Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 62


__ADS_3

Mereka pun langsung menyantap makanan mereka.


Setelah selesai makan citra langsung berkata " saya pergi dulu, makanan nya biar saya yang bayar"


" Terimakasih bos" ucap seseorang tersebut


" Iya sama-sama" jawab citra


Citra pun langsung menuju meja kasir untuk membayar makanan mereka, setelah selesai citra langsung pergi ke rumah sakit untuk mengecek apakah sang oma akan di bawa ke luar negeri sekarang atau tidak.


Sesampainya di rumah sakit citra langsung pergi ke ruangan oma, tetapi ruangan tersebut kosong. Hal itu membuat citra panik, dia langsung menelepon papa nya untuk menanyakan keberadaan oma.


* Mode telepon on *


" Assalamualaikum pa" ucap citra


" Walaikumsalam ra" jawab papa


" Pa, kenapa ruangan oma kosong pa, oma sudah jadi pergi ke luar negeri pa?" tanya citra khawatir


" Belum ra, oma belum jadi pergi ke luar negeri" jawab papa


" Lah terus sekarang oma ada dimana pa?" tanya citra


" Oma ruangan di pindah ra" jawab papa


" Alhamdulillah " ucap citra


" Kondisi oma sekarang sudah stabil pa, kok sudah di pindah ruangan nya?" tanya citra


" Kondisi oma sekarang sudah stabil ra" jawab papa


" Alhamdulillah kalau begitu pa" ucap citra


" Oh ya pa, sekarang oma di pindahkan dimana pa?" tanya citra


" Oma di pindah di ruang mawar ra" jawab papa


" Oke pa! Citra segera kesana!" kata citra


" Yasudah pa, citra tutup dulu telepon nya" ucap citra


" Iya ra" ucap papa


" Assalamualaikum pa" ucap citra


" Walaikumsalam ra" jawab papa


* Mode telepon off *


Setelah menutup sambungan telepon citra langsung bergegas menuju ruangan oma.


Sesampainya di ruangan tersebut, citra langsung masuk ke dalam disana ternyata ada banyak orang.


" Eca!" panggil oma saat melihat cucu kesayangan nya masuk


Citra tersenyum lalu dia berjalan menuju tempat tidur oma.


" Bagaimana kondisi oma sekarang?" tanya citra


" Kondisi oma sekarang sudah baik-baik saja ca" jawab oma


" Alhamdulillah kalau kondisi oma sekarang sudah baik-baik saja, eca jadi lega" ucap citra


" Dok, apa oma jadi pergi hari ini untuk menjalani pengobatan di luar negeri?" tanya citra

__ADS_1


" Iya, oma kamu jadi pergi ke luar negeri hari ini, semua persyaratan yang di perlukan sudah ada jadi, nanti tinggal berangkat saja" jawab dokter raka


" Apa kamu juga akan ikut ke sana?" tanya dokter raka


" Iya dok" jawab citra


" Kamu sedang menelepon siapa vit?" tanya dokter raka yang melihat sahabatnya sedang sibuk menelepon seseorang


" Angel" jawab vito singkat


" Kenapa aku tadi bilang sedang menelepon angel ya?" ucap vito dalam hati


" Padahal kan aku sedang tidak menelepon dia" ujar vito dalam hati


" Kamu masih pacaran dengan wanita itu?" tanya dokter raka


" Hem" jawab vito


" Dan kenapa sekarang aku seperti merasa bersalah sama seseorang ya" ujar vito dalam hati


Citra yang mendengar obrolan dokter raka dan vito hanya diam.


Citra kemudian melihat arloji yang dia pakai, dia teringat kalau rama masih ada kelas, citra pun berjalan mendekati rama.


" Bukan nya hari ini kak rama masih ada kelas ya?" tanya citra saat sampai di samping rama


" Iya memang" jawab rama


" Kok kamu tahu kalau aku hari ini aku masih ada kelas?" tanya rama


" Aku tadi tidak sengaja dengar teman kak rama bilang kalau nanti masih ada kelas" jawab citra


" Kalau kak rama mau pergi ke kampus tidak apa-apa, nanti biar aku yang ngomong dengan oma" ujar citra


" Aduh! aku jadi tidak enak nih kak, gara-gara oma kak rama jadi tidak masuk kuliah" ucap citra merasa tidak enak hati


" Tidak apa-apa kok ra, baru kali ini kan aku ketemu sama oma kamu, masa baru pertama ketemu sudah buat oma kamu sedih" ujar rama


" Terimakasih ya kak" ucap citra


" Untuk?" tanya rama


" Terimakasih untuk apa yang sudah kak rama lakukan" jawab citra sambil tersenyum


" Iya sama-sama ra" ucap rama


" Ca!" panggil oma


" Iya oma, ada apa?" tanya citra berjalan mendekati oma


" Oma pingin makan buah" jawab oma


" Buah apa oma?" tanya citra


" Buah apel ca" jawab oma


" Yasudah, eca beli buah dulu ya oma" kata citra sambil mencium tangan oma


" Kamu pergi nya sama siapa ca?" tanya oma


" Eca pergi nya sendiri oma" jawab citra


" Memang ada apa oma?" tanya citra


" Kamu jangan pergi sendirian" jawab oma

__ADS_1


" Lebih baik kamu di antar oleh nak rama saja" ujar oma


" Tapi kan aku bisa pergi sendiri oma, kan beli buah nya cuman di seberang jalan kok tidak jauh" jawab citra


" Tetap tidak boleh!" kata oma


" Yasudah, iya eca pergi nya di antar kak rama" ucap citra pasrah


" Nah, begitu dong!" kata oma


" Ayo kak! temani aku beli buah" ucap citra


Rama hanya menganggukkan kepalanya.


" Oma kita pergi dulu ya" pamit citra


" Iya, hati-hati ya" ucap oma


" Iya oma" ucap citra dan rama bersamaan.


Citra dan rama langsung pergi ke toko buah, baru saja citra dan rama akan melangkahkan kakinya handphone citra berdering, citra pun menghentikan langkahnya untuk menjawab telepon terlebih dulu.


* Mode telepon on *


" Assalamualaikum bu" ucap citra


" Ada apa bu?" tanya citra kepada art yang bekerja di rumah orang tua nya


" Ibu sudah sampai di depan rumah sakit tempat oma di rawat tapi, ibu tidak tahu ruangan nya oma dimana?!" ujar art


" Jadi, ibu sudah sampai di depan rumah sakit?" tanya citra


" Iya sudah, sekarang ibu ada di depan pintu masuk rumah sakit" jawab art


" Ibu kesini dengan siapa?" tanya citra


" Ibu di antar pak supir neng" jawab art


" Ibu tanya saja di tempat pendaftaran ruang mawar ada di sebelah mana" ucap citra


" Soalnya oma di rawat di ruang mawar bu" imbuh nya


" Iya neng, ibu sekarang mau tanya dulu " ujar art


" Yasudah neng, ibu tutup dulu telepon nya ya!" kata art


" Iya bu" ucap citra


Setelah selesai citra berkata " Ayo kak!"


" Sudah selesai?" tanya rama


" Sudah kak" jawab citra sambil menganggukkan kepala


Mereka pun kembali melanjutkan langkahnya untuk pergi ke toko buah.


Melihat citra dan rama pergi dokter raka jadi bertanya-tanya " Apa mereka berdua benar pacaran ya?"


" Kalau benar mereka pacaran, habis sudah harapan ku untuk dekat dengan citra lagi dong" batin dokter raka


" Tapi, aku tidak boleh menyerah, sebelum janur kuning melengkung aku masih bisa mendekati citra " ucap dokter raka dalam hati memberikan semangat untuk dirinya sendiri.


Untuk menyembunyikan rasa kecewa nya dokter raka pamit untuk memeriksa pasien yang lain.


Selain dokter raka, ternyata ada seseorang yang juga merasa kesal saat melihat kedekatan rama dan citra.

__ADS_1


__ADS_2