
Setelah citra duduk, dokter ridwan melihat wajah citra seperti sedang menahan kesakitan, karena penasaran dia pun langsung bertanya kepada citra " Kamu kenapa ra?".
Citra menggelengkan kepala nya sambil berkata " Aku baik-baik saja"
Dokter ridwan tidak puas dengan jawaban dari citra, dia diam-diam memperhatikan citra dari ujung kepala sampai ujung kaki untuk mencari jawaban dari pertanyaan tadi. Dia terkejut saat melihat kaki citra membengkak.
" Kaki kamu kenapa ra?" tanya dokter ridwan khawatir
" Tadi jatuh" jawab citra acuh
" Aku obati kaki kamu dulu ya ra, supaya tidak tambah membengkak!" ujar dokter ridwan
" Tidak perlu dok, ini juga tidak sakit" jawab citra
" Tapi kaki kamu tetap harus di obati ra, supaya tidak bertambah parah!" ucap dokter ridwan sambil jongkok di depan citra
" Kalau memang mau mengobati kaki ku mending nanti saja, sekarang yang lebih penting dokter ridwan jelaskan, alasan dokter kenapa tidak memberitahu aku tentang penyakit oma!" ujar citra okter ridwan sambil memberikan sebuah map
" Baiklah kalau seperti itu, lebih baik kamu membaca isi surat yang ada di dalam map ini, supaya kamu tahu alasan kenapa aku tidak memberitahu kamu!" jawab dokter ridwan sambil memberikan sebuah map
" Isi apa memang?" tanya citra penasaran
" Didalam map ini ada pesan yang di tulis langsung oleh oma untuk kamu sebelum beliau menjalani kemoterapi yang kedua dan juga di dalam map ini ada alasan kenapa oma melarang semua orang yang mengetahui penyakit oma untuk tidak memberitahu kamu ra" jawab dokter ridwan
Tanpa menunggu lama citra langsung mengambil map yang ada di depan nya dan langsung membuka map tersebut dan langsung membaca isi surat yang di katakan oleh dokter ridwan tadi.
Citra pun terkejut melihat isi surat yang ditulis oleh sang oma, tanpa terasa air mata nya jatuh bercucuran membasahi pipinya.
Setelah selesai membaca semua isi surat tersebut citra lalu berkata " Bang ridwan, aku minta maaf ya karena kemarin aku sudah marah-marah sama abang"
" Iya ra tidak apa-apa, abang mengerti apa yang kamu rasakan waktu itu" ucap dokter ridwan
" Kalau abang ada di posisi kamu waktu itu abang juga pasti akan marah karena tidak ada yang memberitahu abang tentang penyakit seseorang yang paling abang sayangi" lanjut dokter ridwan
" Sekarang hapus air mata kamu, supaya besok mata kamu tidak bengkak ra!" ujar dokter ridwan
" Memang besok ada acara apa bang?" tanya citra
" Kamu ini bagaimana sih ra, masa kamu lupa besok kan hari ulang tahun nya cantika ra" jawab dokter ridwan
" Oh iya! Kenapa aku bisa lupa dengan ulang tahun nya cantika ya" ucap citra sambil menepuk dahinya
__ADS_1
" Tapi, kaki ku masih sakit bang" lanjut citra dengan raut wajah sedih
" Sini biar aku lihat terlebih dulu siapa tahu aku bisa mengobati kaki kamu, secara kan aku seorang dokter ra" ujar dokter ridwan percaya diri
Dokter ridwan langsung mengambil posisi jongkok didepan citra untuk memeriksa pergelangan kaki citra.
" Kenapa bisa sampai membengkak seperti ini ra?" tanya dokter ridwan terkejut melihat kaki citra membengkak
" Sebenarnya kamu jatuh dimana? kenapa kaki kamu bisa seperti ini ra?" tanya dokter ridwan lagi
" Sebenarnya aku itu jatuh dari motor saat perjalanan mau kesini bang" jawab citra
" Jatuh dari motor? Jadi, tadi kamu kecelakaan ra?!" ujar dokter ridwan
" Iya bang, aku tadi tidak sengaja menabrak mobil orang bang" jawab citra
" Coba ceritakan bagaimana kamu bisa kecelakaan ra" kata dokter ridwan
" Jadi begini bang, tadi aku kan pergi ke bandara untuk mengawal mobil ambulans yang membawa jenazah oma, tapi aku terjebak macet terus aku kehilangan mobil ambulans juga, setelah tidak macet aku menambah kecepatan motor ku niatnya biar bisa menyusul mobil ambulans itu, eh ternyata aku malah menabrak mobil orang dan aku langsung pingsan" ucap citra menceritakan tentang kecelakaan yang dia alami
" Terus?" kata dokter ridwan penasaran dengan cerita selanjutnya
" Terus, begitu aku sadar, aku sudah ada di rumah sakit bang" kata citra
" Tidak tahu bang, sekarang motor ku ada dimana" jawab citra
" Mungkin masih di lokasi kejadian atau mungkin di ambil orang bang" lanjut citra
" Terus masalah kaki kamu ini bagaimana kok bisa seperti ini?" tanya dokter ridwan sambil menunjuk ke arah kaki citra
" Abang tenang saja kaki ku cuman terkilir saja kok, tidak sampai patah " jawab citra
" Kok kamu tahu kalau kaki kamu ini tidak patah R
ra?" tanya dokter ridwan penasaran
" Iya tahu lah bang, kan tadi aku sempat di bawa ke rumah sakit sama orang bang terus kata suster nya kaki ku cuman terkilir saja bang" jawab citra
" Oh! Jadi begitu ra" ucap dokter ridwan sambil menganggukkan kepala
" Terus kamu kesini nya naik apa ra?" tanya dokter ridwan
__ADS_1
" Numpang mobil nya orang bang" jawab citra
" Mobil nya vito ya ra!" tebak dokter ridwan
Citra terkejut dengan ucapan dokter ridwan
" Kok bang ridwan bisa tahu kalau aku numpang mobil nya pak vito?" tanya citra
" Tadi abang tidak sengaja melihat kamu turun dari mobil nya vito ra" jawab dokter ridwan sambil memijat pergelangan kaki citra
Aaarrrgg....
Citra mengaduh kesakitan
" Sakit bang! Pijat nya pelan-pelan dong " citra kesakitan
" Sorry ra, ini kan supaya kaki kamu cepat sembuh ra" ucap dokter ridwan
Sekarang coba kamu gerakan kaki kamu ra!" ujar dokter ridwan sambil meletakkan kaki citra
Citra pun menuruti perintah dokter ridwan.
" Masih sakit?" tanya dokter ridwan
" Masih bang tapi, tidak seperti tadi bang" jawab citra
" Kalau bengkak nya sudah sembuh, abang akan memijat kaki kamu lagi ra" ucap dokter ridwan
Citra menganggukkan kepalanya sambil berkata " Terimakasih ya bang"
" Iya sama-sama ra" ucap dokter ridwan sambil mengusap kepala citra
" Kaki kamu kenapa sampai bisa bengkak seperti itu ra? tanya dokter ridwan penasaran
" Tadi di jalan depan aku lari bang, niatnya nya biar cepat sampai, eh ternyata kaki ku malah jadi bengkak seperti ini bang" jawab citra
" Citra, citra " ucap dokter ridwan sambil geleng-geleng kepala mendengar jawaban citra
" Ra, meskipun sekarang oma sudah tidak ada, kamu tidak boleh sedih karena masih ada abang dan juga farel yang akan selalu ada di sisi kamu untuk terus melindungi kamu dan juga menjadi teman untuk berbagi cerita ra" ucap dokter ridwan
"Terimakasih ya bang, karena abang selalu sabar dengan aku yang terkadang tidak bisa mengontrol emosi sampai membuat abang pusing karena kelakuan aku dan masih banyak lagi" ucap citra sambil tersenyum
__ADS_1
" Iya ra" jawab dokter ridwan
Mereka berdua saling berpelukan