
Dengan malas riko memutar badannya dan berjalan menuju meja dimana berkas itu berada,tetapi saat akan mengambil berkas nya dengan cepat tangan riko di cegah oleh vito.
" Kamu mau ngapain?" tanya vito
" Ya ambil berkas, memang mau ngapain lagi" jawab riko
" Nanti, setelah semua berkas ini selesai di tandatangani" ujar vito sambil melepaskan tangannya
" Kenapa tidak bilang Bambang!" ucap riko
Riko pun berjalan kearah sofa dan duduk sambil menunggu vito selesai menandatangani berkas.
" Kamu ngapain duduk disitu?" tanya vito saat melihat sahabatnya duduk dengan santai di sofa.
" Kan tadi kamu bilang kalau aku disuruh bawa berkas itu kembali, tapi karena berkasnya belum di tandatangani maka nya aku nunggu kamu tandatangani berkas nya sambil bersantai" ucap riko
Vito hanya menggelengkan karena mendengar jawaban dari sahabat nya.
Vito pun kembali berkutat dengan berkas yang ada di hadapannya itu.
Saat vito sedang fokus dengan berkas yang ada di depan nya tiba-tiba riko berkata" Wah mantap!"
hal itu membuat vito terkejut.
Vito hanya menoleh kearah riko sebentar lalu kembali fokus ke berkas yang dia sedang baca.
Selang beberapa menit riko berteriak lagi " Hajar terus, jangan beri ampun!"
vito kembali terkejut dengan ulah dari sahabat nya itu.
" Apaan sih, buat orang kaget saja!" ucap vito sambil melemparkan pena kearah riko
Pletak...
(suara pena yang terkena kepala)
Aw....
" Sakit tahu" ucap riko mengaduh kesakitan lantaran kepala nya terkena lemparan pena
" biar tahu rasa, siapa suruh ganggu orang kerja" ucap vito
" Ganggu kamu kerja bagaimana, kan aku dudu disini" protes riko yang tidak terima dibilang sedang menggangu vito kerja.
" Suara kamu yang ganggu konsentrasi ku!" ujar vito
" Ya maaf, habis ini lagi seru banget" ucap riko sambil menunjukan video yang sedang dia tonton.
" Video apa, pasti video cewek ya?" tanya vito penasaran
" Iya " jawab riko singkat
Setelah menjawab pertanyaan vito, riko kembali fokus melihat hp nya.
" Pasti kamu lagi nonton video yang tidak jelas ya!" ucap vito menebak video yang sedang di tonton oleh sahabatnya itu
__ADS_1
Karena dia tahu video apa yang biasa nya di tonton oleh sahabat nya itu saat waktu senggang.
" Ya bukanlah" ucap riko menangkis tebakan dari vito
" Kalau bukan video seperti itu, terus video apa?" tanya vito
" Kepo" jawab riko
" Bukan nya kepo, cuman aku merasa terganggu dengan suara kamu yang berisik" ujar vito
" Bawa kesini pena ku!" perintah vito
Dengan terpaksa riko bangun dari duduknya sambil membawa pena, sesampainya di depan vito. Riko pun langsung memberikan pena itu kepada vito dan vito pun menerima nya.
Tapi saat riko akan kembali ke tempat duduk nya lagi, vito mengambil handphone yang ada di tangan riko.
" Kembalikan handphone ku vit!" ucap riko sambil berusaha meraih handphone nya dari tangan vito.
" Tidak, sebelum aku tahu video apa yang sedang kamu tonton sehingga membuat konsentrasi ku terganggu!" ucap vito
Riko hanya bisa pasrah dengan apa yang sedang dilakukan oleh vito.
Vito mulai membuka handphone milik riko, dia menemukan video yang tadi di tonton oleh riko.
Vito pun memutar ulang video tersebut berulang kali untuk memastikan bahwa dia tidak salah lihat, setelah merasa cukup yakin dia pun mengembalikan handphone riko sambil bertanya " Kamu tahu wanita yang ada di video itu siapa?"
" Tahu, nama dia Eca. Dia juara 2 kali berturut-turut" jawab riko
" Eca? kamu yakin nama dia eca?" tanya vito
" Kamu salah, nama dia itu citra bukan Eca rik!" ucap vito menjelaskan bahwa sahabat nya itu salah
" Iya aku tahu, kalau nama asli dia itu citra, dan nama Eca dia pakai saat dia sedang berada di arena tanding saja" ucap riko
" Kamu tahu dari mana?" tanya vito
" Aku ya tentu saja mencari informasi tentang dia vit" jawab riko
" Kamu sampai mencari informasi tentang dia rik?" tanya vito yang terheran-heran dengan apa yang dilakukan oleh sahabat nya itu.
" Iya, bahkan aku tahu nama lengkap dia, dimana rumah nya, siapa orang tua nya, dia sekolah dimana dan masih banyak lagi yang aku tahu tentang dia" jawab riko
" Sedetail itu rik, kamu tahu tentang dia?" tanya vito yang tidak percaya dengan apa yang sudah dilakukan oleh sahabat nya.
" Iya, karena aku suka sama dia " jawab riko dengan percaya diri
" Oh iya, kamu tahu nama dia darimana vit?" tanya riko yang penasaran dari mana sahabatnya itu tahu nama asli Eca
" Iya tahu dia kan adik nya devina, istri sementara ku" jawab vito
" Jadi dia adik ipar kamu vit?" tanya riko dengan antusias
" Iya" jawab vito singkat
" Kenapa memang?" tanya vito
__ADS_1
" Berarti kamu ikut nonton pertandingan dia dong?" tanya riko
" Iya memang aku akan nonton pertandingan beladiri, tapi bukan karena aku mau nonton dia tanding" jawab vito
" Terus kamu mau nonton siapa di sana, kalau bukan nonton adik ipar mu bertanding" tanya riko
" Aku ke sana menemani pacar ku, karena ada saudara atau teman nya dia yang ikut bertanding" jawab vito
Riko hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, pertanda dia paham.
" Oh iya vit, ngomong-ngomong kamu kan sekarang sudah menikah sama kakak nya citra" ujar Riko
" Hem, memang kenapa?" tanya vito
Bukan nya menjawab pertanyaan dari vito, riko malah bertanya kembali kepada vito " Kamu sudah pernah ketemu belum sama dia?"
" sudah" jawab vito singkat
" Kenapa memang?"tanya vito
"Tidak ada masalah apa-apa, kalau boleh tahu makanan kesukaan nya dia apa ya vit?"tanya riko
" Mana aku tahu, aku saja baru ketemu dengan dia saja baru kemarin rik" jawab vito
" Jadi setelah kamu menikah dengan dia, istri mu tidak pernah pulang ke rumah orang tuanya?" tanya riko
" Tidak!" jawab vito
" Tega banget kamu vit" ucap riko
" Daripada kamu ikut campur urusan ku, lebih baik kamu pikirkan tentang masa depan mu" ujar vito
" Kalau soal masa depan ku, kamu tenang saja masa depan ku sudah kelihatan" ucap riko
" Yang aku maksud itu bukan pekerjaan, tapi istri rik!" ucap vito
" Iya aku mengerti yang kamu maksud itu soal istri, bukan soal pekerjaan" ucap riko
" Terus kenapa kamu bilang kalau masa depan mu sudah kelihatan?" tanya vito
" Iya itu karena setelah citra lulus sekolah aku akan langsung melamar dia" jawab riko dengan percaya diri
Saat riko mengatakan dia akan melamar citra setelah citra lulus sekolah, dia merasa dada nya terasa sesak.
" Kenapa dada ku sakit ya, saat riko bilang dia akan melamar citra" ucap vito dalam hati
" Memang kamu yakin bakal di terima sama dia?" tanya vito
" 1000% yakin dia akan menerima lamaran ku" jawab riko percaya diri
" Kalau dia menolak kamu bagaimana?" tanya vito
" Ya, aku akan terus berusaha" jawab riko
" Terus kalau dia sudah punya pacar dan memilih untuk menikah dengan pacar nya bagaimana?" tanya vito
__ADS_1
" Ya kamu bilang begitu dong vit, seharusnya kamu sebagai sahabat ku kamu harus berdo'a agar dia tidak sampai menikah dengan orang lain" jawab riko