
" Bukan nya dia itu sebentar lagi akan menikah dengan kekasih nya kan, terus kenapa dia masih mencari aku atau jangan-jangan dia mau balas dendam kepada ku karena aku sudah membohongi dia lagi!" pikir citra sambil bergidik ngeri.
" Daripada aku pusing memikirkan hal itu, lebih baik sekarang aku tidur supaya besok badan ku bisa lebih segar!" ucap citra sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Sinar mentari pagi masuk kedalam kamar melalui sela-sela jendela membuat penghuni kamar itu merasa terusik dan bangun.
Kini citra sudah rapi dan dia keluar kamar untuk sarapan karena dia merasa sangat lapar.
" Pagi pa! Ma!" sapa citra saat melihat papa dan mama nya.
" Pagi juga sayang!" jawab mama.
" Sini ra duduk kita sarapan bersama!" ajak papa.
Citra pun langsung berjalan mendekati kursi yang ada di samping mama nya, dan saat citra baru mau duduk pak dimas dan istri nya datang.
Citra yang melihat kedatangan mereka pun langsung menyapa mereka " Selamat pagi om! Tante".
" Pagi juga ra" jawab pak dimas dan istri bersama.
Citra kembali duduk dan langsung mengambil nasi dan lauk karena dia sudah sangat lapar.
Saat citra baru akan menyuapkan makanan nya kedalam mulutnya, tiba-tiba....
Ting tong! Ting tong!
Terdengar suara bel pintu berbunyi.
" Bi didepan ada tamu, tolong lihat siapa yang datang ya bi!" ucap mama.
" Baik bu" ucap bi sum.
Saat citra sedang makan bi sum kembali dari pintu depan.
__ADS_1
" Ada siapa bi?" tanya mama.
" Ada teman nya non citra bu" jawab bi sum
Citra yang mendengar nama nya di sebut pun langsung mendongakkan kepalanya sambil berkata " Teman ku bu, siapa? Amel? atau siapa bu".
" Farel non" jawab bi sum.
" Oh farel! Yasudah di suruh masuk saja bu" ujar citra.
" Baik non" kata bi sum.
Bi sum kembali ke pintu depan untuk menyuruh farel masuk, beberapa saat kemudian bi sum telah kembali dengan dua orang pria di belakang nya.
" Hai ca!" sapa farel.
" Hai juga rel" jawab citra tanpa melihat kearah lawan bicara nya.
" Ada apa rel tumben pagi-pagi sekali sudah datang kesini?" tanya citra masih terus makan.
" Kamu tidak lupa kan ca kalau hari ini kita ada acara!" ujar farel.
Mendengar hal itu citra langsung menghentikan makan nya dan berpikir sejenak.
" Memang hari ini kita ada acara apa rel?" tanya citra dengan ekspresi wajah bingung.
" Eca!! Hari ini kita itu kan mau pergi ca" geram farel
" Pergi kemana?" tanya citra dengan ekspresi wajah bingung.
" Eca! Masa kamu lupa sih hari ini kita mau pergi ke.."
Saat farel sedang menjelaskan kemana mereka akan pergi, citra tidak mendengarkan penjelasan nya.
" Eca! Benar-benar ya kamu!" geram farel saat melihat citra malah bertanya kepada samuel.
" Loh! Kok ada kamu juga sam" citra terkejut saat melihat ada samuel di depan nya.
" Iya ca" kata samuel sambil tersenyum.
" Kamu kapan datang? Kenapa aku tidak tahu?" tanya citra.
" Bagaimana kamu tahu kapan samuel datang, orang kamu saja dari tadi fokus dengan makanan yang ada di depan kamu!" sindir farel.
" Ikutan menjawab saja kamu rel, aku itu tidak tanya kamu!" ujar citra kesal.
Melihat farel akan protes, citra langsung berkata " Stop! Yang aku tanya itu samuel bukan kamu, jadi kamu diam saja. Mengerti!"
Farel pun hanya bisa menuruti keinginan citra, melihat farel diam citra pun berkata " Bagus!" sambil mengacungkan jempol.
" Kamu datang kesini kapan sam?" tanya citra.
" Tadi ra, aku dan farel sampai rumah kamu nya bareng" jawab samuel.
Citra pun hanya mengangguk-anggukkan kepala.
" Ngobrol nya di sambung nanti lagi ya, sekarang kalian berdua duduk dan bergabung bersama kami untuk sarapan!" ujar mama.
__ADS_1
" Iya tante" jawab samuel.
Sedangkan farel hanya menganggukkan kepalanya.
Mereka berdua langsung duduk, setelah samuel dan farel duduk dari arah lantai dua datang devina dan suaminya dan dibelakang nya ada vito.
" Ayo cepat duduk kita sarapan bersama!" ajak mama.
Mereka bertiga pun langsung duduk.
" Ra! Kok piring kamu sudah kosong? Kamu sudah makan!?" kata devina saat melihat piring citra sudah kosong.
" Kamu sudah makan terlebih dahulu ra?!" tebak devina.
" Iya kak, maaf semua citra makan terlebih dahulu tadi soalnya citra sudah lapar sekali" ucap citra.
" Soalnya semalam saat mau ambil makanan untuk mengganjal perut, tiba-tiba citra mendengar suara ma" ucap citra.
" Suara apa ra?" tanya mama penasaran.
" Citra tidak tahu itu suara apa ma, tapi suara nya sangat seram ma, maka nya citra langsung lari ke kamar ma padahal citra semalam sudah sampai di dapur ma " jawab citra.
" Kamu semalam mendengar suara itu dimana ra?" tanya mama.
" Di sebalah sama ma" jawab citra sambil menunjuk ke arah ruang tengah.
" Mungkin suara seram itu berasal dari hantu ma" lanjut citra.
Citra melirik kearah kakak nya dan kakak ipar nya, dia melihat wajah mereka pucat pasi seperti orang yang ketakutan, hal itu membuat citra tersenyum senang karena dia bisa mengerjai kakak nya.
" Memang nya enak aku kerjain, siapa suruh melakukan hal seperti itu di ruang tengah seperti tidak ada kamar saja!" ucap citra dalam hati.
" Gara-gara kejadian itu, aku semalam harus berada satu kamar dengan manusia kutub itu!" kesal citra dalam hati.
" Tapi kalau di pikir-pikir lagi, kalau semalam tidak ada kejadian seperti itu mungkin aku tidak akan pernah tahu kalau si manusia kutub itu sudah mengetahui tentang aku yang berpura-pura menjadi kakak" batin citra.
" Mungkin kamu salah dengar saja ca!" ujar farel.
Citra tersadar dari lamunannya saat mendengar suara farel.
" Tidak mungkin aku salah dengar, suara nya sangat jelas rel" jawab citra.
" Kalau kamu tidak percaya kamu tanya saja sama pak vito, beliau juga mendengarnya kok" ujar citra.
Semua orang kini melihat kearah vito dengan tatapan bertanya-tanya.
Vito yang mendengar ucapan citra pun langsung melihat kearah semua orang yang sedang menatap ke arah nya.
Dengan terpaksa vito pun harus mencari alasan yang tepat dan bisa membuat semua orang percaya dengan apa yang akan dia katakan nanti nya.
" Iya semalam mendengar nya, karena semalam saya haus dan saya langsung pergi ke dapur dan disana saya bertemu dengan citra" kata vito.
" Saat mendengar suara itu saya juga mengantar citra kembali ke kamar nya karena saya khawatir dengan citra" lanjut vito.
Citra terkejut dengan perkataan vito
" Aku kira dia akan bilang kalau dia tidak mengetahui apapun. Tapi, kenapa dia bilang kalau dia juga mengantarkan aku sampai kamar segala" ucap citra dalam hati.
__ADS_1