
" Oke! Nanti aku akan tanya langsung ke samuel" kata farel.
Citra sudah tidak memperdulikan ucapan farel, dia sedang fokus melihat rumah pohon yang pernah menjadi kenangan dia dengan seseorang saat dia masih kecil.
" Alhamdulillah, akhirnya aku masih bisa berada di rumah pohon ini lagi" ucap citra dalam hati.
" Oh iya! Kalau aku tidak salah ingat waktu itu aku pernah menaruh liontin pemberian dia di rumah pohon ini, kira-kira liontin nya masih ada tidak ya?!" ucap citra dalam hati
" Tapi rumah pohon ini kan sudah lama berpindah tangan, apa mungkin liontin itu masih ada ya?!" batin citra.
" Nanti aku akan mencoba mencari nya di tempat yang waktu itu aku menyimpan nya, mungkin saja liontin itu masih ada" ucap citra dalam hati.
" Bagus tidak ca, masih sama seperti dahulu kan?!" ujar farel.
" Ini semua kamu sendiri yang merenovasi ulang rumah pohon ini rel?" tanya citra.
" Aku di bantu teman juga ca, mana bisa aku merenovasi rumah pohon ini sendiri ca" jawab farel.
" Iya juga ya! Rumah pohon ini kan besar mana mungkin bisa di renovasi oleh satu orang saja" ujar citra.
" Bagaimana? Kamu suka tidak?" tanya farel.
" Aku suka, bahkan aku sangat suka" jawab citra sambil tersenyum bahagia.
" Aku tahu tidak? Aku itu tidak merubah apapun yang ada di rumah pohon ini ca, aku hanya mengganti dinding dan lantai nya saja, karena aku melihat dinding dan lantai nya sudah rusak jadi, aku ganti dengan yang baru" kata farel.
Citra lega mendengar perkataan farel, dan mungkin saja liontin itu masih ada di tempat nya.
" Rel, aku boleh melihat-lihat sekeliling untuk mencari kenangan kita saat kita masih kecil tidak?" tanya citra.
" Siapa tahu masih ada kenangan kita yang masih ada di sini" imbuh nya.
" Iya tentu saja boleh dong ca" jawab farel.
"Sembari kamu melihat-lihat aku mau menyiapkan sesuatu di bawah dulu!" ucap farel.
" Oke rel" kata citra sambil tersenyum.
Setelah melihat farel pergi, citra pun langsung bergegas menuju tempat dimana dia menyimpan liontin itu.
" Waktu itu seperti nya aku menyimpan nya disekitar sini deh, tapi dimana ya?!" kata citra sambil terus mencari.
" Apa mungkin aku lupa menaruh nya" imbuh nya.
Citra pun terus mencari liontin itu ke seluruh tempat di dalam rumah pohon tersebut.
Sudah hampir 30 menit citra mencari liontin itu, tapi liontin itu masih saja belum ketemu.
Citra hampir berputus asa karena semua tempat yang ada di rumah pohon itu sudah dia geledah tapi, liontin itu tetap saja belum ketemu.
" Ya tuhan, bantu hamba untuk menemukan dimana liontin itu berada, karena itu adalah satu-satunya kenangan aku dengan orang itu" pinta citra.
Karena kelelahan akibat mencari liontin nya, citra pun memutuskan untuk menyusul farel di bawah.
__ADS_1
" Kamu sedang apa rel?" tanya citra sambil berjalan mendekati farel.
" Eh! Kamu ca, aku kira siapa?!" kata farel sambil menyiapkan sesuatu.
" Sudah selesai melihat rumah pohon nya?" tanya farel.
" Sudah kok rel" jawab citra tidak bersemangat.
" Kamu kenapa ca, kok semangat? Kamu sakit?" tanya farel khawatir.
" Tidak! Aku tidak sakit, aku hanya lelah" jawab citra.
" Yasudah! Kamu duduk di sana saja, nanti kalau makanan sudah siap, kita makan bersama!" ujar farel.
" Tidak perlu rel, aku masih bisa membantu kamu untuk menyiapkan makanan!" kata citra.
" No! Kamu harus istirahat! Karena kita hari ini akan bermain sepuasnya disini!" kata farel.
" Tidak ada penolakan! Titik!" kata farel tegas.
" Yasudah! Iya aku akan istirahat" kata citra sambil pergi.
Citra memilih duduk bersandar di batang pohon yang menjadi penopang utama rumah pohon tersebut.
Citra melihat sekeliling tempat itu dari bawah pohon, tempat yang dulu pernah menjadi tempat bermain bersama dia dan farel saat mereka masih kecil.
Citra tersenyum saat mengenang kembali masa-masa indah itu, saat dia sedang membayangkan kejadian masa kecil nya di tempat itu, tiba-tiba....
" Ca, main basket yuk!" ajak farel sambil berteriak.
" Hah! Apa!" tanya citra.
Citra langsung berlari kearah farel.
" Ada apa rel?" tanya citra.
" Kita main basket yuk!" ajak farel.
" Main basket? Memang ada bola basket nya?" tanya citra
" Ada dong ca, aku tadi sudah membawa bola basket ca" jawab farel.
" Kamu tunggu disini sebentar, aku ambil bola basket nya dulu!" ujar farel.
" Oke!" kata citra sambil menganggukkan kepala.
Farel kembali pergi ke mobil nya untuk mengambil bola basket yang tadi dia bawa.
Tidak lama kemudian farel sudah kembali dengan membawa bola basket dan paper bag.
" Yuk main!" ajak farel.
" Aku tidak jadi main!" kata citra.
__ADS_1
" Memang kenapa kamu tidak jadi main ca?" tanya penasaran farel.
" Kamu tadi tidak memberitahu aku kalau kamu mau mengajak aku main basket jadi, aku tidak membawa baju ganti" jawab citra.
" Jadi, karena itu kamu tidak jadi main basket?" tanya farel.
" Iya rel, masa aku mau main basket pakai baju seperti ini, kan jadi aneh" jawab citra sambil melihat kearah baju yang dia pakai.
" Kalau masalah itu kamu tenang saja, aku sudah membawakan baju untuk kamu" ucap farel sambil memberikan paper bag yang dia bawa.
" Ini apa?" tanya citra bingung.
" Didalam paper bag ini ada baju yang bisa kamu pakai untuk kita main basket nanti" jawab farel
Citra pun menerima paper bag yang di berikan oleh farel.
" Yasudah! Aku ganti baju dulu!" kata citra.
Farel pun mengangguk.
Citra langsung pergi ke rumah pohon untuk mengganti pakaian.
Setelah beberapa saat citra turun dengan mengenakan pakaian dan sepatu yang di berikan oleh farel.
" Ayo rel! Kita main!" ajak citra.
" Oke! Tapi, sebelum kita main basket sebaiknya kita melakukan pemanasan terlebih dahulu agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan" kata farel.
" Oke!" kata citra.
Setelah melakukan pemanasan, mereka berdua langsung bermain basket.
Sudah hampir satu jam mereka berdua bermain basket, keringat bercucuran membasahi seluruh badan tetapi belum ada ciri-ciri mereka berdua akan berhenti.
Sudah dua jam mereka berdua bermain basket, mereka berdua pun istirahat dahulu karena kelelahan. Saat mereka sedang duduk di bawah ring, citra teringat sesuatu.
" Apa jangan-jangan waktu itu aku menyimpan liontin itu di ring basket ya?!" batin citra.
" Rel, ring basket nya di ganti dengan yang baru juga tidak?" tanya citra.
" Tidak ca, memang ada apa?" jawab farel bingung.
" Tidak ada apa-apa rel, cuman ingin tanya saja" kata citra sambil tersenyum.
" Kalau ring basket nya tidak di ganti, itu berarti liontin nya masih ada disana" batin citra.
" Aku sebaiknya mencari nya sekarang atau nanti ya?!" ucap citra dalam hati.
" Nanti saja deh, kalau aku ambil sekarang yang ada nanti farel bakal terus bertanya darimana aku mendapat liontin itu" batin citra.
" Kalau dia tanya seperti itu terus aku harus menjawab apa?! Masa iya aku jawab aku mendapat liontin itu dari seseorang, yang ada nanti dia akan terus bertanya sampai dia mendapatkan jawaban yang memuaskan untuk nya" batin citra.
Author ( Kira-kira siapa yang memberikan liontin itu kepada citra saat dia masih kecil???)
__ADS_1
Kalau ada yang tahu, jawab kolom komentar ya.