Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 87


__ADS_3

PLAK!!!!


Satu tamparan keras mendarat di pipi devina.


" Papa kenapa menampar aku?" tanya devina dengan raut wajah terkejut


" Seharusnya tamparan itu papa berikan kepada kamu bukan kepada citra saat mama kamu kehilangan kalung nya" ujar papa


" Maksud papa apa ya bicara seperti itu?!" batin devina


" Maksud papa apa?" tanya devina


" Apa jangan-jangan papa sudah tahu yang sebenarnya!" pikir devina


" Tapi tidak mungkin papa tahu yang sebenarnya, soalnya bukti-bukti nya sudah aku bersihkan" batin devina


" Kamu kan waktu itu yang sudah mengambil kalung mama kamu!" jawab papa


Devina sangat terkejut dengan jawaban papa nya


" Darimana papa tahu kalau waktu itu aku yang mengambil kalung mama" batin devina


" Kenapa diam!! " bentak papa


" Bukan nya sejak tadi kamu ngomong terus, tanpa memberikan waktu untuk papa bicara!" ucap papa


" Maksud papa apa? Bukan nya papa sudah tahu kalau yang mengambil kalung mama adalah citra!" ujar devina


" Kamu pikir papa akan percaya dengan perkataan kamu? Tidak! Papa tidak akan pernah percaya lagi dengan ucapan kamu!" ujar papa


" Maksud papa apa ya bicara seperti itu!?" batin devina


" Kamu masih tidak mau mengakui kesalahan kamu!" geram papa


Papa nya kini mulai kehilangan kesabaran karena ulah devina hampir saja beliau akan menampar devina lagu jika saja beliau tidak di cegah oleh istri nya.


" Sudah pa, biarkan saja daripada nanti papa sakit!" bisik mama


" Papa tidak mau tahu, setelah pulang dari sini kamu harus ikut pulang bersama suami kamu!" ucap papa


" Kalau kamu menolak bahkan kabur, lihat saja apa yang akan dapatkan!" ancam papa


Devina hanya diam saja tanpa berani berkata apapun, selain menuruti perintah papa nya.


Disisi lain


Farel dan teman-temannya sedang menunggu hujan reda agar bisa kembali ke rumah oma nya citra.


Setelah menunggu selama hampir 30 menit, akhirnya hujan reda dan hanya menyisakan gerimis, mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah oma agar mereka bisa pulang ke rumah masing-masing sebelum gelap.


" Ra, kamu masih kuat untuk berjalan?" tanya amel


" Insyaallah masih kuat kok mel" jawab citra


Amel membantu citra berdiri, citra terkejut saat melihat farel berjongkok di depan nya.


" Kamu mau apa?" tanya citra penasaran


" Aku mau gendong kamu" jawab farel


" Mau gendong aku?" citra terkejut dengan jawaban farel


" Tidak perlu rel, aku masih kuat untuk jalan rel" tolak citra

__ADS_1


" Daripada kaki kamu semakin sakit, mending aku gendong saja biar cepat sampai" keukeh farel


" Apa kamu di gendong depan ca" ucap farel sambil mengedipkan matanya


" Naik saja ra, kan lumayan jadi tidak perlu jalan kaki" kata amel


" Aku kan berat rel, memang kamu kuat?!" kata citra


" Iya ca, kuat kok ca" jawab farel


" Ayo! cepat naik ke punggung ku ca" ucap farel


Dengan terpaksa citra naik ke punggung farel.


" Sebenarnya ada hubungan apa di antara mereka ya" batin dokter raka


" Kenapa citra terlihat bahagia banget saat bersama dengan farel ya" ucap dokter raka dalam hati


Saat di perjalanan menuju rumah oma, tiba-tiba citra melihat sosok oma nya sedang tersenyum kepada dirinya.


Tanpa sadar citra berkata " Oma!"


" Ca, kamu kenapa?" tanya farel


" Oma rel, aku tadi melihat oma tersenyum" jawab citra


" Itu berarti oma sekarang sudah bahagia ca, bisa bertemu dengan kakek" ucap farel


" Yang penting sekarang kamu tidak boleh sedih, karena oma sekarang sudah tidak merasakan sakit seperti sebelumnya ca" lanjut farel


" Iya rel " ucap citra sambil tersenyum


Kini mereka semua sampai tempat tujuan mereka, setelah sampai mereka semua memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing.


" Bagaimana aku bisa ikut pertandingan kalau kaki ku seperti ini" batin citra


" Kalau aku paksakan untuk ikut, takut nya nanti kaki ku yang bisa patah" ucap citra dalam hati


" Kalau aku tidak ikut, nanti aku didiskualifikasi" gumam citra


Papa dan mama nya yang melihat kegelisahan citra pun bertanya " Ada apa sayang?"


" Citra bingung pa" jawab citra


" Bingung kenapa ra?" tanya mama


" Sebentar lagi citra akan ada pertandingan, tapi.." jawab citra tidak melanjutkan kata-katanya


" Tapi kenapa ra?" tanya papa penasaran


" Kaki ku masih sakit pa" jawab citra


" Kaki kamu sakit kenapa ra?" tanya mama


" Tadi mama sebenarnya mau tanya sama kamu, kenapa tadi kamu pulang nya di gendong sama farel ra" lanjut mama


" Aku jatuh ma" jawab citra singkat


" Jatuh dimana?" tanya mama penasaran


" Di jalan ma" jawab citra


" Waktu kamu pergi menemui dokter ridwan ra?" tanya papa

__ADS_1


" Bukan pa, citra jatuh dari motor pa" jawab citra


" Jatuh dari motor?" tanya mama


" Iya ma, tadi di jalan citra menabrak mobil orang" jawab citra


CIIIITTTT!...


Sang papa terkejut dengan jawaban citra pun langsung menginjak pedal rem.


" Astaghfirullahalazim" ucap citra


" Pelan-pelan pa" ucap mama sambil memegang bahu sang suami


" Kamu kecelakaan dimana ra?" tanya papa menoleh kebelakang dengan raut wajah khawatir


" Kamu terluka tidak?" tanya mama sambil menoleh ke belakang


" Kita pergi ke rumah sakit sekarang ya!" ujar papa


" Iya pa, lebih baik kita pergi ke rumah sakit dulu untuk memeriksa keadaan citra terlebih dahulu" jawab mama


" Mama lihat dulu bagian tubuh kamu apa saja yang terluka sayang" ucap mama sambil pindah ke kursi belakang


" Pa! Kaki citra bengkak!" kata mama


" Bengkak?!" papa terkejut mendengar istri nya bilang kalau kaki citra bengkak


" Yasudah, kita ke rumah sakit sekarang, kamu tahan sebentar ya" ucap papa


Citra bingung harus berbuat apa agar orang tua nya tidak khawatir.


" Pa, ma citra baik-baik saja" ucap citra


" Tapi kaki kamu bengkak ra!" ujar mama


" Kaki citra cuman terkilir saja kok ma" jawab citra


" Terkilir bagaimana ra, jelas-jelas kaki kamu bengkak ra" ucap mama


" Kaki citra bisa bengkak seperti ini karena tadi citra lari ma" ucap citra


" Lari? Maksud kamu?" tanya mama


" Tadi di dekat rumah oma, citra melihat oma terus saat citra mendekat oma menjauh jadi, citra lari untuk mengejar oma " jawab citra menjelaskan kenapa kaki nya bisa bengkak


" Kita tetap ke rumah sakit untuk mengecek kaki kamu" ucap papa


" Tidak perlu pa, tadi citra sudah di bawa ke rumah sakit sama vito " ucap citra


" Vito??" kata mama terkejut


" Iya ma, sama vito" ucap citra


" Kok bisa vito yang mengantar kamu ke rumah sakit ra?" tanya papa


" Sebenarnya, mobil yang citra tabrak tadi itu mobil nya vito pa" jawab citra


" Syukurlah kalau kamu sudah di bawa ke rumah sakit oleh vito ra" ucap papa


" Yasudah, karena kamu sudah di bawa ke rumah sakit oleh vito, kita sekarang pulang" lanjut papa


" Iya pa" jawab citra dan mama bersama

__ADS_1


Mereka pun langsung kembali ke rumah.


__ADS_2