Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 192


__ADS_3

Citra hanya diam saja dan tidak tahu harus berkata apalagi untuk membuat vito menyerah.


Disaat citra sedang memikirkan bagaimana cara nya agar bisa terbebas dari vito, tiba-tiba....


Tok! Tok! Tok!


Terdengar suara seseorang mengetuk pintu.


" Aduh!! Jangan-jangan itu farel!" gumam citra.


" Aku harus cepat-cepat sembunyi ini!" ujar citra dalam hati.


" Ma, Nanti kalau farel atau yang lainnya mencari aku, bilang saja aku belum pulang ya ma" ucap citra berpesan kepada sang mama.


" Memang ada apa sayang? Kenapa mama harus menjawab seperti itu?" tanya mama penasaran.


" Nanti aku jelaskan alasan nya!" jawab citra sambil berlari kearah kamar.


" Kira-kira citra kenapa ya?" vito bertanya-tanya dalam hati.


Benar dugaan citra, dari arah pintu depan terdengar suara bi sum memanggil nama farel.


" Siapa bi?" tanya mama.


" Farel tan" jawab farel sambil tersenyum.


" Masuk saja rel!" perintah mama.


Farel pun langsung berjalan masuk ke dalam rumah, dia terkejut saat melihat ada banyak orang di ruangan itu.


" Duduk sini rel!" ucap mama.


Farel berjalan menuju tempat duduk di samping mama veronica.


" Ada apa rel, tumben kamu malam-malam datang kesini?" tanya mama penasaran.


" Farel hanya ingin berkunjung saja tan" jawab farel.


" Oh iya tan eca sudah pulang belum tan?" tanya farel


" Memang ada apa rel, kenapa kamu tanya citra pulang atau belum?" tanya papa.


" Itu om, besok adalah hari ulangtahun farel dan farel ingin eca hadir di acara tersebut om" jawab farel.


" Jadi kamu mau membuat pesta ulangtahun rel?" tanya papa.


" Bukan pesta sih om, farel hanya ingin merayakan nya bersama keluarga dan kerabat dekat saja om dan farel ingin dia cara itu eca bisa hadir om" jawab farel.


" Jadi, ini alasan nya kenapa tadi citra berpesan seperti itu" pikir mama.


" Oh! Jadi, besok kamu ulangtahun rel? Om dan tante di undang tidak?!" ujar mama.


" Pasti om dan tante dan semua yang ada disini farel undang ke acara ulangtahun farel tan" jawab farel.


" Kamu sudah menghubungi citra rel?" tanya mama.


" Sudah tan" jawab farel.

__ADS_1


" Terus citra bicara apa rel?" tanya mama.


" Kata eca, dia tidak bisa pulang tan karena dia tidak mendapatkan cuti dari bos nya" jawab farel sedih.


" Kamu yang sabar rel, sekarang citra sudah bekerja jadi waktu dia tidak banyak untuk kita semua" ujar mama.


Farel hanya mengangguk.


" Tan, aku boleh pergi ke kamar eca tidak?" tanya farel.


" Ke kamar citra? Untuk apa?" tanya mama gugup.


" Farel hanya ingin melihat kamar eca saja tan, untuk melepas rindu kepada eca " jawab farel.


Wajah bu veronica terlihat bingung mau mencari alasan apa untuk melarang farel agar tidak masuk kedalam kamar putri nya.


" Aduh!! Aku harus mencari alasan apa ya agar farel tidak merasa curiga jika aku melarang dia masuk kedalam kamar citra!" ucap mama dalam hati.


Disaat bu veronica sedang kebingungan mencari alasan yang tepat untuk melarang farel masuk ke dalam kamar putri nya, tiba-tiba.....


Ting!!...


Handphone nya berbunyi menandakan ada pesan masuk.


Bu veronica langsung melihat ke arah handphone nya untuk melihat siapa yang mengirim pesan ke beliau.


" Citra!!" batin mama saat melihat nama putri nya yang mengirim pesan singkat yang handphone nya.


Beliau pun langsung membuka pesan yang di kirim oleh putrinya.


" Ma, biarkan saja farel masuk kedalam kamar ku, aku sudah tidak ada di dalam kamar" isi pesan tersebut.


" Serius tan, aku boleh masuk ke dalam kamar nya eca?" tanya farel tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


" Iya, ayo! Tante temani kamu masuk kedalam kamar citra!" jawab mama sambil menganggukkan kepala.


Farel tersenyum lebar saat mendengar jawaban dari ibu nya citra.


" Alhamdulillah, meskipun eca tidak pulang tapi setidaknya aku masih bisa masuk kedalam kamar nya untuk melihat-lihat isi kamarnya" ucap farel dalam hati.


Farel hanya mengangguk dan tersenyum bahagia.


" Kenapa tante veronica mengijinkan pria itu untuk masuk kedalam kamar eca? Bukan nya eca sekarang sedang berada di dalam kamar ya!" pikir viona.


" Kenapa mama nya citra memberikan ijin untuk farel masuk kedalam kamar citra ya? Apa mungkin beliau di suruh oleh citra ya?!" pikir vito.


" Mungkin saja, soalnya tadi beliau sempat melihat handphone terlebih dahulu baru memberikan ijin farel masuk ke dalam kamar citra" pikir vito.


Sebelum pergi ke kamar putri nya, beliau berpamitan kepada suami " Pa, mama mengantar farel ke kamar citra sebentar"


" Iya ma" ucap papa


" Mbak, mas aku pergi sebentar ya" ucap mama sebelum pergi.


" Iya " jawab pak dimas dan istri bersama.


Saat bu veronica dan farel akan pergi, tiba-tiba...

__ADS_1


" Tante aku boleh ikut juga tidak?" tanya viona.


" Iya, vio kamu tentu saja boleh ikut" jawab mama veronica.


" Viona apa-apa sih, kenapa dia juga mau ikut pergi!?" batin vito.


" Apa mungkin dia penasaran citra masih ada di dalam kamar atau tidak" pikir vito.


" Kamu mau ikut tidak vit?" tanya viona.


" Sudah ayo ikut!!" kata viona sambil menarik tangan vito.


" Sudah lah, aku ikut saja!" ucap vito dalam hati pasrah tangan nya di tarik oleh viona.


Mereka langsung pergi ke kamar citra.


Saat mereka sampai di depan pintu kamar citra, bi sum datang dari arah belakang menuju ke arah mereka sambil membawa kunci kamar citra.


" Bu ini kunci kamar non citra!" ujar bi sum sambil memberikan sebuah kunci yang beliau bawa.


" Oh iya! Terimakasih bi" ucap mama.


" Bibi silahkan istirahat kembali!" lanjut mama.


" Baik bu, saya permisi ke belakang" ucap bi sum.


" Iya bi, selamat beristirahat bi" ucap mama sambil menganggukkan kepala.


Bi sum langsung pergi ke belakang setelah mendengar jawaban dari pemilik rumah.


Setelah bi sum pergi, bu veronica langsung membuka pintu kamar putri nya.


Mereka langsung masuk kedalam kamar citra.


Farel langsung berjalan menuju tempat tidur citra.


" Ra, kapan kamu pulang? Aku kangen sekali dengan kamu" ucap farel sambil memandangi foto citra bersama dirinya di atas meja samping tempat tidur citra.


" Padahal aku sudah menebak hari ini pasti akan terjadi, tapi kenapa aku tetap merasa ada sesuatu yang kurang jika kamu tidak ada disini" batin farel.


Farel kembali berjalan menuju lemari pakaian.


Saat sampai di depan lemari pakaian, farel mengambil sesuatu dari kantong jaketnya.


" Kunci apa itu rel?" tanya mama penasaran.


" Ini adalah kunci lemari ini tan" jawab farel.


Ya, benda yang di ambil oleh farel yaitu sebuah kunci lemari pakaian.


" Kunci lemari ini? Maksud kamu apa rel?" tanya mama semakin penasaran.


" Bukan nya lemari ini sudah rusak ya rel? Maka nya lemari nya tidak pernah di buka!" ujar mama.


" Tidak tan, ini lemari nya belum rusak kok tan, dan lemari nya sering di buka oleh eca kok tan" jawab farel.


" Yang benar rel? Tapi, kenapa tante tidak pernah melihat citra membuka lemari ini?!" ujar mama.

__ADS_1


" Mungkin eca takut jika om atau tante melihat isi lemari nya itu akan membuat om ardi marah karena isi lemari ini adalah peralatan latihan nya eca tan" jawab farel sambil membuka pintu lemari tersebut.


" Benar kan tan, yang aku katakan tadi!" kata farel setelah pintu lemari nya dia buka dan terlihat semua isi yang ada didalam lemari tersebut.


__ADS_2