Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 236


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit mereka semua langsung mendapat penanganan dari dokter.


Disaat yang bersamaan, perawat rumah sakit mencoba menghubungi pihak keluarga pak ardi untuk memberitahu jika keluarga mereka sedang berada di rumah sakit, tetapi sayangnya baik devina maupun citra nomor handphone nya tidak ada yang bisa di hubungi.


Karena bu veronica tidak terluka terlalu parah, setelah mendapat perawatan dari dokter, beliau langsung pergi ke ruang administrasi untuk mendaftarkan kamar untuk suaminya.


" Permisi sus" ucap bu veronica.


" Ada yang bisa saya bantu bu?" tanya perawat tersebut.


" Saya mau mendaftar kan untuk suami saya" jawab bu veronica.


" Ibu adalah salah satu korban kecelakaan tadi?!" kata perawat tersebut.


" Iya sus, tapi saya hanya mengalami luka ringan saja" jawab bu veronica.


" Oh iya bu, ini adalah barang-barang milik anda" kata perawat tersebut.


" Saya minta maaf bu, karena tadi saya telah lancang membuka tas ibu dan mengambil handphone ibu, untuk menghubungi keluarga anda tapi pihak keluarga anda tidak ada yang bisa di hubungi bu" ucap perawat tersebut.


" Oh iya! Terimakasih ya sus" ucap bu veronica sambil menerima tas milik nya.


" Mungkin putri saya sedang mengurus anak nya jadi, dia tidak memegang handphone dan putri saya yang satu nya lagi, dia sedang pergi honeymoon sus mungkin dia masih di dalam perjalanan maka nya handphone tidak bisa di hubungi" kata bu veronica menjelaskan.


Perawat tersebut hanya mengangguk-anggukkan kepala saja.


Setelah itu bu veronica mendaftar kamar untuk suami dan orang yang dia tolong tadi, setelah selesai beliau langsung kembali ke ruangan suami nya.


Hingga malam menjelang, belum ada kabar dari citra hal itu membuat bu veronica merasa khawatir. Beliau pun memutuskan untuk menghubungi citra terlebih dahulu untuk menanyakan apakah citra sudah sampai atau belum.


Baru saja bu veronica akan menelepon citra, tiba-tiba...


" Mama mau menelepon siapa?" tanya pak ardi dari arah belakang.


" Astaghfirullahalazim, papa! Papa ini membuat mama terkejut saja" ucap bu veronica.


" Maaf ma, mama memang sedang apa?" tanya pak ardi penasaran.


" Mama mau menelepon citra pa" jawab bu veronica.


" Untuk apa mama menelepon citra?" tanya pak ardi penasaran.


" Mama mau menanyakan apakah mereka berdua sudah sampai atau belum pa, soal nya sejak tadi citra belum memberi kabar pa" jawab bu veronica.


" Kalau mama mau menelepon citra hanya untuk menanyakan apakah mereka sudah sampai atau belum, papa ijinkan tapi mama jangan memberitahu citra jika kita baru saja mengalami kecelakaan" kata pak ardi.


" Memang kenapa pa?" tanya bu veronica penasaran.


" Papa tidak mau citra jadi kepikiran terus pulang, nanti mereka gagal honeymoon dong ma" jawab pak ardi.


" Yasudah iya pa, mama tidak akan memberitahu citra" kata bu veronica.


Pak ardi pun langsung tersenyum mendengar perkataan sang istri.


Bu veronica langsung menghubungi citra, dan saat di tanya mengapa beliau menelepon citra bu veronica bingung harus menjawab apa, beliau pun langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


" Mama kenapa?" tanya pak ardi yang melihat wajah istrinya seperti orang ketakutan.


" Mama tadi hampir keceplosan pa" jawab bu veronica.


" Maksud mama apa?" tanya pak ardi tidak mengerti maksud ucapan sang istri.


" Tadi kan saat mama sedang menelepon citra, tiba-tiba citra tanya kenapa mama menelepon dia" jawab bu veronica.

__ADS_1


" Terus mama menjawab apa?" tanya pak ardi memotong pembicaraan.


" Mama tadi hampir memberitahu citra jika kita baru saja mengalami kecelakaan pa" jawab bu veronica.


" Apa ma? Jadi, tadi mama hampir memberitahu citra tentang itu?!" pak ardi terkejut mendengar jawaban istri nya.


" Tapi mama belum jadi memberitahu citra kok pa, mama langsung memutuskan sambungan telepon nya pa" kata bu veronica.


" Syukurlah! Untung mama ingat pesan papa tadi" kata pak ardi.


Bu veronica hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum.


Kembali ke citra dan vito.


Karena kesal dengan kakak nya yang tidak membalas pesan nya, dan saat akan membuka pintu kamar citra baru ingat sesuatu.


" Aaarrggghh... Kenapa bisa lupa sih!" kesal citra


Mungkin karena terburu-buru, citra sampai lupa jika kartu akses kamar mereka masih tertinggal.


Alhasil citra tidak bisa masuk ke dalam kamar, dia hanya bisa pasrah menunggu vito datang dengan membawa kartu akses masuk kedalam kamar hotel.


" Sebenarnya apa yang terjadi sih? Kenapa perasaan ku tidak enak, seperti ada sesuatu yang telah terjadi" ucap citra.


Tidak lama kemudian, vito sampai di depan kamar hotel mereka.


" Kamu kenapa ra?" tanya vito terkejut saat melihat citra duduk di depan pintu kamar.


Citra hanya menggelengkan kepala pelan.


Karena khawatir dengan istri nya, vito langsung membuka pintu kamar dan mengajak citra masuk.


" Ayo masuk ra!" ajak vito sambil membantu citra berdiri.


Karena citra diam saja, akhirnya vito langsung menggendong citra ala bridal style dan membawa citra masuk kedalam kamar.


" Ra, kamu kenapa? Kenapa kamu setelah menerima telepon dari mama ekspresi kamu langsung berubah?" tanya vito lembut.


Citra hanya diam saja.


" Tidak apa jika kamu tidak mau bercerita ra, anggap saja tadi aku tidak bertanya" kata vito sambil berdiri.


Saat vito akan pergi, tangan vito di tahan oleh citra.


" Tunggu mas!" kata citra.


" Duduk dahulu mas, ada yang ingin aku ceritakan kepada mas vito" lanjut citra.


Mendengar itu vito langsung mengurungkan niatnya untuk pergi, lalu dia duduk di samping citra.


" Ada apa ra?" tanya vito lembut.


" Sebenarnya tadi setelah mama menelpon aku merasa perasaan ku tidak tenang mas, aku merasa telah terjadi sesuatu dengan papa dan mama" jawab citra.


" Kenapa kamu bicara seperti itu ra, memang tadi mama bicara tentang apa ra?" tanya vito penasaran.


" Mama tadi tidak bicara apapun mas, hanya saja tadi saat aku tanya mama kenapa menelepon aku, mama seperti mau bicara sesuatu tetapi tidak jadi mas" jawab citra.


" Dan saat aku tanya lagi, mama langsung memutuskan sambungan telepon" imbuh nya.


Mendengar itu vito langsung memeluk citra.


" Yasudah, sekarang kita berdo'a semoga papa dan mama baik-baik saja ra" kata vito mencoba menenangkan citra.

__ADS_1


" Karena sudah malam, sekarang mandi setelah itu kita istirahat, karena besok kita masih akan jalan-jalan lagi ra!" ucap vito.


" Kamu mau kan jalan-jalan lagi ra?" tanya vito sambil melepaskan pelukannya.


Citra menjawab nya dengan anggukan kepala.


" Mas vito mau mandi?" tanya citra.


" Memang ada apa ra? Kalau kamu mau mandi sekarang silahkan, nanti aku setelah kamu" kata vito.


" Aku tidak mau mandi mas, aku mau langsung istirahat tidak apa-apa kan? Kalau mas vito mau mandi biar aku siapkan airnya!" ujar citra.


" Kamu tidak perlu menyiapkan air untuk mandi aku, lebih baik sekarang kita langsung istirahat saja" kata vito.


" Yasudah, aku ganti pakaian dahulu ya mas" ujar citra.


Vito menganggukkan kepala.


" Mas vito juga mau ganti pakaian?" tanya citra.


" Iya ra" jawab vito sambil menganggukkan kepala.


" Yasudah, aku siapkan pakaiannya dahulu ya mas" kata citra.


Vito hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Setelah mendapat persetujuan dari sang suami, citra langsung pergi untuk menyiapkan pakaian tidur untuk dirinya dan vito, setelah selesai dia langsung pergi ke kamar mandi untuk melakukan ritual sebelum tidur dan juga mengganti pakaian.


Setelah citra pergi, vito mengambil handphone nya untuk memberi perintah kepada bawahannya untuk mencari tahu apa yang telah terjadi hari ini dengan kedua orang tua mereka setelah mereka berdua pergi.


Setelah selesai urusan nya, vito langsung meletakkan handphone kembali agar citra tidak curiga.


Kreet...


Pintu kamar mandi terbuka dan citra keluar sudah mengenakan baju tidur, dia berjalan mendekati vito.


" Silahkan kalau mas vito mau ganti pakaian" ucap citra.


" Iya ra" kata vito sambil tersenyum.


Vito langsung berjalan menuju kamar mandi tidak lupa dia membawa pakaian yang sudah di siapkan oleh citra.


Vito langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan juga mengganti pakaian, setelah selesai vito keluar dari kamar mandi.


Saat keluar dari kamar mandi, vito melihat citra sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, vito langsung berjalan menuju citra.


Dengan perlahan vito naik ke atas tempat tidur dan ikut merebahkan tubuhnya di samping citra.


Baru saja vito akan memejamkan matanya, citra memanggil namanya.


" Mas, mas vito sudah tidur belum?".


" Belum, ada apa ra?" tanya vito pelan.


" Aku boleh memeluk mas vito tidak?!" kata citra..


" Tentu saja boleh dong ra, sini aku peluk" kata vito sambil memeluk tubuh citra.


" Terimakasih ya mas" ucap citra sambil memeluk vito.


" Iya sama-sama" jawab vito..


" Ya tuhan, kuat kan lah hamba mu ini. Ingin rasa nya aku mencium bibir nya tapi tidak mungkin aku melakukan nya saat ini, karena saat ini kondisi citra sedang tidak baik!" ucap vito dalam hati.

__ADS_1


Setelah memeluk vito, citra langsung pergi ke alam mimpi begitu juga dengan vito yang juga ikut menyusul citra pergi ke alam mimpi.


Mereka berdua tidur saling berpelukan satu sama lain.


__ADS_2