Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 162


__ADS_3

Citra terus memperhatikan vito yang sedang mengupas buah apel untuk diri nya.


" Aku tidak sedang bermimpi kan? Seorang vito yang selalu bersikap dingin kepada semua orang saat ini sedang mengupas buah apel untuk aku" ucap citra dalam hati masih tidak percaya dengan apa yang sedang dia lihat di depan nya.


Citra terus menatap vito dengan ekspresi terheran-heran, begitu juga dengan dokter ridwan yang juga terkejut melihat vito yang mau mengupas buah apel untuk citra.


Setelah selesai mengupas buah apel, vito melihat citra yang terus menatap dirinya membuat vito bingung.


" Citra kenapa ya? Kenapa dia terus menatap aku seperti itu?" batin vito


" Memang ada sesuatu yang aneh dengan penampilan ku!" batin vito sambil melihat kearah tubuh nya sendiri.


" Tidak ada yang aneh kok dari penampilan ku" pikir vito.


Lalu dia melihat ke arah dokter ridwan, vito terkejut saat melihat dokter ridwan juga sedang melihat kearah dirinya.


" Sebenarnya ada apa sih?! Kenapa mereka berdua dari tadi terus melihat kearah ku!" pikir vito.


" Mending aku tanya saja langsung ke mereka berdua" ucap vito dalam hati.


Ehkem!!!


Citra dan dokter ridwan terkejut mendengar vito berdehem.


" Gawat!! Pasti manusia kutub itu sadar jika aku sejak tadi selalu memperhatikan dia!!" ucap citra dalam hati.


" Aduh!! Bagaimana ini?!" ucap citra dalam hati


" Kalian Kenapa melihat saya seperti itu?" tanya vito penasaran.


Citra langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain begitu pun dengan dokter ridwan.


" Tuh kan! Benar! Pasti dia sudah sadar kalau aku sejak tadi memperhatikan dia!" batin citra.


" Aduh!! Aku harus menjawab apa ya?!" ucap citra dalam hati.


" Ayo dong ra! Kamu harus mencari jawaban yang tepat agar manusia kutub itu percaya dengan jawaban kamu!!" ujar citra dalam hati.


" Oh iya! Kenapa tidak terpikirkan sebelumnya oleh ku ya!" ucap citra dalam hati.


" Siapa juga yang sedang melihat kearah anda, anda jangan terlalu kepedean dulu, aku itu sedang melihat pemandangan yang ada di belakang anda " jawab citra sambil menunjuk ke arah jendela yang berada tepat di belakang vito.


Mendengar itu vito langsung menoleh ke arah belakang dan dia langsung merasa sudah salah sangka kepada citra dan dokter ridwan.


" Saya meminta maaf karena saya sudah salah faham kepada kamu dan dokter ridwan" ucap vito.


Mendengar ucapan vito yang meminta maaf membuat dokter ridwan terkejut.

__ADS_1


" Apa aku tidak salah mendengar, seorang vito meminta maaf kepada ku" ucap dokter ridwan dalam hati.


" Iya tidak apa-apa kok" ucap citra.


" Oh iya ra! Ini buah apel nya sudah selesai saya kupas" kata vito sambil memperlihatkan buah apel yang sudah dia kupas.


Lalu citra mengalihkan pandangannya ke tangan vito yang sedang memegang apel yang sudah dia kupas.


" Terimakasih" ucap citra sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil buah apel di tangan vito.


" Kamu mau apa?" tanya vito saat melihat citra mengulurkan tangan ke arah nya.


" Mau ambil buah apel untuk dimakan, memang nya aku mau apa lagi?!" jawab citra bingung.


" Biar saya saja yang menyuapi kamu buah apel nya!" ujar vito.


Citra pun langsung menarik kembali tangannya dan mengangguk.


Vito yang melihat citra mengangguk membuat vito merasa sangat senang, lalu dia mulai menyuapi citra buah apel yang tadi dia kupas.


" Bagaimana? Buah apel nya manis tidak?" tanya vito saat citra sudah selesai mengunyah buah apel tersebut.


" Iya buah apel nya manis" jawab citra sambil tersenyum.


" Kalau begitu kamu makan buah apel nya lagi ya!" kata vito.


Citra hanya menganggukkan kepalanya.


" Apa pun awalnya tidak percaya ra, seorang vito yang terkenal sangat dingin dan tidak pernah peduli dengan orang lain, pernah sangat frustasi hanya karena kamu pergi dari sisi nya ra" ujar dokter ridwan dalam hati.


" Tapi setelah apa yang aku lihat tadi, sekarang aku percaya jika, vito benar-benar sangat frustasi saat melihat kamu tidak sadarkan diri ra" ucap dokter ridwan dalam hati.


Dokter ridwan tersenyum bahagia saat melihat ada seseorang yang bisa menggantikan dirinya untuk menjaga citra saat dia tidak bisa berada di sisi nya.


" Ra, abang keluar dulu ya, abang mau memeriksa kondisi pasien yang lain!" ucap dokter ridwan pamit.


" Iya bang, terimakasih ya bang" ucap citra sambil tersenyum.


Dan di jawab dengan anggukan kepala dan senyuman dari dokter ridwan.


Setelah dokter ridwan keluar dari ruangan itu, vito kembali menyuapi citra buah apel, sampai citra merasa kenyang.


Kini waktu menunjukkan pukul 03.00 wib, citra terbangun dari tidurnya karena dia merasa haus.


Citra terkejut saat melihat ada vito yang sedang tertidur pulas sambil duduk di samping nya.


" Loh! Kenapa manusia kutub ini bisa ada disini? Bukan nya tadi dia pamit mau pergi tapi, kenapa sekarang dia sudah ada disini?!" ucap citra dalam hati.

__ADS_1


" Kapan dia datang nya? Dan kenapa dia malah tidur disini, memang nya istrinya tidak mencari dia?!" batin citra.


" Tapi kalau di lihat-lihat dia kenapa penampilan nya menjadi seperti ini ya?!" ucap citra lirih.


" Bukan nya dia itu paling tidak suka dengan penampilan yang seperti ini ya" ucap citra dalam hati.


" Tapi kenapa dia sekarang menjadi seperti ini" ujar citra dalam hati.


" Aduh!! Aku haus banget lagi" ucap citra lirih.


Citra berusaha untuk meraih gelas yang berisi air minum di atas meja.


Tapi, tanpa sengaja dia menjatuhkan pisau yang ada di atas meja, membuat orang yang sedang tertidur pulas itu terbangun.


" Kamu mau apa?" tanya vito dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


Citra terkejut mendengar suara vito.


" Maaf! Sudah membuat tidur anda terganggu" ucap citra.


" Iya tidak apa-apa, kamu tadi mau ambil apa?" ucap vito.


" Aku haus" kata citra pelan


Mendengar itu vito langsung mengambilkan air minum untuk citra.


" Terimakasih" ucap citra.


" Iya sama-sama" jawab vito pelan.


Setelah selesai, citra bertanya kepada vito " Anda kenapa ada disini?".


" Ya, saya mau menemani kamu disini" jawab vito.


" Anda tidak perlu repot-repot menemani aku di sini pak, disini kan ada banyak perawat jadi, jika aku butuh sesuatu bisa meminta tolong kepada perawat" ujar citra.


" Saya tidak merasa repot, justru saya merasa senang bisa menemani kamu disini" jawab vito sambil tersenyum.


" Memang istri nya tidak marah ya, jika dia tidak pulang" batin citra.


" Kalau nanti istri nya marah, dia sendiri yang akan menanggung nya" ucap citra dalam hati.


Citra kembali memejamkan mata nya karena dia masih mengantuk.


Vito terus memandangi wajah citra yang sedang tidur.


" Ra, kamu jangan pergi lagi ya" ucap vito dalam hati.

__ADS_1


" Kira-kira, pria yang di maksud dokter ridwan itu siapa ya?" tanya vito dalam hati.


" Aku harus mencari tahu, siapa orang dari masa kecil nya citra!" tekad vito dalam hati.


__ADS_2