Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 241


__ADS_3

" Liontin itu!?" batin vito.


Vito sangat terkejut saat melihat liontin yang di perlihatkan oleh citra.


" Kenapa liontin itu sangat mirip dengan yang aku berikan kepada anak perempuan waktu itu ya? Atau jangan-jangan.." pikir vito.


" Ra, aku boleh meminjam liontin itu tidak?" tanya vito ragu-ragu takut citra tidak mengijinkan.


Citra langsung menganggukkan kepala sambil menjawab " Iya, boleh mas".


" Tunggu sebentar ya mas" ucap citra sambil melepaskan liontin tersebut.


Vito hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


" Ini mas liontin nya" kata citra sambil memberikan liontin tersebut.


Vito langsung menerima liontin tersebut dan dia melihat liontin itu dengan teliti untuk memastikan jika liontin tersebut memang milik nya yang pernah dia berikan untuk anak perempuan yang sangat tomboi yang pernah dia temui saat dia masih kanak-kanak.


" Ya, ini adalah liontin milik ku" batin citra.


Untuk lebih jelasnya vito langsung bertanya kepada citra " Ra, kamu tahu nama laki-laki yang memberikan liontin ini tidak?"


Citra menggelengkan kepalanya sambil menjawab " Tidak tahu mas, soal nya dia tidak memberitahu namanya "


" Memang kenapa mas?" tanya citra bingung.


" Mas vito kenal dengan laki-laki itu?" tanya citra.


" Laki-laki itu adalah aku ra" kata vito.


" Apa mas!? Jadi laki-laki itu adalah mas vito!!" citra pura-pura terkejut.


" Iya ra, laki-laki itu adalah aku ra" jawab vito.


" Serius mas, laki-laki itu adalah mas vito?!" ucap citra sambil duduk.


" Iya ra" jawab vito sambil menganggukkan kepala.


" Jadi, kamu adalah gadis kecil tomboi yang pernah tolong saat masih kecil?!" ujar vito antusias.


Mendengar itu citra langsung menganggukkan kepalanya.


Melihat citra menganggukkan kepalanya, vito langsung duduk lalu memeluk citra dengan erat.


" Kamu tahu tidak ra, selama ini aku sudah salah orang" ucap vito sambil melepaskan pelukannya.


" Maksud nya mas?" tanya citra tidak mengerti maksud ucapan vito.


" Soalnya dahulu aku pernah mengira angel adalah gadis tomboi yang pernah aku tolong, eh! Tetapi ternyata bukan" jawab vito.


" Jadi, mas vito pacaran dengan angel itu bukan karena mas vito citra dengan dia tetapi, karena mas vito mengira angel itu adalah aku?!" ucap citra tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


" Iya ra" jawab vito sambil menganggukkan kepala.

__ADS_1


" Kok bisa mas. Bagaimana ceritanya?" tanya citra penasaran.


" Waktu itu, setelah aku memberikan liontin ini untuk kamu aku langsung pergi, terus beberapa minggu kemudian aku datang ketempat itu lagi, tetapi aku tidak ketemu dengan kamu" jawab vito menjelaskan.


Citra hanya mengangguk-anggukan kepala sambil mendengarkan jawaban dari vito.


" Dua minggu setelah mas vito pergi, aku di bawa pulang ke rumah papa dan mama, soal nya farel ikut orang tua nya pergi. Jadi, aku di ajak pulang ke rumah papa oleh oma" ujar citra.


" Terus, mas vito bisa mengira kalau angel itu aku bagaimana mas?" tanya citra penasaran.


" Waktu itu ada orang suruhan aku yang memberitahu jika di tempat itu ada seorang wanita yang saat dia kecil, dia di panggil caca" jawab vito.


" Terus??" tanya citra sambil memiringkan kepalanya.


" Karena aku tidak tahu nama kamu siapa dan aku juga tidak begitu jelas saat farel memanggil nama kamu. Jadi, aku percaya saja dengan orang itu" jawab vito.


" Terus, mas vito cari wanita itu terus mas vito pacaran dengan wanita itu sampai-sampai mas vito bucin parah. Kan?!" ujar citra.


Vito hanya menganggukkan kepalanya.


" Terus, mas vito mengetahui jika angel itu bukan aku darimana mas?" tanya citra penasaran.


" Kapan ya? Aku lupa ra!" kata vito garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


" Sudah lah! Tidak perlu di bahas lagi, karena sekarang aku sudah menemukan gadis tomboi itu!" ujar vito sambil memegang tangan citra.


" Mas vito tahu tidak? Aku itu sebenarnya sudah mengetahui kalau mas vito itu adalah anak laki-laki yang memberikan liontin untuk aku, saat viona menunjukkan barang yang pernah aku berikan kepada mas vito untuk kenang-kenangan!" ujar citra.


" Serius ra?! Kenapa kamu tidak mengatakan nya kepada ku ra jika kamu adalah gadis tomboi itu!" vito terkejut mendengar ucapan citra.


Vito memeluk citra dengan hangat dan berkata " Aku itu bahagia sekali ra, karena aku bisa menikah dengan kamu yang ternyata kamu adalah gadis tomboi yang aku cari-cari selama ini ra".


" Aku juga senang mas karena aku bisa menikah dengan kamu! Yang awalnya aku hanya berpura-pura menjadi kak devina dan menikah dengan mas vito, tapi sekarang aku sudah menikah dan resmi menjadi istri mas yang sah" ucap citra sambil membalas pelukan hangat dari sang suami.


" Tapi, aku mau meminta maaf ya mas" ucap citra merasa bersalah.


" Meminta maaf untuk apa ra?" tanya vito bingung.


" Karena aku belum bisa memenuhi kewajiban aku sebagai seorang istri mas" jawab citra merasa bersalah.


" Tidak apa-apa ra, aku akan bersabar menunggunya ra" ucap vito sambil melepaskan pelukannya.


" Aku jadi merasa bersalah mas, kan tujuan kita datang ke sini kan untuk honeymoon tapi aku malah masih belum bisa memenuhi kewajiban aku sebagai seorang istri" ucap citra sedih.


" Kamu tidak boleh sedih, meskipun kita belum bisa melakukan hubungan suami istri di saat kita honeymoon, kita kan masih bisa melakukan nya di rumah ra dan tidak perlu khawatir akan di dengar oleh siapapun ra" kata vito mencoba menghibur citra.


Mendengar itu citra pipi citra langsung memerah.


" Iih! Mas vito bicara begitu, membuat orang malu saja" gumam citra.


" Aduh!! Jangan-jangan sekarang wajah ku merah seperti tomat, karena perkataan dari mas vito tadi" batin citra.


Vito yang melihat wajah sang istri memerah pun terus saja menggoda nya.

__ADS_1


" Bagaimana kalau besok pagi kita mandi bersama ra?!" ujar vito.


" Tidak mau!!" sarkas citra.


" Kenapa? Kok tidak mau ra?" tanya vito bingung.


" Mas vito bicara seperti itu karena mas vito mau mencari kesempatan untuk pegang-pegang kan?!" kata citra.


" Kok kamu bisa tahu sih ra?" tanya vito.


" Ya aku tahu lah mas!!" jawab citra.


" Apa isi otak mesum kamu itu mas" lanjut citra dalam hati


" Sebenarnya kalau kamu mau aku bisa kok melakukan nya sekarang tanpa harus menunggu kita mandi bersama ra" ucap vito dengan suara menggoda.


Hal itu membuat citra bergidik ngeri, citra pun langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


" Kamu kenapa menutupi seluruh tubuh kamu dengan selimut ra?" tanya vito bingung.


" Aku mengantuk, aku mau tidur mas" jawab citra.


" Mas vito jangan berbuat macam-macam!! Kalau sampai mas vito berbuat macam-macam aku tidak akan mau di ajak begituan dengan mas vito, titik!!" ancam citra.


" Huh! Semoga mas vito tidak berbuat macam-macam malam ini, karena aku tidak mau mas vito melihat wajah ku yang merah seperti tomat karena malu!" ucap citra dalam hati


Vito yang melihat dan mendengar nya pun tersenyum puas karena dia sudah berhasil membuat sang istri tersipu malu.


Vito pun ikut merebahkan tubuhnya di samping citra dan langsung memeluk tubuh citra, citra yang merasakan tubuhnya sedang di peluk oleh vito, dia berusaha untuk menjauh dari vito.


Vito yang menyadari hal itu pun langsung berbisik " Jika kamu bersikap seperti itu maka aku akan benar-benar akan melakukan apa yang aku ucapkan tadi ra".


Citra yang mendengar nya pun langsung tidak berani bergerak sedikit pun.


Vito yang tidak merasakan pergerakan citra pun langsung tersenyum puas, karena lagi-lagi dia sudah berhasil membuat citra tersipu malu.


" Ra, selimut nya di buka dong! Nanti kamu bisa sesak napas loh jika kamu tidur seperti itu!" bujuk vito.


" Tidak mau!" sarkas citra.


" Kenapa ra?" tanya vito bingung.


" Nanti kalau aku buka selimut nya, yang ada nanti mas vito berbuat macam-macam!" jawab citra.


" Kamu tenang saja ra, aku tidak akan berbuat macam-macam kok! Kamu buka selimut nya ya" ucap vito lirih.


" Janji?!" kata citra.


" Iya ra, aku janji" jawab vito.


Mendengar itu, citra dengan perlahan membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.


" Aku tidak akan berbuat macam-macam kok ra, aku hanya ingin tidur sambil memeluk kamu saja" kata vito.

__ADS_1


Vito pun langsung memeluk citra, dan tidak lama kemudian vito langsung memejamkan mata sambil terus memeluk citra, sedangkan citra mulai memejamkan mata nya karena dia juga sudah mulai merasa mengantuk.


__ADS_2