
" Alhamdulillah, akhirnya kamu bisa tidur kembali ra" kata vito saat menyadari jika citra sudah tidur kembali di pelukan nya.
Karena citra sudah tidur, vito juga ikut memejamkan matanya kembali.
Mentari pagi menyapa, citra bangun terlebih dahulu. Setelah bangun dia langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi karena kemarin dia tidak mandi.
Beberapa kemudian citra keluar kamar mandi sudah mengenakan pakaian, sedangkan vito masih tertidur pulas.
Dengan langkah kaki pelan citra berjalan mendekati vito dan duduk di samping vito yang sedang tertidur pulas.
" Terimakasih ya mas, karena mas vito semalam aku bisa tidur nyenyak" ucap citra lirih.
Saat citra sedang duduk di samping vito handphone citra berdering, dengan perlahan citra berusaha mengambil handphone nya yang berada di atas meja.
Setelah berhasil meraih handphone nya citra langsung melihat siapa yang menelepon dirinya.
" Nomor ini lagi!" gumam citra.
" Sebenarnya ini nomor siapa sih?!" kesal citra.
Citra pun langsung mereject nomor tersebut.
Baru saja citra mau meletakkan handphone nya kembali, handphone nya kembali berdering.
" Siapa yang menelepon ra?" tanya vito dengan suara khas orang baru bangun tidur.
" Eh! Mas vito jadi bangun gara-gara mendengar suara handphone ku ya mas?!" kata citra terkejut saat mendengar pertanyaan dari suaminya.
Vito hanya menggelengkan kepalanya sambil berkata " Tidak kok ra".
" Memang siapa yang menelepon, kenapa tidak di biarkan saja?!" tanya vito penasaran.
" Tidak tahu mas, tidak ada nama nya" jawab citra sambil menggedikan bahu.
" Mas vito mau mandi sekarang atau nanti mas?" tanya citra.
" Nanti saja ra masih dingin" jawab vito.
" Kamu sudah mandi ra?" tanya vito saat melihat sang istri sudah cantik.
" Aku sudah mandi mas, soalnya kan kemarin aku tidak mandi" jawab citra.
" Ada apa memang mas?" tanya citra bingung.
" Tidak apa-apa ra, pantas aku tadi mencium bau harum ternyata bau harum tersebut berasal dari kamu" jawab vito.
" Ra" panggil vito.
" Iya, ada apa mas?" jawab citra.
" Emm, aku boleh mencium kamu tidak?!" ucap vito ragu-ragu.
Citra langsung membelalakkan matanya saat mendengar ucapan vito.
" Aduh! Bagaimana ini? Aku harus menjawab apa?!" batin citra.
" Kalau misalkan tidak boleh juga tidak apa-apa ra, kamu lupakan saja ucapan ku tadi!" kata vito.
Mendengar itu citra langsung tersenyum lalu dia berkata " Iya boleh, tapi mas vito mandi dahulu!"
Kini giliran vito yang di buat terkejut saat mendengar perkataan citra.
" Jadi, kamu membolehkan aku mencium kamu ra?" tanya vito tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Tapi aku tidak mau mencium kening dan pipi kamu ra" lanjut vito.
__ADS_1
" Melainkan aku ingin mencium bibir kamu ra" ucap vito lirih.
Citra tersenyum melihat tingkah suaminya yang seperti anak kecil.
" Sudah sana! Mas vito mandi dahulu!!" ucap citra.
" Kamu jawab dahulu, boleh tidak aku mencium bibir kamu ra?!" ujar vito.
" Kalau mas vito mau tahu jawabannya, mas vito sekarang mandi setelah mandi baru aku memberikan jawaban nya" kata citra.
" Kalau mas vito tidak mau mandi, yasudah! Aku tidak akan mau menjawab nya!" kata citra.
" Dan mas vito tidak boleh mencium aku!!" ancam citra.
Mendengar ancaman citra vito langsung bergegas pergi ke kamar mandi.
Citra yang melihat kelakuan suaminya itu hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
Setelah vito masuk kamar mandi, citra membuka handphone dan dia memandangi foto dirinya dan farel.
" Rel, kenapa kamu mengingkari janji kamu rel?!!" kata citra mengingat kembali janji mereka saat mereka masih kecil.
" Dahulu kamu bilang jika kamu akan mengajak aku jalan-jalan ke tempat yang banyak tempat yang bagus dan juga banyak tempat bermain, tapi kenapa sekarang kamu malah pergi sendiri tanpa mengajak aku rel!" ucap citra.
Tanpa di suruh butiran bening meluncur bebas membasahi pipi nya.
" Rel, aku kangen kamu! Aku ingin bertemu dengan kamu!!" ucap citra dalam hati.
" Kamu tahu tidak rel, kemarin aku seperti makan makanan yang pernah kamu masak untuk aku waktu itu rel" kata citra.
" Kamu tahu tidak, rasa makanan itu sama persis seperti yang kamu masak rel, sampai-sampai aku berpikir jika aku sedang memakan masakan kamu rel" ucap citra.
" Mungkin karena aku sangat merindukanmu kamu rel, maka nya aku bisa berpikir jika itu adalah hasil masakan kamu rel" ujar citra sambil mengusap air matanya.
" Kamu kenapa ra?" tanya vito tepat di belakang citra.
Karena terkejut handphone citra terlempar dari tangannya, dan...
PRAKKK!!!
Handphone citra jatuh ke lantai dan pecah.
Citra terkejut saat mengetahui handphone jatuh dan pecah, citra langsung berjalan mendekati handphone nya yang pecah.
" Handphone ku!" kata citra sambil mengambil handphone nya yang jatuh.
" Semoga tidak rusak! Semoga tidak rusak!" do'a citra sambil menghidupkan handphone nya.
Tetapi handphone nya tidak menyala.
" Ayo dong! Please! menyala" ucap citra sambil terus mencoba untuk menghidupkan handphone nya.
Citra sangat sedih saat handphone tidak bisa menyala lagi.
Vito yang melihat pun langsung berjalan mendekati citra, dia berjongkok di samping citra.
" Maaf ya ra, gara-gara aku handphone kamu jatuh" ucap vito dengan ekspresi menyesal.
Citra hanya diam saja, dia masih merasa sedih karena handphone nya mati.
" Kamu boleh kok memukul aku jika kamu kesal dan marah, tapi please kamu jangan diam saja" kata vito.
Citra masih tetap diam saja sambil mencoba untuk menyalakan handphone nya kembali.
" Aku belikan handphone yang baru ya ra" kata vito.
__ADS_1
" Aku suruh riko untuk membawakan handphone keluaran terbaru ya ra" imbuh nya.
Mendengar hal itu citra langsung menolak nya " Tidak perlu mas!"
" Lagi pula ini bukan salah nya mas vito kok, ini salahku karena tadi memegang handphone nya tidak benar jadi handphone nya jatuh" ucap citra.
" Tetap saja ra, ini salah ku! Jika tadi aku tidak membuat kamu terkejut, pasti handphone kamu tidak akan jatuh seperti sekarang!" ujar vito menyesal.
" Yasudah, aku telepon riko sekarang untuk membeli handphone yang baru untuk kamu ra!" kata vito sambil berjalan untuk mengambil handphone nya.
Hal itu justru membuat citra kesal, lalu citra berkata " Aku kan sudah bilang, kalau ini bukan salah nya mas vito jadi mas vito perlu mengganti handphone ku dengan yang baru!!".
Vito mendengar hal itu pun langsung menghentikan langkahnya.
Setelah mengatakan itu citra langsung keluar kamar sambil membawa tas dan handphone nya.
Vito yang melihat citra pergi pun langsung menyusul citra.
" Sial!!! Kenapa aku ceroboh sekali sih! Sampai-sampai membuat handphone citra jatuh dan rusak!" umpat vito sambil menutup pintu kamar hotel.
Setelah itu vito langsung pergi untuk mencari kemana citra pergi.
Disisi lain.
Karena kesal dengan vito, citra langsung pergi dari kamar hotel.
Entah apa yang membawa citra hingga dia sampai di depan restoran tempat dia dan vito makan siang kemarin.
" Kenapa aku bisa sampai disini ya?!" batin citra saat menyadari jika dia ada di depan restoran tersebut.
" Apa mungkin karena masakan disini itu rasanya mirip sekali dengan makanan yang dimasak oleh farel, maka nya aku tanpa sadar kembali ke restoran ini lagi!" batin citra.
" Yasudah lah! Karena sudah sampai di sini, mending aku masuk terus makan!" pikir citra.
" Kebetulan aku juga lapar, karena tadi belum makan" batin citra sambil memegangi perutnya yang keroncongan.
Citra langsung masuk kedalam restoran tersebut.
Setelah masuk restoran, citra memilih tempat duduk. Setelah menemukan tempat duduk citra langsung berjalan menuju tempat duduk yang sudah dia pilih.
Setelah itu citra memesan makanan, sambil menunggu makanan nya datang citra masih berusaha untuk menyalakan handphone nya.
" Ayo dong!! Please jangan rusak!" ucap citra dalam hati sambil berusaha menyalahkan handphone nya.
" Bagaimana dong jika handphone nya rusak, padahal semua kenangan ku dengan teman-teman ada di handphone ini semua" ucap citra lirih.
Saat citra sedang berusaha menyalahkan handphone nya, pelayan datang membawa pesanan milik nya.
" Thank you" ucap citra kepada pelayan tersebut.
Pelayan tersebut hanya mengangguk sambil tersenyum, setelah itu pelayan tersebut pergi.
Karena makanan nya sudah datang, citra meletakkan handphone nya kembali ke tas.
Citra langsung bersiap untuk menyantap hidangan yang telah disajikan oleh pelayan tadi tapi, baru saja citra akan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, tiba-tiba...
" Mas vito sudah makan apa belum ya?!" ucap citra teringat dengan suaminya.
" Tadi kan karena kesal dengan dia, jadi nya aku langsung pergi begitu saja" batin citra.
Citra pun hanya memandangi makanan yang ada di depan nya.
" Mungkin sekarang mas vito sedang khawatir dengan ku" batin citra.
" Atau jangan-jangan sekarang mas vito sedang mencari aku, karena tadi kan aku pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan dia!" pikir citra.
__ADS_1
" Apa sebaiknya aku kembali ke hotel ya, siapa tahu mas vito sudah kembali ke hotel" pikir citra.
Citra bingung dengan apa yang harus dia lakukan, antara melanjutkan makan atau pulang hotel.