Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 205


__ADS_3

" Tunggu dulu dok! Tadi dokter berkata kalau masakan aku gosong, dokter tahu darimana ya, kalau aku habis memasak?!" tanya citra penasaran.


" Itu!" jawab dokter diki sambil menunjuk ke arah apa pakaian citra.


Citra mengikuti kemana telunjuk dokter diki menunjuk, dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui jika dia masih memakai apron ( celemek ).


" Oh iya! Hehe lupa dok!" ucap citra sambil garuk-garuk kepala nya yang tidak gatal.


" Soalnya tadi terburu-buru mau mandi jadi lupa melepas apron ( celemek ) nya" lanjut citra sambil melepas apron yang dia pakai.


" Iya tidak apa-apa ca, santai saja" kata dokter diki.


Saat mereka sedang ngobrol dari arah lantai dua datang pak ardi.


" Eh! Ada pak dokter!" kata papa saat melihat dokter diki ada di rumah nya.


" Iya pak" ucap dokter diki sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.


" Papa" kata citra saat melihat papa nya datang.


" Loh! Dokter diki tidak di ambilkan minum ra!" kata papa saat melihat di meja masih kosong belum ada minuman.


" Oh iya! Citra lupa pa, tunggu sebentar ya dok" ucap citra.


Saat citra akan pergi ke dapur, bi sum datang untuk menyuruh pak ardi dan yang lain untuk sarapan.


" Pas! Baru saja aku mau pergi ke dapur eh, ibu datang!" ucap citra saat bi sum ada di depan nya.


" Memang ada apa non?" tanya bi sum penasaran.


" Tadi aku mau ke dapur, mau meminta tolong untuk membuatkan minuman untuk pak dokter eh, malah ibu datang" jawab citra sambil tersenyum.


" Ibu datang kesini pasti mau menyuruh papa untuk sarapan kan bu?!" tebak citra.


" Iya non" jawab bi sum.


Mendengar citra memanggil ibu-ibu di depan nya dengan sebutan ibu hal itu membuat dia menatap citra dengan ekspresi penuh tanda tanya.


Citra yang melihat ekspresi dokter diki yang penuh tanda tanya pun langsung berkata " Pasti dokter diki berpikir kalau papa ku memiliki 2 istri, iya kan dok?!".


Dokter diki terkejut dengan perkataan citra.


" Tidak! Tidak sama sekali ca!" ucap dokter diki sambil menggerakkan kedua tangannya.


Karena takut dokter diki salah paham, citra pun langsung berkata " Papa aku itu hanya memiliki satu istri yaitu mama ku dok, terus beliau ini adalah pegawai di rumah ini dok"


" Aku memanggil beliau ibu karena sejak kecil aku sering bersama beliau jadi, aku sudah menganggap beliau seperti ibu aku sendiri Dok" terang citra.


Dokter diki hanya menganggukkan kepalanya pertanda bahwa dia sudah mengerti.


" Mari pak dokter, kita sarapan bersama!" ajak papa.


" Terimakasih pak, nanti saya sarapan di rumah sakit saja" tolak dokter diki.


" Tidak boleh menolak rezeki loh dok!" ucap citra.


" Mari! Kita sarapan bersama!!" ajak papa sambil berdiri.


Dengan terpaksa dokter diki menganggukkan kepalanya.


" Aku mau mandi dulu ya pa" ucap citra.


" Jadi kamu belum mandi ra?!" ujar papa.


" Belum pa" jawab citra sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


" Yasudah, kamu mandi dulu! Setelah itu kamu sarapan ya!" kata papa.


" Siap pak bos!" ucap citra sambil tersenyum.


" Permisi dok" ucap citra.


Dokter diki menganggukkan kepala sambil tersenyum.


Setelah berpamitan dengan papa dan dokter diki, citra langsung pergi ke kamar nya untuk mandi.


" Mari dok!" ucap papa.


" Panggil diki saja pak, tidak perlu pakai sebutan dokter pak" ucap dokter diki.


" Yasudah, kalau begitu nak panggil saya om saja jangan panggil saya pak. Bagaimana?!" ujar papa.


" Baik pak, eh salah maksud nya om" kata dokter diki.


Mereka langsung berjalan menuju ruang makan, disana sudah ada istri dan kakak nya citra.


" Dokter diki!" ucap mama saat melihat dokter diki datang bersama suaminya.


" Mari dok silahkan duduk!!" ucap mama mempersilahkan dokter diki untuk duduk.


" Iya bu" ucap dokter diki.


" Jangan panggil ibu, panggil tante saja!"kata mama.


" Iya tan" jawab dokter diki.


" Bi, tolong ambilkan piring satu lagi untuk citra ya!" ucap mama.


" Baik bu" jawab art tersebut.


" Tentu saja boleh tan" jawab dokter diki sambil tersenyum.


" Kalau boleh tante tahu, nak diki datang ke sini mau memeriksa kondisi citra atau ada keperluan lain?" tanya mama.


" Saya datang kesini mengantarkan motor nya eca tante" jawab dokter diki.


Bu veronica hanya mengangguk-anggukkan kepala.


" Oh iya! Nak diki perkenalkan ini kakak nya citra dan kakak ipar nya" ucap mama memperkenalkan devina dan axel kepada dokter diki.


Mereka saling berkenalan satu sama lain.


" Sudah ngobrol nya di lanjut nanti saja! Sekarang kita sarapan terlebih dahulu!" ucap pak ardi.


" Iya pa" jawab bu veronica.


Mereka memulai makan tanpa menunggu citra.


Baru saja mereka mulai sarapan, citra datang.


" Ayo sayang! Kita sarapan bersama!" ajak mama.


" Iya ma" ucap citra sambil duduk.


Mereka sarapan tanpa berbicara dan hanya ada suara dentingan sendok dan garpu.


Saat mereka semua sedang makan, tiba-tiba...


" ASSALAMUALAIKUM, CA! ECA!!" teriak farel dari luar.


Semua orang terkejut dengan teriakan farel.

__ADS_1


" Huh! Farel!!" gumam citra.


" Itu siapa yang ada di luar ca?" tanya dokter diki.


" Siapa lagi kalau bukan farel!" kata devina.


" Farel??" tanya dokter diki bingung.


" Iya dok, yang sedang teriak-teriak itu pasti farel!" jawab citra.


" Memang kebiasaan itu orang! Di rumah orang teriak-teriak!!" gerutu citra.


" Sebentar lagi pasti dia kesini!!" ucap citra.


Baru saja citra selesai bicara, farel muncul sambil membawa kantong plastik di tangan.


" Pagi om, tante" sapa farel sambil tersenyum.


" Pagi rel" jawab papa dan mama bersama.


" Hai ca! Bagaimana sudah sehat?" ucap farel sambil menepuk bahu citra.


Citra menoleh kearah farel sambil memberikan tatapan mata tajam.


" Sorry ca!" ucap farel sambil tersenyum.


" Bisa tidak kalau datang jangan teriak-teriak!!" kata citra kesal.


" Maaf ca" ucap farel dengan nada lembut.


Karena tidak mendapat respon dari citra, farel berpindah posisi dan berjongkok di samping citra.


" Ca, jangan marah dong! Aku kan hanya bercanda!" ucap farel sambil memegang lutut citra.


" Ca! Eca, jangan diam saja dong!" bujuk farel.


Citra tetap tidak menanggapi ucapan farel, dia tetap melanjutkan sarapan nya.


Setelah selesai makan, dia baru melihat kearah farel dengan tatapan tajam.


" Ca! Eca!" panggil farel.


" Apa!!" jawab citra ketus.


" Jangan marah!" ucap farel.


" Maka nya jangan di ulangi lagi!!" ucap citra ketus.


" Iya aku janji ca, tidak akan mengulangi lagi" ucap farel.


" Kamu membawa apa itu?" tanya citra penasaran.


" Oh iya ca, tadi aku membeli makanan kesukaan kamu ca!" kata farel sambil mengambil kantong plastik yang ada di samping nya.


Citra langsung mengambil kantong plastik tersebut.


" Kamu sudah sarapan belum?" tanya citra ketus.


" Belum" jawab farel sambil menggelengkan kepala.


" Memang istri kamu tidak masak?" tanya citra ketus.


" Aku tidak tahu, dia masak atau tidak!" jawab farel.


**PLETAKK**!!!!...

__ADS_1


__ADS_2