
Devina terheran-heran melihat citra makan dengan sangat lahap.
" Kenapa dia tidak protes ya padahal dalam makanan nya sudah aku beri sesuatu" batin devina
" Atau jangan-jangan dia masak makanan yang baru, tapi persis seperti makanan yang dimasak oleh mama" pikir devina sambil terus menatap ke arah citra.
Sama halnya dengan sang mama yang terheran-heran melihat anak bungsunya makan dengan sangat lahap, padahal tadi beliau sempat mencicipi masakan yang sedang di makan oleh citra itu rasa nya sangat asin.
Maka dari itu beliau tidak jadi menghidangkan makanan tersebut untuk citra.
" Kenapa citra terlihat sangat lahap makan nya, padahal makanan nya sangat asin" batin mama
Karena penasaran beliau pun bertanya " Memang enak banget ya sayang masakan nya mama?"
Mulut citra penuh sehingga dia hanya menganggukkan kepala citra sambil mengacungkan jempol.
" Melihat kamu makan dengan lahap seperti itu membuat mama jadi pingin makan dengan sayur yang sedang kamu makan ra" ujar mama
" Boleh ya! Mama minta sedikit!" kata mama
Uhuk.... Uhuk
Citra tersedak makanan saat mama nya berkata ingin " mencicipi makanan yang sedang dia makan.
Refleks vito langsung memberikan air minum untuk citra.
" Kenapa aku jadi peduli dengan orang lain " batin vito
" Terimakasih" ucap citra sambil menerima pemberian seseorang tanpa melihat siapa yang memberi minum kepada nya
" Hem" ucap vito
" Nanti kalau mama makan sayur ini, yang ada nanti mama tahu kalau sayur ini rasanya asin banget" ucap citra dalam hati
" Aku harus mencari alasan agar mama tidak makan sayur ini!" batin citra
" Citra!" ucap mama memanggil anaknya
" Hah! Ada apa ma?!" ucap citra terkejut
" Mama mau minta itu!" ucap mama sambil menunjuk ke arah mangkuk yang ada didepannya.
" Tidak boleh!" Ini kan mama yang masak untuk ku, masa mama mau minta juga!" ucap citra sambil memegangi mangkuk yang ada di depan nya.
__ADS_1
" Mama makan pakai lauk yang ada di atas meja saja ma!" ujar citra
" Tapi kan, mama mau makan pakai sayur yang tadi mama masak ra" ujar mama
" Biar mama tahu bagaimana rasa masakan nya mama, enak atau tidak rasa nya " lanjut mama
" Masakan mama itu rasa nya sangat enak ma, maka nya aku tidak rela untuk berbagi dengan orang lain, termasuk dengan mama sendiri" jawab citra
Citra melihat tangan devina diam-diam sedang berusaha untuk mengambil mangkuk yang berisi sayur yang citra pegang, tapi sayang nya usaha nya sia-sia karena citra sudah melihat semua nya.
" Kak Devina mau apa disini?" tanya citra
Devina langsung menghentikan gerakan tangan nya sambil berkata " Bukan urusan kamu!!"
" Kakak mau ambil makanan ku ya?!" ujar citra
Hal itu langsung di tepis oleh devina " Ya tidak lah!!"
" Masa??!!" ucap citra tidak percaya
" Ya benar lah, lagipula buat apa aku ambil makanan kamu!!" jawab devina
" Kalau memang tidak mau ambil makanan ku, kenapa tangan kakak seperti mau ambil makanan ku?!" ujar citra sambil menunjuk ke arah tangan devina yang semakin dekat dengan mangkuk yang ada di depan citra.
" Si... Siapa juga mau ambil makanan kamu orang aku
mau ambil minum!" Jawab devina gugup
Devina langsung mengambil gelas yang ada di depan citra dan langsung meminum nya sampai habis.
" Itu kan minum ku!!" protes citra.
Melihat jawaban devina yang gugup membuat citra
Diam-diam tersenyum karena melihat kakak nya yang gagal untuk mengambil mangkuk yang ada di depan nya.
" Berarti benar yang dikatakan ibu kalau sayur ini jadi terasa sangat asin karena ulah kak devina!" ucap citra dalam hati
Setelah devina duduk kembali citra langsung menghabiskan makanan nya, agar tidak ada yang tahu rasa masakan nya.
" Alhamdulillah" ucap citra setelah selesai menghabiskan makanan nya.
Kini dia bingung saat mau minum, karena air minum nya sudah di habiskan oleh kakak nya, dengan terpaksa citra harus pergi ke dapur untuk mengambil air minum tidak lupa dia juga membawa piring dan mangkuk kotor yang tadi dia pakai untuk makan.
__ADS_1
Karena penasaran dengan rasa makanan yang tadi di makan oleh citra, vito pun diam-diam pergi ke dapur untuk mencari apakah sayur tersebut masih ada atau sudah habis.
" Nah! Akhirnya ketemu juga!" ucap vito kegirangan menemukan mangkuk yang tadi di bawa oleh citra
Vito pun langsung mengambil mangkuk tersebut untuk melihat apakah masih ada makanan yang tersisa yang bisa dia cicipi rasanya.
Setelah melihat ternyata masih ada sedikit kuah yang tersisa, vito pun langsung mencicipi kuah tersebut.
Vito langsung memuntahkan kembali kuah yang tadi dia cicipi.
" Makanan apa ini! Kenapa rasa nya sangat asin!" ucap vito sambil mengelap mulut nya yang masih terasa asin.
Vito langsung mencari minum untuk menghilangkan rasa asin di mulut nya.
" Makanan asin seperti ini kenapa di perebutkan!?" bingung vito
Saat vito sedang bicara sendiri dari arah belakang bibi bertanya " Apa yang bisa saya bantu pak?"
" Astaghfirullahalazim bibi!" ucap vito terkejut dengan suara bibi dari arah belakang
" Makanan ini siapa yang masak?" tanya vito sambil menunjuk ke mangkuk yang ada atas tempat cuci piring
" Kalau makanan itu, ibu nya non citra sendiri yang memasaknya pak, khusus untuk non citra tapi, sayang nya makanan itu di sabotase oleh seseorang pak jadi rasa nya sangat asin" jawab bibi
" Beliau tadi mau menghidangkan makanan itu, tapi setelah di cicipi ternyata rasanya sangat asin, beliau tidak jadi menghidangkan nya. Tapi non citra datang dan langsung mengambil makanan itu pak" ujar bibi
Vito hanya diam sambil menganggukkan kepala.
" Jadi, itu alasan kenapa tadi ibu veronica menyuruh citra untuk makan makanan yang dimasak oleh bibi" batin vito.
Setelah mendapat apa yang ingin dia ketahui, vito pun langsung pergi.
" Pak vito kenapa ya?!" bingung bibi
Setelah dari dapur vito langsung pergi ke ruang tamu untuk berkumpul dengan teman-teman nya.
Setelah selesai makan malam citra pergi ke kamar nya untuk beristirahat karena kaki nya terasa sakit.
" Pasti tadi kak devina yang sudah menambahkan garam kedalam makanan yang mama masak untuk aku! Sebagai peringatan agar aku tidak merebut posisi nya di hati papa mama" ucap citra sambil mengoleskan obat di kaki nya.
" Kak devina benar-benar keterlaluan, hanya karena tidak ingin kasih sayang nya papa mama terbagi dengan aku, dia tega menambahkan garam ke dalam makanan yang di masak untuk aku!" kesal citra
" Kalau dia memang tidak ingin kasih sayang nya papa mama terbagi, kenapa dia waktu itu pergi dan membuat papa kesal dan kecewa" ujar citra
__ADS_1
Setelah mengobati kaki nya citra langsung tidur, karena jari ini dia sudah sangat lelah.