Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 176


__ADS_3

Saat melihat vito bergerak, citra terus mengetuk-ngetuk kaca pintu mobil vito, hal itu membuat seseorang merasa terganggu dan orang tersebut pun langsung membuka pintu mobil nya.


Saat vito membuka pintu mobil nya, tiba-tiba..


Grep!!!


Citra langsung memeluk vito, vito yang tiba-tiba di peluk oleh citra pun terkejut.


" Kamu kenapa?" tanya vito lembut.


Mendengar pertanyaan vito, citra pun langsung langsung melepaskan pelukannya.


" Maaf" ucap citra.


Baru saja vito akan bertanya kepada citra, tiba-tiba..


" Sir, are you okay?" tanya seseorang.


Vito pun langsung merubah ekspresi wajah nya menjadi datar.


" I'm fine! What's wrong with me?" jawab vito dingin.


" I see you since this afternoon in the car not moving so i'm worried something will happen to you, sir" jawab security.


" I'm waiting for someone but, because i'm tired so i rest for a while" kata vito dengan wajah datar.


" Jadi, dia dari tadi siang manusia kutub ada di sini untuk menunggu aku pulang, tapi aku lupa kalau aku sudah janji dengan dia untuk menemani dia makan" batin citra.


" Kira-kira, sekarang dia sudah makan belum ya?" citra bertanya-tanya dalam hati.


Setelah menjelaskan kepada security jika dia baik-baik saja, semua orang pergi meninggalkan vito dan citra.


Citra masih sibuk dengan berbagai macam pertanyaan yang ada di kepala nya, sehingga dia tidak sadar jika semua orang sudah pergi meninggalkan mereka berdua.


Kini tinggal vito dan citra ditempat itu, dan terciptalah keheningan di tempat itu.


Di tengah keheningan itu, tiba-tiba....


Kruyuk!... Kruyuk!.


Terdengar suara perut seseorang meminta untuk segera di isi.


Citra yang sedang melamun pun, tersadar dari lamunannya karena mendengar suara perut vito yang keroncongan.


" Anda lapar pak?" tanya citra saat mendengar suara perut vito berbunyi.


" Iya" jawab vito sambil menahan malu karena perut nya terus berbunyi.


" Ayo! Kita mencari tempat untuk makan!" ajak citra.


" Saya tidak mau " ucap vito menolak ajakan citra.

__ADS_1


Mendengar ucapan vito, citra pun berpikir bagaimana caranya agar vito mau pergi ke restoran untuk mengisi perut nya yang kelaparan.


" Terus kalau tidak mau pergi ke restoran, pak vito mau makan dimana?!" geram citra.


" Saya mau makan masakan kamu" jawab vito singkat.


" Oke!" ucap citra.


" Apa! Maksud nya aku yang disuruh masak begitu?!" kata citra baru sadar jika vito mau makan masakan nya.


Vito menganggukkan kepalanya berkali-kali sambil berkata " Iya".


" Tidak! Aku tidak mau!!" kata citra menolak keinginan vito.


" Yasudah! Aku tidak mau makan sampai kamu mau memasak makanan untuk saya!" ucap vito bersikap seperti anak kecil.


Hufh!!!


Citra yang melihat sikap vito yang seperti anak kecil pun hanya bisa menghela napas berat.


Citra yang mendengar perut vito terus membuat citra tidak tega.


" Huh! Yasudah, ayo ikut aku!!" kata citra pasrah.


" Ikut kemana?" tanya vito bingung.


Bukan nya menjawab pertanyaan vito, citra malah bertanya " Jadi mau makan tidak?".


" Kalau mau makan yasudah, ayo!" kata citra sambil membalikkan badannya dan langsung pergi meninggalkan vito,


Melihat citra yang sudah berjalan jauh, vito pun langsung menyusul citra dan menyamakan langkah kaki nya dengan citra.


" Kita mau pergi ra?" tanya vito.


" Nanti juga anda akan mengetahui nya" jawab citra sambil terus berjalan menuju tempat yang akan menjadi tujuan sekarang.


" Apa kita akan pergi ke asrama kamu ra?" tanya vito penasaran.


" Tidak! Kita tidak akan pergi ke asrama" jawab citra sambil terus berjalan.


" Terus sekarang kita mau pergi kemana ra?" tanya vito penasaran.


" Sebentar lagi kita juga akan sampai!" jawab citra.


Benar apa yang di katakan oleh citra, kini mereka sudah sampai di depan sebuah kafe, citra langsung masuk ke dalam kafe tersebut.


Melihat citra masuk ke dalam kafe, membuat vito bertanya-tanya " Citra mau apa kesini? Bukan nya tadi dia bilang kalau dia mau memasak makanan untuk ku! Tapi kenapa sekarang dia malah datang ke kafe!".


Citra yang melihat vito masih berdiri di depan kafe pun langsung berjalan mendekati vito dan berkata " Ayo masuk!!".


" Saya tidak mau masuk!!" ucap vito tegas.

__ADS_1


" Yakin tidak mau masuk?" tanya citra.


" Iya, saya tidak mau masuk!" jawab vito.


" Saya tidak mau di restoran atau kafe, saya mau nya makan makanan yang di masak oleh tangan kamu sendiri" kata vito tegas.


" Jadi, yakin nih tetap tidak mau masuk?" tanya citra meyakinkan vito.


" Iya, saya yakin!!" jawab vito kekeuh tidak mau masuk.


" Yakin tidak akan menyesal?!" tanya citra sekali lagi.


Vito hanya menganggukkan kepalanya sambil berkata " Saya sangat yakin!!".


" Yasudah! Kalau tidak mau masuk! " ucap citra sambil membalikkan badannya


" Padahal tadi nya aku mau masak tapi, orang yang meminta aku untuk memasak tidak mau masuk! Yasudah, Alhamdulillah. Aku tidak perlu repot-repot memasak" kata citra sambil berjalan masuk.


Mendengar perkataan citra, vito langsung berkata " Siapa yang tidak mau masuk?!" sambil berjalan masuk.


Citra tersenyum melihat tingkah laku vito yang seperti anak kecil dari layar televisi yang tidak di nyalakan.


" Aku kerjain dia saja! siapa suruh tadi sok jual mahal tidak mau masuk!" ucap citra dalam hati.


" Giliran aku berkata mau memasak dia langsung masuk, dasar anak kecil!!" gerutu citra.


Melihat citra yang diam saja, vito pun berkata " Kata nya mau memasak makanan untuk ku kenapa masih ada di sini?!"


" Aku sudah tidak mood untuk memasak!" ujar citra sambil duduk.


" Kenapa tidak mood?" tanya vito penasaran.


" Iya tidak apa-apa! Hanya saja aku sudah malas mau memasak!" jawab citra.


Vito langsung berjalan mendekati tempat duduk citra dan berjongkok di depan nya sambil berkata " Ayolah ra, kamu jangan seperti ini!"


" Saya meminta maaf karena tadi saya tidak tahu kalau kamu datang kesini mau memasak untuk saya, saya kira kamu mengajak saya kesini hanya untuk membeli kan saya makanan yang ada di kafe ini" ucap vito dengan nada lembut.


Citra masih tetap diam seribu bahasa sambil memasang ekspresi wajah kesal dan marah.


" Saya harus melakukan apa supaya kamu mau memaafkan saya dan mau memasak makanan untuk saya" ucap vito.


Citra tetap tidak bergeming.


Vito mulai putus asa, bagaimana cara nya agar citra mau memaafkan kesalahan nya dan mau memasak makanan untuk dirinya karena dia sudah sangat kelaparan.


" Citra! Saya mohon" ucap vito memohon agar citra mau memasak.


Citra hanya menggelengkan kepalanya.


Saat citra akan mengucapkan sesuatu, tiba-tiba...

__ADS_1


Aaarrrggghh....


__ADS_2