
Vito yang melihat darah segar mengalir dari pergelangan citra pun langsung berlari menghampiri citra.
" CITRA!!!" teriak vito sambil menangkap tubuh citra.
Vito langsung membuang pisau tersebut.
" Ra! Kenapa kamu berbuat seperti ini sih?! " ucap vito khawatir.
" Saya minta maaf, karena tadi malam sudah membuat kamu takut" ucap vito sambil memeluk citra.
" Kamu, kamu tunggu sebentar ya, aku akan mengambil sesuatu untuk menghentikan pendarahan pada lengan kamu" Ucap vito sambil meneteskan air mata.
Citra hanya menganggukkan kepala.
Melihat citra mengangguk, vito langsung merebahkan tubuh citra di lantai. Dia langsung pergi mencari sesuatu untuk menghentikan pendarahan pada lengan citra.
" Dimana aku meletakkan kotak obat" ucap vito sambil terus mencari kotak obat milik nya.
Karena khawatir dengan kondisi citra yang semakin melemah, vito langsung membuka pintu lemari nya dan mengambil kemeja milik nya, dan langsung merobek kemeja tersebut untuk dia gunakan sebagai pembalut luka di lengan citra.
Vito berlari kearah citra dan langsung membalut luka tersebut dengan kain yang dia bawa.
" Kamu harus kuat, aku akan segera membawa kamu ke rumah sakit" ucap vito sambil terus membalut luka di tangan citra.
Setelah selesai, vito langsung menggendong citra untuk di bawa ke rumah sakit.
Selama di perjalanan, vito terus memeluk citra sambil berkata " Kamu harus bertahan, demi orang yang kamu cinta!".
" Aku minta maaf, karena perbuatan ku kamu menjadi seperti ini. Tapi aku tidak pernah melakukan apa yang kamu tuduhkan kepada ku!" ucap vito sambil menangis.
Melihat wajah citra semakin pucat, vito pun semakin khawatir dengan kondisi citra.
" Tambah lagi kecepatan nya!!" perintah vito kepada supir pribadi nya.
" Ba, baik pak!" jawab supir tersebut.
Supir tersebut pun menambah kecepatan mobilnya agar mereka cepat sampai di rumah sakit.
" Ra, kamu jangan tidur ya! Kau mohon" ucap vito memohonkan kepada citra agar citra tidak memejamkan mata nya.
" Ra, kamu harus bertahan! aku tidak akan mengijinkan kamu untuk meninggalkan aku lagi!" ucap vito sambil terus memeluk citra.
Setelah perjalanan yang lama, akhirnya mereka sampai di rumah sakit, vito pun langsung turun dari mobil dan langsung membantu citra turun dari mobil.
Vito pun langsung menggendong citra dan langsung membawa nya masuk kedalam rumah sakit.
__ADS_1
" Dokter!! Dokter!!" teriak vito sambil menggendong citra.
" Suster!! Dokter!!" teriak vito berlari sambil menggendong citra.
Para perawat yang melihat nya langsung berlari menghampiri mereka, tapi saat mereka menyuruh vito untuk meletakkan citra di brankar tetapi vito menolak nya dan langsung membawa citra ke ruang UGD dengan cara digendong agar bisa segera mendapat penanganan dari dokter.
" Kamu harus bertahan ra, sebentar lagi dokter akan segera menangani kamu ra" ucap vito sambil berjalan menuju ruang UGD.
Sesampainya di UGD, vito langsung meletakkan citra di hospital bed, dia di suruh keluar oleh suster agar dokter bisa segera menangani pasien.
Vito pun hanya bisa menuruti perintah suster tersebut.
Setelah menunggu 45 menit, akhirnya dokter yang menangani citra keluar dari ruang UGD.
Vito yang melihat nya pun segera menemui dokter tersebut.
" Bagaimana kondisi pasien dok?" tanya vito dengan ekspresi khawatir.
" Kondisi pasien sudah melewati masa kritis, untung saja pasien segera di bawa ke rumah sakit, kalau tadi terlambat sedikit saja mungkin pasien tidak bisa tertolong" jawab dokter.
" Terimakasih banyak dokter ridwan" ucap vito sambil melihat nama yang tertera di jas yang di pakai dokter tersebut.
" Dok, saya mohon tolong selamatkan citra dok! Saya akan melakukan apa saja agar citra bisa selamat dok" ucap vito memohon kepada dokter ridwan.
" Kalau boleh saya tahu, anda ada hubungan apa dengan adik saya?" tanya dokter ridwan penasaran.
" Nanti saya akan memberitahu dokter ada hubungan apa antara saya dan citra, tapi sekarang apa boleh saya menemui citra dok?!" ujar vito
" Ya, anda boleh masuk kedalam" jawab dokter ridwan.
" Tapi, kamu harus menjelaskan sebenarnya ada hubungan apa antara anda dan citra!" kata dokter ridwan.
" Iya, saya pasti akan menepati ucapan saya" kata vito sambil menganggukkan kepala.
" Saya permisi" ucap vito.
Dokter ridwan hanya menganggukkan kepala.
Vito langsung masuk kedalam ruang UGD untuk melihat kondisi citra, dengan perlahan vito melangkahkan kakinya menuju hospital bed.
Vito melihat citra sedang terkulai lemas di atas hospital bed dengan selang infus di tangan kanan nya dan luka ditangan kiri nya sudah di perban rapi.
Vito duduk di kursi yang ada di samping hospital bed, vito lalu berkata " Kamu harus kuat ra, aku tahu kamu bukanlah wanita yang lemah jadi, aku percaya pasti kamu bisa melewati ini semua".
" Asal kamu tahu ra, sebenarnya aku tidak pernah mempunyai pikiran untuk membalas dendam kepada kamu dan keluarga kamu atas apa yang sudah terjadi" ucap vito sambil memegang tangan citra.
__ADS_1
" Aku selama ini mencari kamu itu bukan karena aku ingin membalas dendam kepada kamu dan keluarga kamu, tapi aku mencari kamu hanya ingin mendengar alasan kenapa kamu membohongi aku dengan berpura-pura menjadi devina dari mulut kamu sendiri ra, hanya itu saja yang ingin aku dengar!" lanjut vito.
" Ra, sebenarnya aku tadi malam tidak melakukan seperti apa yang telah kamu tuduhkan kepada ku ra, tadi malam aku hanya menakuti kamu saja ra" ujar vito sambil mencium tangan citra.
Saat vito sedang berbicara dengan citra, tiba-tiba...
" Maksud anda bicara seperti itu apa?" tanya dokter ridwan.
Hal itu membuat vito terkejut dan langsung menoleh ke arah belakang.
" Dokter ridwan!" vito terkejut
" Sejak kapan dia ada di belakang ku, kira-kira dia mendengar apa yang aku katakan tidak ya?!" vito bertanya-tanya dalam hati.
Dengan cepat vito merubah ekspresi wajah nya dari ekspresi terkejut menjadi datar.
" Dokter sejak kapan ada disini?" tanya vito dingin
" Jawab pertanyaan saya, maksud anda tadi bicara seperti itu apa?" ucap dokter ridwan.
" Maksud anda apa, saya tidak mengerti?!" ucap vito dingin.
" Apa mungkin yang membuat citra menjadi seperti sekarang, itu karena ulah anda?!" tebak dokter ridwan.
" Iya" jawab vito singkat.
" Apa yang sudah anda lakukan kepada citra sehingga membuat citra ingin mengakhiri hidup nya sendiri?!" tanya dokter ridwan.
" Saya tidak melakukan apapun kepada dia" jawab vito singkat.
" Saya tidak percaya!" kata dokter ridwan tegas.
" Pasti anda telah melakukan sesuatu yang membuat citra ingin mengakhiri hidup nya sendiri!" lanjut dokter ridwan dengan tatapan menyelidik.
" Saya hanya ingin memberikan pelajaran kepada orang yang sudah berani berbohong kepada saya!" jawab vito datar.
" Maksud anda bicara seperti itu apa?" tanya dokter ridwan.
" Jika anda ingin mengetahui apa yang sudah terjadi, sebaiknya kita mencari tempat untuk bicara, karena saya tidak ingin membuat citra terganggu dengan obrolan kita" ujar vito.
" Baik, mari ikut saya!" kata dokter ridwan.
" Ra, aku pergi dulu ya! Aku hanya pergi sebentar saja kok, nanti aku akan kembali lagi!" bisik vito di telinga citra.
Setelah berpamitan dengan citra, vito pergi mengikuti kemana dokter ridwan pergi.
__ADS_1