Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 170


__ADS_3

" Pelan-pelan ra, biar tidak tersedak" ucap vito sambil menepuk-nepuk punggung citra pelan.


Setelah merasa lebih baik, citra langsung memarahi vito.


" Kamu itu mengagetkan aku saja, untung saja aku tidak mempunyai riwayat sakit jantung! Coba kalau aku mempunyai riwayat sakit jantung, aku pasti sudah di bawa ke rumah sakit!" kesal citra.


" Kalau mau bertanya itu harus mencari momen yang pas agar orang yang akan di ajak bicara tidak terkejut!!" ucap citra memarahi vito tanpa henti.


Setelah bicara panjang lebar, citra baru ingat jika orang yang sedang dia marahi adalah vito, seketika citra langsung berhenti bicara.


" Aduh!! Mampus!!" gumam citra sambil melihat kearah vito yang sedang menunduk.


" Kenapa bisa lupa sih, kalau orang yang ada hadapan kamu itu vito!!" rutuk citra dalam hati menyesali kebodohannya sendiri karena tidak melihat siapa orang yang ada di hadapannya saat ini.


" Orang yang sangat di takuti oleh semua orang, karena kekejaman nya dan tidak mempunyai nurani! Dan jika ada orang yang menyinggung dia, orang itu dan keluarga nya akan menerima akibatnya!!!" ucap citra dalam hati.


" Aku harus bagaimana ini?!" kata citra dalam hati.


" Pasti sekarang manusia sedang marah besar karena, aku tadi sudah marah-marah kepada nya!" ucap citra dalam hati dengan raut wajah ketakutan.


" Aku minta maaf ke dia saja kali ya, siapa tahu dia akan memaafkan ku" ucap citra dalam hati.


" Mana mungkin dia mau memaafkan orang yang sudah menyinggung dia!" pikir citra.


" Apapun yang nanti akan terjadi, aku tetap harus meminta maaf kepada dia, karena tadi aku sudah marah-marah kepada nya" ucap citra dalam hati.


Tekad citra sudah bulat, dia harus meminta maaf kepada vito apapun konsekuensi yang harus dia dapat karena dia sudah memarahi vito.


Tuk!..


Citra mencolek tangan vito menggunakan jari telunjuk nya.


Vito yang merasakan tangan nya ada yang menyentuh, dia langsung mengangkat wajahnya.


Vito yang melihat wajah citra ketakutan pun berpikir " Citra kenapa ya?!".


Belum sempat vito bertanya kepada citra, citra sudah langsung menundukkan kepalanya saat melihat wajah vito.


" Loh! Kenapa dia jadi menunduk?" tanya vito dalam hati.


" Aduh!! Dia belum bicara saja wajah nya sudah sangat seram, apalagi kalau nanti dia marah pasti akan lebih" seram dari pada sekarang!" ucap citra dalam hati.


" Meskipun wajah nya terlihat sangat seram, aku tetap harus meminta maaf kepada dia!" ujar citra dalam hati.


" Bismillahirrahmanirrahim!!" ucap citra lirih.


" Pak vito, aku mau meminta maaf" ucap citra sambil menunduk.


Mendengar citra meminta maaf, vito pun langsung bertanya " Meminta maaf untuk apa? Memang kamu sudah melakukan kesalahan apa?" vito bingung.

__ADS_1


" Aku tadi sudah marah-marah kepada anda" jawab citra pelan.


" Kamu sama sekali tidak salah ra, untuk apa kamu meminta maaf!" kata vito.


" Seharusnya saya yang harus nya meminta maaf kepada kamu ra, karena tadi saya sudah mengagetkan kamu ra!" ujar vito.


Citra terkejut saat mendengar vito sekali lagi meminta maaf kepada dirinya, padahal kali ini dia yang salah karena dia tadi sudah marah-marah kepada vito.


" Kenapa dia yang meminta maaf?! Memang sih tadi dia salah karena sudah mengagetkan ku tapi, dia tadi kan tidak bermaksud untuk mengagetkan ku" ujar citra dalam hati.


" Kenapa anda yang meminta maaf kepada ku pak? Kan pak vito tidak salah apapun kepada ku?!" kata citra bingung.


" Lagipula tadi kan pak vito hanya ingin bertanya saja bukan berniat untuk mengagetkan ku pak!?" ucap citra.


" Sebagai permintaan maaf dari aku, aku akan mengajak pak vito jalan-jalan, pak vito mau tidak?" imbuhnya.


" Oke! Saya mau" kata vito sambil tersenyum.


" Orang ini lupa tidak minum obat apa ya? Kenapa dari kemarin sikap nya sangat aneh!" batin citra yang melihat perubahan sikap vito kepada nya.


" Anda mau pergi kemana?" tanya citra penasaran saat melihat vito berdiri.


" Kata nya tadi mengajak jalan-jalan, ayo!!" jawab vito semangat.


Citra hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat vito yang sangat semangat saat akan di ajak jalan-jalan.


" Kenapa kamu malah tersenyum? Ayo! Kita pergi sekarang!!" ujar vito saat melihat citra malah tersenyum saja.


" Tidak! Saya tidak lapar!" kata vito.


Baru saja vito berkata dirinya tidak lapar, tiba-tiba....


Kruyuk! Kruyuk!.


Citra yang mendengar perut citra berbunyi pun berusaha menahan tawa.


Vito pun merasa malu, karena tadi dia berkata kalau dia tidak lapar tapi, malah perut nya protes minta untuk diisi.


" Duduk dulu pak, kita makan terlebih dahulu, setelah itu baru kita pergi jalan-jalan" ucap citra sambil tersenyum.


" Daripada nanti saat jalan-jalan kelaparan, mending kita makan terlebih dahulu!!" ucap citra sambil memberikan kode kepada vito untuk duduk kembali.


Vito pun menuruti keinginan citra, setelah vito duduk kembali citra langsung memesan makanan untuk vito.


Sambil menunggu pesanan vito datang, vito terus memandangi wajah citra tanpa berkedip.


Citra yang merasa risih saat vito terus memandangi wajah nya pun mencari cara agar vito tidak terus memandangi wajah nya.


" Dia kenapa sih terus menatap ku seperti itu!" batin citra.

__ADS_1


Saat citra sedang memikirkan cara agar vito tidak terus memandangi nya tiba-tiba, pelayan datang mengantarkan pesanan vito.


" Huh! Untung ada pelayan, jadi manusia kutub tidak lagi memandangi aku terus" ucap syukur citra dalam hati karena kedatangan seorang pelayan restoran.


Setelah pelayan tersebut pergi, citra langsung berkata " Silahkan di makan pak!".


" Oh iya, ra" ucap vito mata nya masih tetap menatap kearah citra.


" Pak, Pak vito!" panggil citra sambil menepuk-nepuk tangan vito.


" Hah! Maaf, tadi kamu bicara apa?!" vito terkejut.


" Itu makanan dimakan pak, setelah itu kita pergi jalan-jalan!" ucap citra sambil menunjuk ke arah makanan yang ada di depan vito.


" Oh iya, makan ya! Ya, saya makan kok!" kata vito sambil makan.


Citra hanya tersenyum melihat tingkah vito.


" Ayo! Kamu makan juga ra!" kata vito.


" Makanan ku sudah habis pak" jawab citra sambil menunjuk ke arah piring yang ada di depan nya yang sudah kosong.


" Oh iya, sudah habis ya" ucap vito sambil tersenyum.


Citra hanya menjawab nya dengan anggukan kepala saja.


Baru saja citra akan mengambil handphone nya yang ada di atas meja, tiba-tiba....


" Ayo kita berangkat!!" kata vito mengajak citra pergi.


Citra terkejut mendengar ucapan vito.


" Berangkat?? Berangkat kemana??" tanya citra bingung.


" Jalan-jalan, memang nya mau berangkat kemana lagi?!" jawab vito.


" Jalan-jalan?? Memang nya anda sudah selesai makan?!" ujar citra sambil melihat kearah piring yang ada di depan vito.


Citra di buat terkejut saat melihat piring tersebut sudah bersih tanpa ada sisa makanan yang tersisa.


" Hebat!! Makanan nya habis hanya dalam hitungan detik saja!" ucap citra dalam hati tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


" Ayo ra!!" ajak vito sambil mengulurkan tangannya.


" Hah! Kemana?" tanya citra bingung.


" Jalan-jalan" jawab vito sambil tersenyum.


" Oh! Oke!" kata citra masih dalam mode belum sadar sepenuhnya.

__ADS_1


Mereka langsung pergi meninggalkan restoran tersebut.


Mereka berdua pergi jalan-jalan dengan menaiki taksi.


__ADS_2