
25 menit perjalanan akhirnya citra sampai di depan rumah, citra langsung memarkirkan kendaraan nya setelah itu dia langsung masuk ke dalam rumah.
" Assalamualaikum" ucap citra.
" Walaikumsalam" jawab seseorang dari dalam sambil membuka pintu.
" Eh! Kamu mel! Sudah lama menunggu?" kata citra terkejut saat melihat amel di depan pintu.
" Sudah sejak setengah jam yang lalu!" jawab amel ketus.
" Sorry mel, tadi ada pasien yang baru datang terus dokter yang lain nya belum datang" ucap citra.
" Kenapa tidak kamu tolak saja ra?!" ujar amel.
" Aku sudah bilang kalau tidak mau, tapi suster nya terus memaksa, soalnya pasien nya itu sejak dia datang sudah marah-marah karena dokter nya belum ada yang menangani dia" jawab citra menjelaskan.
" Dan parah nya lagi mel, semua perawat yang masuk ke ruangan IGD di usir semua!!" kata citra.
" Yang benar ra?" tanya amel tidak percaya dengan perkataan citra.
" Iya mel" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
" Kamu tahu tidak pasien nya siapa??!" tanya citra sambil duduk.
" Ya, aku tidak tahu! Kan kamu belum memberitahu aku ra" jawab amel.
" Pasien nya itu vito, si manusia kutub mel" ucap citra.
" Vito? Orang yang pernah menjadi kakak ipar kamu ra?!" amel terkejut mendengar ucapan citra.
Citra hanya menganggukkan kepalanya, sambil berkata " Aku juga terkejut mel saat masuk ke ruangan IGD dan melihat dia sedang memegangi perutnya yang sakit"
" Pantas saja semua perawat di rumah sakit itu di usir, orang pasien nya dia!" ujar amel.
" Omong-omong kita jadi pergi tidak?" tanya citra.
" Iya, kita jadi pergi ra!" jawab amel.
" Yasudah kalau begitu aku mandi dahulu" ujar citra.
" Yasudah, sana mandi! Jangan lama-lama!!" kata amel.
" Oke!" jawab citra sambil pergi menuju kamar nya.
Setelah masuk kamar citra langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Beberapa menit kemudian citra keluar dari kamar mandi.
" Ah!! Segar nya! Setelah seharian ini lelah beraktivitas akhirnya aku bisa mandi juga!!" ucap citra.
Citra langsung berjalan menuju lemari pakaian dan memilih pakaian yang akan dia pakai untuk pergi bersama amel.
" Aku pakai yang ini saja deh!" ucap citra sambil mengambil pakaian yang dia pilih.
__ADS_1
Setelah itu dia masuk ke dalam kamar mandi lagi untuk mengganti pakaian.
10 menit berlalu, citra sudah selesai dengan semua ritual mandi nya, setelah itu dia langsung keluar untuk menemui amel yang sedang menunggu dirinya di ruang tamu.
" Ayo mel!" ajak citra.
" Pa, ma aku pergi jalan-jalan dahulu ya!" pamit citra.
" Iya, pulang nya jangan malam-malam ya sayang" ucap mama.
" Iya ma, assalamualaikum" ucap citra sambil mencium tangan papa dan mama nya.
Setelah berpamitan, mereka langsung pergi ke tempat tujuan mereka.
" Ra, bagaimana kabar nya farel?" tanya amel sambil mengemudi mobil.
" Tidak tahu mel, sudah hampir 2 minggu ini dia tidak ada kabar" jawab citra.
" Tumben ra, bukan nya dia sering datang ke rumah ya?!" ujar amel penasaran.
" Iya, dia memang sering datang ke rumah tapi, sejak aku memarahinya dia tidak pernah datang ke rumah mel" jawab citra menahan agar dia tidak sedih.
Ciiittttt.....
Karena terkejut amel langsung menginjak rem secara mendadak.
" Astaghfirullahalazim" ucap citra.
" Amel! Kalau mau mengerem jangan mendadak dong! untung saja aku pakai seatbelt, kalau tidak bisa-bisa kepala ku terbentur dashboard mobil!!" kata citra memarahi amel tanpa berhenti.
" Farel memang salah apa ra? Kenapa kamu memarahi dia?" tanya amel penasaran.
" Ya karena dia setiap pagi selalu kerumah mel" jawab citra.
Baru saja amel akan bertanya, citra langsung berkata " Kalau kamu mau tanya, nanti saja! Lebih baik kita jalan lagi sebelum di tilang polisi!".
Mendengar kata polisi, amel langsung melajukan mobilnya kembali.
" Hanya karena setiap pagi dia datang ke rumah, terus kamu memarahi dia ra?" tanya amel tidak percaya.
" Iya mel" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
" Jahat sekali kamu ra, seharusnya kamu senang dia datang ke rumah! Itu artinya dia ingin silaturahim dengan kamu dan keluarga" kata amel.
" Aku juga senang kalau dia sering ke rumah mel, apalagi kalau dia datang ke rumah nya bersama istrinya mel" jawab citra.
" Lah memang nya dia datang ke rumah tidak bersama istrinya ra?" tanya amel penasaran.
Citra menggelengkan kepala nya.
" Apa ra? Jadi, farel datang ke rumah tanpa membawa istri nya ra??" amel terkejut melihat citra menggelengkan kepalanya.
" Hem!" jawab citra singkat.
__ADS_1
" Setiap hari ra?" tanya amel tidak percaya.
" Iya, maka nya dia aku marahi! Kan istri kasihan, sudah capek-capek masak eh, malah suami pergi" jawab citra.
" Memang nya dia datang ke rumah itu belum sarapan ra?" tanya amel.
" Belum mel, orang dia sampai rumah ku itu jam 7" jawab citra.
" Dia berangkat dari rumah pasti kan jam 06:30 wib mel, bahkan dia pernah sampai rumah ku itu jam 06:00 wib, dan dia belum mandi mel, coba kamu bayangkan dia berangkat dari rumah nya itu jam berapa?!" kata citra.
" Serius kamu ra? Farel pernah datang ke rumah kamu belum mandi?!" tanya amel tidak percaya.
" Iya mel, bahkan sudah tiga atau empat kali dia datang ke rumah ku belum mandi" jawab citra.
" Bagaimana aku tidak marah coba mel!?" imbuhnya.
" Tapi biasanya meskipun dia aku marahi tapi tetap datang ke rumah, tapi ini sudah dua minggu dia belum datang mel" ucap citra sambil menahan air matanya agar tidak menangis.
" Mungkin dia masih banyak pekerjaan ra, maka nya dia belum sempat datang ke rumah!" ujar amel mencoba menghibur citra.
" Iya bisa jadi sih mel" jawab citra sendu.
Kini mereka sudah sampai di tempat tujuan mereka, dan amel langsung memarkirkan mobilnya.
" Ayo ra!" ajak amel sambil melepas seatbelt.
" Ayo kemana mel?" tanya citra bingung.
" Ya turun ra!" jawab amel.
" Turun kemana?" tanya citra masih belum sadar jika mereka sudah sampai di tempat tujuan.
" Kita sudah sampai ra" jawab amel sambil membuka pintu mobil.
" Sudah sampai? Masa sih?!" ucap citra sambil melihat ke luar jendela.
" Oh iya! Sudah sampai!" lanjut citra.
Citra langsung membuka seatbelt dan langsung membuka pintu mobil.
Citra yang melihat amel sudah duduk pun langsung menyusul.
" Mel, kenapa aku di tinggal?!" kata citra protes.
" Habisnya kamu lama sih!" jawab amel santai.
" Pak, biasa!" kata citra sambil duduk.
" Siap neng!" kata seseorang tersebut.
" Pak, bakso nya punya ku jangan di kasih daun seledri" kata amel.
" Siap neng amel" kata penjual bakso.
__ADS_1
Ya mereka berdua pergi ke penjual bakso langganan mereka saat mereka masih kuliah.