Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 178


__ADS_3

" Kamu salah ra" kata vito.


" Maksud anda bicara seperti itu apa pak?" tanya citra bingung.


" Sebenarnya saya sudah putus dengan wanita itu ra" jawab vito


" Apa pak?? " citra terkejut saat mendengar jawaban vito.


" Kok bisa? Bukan nya anda itu sangat mencintai kekasih anda pak?!" tanya citra tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh vito.


" Iya memang aku pernah sangat mencintai wanita itu, tapi sebelum dia ketahuan selingkuh ra" jawab vito.


Citra hanya mengangguk-angguk.


" Yang sabar ya pak! Masih banyak wanita yang lebih cantik daripada mak lampir itu" ujar citra sambil menepuk bahu vito.


" Sebenarnya aku itu juga tidak setuju jika anda berpacaran dengan mak lampir itu pak!" imbuhnya.


" Mak lampir??" kata vito dengan ekspresi wajah bertanya-tanya.


Citra hanya menganggukkan kepalanya.


" Siapa yang kamu maksud dengan mak lampir ra??!" tanya vito penasaran.


" Mantan kekasih anda" jawab citra santai.


" Mantan kekasih ku??!" batin vito.


" Apa jangan-jangan yang dia maksud itu angel?!" pikir vito.


" Mantan kekasih saya yang kamu maksud itu angel ra?" tanya vito.


" Iya" jawab citra sambil menganggukkan kepalanya.


" Memang nya siapa lagi kalau bukan dia?! Aku kan tidak kenal dengan mantan anda yang lain!" ujar citra.


Ppffttt!!.... Hahahahhaha!!!!


Tawa vito pecah saat mendengar ucapan citra yang mengatakan jika mak lampir adalah angel.


Citra menatap kearah vito dengan ekspresi terheran-heran mendengar vito tertawa sangat keras.


" Orang ini kenapa sih? Apa jangan-jangan dia kerasukan setan ya!" ujar citra dalam hati.


" Aduh! Kalau manusia kutub benaran kerasukan setan, bagaimana ya?!" batin citra.


Citra memberanikan diri untuk bertanya kepada vito " Pak vito! Anda kenapa?"

__ADS_1


Vito masih terus tertawa, hal itu membuat citra mulai merasa ketakutan.


" Manusia kutub! Kamu jangan membuat aku takut dong!" kata citra dengan nada seperti orang yang sedang ketakutan.


Mendengar itu, vito langsung melihat ke arah citra dan dia terkejut saat melihat wajah citra seperti orang yang sedang ketakutan.


Vito pun langsung berhenti tertawa, lalu berkata " Maaf! Sudah membuat kamu ketakutan ra".


" Saya baik-baik saja, saya tidak kerasukan setan seperti yang kamu katakan ra" ujar vito.


" Saya hanya sedang membayangkan wajah wanita itu, yang seperti mak lampir ra!" lanjut citra.


" Ternyata lucu sampai-sampai aku tertawa lepas, dan membuat kamu menjadi ketakutan ra" imbuh nya.


" Jadi, manusia kutub tertawa terbahak-bahak seperti tadi, karena dia sedang membayangkan wajah angel?!" batin citra.


" Tapi, kenapa aku menjadi kesal ya setelah mendengar dia sedang membayangkan wajah angel, hingga dia bisa tertawa seperti tadi!!" ucap citra dalam hati.


" Aku kan bukan siapa-siapa nya dia! Aku juga tidak mempunyai hak untuk kesal dan marah kepada dia, jika dia dekat atau bahkan membayangkan wajah wanita lain!" ucap citra dalam hati.


" Meskipun dia tidak bersama mak lampir itu, tapi sekarang dia sudah memiliki kekasih baru ra" kata citra dalam hati.


" Jadi, mulai sekarang kamu harus menjaga jarak dengan manusia kutub itu ra! Agar tidak ada hati yang tersakiti ra!" ucap citra dalam hati.


Vito yang melihat citra diam saja membuat vito merasa bersalah karena dia sudah membuat citra ketakutan.


" Ra, kamu kenapa?" tanya vito dengan nada lembut.


Citra terkejut saat tangan nya di pegang oleh vito.


" Hm! Ada apa?!" tanya citra terkejut.


" Are you okay?" tanya vito mengulangi pertanyaannya tadi.


" Iya, aku baik-baik saja" jawab citra.


" Memang nya aku kenapa" tanya citra bingung.


" Aku harus menjaga jarak dengan dia, lebih cepat lebih baik! Agar tidak ada hati seorang wanita yang tersakiti!" ucap citra dalam hati


Citra sudah membulatkan tekad nya untuk menjaga jarak dengan vito, agar tidak ada hati seorang wanita yang tersakiti karena dia.


" Kamu dari tadi diam saja, seperti orang ketakutan ra" jawab vito.


" Masa sih? Perasaan tidak! Aku biasa saja kok" ucap citra bohong.


" Sejujurnya, aku lebih takut saat tadi kamu kesakitan, bukan saat kamu seperti tadi!" ucap citra dalam hati.

__ADS_1


Vito hanya menganggukkan kepalanya.


" Sudahlah! Jangan di bahas lagi!" kata citra.


" Sekarang bagaimana? Perut nya masih sakit tidak pak?" tanya citra.


" Masih sakit sedikit ra" jawab vito.


" Anda mau pulang atau ke rumah sakit?" tanya citra.


" Saya tidak mau pergi kemana pun, sebelum kamu memasak makanan untuk saya!" ujar vito tegas.


" Tapi aku sudah capek, dan ingin istirahat karena besok aku masih ada kegiatan di kampus pak!" jawab citra.


" Saya tidak mau tahu! Pokoknya kamu harus memasak makanan untuk saya!" kata vito.


" Kalau kamu tidak mau memasak makanan untuk saya, saya tidak akan pernah mau pergi dari sini!!" ucap vito tegas.


" Aduh! Aku harus mencari alasan apa ya, biar manusia kutub mau pergi!" pikir citra.


" Bagaimana kalau aku memasak makanan untuk anda besok saja pak!?" ujar citra memberikan solusi.


" Saya tidak mau!!" kata vito tegas.


" Kalau kamu tidak memasak makanan untuk saya malam ini, saya tidak akan makan sampai kamu memasak makanan untuk saya besok!!" ancam vito.


Mendengar ancaman vito, citra kembali berpikir " Kalau manusia kutub tidak makan sampai besok aku memasak makanan untuk dia, yang ada dia akan masuk rumah sakit dong!!".


" Kalau manusia kutub masuk ke rumah sakit, aku juga yang akan susah!" batin citra.


" Meskipun aku seorang dokter, tapi aku juga tidak bisa menjaga dia selama 24 jam kan!" ucap citra dalam hati.


" Seperti anak kecil, pakai mengancam segala!" ucap citra dalam hati.


Huft!!


Citra menghela napas berat, lalu dia berkata " Yasudah! Aku memasak makanan untuk anda, tetapi saya akan memasak makanan yang cocok untuk kondisi perut anda saat ini!".


" Iya tidak masalah, apapun yang kamu masak pasti akan saya makan semua nya!" jawab vito sambil tersenyum.


Setelah mendengar jawaban dari vito, citra langsung pergi ke dapur kafe tersebut untuk membuatkan makanan untuk vito.


Sesampainya di dapur, citra langsung mencari bahan-bahan masakan yang akan dia masak untuk vito.


" Kenapa sih! Dia keras kepala sekali!" ucap citra mengingat ucapan vito.


" Padahal kan aku hanya ingin menjaga jarak dengan dia, agar tidak ada hati seorang wanita yang tersakiti karena aku!" ujar citra sambil mengaduk-aduk masakan nya.

__ADS_1


" Pokoknya! Aku harus bisa membuat dia segera pulang ke hotel tempat dia menginap! Tapi bagaimana cara nya ya?"!" kata citra.


Tanpa terasa masakan nya sudah siap untuk di sajikan, citra langsung memindahkan masakan nya ke dalam mangkuk dan langsung membawa nya ke vito.


__ADS_2