
Setelah sang mama pergi, citra membuka mata nya dan berkata " Maafkan aku ma, aku tidak bermaksud membuat mama sedih"
" Ini semua aku lakukan agar viona bisa bahagia dengan orang yang dia cinta, yaitu vito" ucap citra pelan.
Tak! Tak! Tak!..
Terdengar suara langkah kaki seseorang, citra pun kembali memejamkan matanya agar tidak ada yang mengetahui jika dia sebenarnya sudah sadarkan diri.
" Kira-kira siapa lagi yang datang ya??" citra bertanya-tanya dalam hati.
" Apa itu papa atau farel??" citra menebak-nebak siapa orang yang baru saja masuk.
" Citra" Panggil vito dengan lembut.
" Manusia kutub!!" citra sangat terkejut saat mendengar suara seseorang yang baru saja masuk.
" Kenapa dia bisa ada disini?" batin citra.
" Lebih baik aku mendengarkan apa yang akan dia katakan kepada ku" pikir citra.
" Ra, kenapa kamu bisa seperti ini" ucap vito.
" Kamu harus bangun, karena aku tidak mau kamu pergi meninggalkan ku lagi " lanjut vito.
" Aku juga tidak akan pernah mengijinkan kamu pergi dari sisi ku lagi ra, cukup waktu itu saja ra kamu pergi meninggalkan ku ra, aku tidak mau kehilangan kamu ra, aku telah jatuh cinta kepada kamu ra" ujar vito sambil memegang tangan citra.
" Aku sebenarnya juga tidak ingin pergi dari sisi kamu tapi, jika aku tetap disisi kamu akan ada hati yang tersakiti vit" ucap citra dalam hati.
" Kamu tidak mau bangun karena aku dekat dengan wanita!" ucap vito.
" Bukan vit, bukan karena itu!" jawab citra dalam hati.
" Kalau kamu tidak suka aku dekat dengan wanita, mulai sekarang aku tidak akan dekat-dekat dengan wanita! Tapi kamu harus bangun ra!" ujar vito.
Setelah berkata seperti itu, vito langsung mengambil handphone nya untuk menghubungi seseorang.
" Halo! Kamu pecat semua karyawan wanita yang ada di kantor!!" ucap vito memerintahkan seseorang.
Belum sempat lawan bicara nya berbicara vito langsung mengakhiri sambungan telepon secara sepihak.
" APA!!! Dia memecat semua karyawan wanita di kantor nya! Bisa-bisa dia memecat orang seenak jidatnya!!" kesal citra saat mendengar ucapan vito dengan seseorang melalui sambungan telepon.
" Aku harus bagaimana ini?! Aku tidak bisa membuat orang kehilangan pekerjaan nya hanya karena aku!!" batin citra.
" Apa aku akhiri saja berpura-pura nya ya?!" pikir citra.
" Tapi, kalau aku bangun aku harus bicara apa?!" pikir citra.
" Oh iya! Aku sekarang kan sedang berpura-pura amnesia, jadi aku bisa berpura-pura tidak mengenal dia" ucap citra dalam hati.
Melihat citra yang terbaring tak sadarkan diri vito merasa sangat sedih.
" Ya tuhan, sembuhkan lah wanita yang hamba cinta ini, hamba janji jika dia bangun dari tidurnya hamba akan menjaga dan menyayangi dia dan hamba tidak akan membiarkan dia pergi jauh dari sisi hamba, amin" pinta vito dalam hati.
__ADS_1
Saat vito selesai berdoa, meminta agar citra cepat bangun lalu dia melihat kearah citra kembali, dia pun terkejut saat melihat jari tangan citra bergerak, dia pun langsung berkata " Citra, aku sudah menyuruh riko untuk memecat semua karyawan wanita di kantor, kamu harus cepat bangun!".
( Vito menggunakan kata aku saat tidak ada siapapun di sekitar nya).
Dengan perlahan citra mulai mengerjapkan mata nya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina mata nya.
Vito yang melihat citra membuka mata nya pun terlihat sangat bahagia, senyuman bahagia merekah di bibirnya.
" Alhamdulillah, terimakasih tuhan engkau telah mengabulkan doa hamba" ucap vito sambil tersenyum bahagia.
" Akhirnya kamu bangun juga ra" ucap vito dengan raut wajah bahagia.
" Ini saat nya aku harus memulai akting amnesia!" ujar citra dalam hati
" Kamu siapa? Aku ada dimana?" kata citra sambil melihat sekeliling.
" Kamu sekarang ada di rumah sakit" jawab vito dengan lembut.
" Di rumah sakit??" kata citra dengan ekspresi wajah bingung.
" Iya sekarang kamu ada di rumah sakit, dan saya adalah calon suami kamu" jawab vito.
" Suami?! Anda pasti berbohong! Calon suami ku bukan anda!!" ucap citra.
Vito terkejut mendengar ucapan citra.
" Saya tidak berbohong, saya adalah calon suami kamu citra!?" ujar vito.
" Citra itu nama kamu ra, masa kamu tidak mengingat siapa nama kamu sendiri!" jawab vito mencoba menjelaskan.
" Apa jangan-jangan citra benar-benar mengalami amnesia akibat kecelakaan itu?!" batin vito mengingat ucapan dokter.
" Kamu tunggu sebentar, saya akan memanggil dokter!" ucap vito.
Citra tidak menjawab apapun, dia hanya melihat sekeliling.
Setelah mengucapkan itu, vito langsung keluar ruangan.
Citra melihat vito yang sudah benar-benar keluar pun langsung berkata " Huh! Selamat!!" sambil mengusap dada.
" Hampir saja tadi ketahuan!" ucap citra.
Disisi lain.
" Dokter! Dokter!!" teriak vito setelah keluar dari ruangan citra.
" Ada apa vit? Kenapa kamu berteriak memanggil dokter, citra baik-baik saja kan?!" tanya pak dimas melihat putranya berteriak memanggil dokter.
" Citra sudah sadarkan diri pa" jawab vito.
Bu veronica dan pak ardi terkejut saat mendengar jawaban vito yang mengatakan kalau citra sudah sadarkan diri.
" Citra sudah sadar??!" kata bu veronica.
__ADS_1
" Iya, tapi citra tidak mengenali siapa dirinya" jawab vito.
Mendengar itu, bu veronica langsung berlari ke dalam ruangan.
Citra terkejut saat melihat wajah sang mama.
" Mama!!" batin citra.
" Aku harus bagaimana ini? Aku harus tetap pura-pura tidak mengenali papa dan mama atau tidak ya?!" ucap citra dalam hati bingung.
" Citra sayang" ucap bu veronica memanggil putri nya.
" Maaf ibu siapa ya?"tanya citra.
" Maafkan citra ma, citra terpaksa harus melakukan ini agar vito tidak curiga kalau sebenarnya aku hanya berpura-pura amnesia saja" ucap citra dalam hati.
" Ini mama sayang, kamu tidak mengingat mama sayang" jawab bu veronica dengan mata berkaca-kaca.
Citra hanya menggelengkan kepala, karena tidak sanggup jika harus terus berbohong kepada sang mama.
" Kamu benar-benar tidak mengingat mama sayang?" tanya bu veronica kepada citra.
Saat citra akan menjawab, tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan masuklah dokter dan yang lainnya.
" Bagaimana keadaan kamu?" tanya dokter.
" Aku baik-baik saja dok" jawab citra.
" Saya periksa terlebih dahulu ya!" ucap dokter.
Citra hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
" Dok, kenapa putri saya tidak mengingat saya sebagai mama nya?" tanya bu veronica kepada dokter.
" Putri ibu dan bapak mengalami amnesia, maka dari itu dia tidak bisa mengingat siapa dirinya dan orang-orang terdekatnya" jawab dokter.
" Apakah kamu ingat siapa nama kamu?" tanya dokter.
" Nama ku.... Eca dok" jawab citra sambil berpikir.
" Eca! Apa kamu ingat siapa orang tua kamu?" tanya dokter.
Citra hanya menggelengkan kepalanya.
" Saat ini apa yang kamu ingat?" tanya dokter.
" Yang aku ingat..." ucap citra sambil berpikir.
" Oh iya! Oma ku ada dimana dok?" tanya citra.
" Oma kamu? Saya tidak melihat oma kamu, keluarga kamu yang datang hanya mereka, yaitu kedua orang tua kamu dan calon suami kamu" jawab dokter.
" Calon suami!? Jadi, dia juga mengatakan hal itu kepada yang lain" batin citra terkejut mendengar dokter tersebut mengatakan jika vito adalah calon suami nya.
__ADS_1