Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 234


__ADS_3

Karena penasaran, vito pun kembali mengulurkan tangannya ke arah tas citra, dan ketika tangan nya hampir menggapai tas citra, tiba-tiba...


KREEK!!!


Begitu mendengar suara pintu terbuka, vito langsung menarik tangan nya kembali.


Dan keluarlah citra dari dalam kamar mandi.


" Aahh... Segar nya!!" kata citra setelah keluar dari kamar mandi.


Citra yang melihat sang suami sudah bangun pun langsung bertanya " Mas vito mau mandi sekarang atau nanti?"


" Kalau mas vito mau mandi sekarang, aku akan menyiapkan air nya!" lanjut citra.


" Iya, aku mau mandi sekarang" jawab vito sambil menganggukkan kepala.


Mendengar jawaban vito, citra langsung berkata " Yasudah, mas vito tunggu sebentar ya! Aku akan menyiapkan air nya terlebih dahulu!"


Vito hanya menganggukkan kepala.


Melihat sang suami menganggukkan kepala, citra langsung masuk ke dalam kamar mandi lagi untuk menyiapkan air untuk mandi vito.


Setelah dirasa cukup, citra keluar dari kamar mandi dan berjalan mendekati vito yang sedang duduk di atas tempat tidur.


" Air nya sudah siap mas, silahkan kalau mas vito mau mandi!" ucap citra.


" Terimakasih ya ra, kamu sudah menyiapkan air untuk mandi aku!" ucap vito sambil tersenyum.


Citra menjawab nya dengan menganggukkan kepala sambil tersenyum.


" Yasudah! Aku mandi dahulu, setelah itu kita pergi jalan-jalan!" ujar vito sambil turun dari tempat tidur.


" Iya mas" jawab citra sambil tersenyum.


Setelah mendengar jawaban citra, vito langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Disaat vito sedang mandi citra menyiapkan pakaian untuk vito, setelah selesai dia langsung berdandan.


Tidak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka dan vito berjalan menuju citra hanya mengenakan handuk.


Vito tersenyum saat melihat ada pakaian tertata rapi di atas tempat tidur.


" Ini pakaian yang kamu siapkan untuk ku ra?" tanya vito.


" Iya mas, itu pakaian yang sudah aku siapkan untuk kamu pakai hari ini" jawab citra sambil menoleh ke arah vito.


Citra terkejut saat melihat vito hanya mengenakan handuk kecil yang dia gunakan untuk menutupi bagian perut ke bawah, citra refleks langsung memalingkan wajahnya kearah lain.


" Ya tuhan, itu kenapa dia hanya memakai handuk kecil untuk menutupi tubuh nya sih, kan aku jadi melihat perutnya yang seperti roti sobek" ucap citra dalam hati.


Vito yang melihat citra memalingkan wajahnya meras bingung, dia pun langsung bertanya " Kamu kenapa ra?".


" Tidak ada apa-apa mas" jawab citra tanpa melihat kearah lawan bicara nya.


" Kalau kamu tidak apa-apa, kenapa begitu melihat ku kamu langsung memalingkan wajah kamu ra?" tanya vito penasaran.


" Maaf mas, mungkin aku belum terbiasa melihat seorang pria hanya menganggukkan handuk untuk menutupi bagian tubuh nya, seperti yang mas vito lakukan saat ini" jawab citra menjelaskan alasan kenapa dia memalingkan wajahnya.


" Jadi, karena hal itu maka nya dia langsung memalingkan wajahnya" ucap vito dalam hati.


Vito pun memaklumi jika citra masih belum terbiasa saat melihat seorang pria hanya menggunakan handuk kecil untuk menutupi tubuh nya.


( Meskipun ini bukan yang pertama kali nya bagi citra untuk melihat vito hanya mengenakan handuk kecil untuk menutupi bagian tubuh nya, tapi itu terjadi sudah sangat lama. Maka dari itu citra belum terbiasa dengan pemandangan seperti itu).

__ADS_1


" Terimakasih ra, karena kamu sudah menyiapkan pakaian untuk ku" ucap vito.


" Iya mas sama-sama" jawab citra sambil menganggukkan kepala.


Vito langsung mengambil pakaian yang ada di atas tempat tidur dan langsung pergi ke kamar mandi untuk memakai pakaian.


Setelah mendengar suara pintu kamar mandi tertutup citra bisa bernapas lega.


" Huh! Akhirnya mas vito pergi juga" ucap citra.


" Ya tuhan, ingin rasanya aku memeluk mas vito tapi aku malu" ucap citra.


Saat citra sedang berbicara sendiri tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, citra yang melihat pintu kamar mandi terbuka dia pun langsung berpura-pura sedang menyisir rambutnya.


Vito keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju citra.


" Kamu sudah siap ra?" tanya vito sambil duduk di samping citra.


" Sudah! Aku sudah siap mas" jawab citra sambil menoleh kearah vito.


" Kita akan berangkat sekarang atau nanti mas?" tanya citra pelan.


" Jika kamu sudah siap, ya kita berangkat sekarang ra" jawab vito sambil tersenyum.


Mendengar itu citra langsung berdiri dan melompat-lompat kegirangan.


" Yeah!!!" seru citra.


Vito yang melihat tingkah sang istri yang terlihat sangat bahagia pun langsung tersenyum senang.


Karena sudah merasa lelah, citra berhenti melompat-lompat citra langsung duduk di samping vito.


Hosh Hosh Hosh


Vito mengambil air mineral dan langsung memberikan nya kepada citra.


" Minum dahulu ra" kata vito.


Citra langsung menerima air mineral pemberian vito dan langsung meminum nya.


" Ah! Segar!!" ucap citra sambil menyeka air di bibirnya.


" Terimakasih mas" ucap citra.


Citra memberikan air mineral tersebut kepada vito kembali dan vito langsung menerima nya.


" Iya sama-sama, istri ku" jawab vito sambil tersenyum.


Citra terkejut mendengar vito mengucapkan kata istriku.


" Apa!! Aku tidak salah mendengar, mas vito memanggil aku dengan kata istri ku" ucap citra dalam hati.


" Kita berangkat sekarang yuk!" ajak vito sambil memegang tangan citra.


" Hah! Ada apa mas?" citra terkejut.


" Maaf ra, aku sudah membuat kamu terkejut" ucap vito dengan ekspresi bersalah.


" Untuk apa mas vito meminta maaf, kan mas vito tidak salah, aku saja yang tadi sedang tidak fokus" ucap citra.


Baru saja vito akan berbicara, tiba-tiba...


Ssstttt.....

__ADS_1


Jari telunjuk citra dia letakkan di bibir vito agar vito diam.


" Kita berangkat sekarang saja yuk mas!" ajak citra.


Vito hanya menganggukkan kepalanya.


Melihat sang suami menganggukkan kepalanya, citra langsung mengambil tas nya dan langsung menarik tangan vito.


Vito hanya bisa pasrah saat tangan nya di tarik oleh istri nya.


Mereka berdua langsung keluar kamar untuk berangkat jalan-jalan, mereka berdua pergi menggunakan mobil yang telah di siapkan oleh kedua orang tua mereka berdua.


" Kita mau pergi kemana dahulu mas?" tanya citra saat didalam mobil.


" Aku sih terserah kamu ra" jawab vito.


" Kita pergi ke tempat makan dahulu yuk mas! A


Soal nya aku lapar!" kata citra sambil memegangi perutnya.


" Yasudah, kita pergi ke rumah makan dahulu, setelah itu baru kita jalan-jalan" kata vito.


Citra langsung menganggukkan kepalanya.


Mobil mereka langsung menuju rumah makan terdekat untuk mengisi perut mereka berdua sebelum mereka pergi jalan-jalan.


15 menit kemudian, mobil mereka sudah sampai di depan rumah makan, mereka langsung turun dari mobil dan masuk kedalam.


" Kamu mau duduk di sebelah mana ra?" tanya vito.


" Kita duduk di sebelah sana saja ya mas" jawab citra sambil menunjuk meja yang berada di dekat jendela.


" Yasudah! Ayo kita pergi ke sana ra" kata vito.


Citra menganggukkan kepalaku.


Mereka berdua langsung berjalan menuju meja yang berada tepat di samping jendela.


Sesampainya di meja tersebut, vito langsung menarik kursi dan berkata " Silahkan duduk istri ku".


Citra langsung duduk.


" Terimakasih mas" ucap citra sambil melihat kearah vito.


" Iya sama-sama" jawab vito sambil menganggukkan kepala.


Setelah itu vito langsung duduk berhadap-hadapan dengan citra, setelah sudah duduk vito memanggil pelayan restoran untuk memesan makanan.


Sembari menunggu pesanan makanan mereka datang, citra melihat kearah luar jendela dan berkata " Mas coba lihat deh! Pemandangan nya sangat indah sekali kan!".


" Iya, bukan hanya sekedar indah tetapi juga sangat cantik" jawab vito sambil terus menatap kearah citra.


" Kok cantik??" pikir citra bingung.


" Mungkin menurut mas vito pemandangan bukan hanya indah tapi juga cantik" batin citra.


Karena merasa bingung dengan jawaban sang suami, citra pun langsung melihat kearah suaminya.


" Ini orang bagaimana sih?! Tadi bilang jika pemandangan indah dan cantik tetapi mata nya terus menerus melihat kearah ku" ujar citra dalam hati bingung.


" Mas, mas vito" panggil citra sambil melambaikan tangannya di depan wajah vito.


Hal itu membuat vito terkejut.

__ADS_1


__ADS_2