
Vito masih terus memperhatikan seseorang yang terlihat tidak asing bagi dia, vito mencoba untuk kembali berdiri tetapi usaha nya gagal lagi, dikarenakan sang pacar menarik tangannya sambil berkata" sayang lihat itu teman ku, dia sudah mau tanding!"
" Sayang teman ku itu ada di sana!" ucap angel saat menyadari bahwa vito tidak memperhatikan kemana tangan nya menunjuk
" Oh iya, sayang" ucap vito sambil terus memperhatikan seseorang yang sejak tadi membuat dia penasaran.
Angel terus mengajak vito bicara, tetapi vito hanya menanggapi nya dengan kata "( iya, bukan, mungkin dan lainnya)". Hal itu terjadi dikarenakan vito masih penasaran dengan seseorang.
" Sebenarnya orang itu siapa ya, kenapa aku seperti nya pernah melihat mereka" ucap vito dalam hati
Vito merasa kesulitan untuk melihat dengan jelas siapa orang itu sebenarnya, sebab jarak antara vito dan orang itu cukup jauh, sehingga menyulitkan vito untuk melihat orang itu dengan jelas.
" Apa aku suruh riko untuk mengecek siapa orang itu sebenarnya ya?" pikir vito
" Iya, seperti nya aku harus suruh riko untuk menyelidiki siapa orang itu sebenarnya" pikir vito lagi
Vito pun akhirnya memutuskan untuk menyuruh riko untuk menyelidiki siapa orang yang duduk di kursi seberang dia saat ini.
Setelah selesai menyuruh riko untuk menyelidiki seseorang, vito kembali fokus ke arena pertandingan, dia melihat teman angel sedang bertanding dengan seorang wanita, dan betapa terkejutnya vito saat mengetahui siapa wanita yang sedang bertanding dengan teman angel.
" Citra!!" ucap vito dalam hati sambil terus menatap ke arah citra yang sedang bertanding.
Vito terus melihat pertandingan antara citra dan teman angel, yang apabila dibandingkan tubuh citra kalah besar dengan tubuh lawan nya yang seorang laki-laki.
Konsentrasi citra mulai terpecah, saat mata nya melihat wanita yang di samping vito terus memegang tangan vito dengan mesra.
Dan disaat citra kurang fokus, hal itu di manfaatkan oleh lawan nya untuk melakukan serangan balasan.
Bugh....
Citra di banting oleh lawan nya, saat citra kehilangan fokus nya.
Disaat citra terjatuh, vito merasa seperti marah dengan orang yang melukai citra.
Hal itu membuat citra merasa kesakitan, dan disaat seperti ini, dia ingin melihat orang tua hadir di tengah-tengah penonton sambil berteriak memanggil nama nya dan memberikan semangat untuk dirinya.
Dan semua do'a citra hari ini di kabulkan oleh tuhan, ternyata orang tua nya hadir ditengah-tengah penonton, dan saat melihat anak nya terjatuh, papa dan mama nya pun langsung berlari menghampiri anak nya.
" Citra kamu pasti kuat, papa dan mama ada di sini, untuk melihat kamu bertanding" ucap mama saat ada di pinggir arena tanding.
__ADS_1
Samar-samar citra mendengar suara mama nya, yang memberikan semangat untuk dia agar bisa bangkit lagi.
Citra pun mulai bangkit lagi, dia menyeka darah yang mengalir dari sudut bibirnya, dia terkejut saat melihat papa dan mama nya benar-benar datang untuk menyaksikan dia bertanding.
" papa, mama!" ucap citra
Papa dan mama nya tersenyum lega melihat anak nya bisa kembali berdiri dan bisa melanjutkan pertandingan.
" Oh, jadi mereka itu orang tua devina, pantas saja aku seperti pernah melihat mereka" ucap vito dalam hati
" Oh iya, waktu itu mereka berjanji akan nonton pertandingan, jadi mereka menepati janji nya dengan citra syukur deh" batin vito
" Tapi, kenapa aku merasa senang saat melihat citra tersenyum, hanya karena dia melihat orang tua nya hadir di sini untuk menyaksikan dia bertanding ya?" vito bertanya-tanya dalam hati.
" Sudah lah, lagipula bukan urusan ku, kan aku kesini karena mau menemani angel" pikir vito
Kini vito kembali fokus untuk menyaksikan pertandingan antara citra dan teman angel, dan akhirnya citra di nyatakan menang dan lolos ke babak final.
Saat citra keluar dari arena tanding, dia di sambut pelukan hangat dari sang mama.
" Kamu tidak perlu ikut hal seperti itu lagi ra, hanya untuk membuat papa sayang sama kamu ra!" ujar mama
" Tapi, citra ikut pertandingan itu karena citra mau menepati janji citra sama oma ma" sambung citra
" Karena oma?" tanya mama sambil melepaskan pelukannya
" Iya ma, karena citra sudah janji dengan oma, kalau citra akan membawa pulang piala di pertandingan kali ini" jawab citra
" Jadi, oma selama ini tahu kalau kamu ikut pertandingan seperti ini?" tanya mama
" Iya ma, dan bukan hanya tahu ma, tapi oma juga yang sudah mendaftarkan citra di setiap pertandingan dengan nama eca bukan citra" jawab citra
" Kenapa pakai nama eca dan bukan citra?" tanya mama
" Kata oma biar papa tidak tahu, soalnya kata oma papa tidak suka dengan beladiri ma" jawab citra
" Papa bukan nya tidak suka dengan beladiri ra, tapi papa punya alasan tersendiri mengapa papa tidak suka dengan beladiri" ucap papa
Perbincangan hangat antara citra dan orang tua nya harus terhenti, di karenakan citra harus bertanding kembali untuk memperebutkan gelar juara.
__ADS_1
Ternyata lawan citra kali ini lebih hebat dari citra, sehingga membuat citra kesulitan untuk mengalahkan lawannya.
Citra sempat terkena pukul oleh lawan, tapi citra tidak akan menyerah dan dia tetap mencari kelemahan dari lawan nya.
" Citra berhenti sayang, kamu tidak perlu lanjutkan lagi pertandingan ini" ucap mama dari pinggir arena.
Citra tidak pantang menyerah meskipun sang mama menyuruh dia untuk berhenti.
Cukup lama citra mencari kelemahan lawan, akhirnya dia mendapatkan apa yang dia cari, dengan cepat dia langsung melakukan serangan balik terhadap lawan nya, dan citra tidak memberikan kesempatan untuk lawan nya melakukan serangan balik.
Akhirnya pertandingan di nyatakan telah usai, dan citra di nyatakan menjadi juara oleh dewan juri.
Citra bersalaman dengan lawan nya terlebih dahulu, sebelum dia bersalaman dengan dewan juri.
Kini citra telah berada di tempat istirahat, sebelum dia menerima penghargaan dari dewan juri.
Disaat citra sedang bersama teman-temannya, dari arah berlawanan sang mama berlari dan langsung memeluk citra dengan erat sambil menangis.
" Mama kenapa?" tanya citra sambil membalas pelukan sang mama
" Citra kan baik-baik saja ma" ucap citra
sang mama masih tetap menangis di pelukan citra,
citra pun mencari cara untuk membuat sang mama tidak menangis lagi.
Tring..
Citra mendapatkan sebuah ide brilian.
" Ma, memang mama tidak malu, ini kan di tempat umum" ucap citra berusaha menenangkan mama agar tidak menangis terus
" Nanti, kalau citra di panggil ke depan, terus papa dan mama juga ikut ke depan kan, kalau mama nangis terus nanti mata mama bengkak, dan saat di foto nanti foto nya jadi jelek bagaimana ma, padahal kan ini momen yang sangat citra impikan, bisa berfoto bersama papa dan mama sambil memegang piala" ujar citra
Ternyata usaha nya berhasil, sang mama kini sudah tidak menangis lagi, dan beliau sudah melepaskan pelukannya.
" Yes! akhirnya berhasil juga untuk membuat mama berhenti menangis" seru citra dalam hati
Saat citra di nyatakan menang oleh wasit tadi, ternyata ada seseorang yang juga ikut merasa senang sehingga membuat dia tersenyum-senyum sendiri.
__ADS_1