Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 210


__ADS_3

" Makanan kamu belum habis loh ra!" ucap mama.


" Citra sudah kenyang ma" jawab citra.


Setelah menjawab citra langsung mencium tangan kedua orang tua nya dan langsung pergi.


Setelah sang putri pergi, bu veronica langsung berkata " Pa, kira-kira citra kenapa ya?!"


" Papa tidak tahu ma" jawab pak ardi.


" Apa mungkin farel dan citra memang sedang bertengkar! Maka nya farel tidak pernah datang ke sini lagi!?" ucap bu veronica menebak.


" Mungkin?! Papa juga tidak tahu ma" jawab pak ardi.


" Papa berangkat ke kantor dahulu ma" pamit pak ardi.


" Iya pa, hati-hati" ucap bu veronica sambil mencium tangan sang suami.


Setelah berpamitan kepada sang istri, pak ardi langsung berangkat ke kantor.


Disisi lain


Farel berada di rumah pohon, hampir dua minggu dia berusaha untuk tidak menemui citra.


" Sekarang kamu bagaimana kabar nya ya ca?!" ucap farel sambil memandangi foto citra.


" Aku sebenarnya kangen sekali dengan kamu ca, tapi kamu selalu menyuruh aku datang bersama istri ku! Padahal aku hanya ingin berduaan dengan kamu ca" ucap farel.


" Asal kamu tahu ca, aku menikah dengan dia itu karena aku ingin melupakan kamu ca, tapi setiap aku bersama dengan istri ku yang ada di pikiran ku hanya ada kamu ca!" ujar farel.


" Beritahu aku ca, bagaimana cara nya agar aku bisa melupakan kamu dan mengikhlaskan kamu bersama pria lain" ucap farel.


Kring... Kring.... Kring....


Handphone farel terus berbunyi, tapi farel sama sekali tidak menghiraukan nya, karena dia sudah mengetahui siapa yang sedang menghubungi dirinya.


" Asal kamu tahu ca, sebenarnya aku tidak marah saat kamu memarahi aku waktu itu ca, aku tadi memberi kabar kepada kamu aku sedang berusaha untuk memendam rasa cinta dan sayang ku kepada kamu ca!" ujar farel.


Setelah puas berada di rumah pohon, kini saat nya farel pergi ke kantor tapi saat akan turun dari rumah pohon dia melihat ada seseorang yang datang.


Farel pun langsung mengurungkan niatnya dan bersembunyi kembali.


" Rel! Fare!! Farell!! FARELLL!!!" teriak citra memanggil farel.


" Eca!!" farel terkejut mendengar teriakkan seseorang


Ya, orang yang sedang berteriak itu adalah citra.


" Rel!!! Kalau kamu memang bukan pria pengecut kamu keluar sekarang!" teriak seseorang.


" Kita duel sekarang juga!!" imbuhnya.


" Kalau kamu marah dengan ku, tolong beritahu aku, aku salah nya dimana rel?! Agar aku bisa berubah!!" teriak citra.


" Sebenarnya kamu itu pergi kemana sih rel, sampai-sampai istri kamu menghubungi aku dan menanyakan keberadaan kamu kepada ku!?" ucap citra terduduk di tanah.


...FLASHBACK ON...


Setelah berpamitan dengan kedua orang tua, citra langsung menuju motor nya, tiba-tiba handphone berdering karena penasaran citra pun langsung mengambil handphone nya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.


" Ini kan nomor handphone istri nya farel? Ada apa ya tumben?!" pikir citra


Tanpa pikir panjang citra langsung menerima panggilan telepon tersebut.


...* Mode telepon on *...

__ADS_1


" Halo! Assalamualaikum kak" ucap citra.


" Ca, mas farel ada di rumah kamu tidak?" tanya istri farel.


" Farel?? Farel sudah lama tidak datang ke rumah kak" jawab citra.


" Kalau boleh tahu ada apa ya kak?" tanya citra penasaran.


" Jadi begini ca, mas farel sudah dua minggu ini jarang pulang ke rumah ca! Sekali nya dia pulang hanya mengambil pakaian saja ca, setelah itu dia pergi lagi" jawab istri farel.


Citra sangat terkejut saat mendengar penuturan istri nya farel.


" Kalau dia tidak pulang ke rumah, terus dia pergi kemana?!" batin citra khawatir.


" Maaf kak, sebelum pergi dia bilang tidak dia mau pergi kemana?" tanya citra.


" Tidak ca, setelah mas farel pulang dari rumah kamu dia pamit mau ke kantor, siang hari nya di kirim pesan kalau dia ada pekerjaan di luar kota" jawab istri farel.


" Mungkin dia sedang sibuk, maka nya dia tidak sempat memberi kabar kepada kakak" ucap citra mencoba untuk menenangkan istri farel.


" Nanti kalau aku bertemu dengan farel, aku akan menyampaikan kepada dia kalau kakak khawatir" kata citra.


" Maaf kak, kita tidak bisa ngobrol lama karena aku ada janji dengan amel jadi, sekarang mau pergi ke rumah nya amel" ucap citra.


" Oh iya! Tidak apa, terimakasih ya sudah mau mendengarkan curhatan ku" ucap istri farel.


" Iya kak, assalamualaikum" ucap citra.


" Walaikumsalam" jawab istri farel.


...* Mode telepon off *...


" Kamu sebenarnya pergi kemana sih rel?!" ujar citra sambil memasukkan handphone nya ke dalam saku jaket.


Entah kenapa citra melajukan motornya menuju rumah pohon, dengan harapan dia bisa menemukan farel disana.


Sesampainya di sana citra langsung memanggil nama farel.


...FLASHBACK OFF...


Citra merasa sangat bersalah karena dia telah memarahi farel.


" Rel, aku mohon kamu jangan seperti ini rel! Farelll" ucap citra sambil meneteskan air mata.


" Kamu pernah bilang kepada ku, kalau aku sedang sedih aku harus memanggil nama kamu terus kamu akan datang dan mengiburku!" ucap citra.


" Kamu bohong rel, buktinya sekarang aku sudah memanggil nama kamu berkali-kali, kamu masih tidak datang!" lanjut citra sambil menangis sesenggukan.


" FAREELLLL!!!!!" teriak citra sambil menangis.


Farel yang melihat citra menangis merasa bersalah dan tidak tega.


" Ingin rasa nya aku berlari dan memeluk kamu ca, tapi aku tidak bisa! Aku harus tetap menjauh dari kamu ca!" ucap farel sambil mengintip citra.


" Aku minta maaf ca! Aku sudah membuat kamu menangis seperti ini" ucap farel.


Farel pun juga merasakan kesedihan seperti yang citra rasakan.


Selama ini farel berusaha untuk memendam perasaan nya kepada citra dalam-dalam dan dia sudah mencoba untuk mengikhlaskan citra bersama pria lain.


" Ca, sebenarnya aku merasa cemburu saat kamu bersama pria lain, tapi aku tetap berusaha untuk bersikap seperti biasa" ucap farel.


" Dan aku juga sudah berusaha untuk mencintai istri ku seperti yang kamu inginkan, tapi entah kenapa aku tidak bisa karena di hati ini sudah milik kamu sepenuh nya ca sehingga, tidak ada ruang lagi untuk wanita lain" ujar farel.


" Dan ini adalah jalan yang terbaik untuk kita berdua ca! Agar aku bisa mengikhlaskan kamu bersama pria yang kamu cinta sejak kecil" ucap farel.

__ADS_1


" Semoga kamu dan vito bisa bersama, seperti janji dia dahulu ca" imbuh nya.


Sebenarnya farel sudah mengetahui jika vito adalah pria yang pernah membuat janji dengan citra saat mereka masih kecil, sebelum citra mengetahui nya.


Oleh karena itu, farel memilih untuk menjauh dari citra agar citra bisa bersama dengan vito.


Saat citra sedang melihat kearah rumah pohon, dia melihat ada bayangan seseorang.


" Farel!" ucap citra.


Citra langsung mengusap air matanya.


" Itu pasti farel!" kata farel sambil berdiri.


Dengan terburu-buru citra langsung naik ke rumah pohon untuk memastikan jika bayangan yang dia lihat adalah bayangan farel.


Aaww!!... Ssttt...


Karena terburu-buru citra tersandung batu dan membuat dirinya terjatuh.


" Eca!" farel terkejut saat melihat citra terjatuh sambil bersembunyi.


" Aku harus bagaimana ini?! Disatu sisi aku ingin menolong eca dan di sisi lain nya aku ingin menjauh dari eca!" ucap farel bingung.


Farel merasa lega saat melihat citra sudah berdiri.


Citra terus berjalan menuju rumah pohon meski kaki dan tangan nya terluka, citra berusaha menahan rasa sakit itu agar dia bisa segera mengetahui itu sebenarnya bayangan siapa yang di lihat.


Dengan langkah tertatih, citra menaiki tangga.


Tak! Tak! Tak.....


Terdengar suara langkah kaki citra semakin mendekat, hal itu membuat farel ketar-ketir takut ketahuan oleh citra.


" Semoga eca tidak menemukan ku" ucap farel lirih.


" Ya tuhan, semoga eca tidak melihat aku ada disini!" pinta farel dalam hati.


Citra sudah semakin dekat dengan farel, saat jarak mereka tinggal beberapa langkah lagi, tiba-tiba.....


Kring! Kring! Kriing!!....


Handphone citra berdering, citra pun menghentikan langkahnya dan berkata " Siapa sih?!".


Citra langsung mengambil handphone nya untuk melihat siapa yang menelepon dirinya.


" Amel!!" kata citra saat melihat nama sahabat nya tertera di layar handphone nya.


" Oh iya! Aku kan sudah ada janji dengan amel!!" ucap citra sambil menepuk keningnya.


" Apa yang harus aku pilih, pergi ke rumah amel atau mencari tahu itu bayangan siapa?!" bingung citra harus memilih yang mana.


Kring! Kring! Kriing!


Lagi-lagi handphone citra berdering, dan nama amel yang tertera di layar handphone nya.


Aarrgh.....


Dengan berat hati citra tidak melanjutkan perjalanan dan memilih untuk pergi ke rumah amel karena sejak tadi amel terus saja menghubungi dirinya.


Setelah sampai di bawah citra langsung menuju motor nya dan langsung melajukan motornya meninggalkan rumah pohon.


" Alhamdulillah" ucap syukur farel saat mendengar suara motor citra pergi.


" Maafkan aku ca, aku tidak bisa menemui kamu! Semoga kamu dan vito dapat bersama" ucap farel sambil melihat kepergian citra.

__ADS_1


__ADS_2