Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 148


__ADS_3

Setelah perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai juga, mereka langsung turun dari mobil dan di depan pintu sudah menunggu kedatangan mereka.


" Selamat malam om, tante" sapa citra saat melihat kedua orang tua samuel.


" Selamat malam ca" jawab tante olla


" Mari masuk ca!" ajak tante olla


Citra hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Mereka semua masuk kedalam rumah.


" Silahkan duduk ca!" kata tante olla


" Iya tan" jawab citra sambil tersenyum.


Mereka semua duduk di ruang tamu.


" Bi! Bibi!" panggil tante olla


" Iya bu, ada apa?" tanya art tersebut sambil berlari ke arah ruang tamu.


" Tolong buatkan minum untuk non eca" ucap tante olla


" Baik bu" jawab art tersebut.


Art tersebut langsung pergi ke dapur untuk membuat minuman untuk citra.


Setelah beberapa menit, art tersebut datang dengan membawa minuman untuk citra.


Art tersebut menaruh minuman yang dia bawa di atas meja.


" Silahkan di minum non!" ucap art tersebut.


" Iya, terimakasih bi" ucap citra sambil tersenyum.


Art tersebut hanya tersenyum lalu kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam.


Sambil menunggu makan malam siap disajikan, mereka mengobrol tentang banyak hal.


Saat mereka sedang asik mengobrol, datang lah art lalu dia berkata " Pak, bu makan malam nya sudah siap!"


" Iya bi" jawab tante olla.


" Ayo ca! kita makan malam terlebih dahulu, baru setelah selesai makan kita lanjutkan ngobrol lagi" ucap tante olla.


" Iya tante" jawab citra sambil menganggukkan kepala.


Mereka semua pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama.


" Tante tidak tahu makanan kesukaan kamu apa jadi, tante hanya memasak ini saja semoga kamu menyukai nya " ucap tante olla.

__ADS_1


" Semua makanan eca suka kok tan, yang penting enak tan" jawab citra sambil tersenyum.


Mereka semua makan dengan lahap tanpa ada suara yang bicara saat makan dan hanya ada suara sendok dan garpu yang saling beradu.


Saat semua orang sedang makan ada satu orang yang sama sekali tidak menyentuh makanan nya.


" Kenapa aku merasa sangat senang saat melihat eca bisa seakrab itu dengan papa dan mama" batin samuel.


" Bahkan dia terlihat sangat cantik ketika dia sedang makan" ucap samuel dalam hati.


Sang mama yang melihat anaknya tidak makan dan hanya mengaduk-aduk makanan nya, membuat beliau penasaran.


" Samuel kenapa makanan tidak dimakan dan hanya di aduk-aduk saja?!" tanya tante olla.


" Ini juga di makan kok ma!" jawab samuel.


" Kata siapa di makan, orang makanan kamu saja masih utuh! Mama lihat sejak tadi makanan nya hanya di aduk-aduk saja sam" ujar tante olla.


Samuel yang mendengar itu pun langsung melihat ke arah piring di depan nya.


Samuel pun tersenyum malu saat melihat makanan yang hanya di aduk-aduk dan tidak di makan oleh dirinya.


" Yang mama katakan benar kan?!" ujar tante olla.


" Sekarang sam akan memakan makanan ini kok ma!" ujar samuel sambil memakan makanan yang sudah dia ambil tadi.


Kini semua orang sudah selesai makan malam, citra di ajak ke ruang depan kembali oleh orang tua nya samuel.


" Insyaallah sebentar lagi eca akan wisuda om" jawab citra.


" Tuh sam! Contoh eca, dia sebentar lagi akan wisuda tidak seperti kamu entah sampai kapan kamu akan wisuda!" kata tante olla.


" Iya-iya ma, sam juga sebentar lagi akan wisuda kok" jawab samuel.


" Iya sam, tapi hal itu kapan akan terjadi setiap kali kami tanya kapan kamu akan wisuda pasti kamu selalu menjawab, sebentar lagi sam akan wisuda ma, pa" ucap tante olla.


" Memang iya ma, sam selalu bilang seperti itu?" tanya samuel.


" Iya" jawab tante olla.


Disaat ibu dan anak laki-laki nya sedang mengobrol, tiba-tiba terdengar handphone citra berdering, citra pun langsung mengambil handphone nya untuk melihat siapa yang sedang menelepon dirinya.


Betapa terkejutnya citra saat melihat nomor siapa yang tertera di layar handphone nya.


" Bukan nya ini nomor nya manusia kutub! Kenapa dia bisa mempunyai nomor handphone ku?!" batin citra.


Melihat ekspresi wajah citra berubah membuat samuel khawatir, lalu dia pun langsung bertanya " Siapa yang menelepon ca?"


Mendapat pertanyaan dari samuel membuat citra terkejut dan langsung menjawab " Tidak tahu dari siapa, soalnya tidak ada namanya".


Citra pun langsung menolak panggilan masuk tersebut, tetapi lagi-lagi handphone citra berdering dan saat citra melihat kearah layar handphone nya dia melihat yang sedang menelepon dirinya adalah nomor yang sama.

__ADS_1


Hal itu membuat citra bingung apa yang harus dia lakukan sekarang.


" Bagaimana ini, kenapa orang itu terus saja menelepon ku" batin citra.


" Apa sebaiknya aku nonaktifkan saja ya handphone ku, agar orang itu tidak lagi menelepon ku terus" ujar citra dalam hati.


" Aku nonaktifkan deh handphone ku" ucap citra dalam hati.


Citra pun langsung menonaktifkan handphone nya.


" Terima saja ca telepon nya, siapa tahu penting!" ucap om wiliam.


" Tidak perlu om, mungkin hanya orang iseng saja " jawab citra sambil memasukkan kembali handphone nya kedalam tas.


" Kira-kira itu telepon dari siapa ya? Apa mungkin itu dari papa nya?! Karena ini sudah malam malam maka nya papa nya terus menelpon tapi, eca merasa tidak enak jika menjawab itu adalah telepon dari papa nya maka nya dia menjawab seperti itu" batin samuel.


" Pa,ma sam pergi dulu ya!" ucap samuel.


" Kamu mau pergi kemana sam?" tanya tante olla penasaran.


" Sam mau mengantar eca pulang, karena ini sudah malam, tadi juga sam bilang nya kalau sudah selesai makan malam sam akan langsung mengantarkan eca pulang ma" jawab samuel.


" Tapi kan, mama masih pingin ngobrol dengan eca" ujar tante olla.


" Mengobrol nya kan masih bisa besok lagi ma" kata samuel.


" Tapi kapan sam?" tanya tante olla.


" Ya, kapan-kapan kalau eca ada waktu ma" jawab samuel.


" Eca kamu mau kan lain kali main ke rumah kami lagi?" tanya tante olla.


" Iya insyaallah tan, kalau eca ada waktu eca akan main ke sini lagi" jawab citra.


" Kalau kamu sudah bilang seperti itu tante jadi senang mendengar nya" ujar tante olla.


" Yasudah, om, tante eca pamit pulang " pamit citra.


" Iya hati-hati, salam untuk papa dan mama kamu ya ca" ucap om wiliam dan tante olla.


" Iya om, tante insyaallah nanti akan eca sampaikan kepada papa dan mama" ucap citra sambil tersenyum.


" Eca pamit pulang dulu om, tante, assalamualaikum" ucap citra sambil mencium tangan kedua orang tua nya samuel.


" Aku antar eca pulang dulu ya pa, ma" kata samuel sambil mencium tangan kedua orang tua nya.


" Iya, kamu mengemudi mobil nya jangan kebut-kebutan di jalan. Mengerti!" ucap tante olla berpesan kepada anaknya.


" Iya ma" kata samuel.


Mereka berdua berjalan menuju mobil, setelah masuk kedalam mobil samuel langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.

__ADS_1


Dari kejauhan ada seseorang yang mengawasi gerak-gerik mereka berdua, dan saat melihat mobil yang di kendarai samuel dan citra keluar dari pintu gerbang rumah samuel orang tersebut langsung mengikuti mobil mereka dari belakang.


__ADS_2