Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 36


__ADS_3

Citra hanya menganggukkan kepalanya pertanda bahwa dia berkata "iya", tetapi baru saja dokter raka akan mengobati wajah citra, tiba-tiba......


Tok tok tok


Terdengar suara ketukan pintu, dengan terpaksa dokter raka berdiri dari duduk nya dan berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang sudah mengganggu dia dengan citra.


Krekk...


Suara pintu terbuka dan terlihat pengurus panti yang sedang berada di depan pintu, setelah pintu terbuka pengurus panti lalu berkata " Dok, ada nenek yang penyakit nya sedang kambuh, dokter diminta untuk memeriksa nenek itu sekarang juga dok!"


Citra yang mendengar perkataan pengurus panti itu pun bersyukur, karena dia bisa pergi menemui orang tua nya untuk membahas sesuatu.


Citra pun berjalan mendekati dokter raka dan pengurus panti sambil berkata " Dokter raka sebaiknya tolong nenek itu terlebih dahulu, soalnya kalau nenek itu tidak segera ditangani oleh dokter itu bisa sangat fatal dok akibat nya"


" Tapi, saya sudah berjanji kepada nenek kamu kalau saya akan mengobati wajah kamu" ujar dokter raka


" Kalau masalah oma, dokter raka tenang saja nanti biar aku saja yang bicara dengan oma" ucap citra


" Lagipula tadi ini juga sudah di obati oleh teman ku dok" ucap citra sambil menunjuk ke arah wajah nya


" Yasudah, kalau begitu saya pamit, mau mengobati nenek yang sedang kambuh" ucap dokter raka berpamitan kepada citra


" Iya, silahkan dok" ucap citra


" Huh, ada saja yang menggangu momen aku dengan dia" ucap dokter raka dalam hati sambil mengambil perlengkapan dokter nya.


Setelah selesai mengambil perlengkapan dokter nya, dokter raka dan pengurus panti bergegas menuju kamar nenek yang sedang sakit.


Setelah dokter raka dan pengurus panti pergi citra pun segera mencari keberadaan orang tua nya.


Di sisi lain


Vito kini sudah sampai di tempat kekasih nya berada, ternyata sang kekasih sudah menunggu kedatangan nya untuk membayar barang belanjaan milik nya, vito pun langsung menuju meja kasir dan langsung membayar belanjaan milik kekasih nya.


Setelah selesai semua kegiatan mereka, mulai dari shopping, pergi ke salon kecantikan, pergi ke bioskop dan pergi ke pemandian air hangat, tanpa terasa waktu sudah malam, vito pun mengantarkan kekasih nya pulang karena dia masih harus mengerjakan pekerjaan kantor yang tadi sempat dia tinggal.


Sesampainya di rumah vito langsung masuk kamar untuk mandi, dan saat akan membuka pintu kamar mandi vito di buat terkejut oleh seseorang yang tiba-tiba menepuk bahu nya, vito pun refleks membanting seseorang tersebut.


Aw..


Suara seseorang mengaduh kesakitan akibat gerakan refleks yang dilakukan oleh vito, vito bergegas mencari saklar lampu untuk melihat siapa orang yang di banting tadi.


Vito terkejut saat melihat citra (devina) sedang terduduk kesakitan akibat gerakan refleks yang dia lakukan.


Ya seseorang yang membuat nya terkejut ialah citra.


" Kamu!" ucap vito sambil berjalan mendekati citra


" Sejak kapan kamu pulang?" tanya vito yang sudah ada di depan citra.

__ADS_1


Citra tidak menjawab pertanyaan vito, dan hanya memegangi pinggang nya yang terasa sakit.


Karena tidak mendapat jawaban atas pertanyaan nya, vito pun berjongkok di depan citra hendak membantu citra berdiri, tapi saat ada di depan citra dia melihat wajah citra lebam dan bengkak, karena penasaran vito pun bertanya " Wajah kamu kenapa?"


Citra yang mendapat pertanyaan seperti itu pun membuat dirinya terkejut, karena dia belum sempat mengoleskan obat ke wajahnya agar tidak terlihat lebam dan bengkak.


" Aduh, aku harus jawab apa lagi " ucap citra dalam hati


" Terus kenapa lagi bisa lupa, tidak di obati dulu sebelum ketemu dengan orang ini, kan jadi ribet jawab nya!" rutuk citra dalam hati atas kelalaiannya


" Kenapa diam!" bentak vito karena kesal lantaran tidak mendapat jawaban dari citra


" Ini karena jatuh" ucap citra cepat


" Jatuh?, tapi kenapa seperti habis di pukul orang" ujar vito


Saat vito menjulurkan tangannya ke arah wajah citra, citra dengan cepat menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, hal itu membuat vito menghentikan gerakan tangan nya setelah melihat citra yang seperti sedang ketakutan, vito pun langsung pergi meninggalkan citra yang masih terduduk sambil menutupi wajahnya.


Cukup lama citra menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, karena dia takut penyamaran nya akan ketahuan dikarenakan dia belum menggunakan make-up sama sekali, setelah merasa cukup aman citra mencoba membuka kedua tangannya dan saat kedua tangannya di buka dia terkejut karena tidak ada siapapun di depan nya.


" Kemana orang nya, kok tidak ada" ucap citra sambil melihat sekeliling


" Bagus deh, kalau orang nya sudah pergi" sambung citra


Citra berdiri sambil berkata " Untung saja aku langsung menutupi wajahku, kalau tidak bisa jadi penyamaran ku terbongkar"


Dengan cepat citra pergi ke kamar mandi untuk merias wajah nya menyerupai kakak nya agar vito tidak curiga, kalau tahu akan ada kejadian seperti ini mending aku menuruti kata papa.


Setelah kepergian dokter raka dan pengurus panti dia pergi mencari orang tua nya untuk membahas tentang malam ini dia akan kembali ke kediaman vito lagi untuk berpura-pura menjadi kakak nya lagi.


Setelah cukup lama akhirnya citra bertemu dengan orang tua nya di taman, citra langsung menghampiri kedua orang tua nya.


" Pa, ma" sapa citra


" Sayang" ucap mama


" Ada apa sayang?" tanya mama


" Oma ada dimana, kenapa tidak ikut?" sambung mama


" Oma sedang istirahat ma" jawab citra


" Ma, sebenarnya ada sesuatu yang mau citra bicarakan dengan papa dan mama" ucap citra


" Mau bicara soal apa memang ra?" tanya papa sambil memberikan isyarat untuk anak duduk di tengah-tengah mereka


Citra yang melihat isyarat dari sang papa pun langsung berjalan mendekati kedua orang tua nya dan langsung duduk di tengah-tengah papa dan mama nya.


" Citra mau bilang, kalau nanti setelah pulang dari sini citra mau langsung pergi ke rumah pak vito pa, ma" ucap citra

__ADS_1


" Ke rumah pak vito?!" ucap papa dan mama bersamaan


" Iya pa, ma" ucap citra sambil menganggukkan kepala


" Memang tidak bisa besok ra?" tanya mama


" Papa tidak ijinkan kamu pergi ke rumah pak vito!" ucap papa tegas


" Tapi pa.." ucap citra


" Tidak ada kata tapi!" sarkas papa


Citra sedih setelah mendengar ucapan papa nya yang melarang dia pergi ke rumah vito, sang papa yang melihat anak nya sedih atas perkataan yang beliau katakan membuat beliau juga merasa sedih.


Beliau pun memegang tangan anak bungsunya itu dan berkata " Maksud papa melarang kamu pergi ke rumah pak vito itu karena wajah kamu belum sembuh, dan kamu juga masih capek karena habis bertanding, bukan karena hal lain ra"


" Papa minta maaf ya, karena tadi papa sempat bentak kamu" ucap papa


" Iya pa, citra sudah memaafkan papa" ucap citra


" Sebaiknya, kamu pergi ke rumah pak vito nya kalau kamu sudah sembuh saja ra" ucap papa


" Papa takut kalau kamu pergi ke rumah pak vito nya sekarang beliau akan curiga dengan kamu ra" ujar papa


" Papa dan mama berdo'a saja supaya pak vito itu tidak curiga dengan citra, jadi citra tidak ketahuan" jawab citra


" Lagipula waktu itu citra kan sudah pernah janji dengan papa, kalau papa memberikan ijin aku ikut pertandingan citra akan berpura-pura menjadi kak devina sampai kak Devina ketemu pa" ucap citra


" Waktu itu papa hanya bercanda ra" ujar mama


" Iya kan papa, waktu itu papa hanya bercanda saja kan, tidak benaran bilang begitu?" tanya mama


" Iya ra, waktu itu papa hanya bercanda, dan kamu anggap serius perkataan papa " ucap papa


" Meskipun perkataan papa waktu itu hanya bercanda, tapi citra akan tetap melakukan nya" ucap citra


" Tapi kan ra" ucap pa


" Papa dan mama jangan khawatir, aku disana akan baik-baik saja, dan setiap ada waktu citra akan pulang ke rumah dengan atau tanpa pak vito, pa " ucap citra


Sebenarnya berat bagi kedua orang tua citra untuk memberikan ijin untuk anak bungsunya pergi ke rumah pak vito, terutama sang papa karena perkataan beliau waktu itu membuat anaknya harus menjalani kehidupan dengan berpura-pura menjadi kakak nya.


" Pa, ma kalian percaya kan dengan citra, kalau citra bisa menjalani kehidupan sebagai kak devina ini tanpa di ketahui oleh pak vito" ucap citra berusaha meyakinkan kedua orang tuanya agar beliau memberikan ijin untuk citra pergi ke rumah pak vito


" Iya papa ijinkan, tapi kalau ada masalah atau apapun itu kamu harus memberi tahu kami. Mengerti!" ucap papa


" Iya pa citra janji, terimakasih ya pa, ma" ucap citra sambil memeluk kedua orang tuanya.


Dengan berat hati, akhirnya kedua orang tua nya memberikan ijin untuk dia pergi ke rumah pak vito, tapi dengan syarat kalau ada sesuatu citra harus segera menelpon kedua orang tua nya.

__ADS_1


* Flashback off *


__ADS_2