
Setelah selesai makan malam devina langsung mengikuti papa nya ke ruang kerja, dia takut papa nya akan marah jika dia tidak menuruti perintah nya.
" Masuk!" Ucap papa
Devina pun langsung ikut masuk kedalam.
" Duduk!" Kata papa setelah mereka sampai di ruang kerja.
Devina langsung menuruti perintah papa nya.
" Sebenarnya maksud kamu apa tadi mengancam adik kamu?!" tanya papa
Devina terkejut dengan pertanyaan papa nya.
" Awas kamu ra, berani-beraninya kamu mengadu ke papa!" gumam devina sambil mengepalkan tangan
" Maksud papa apa? Aku mengerti pa?" tanya devina pura-pura tidak tahu.
" Kamu jangan pura-pura tidak tahu devina! Karena tadi papa sudah mendengar pembicaraan antara kamu dan citra!" ujar papa tegas.
" Jadi, tadi papa ada disana!" batin devina
" Sial!" umpat devina
" Kenapa diam!" bentak papa
" Jawab devina! Kenapa tadi kamu mengancam adik kamu?!" geram papa
Devina hanya diam saja, hal itu membuat sang papa menjadi geram dengan sikap devina.
" Apa karena papa dan mama sekarang menyayangi adik kamu tidak seperti dulu?" tanya papa
" Jadi, kamu iri dengan adik kamu! Asal kamu tahu dari kecil adik kamu tidak pernah mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari papa dan mama itu semua karena keegoisan kamu!" ujar papa
" Seharusnya kamu itu berterimakasih pada adik kamu, kalau bukan karena dia mungkin sekarang papa ada di dalam penjara! Dan itu semua gara-gara kamu!!" lanjut papa
" Pokoknya papa tidak mau tahu, mulai sekarang kamu harus tinggal dengan suami kamu! Kalau kamu tidak mau papa akan melaporkan pacar kamu ke polisi. Kamu mengerti!!" ancam papa
" Iya pa, devina mengerti" jawab devina tidak berarti menatap mata papa nya.
" Kamu boleh keluar!" ucap papa mempersilahkan devina untuk keluar.
Baru saja melangkahkan kaki beberapa langkah, papa sudah berkata " Tunggu!"
Devina sudah sangat senang karena papa nya menyuruh dia untuk berhenti.
" Pasti papa mau minta maaf karena tadi sudah marah-marah sama aku" batin devina
" Pada akhirnya aku lah pemenang nya!" ucap devina dalam hati.
" Iya ada apa pa?" tanya devina sambil membalikkan badan.
" Kamu harus ingat! Jangan sampai vito mengetahui kalau kamu pernah hamil!" ucap papa
" Memang nya kenapa kalau dia tahu pa?" tanya devina
" Kalau sampai vito mengetahui kalau pernah hamil apalagi aborsi, kamu tanggung sendiri resiko nya!" jawab papa sambil pergi meninggalkan devina di ruang kerja nya.
__ADS_1
" Ternyata papa hanya mau bilang seperti itu, aku kira papa akan minta maaf karena tadi sudah marah-marah sama aku!" kesal devina
Devina pergi ke kamar nya dan langsung mengunci pintu kamar nya.
Pagi hari nya citra bangun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena dia hari ini ada kuliah pagi.
Dengan langkah kaki pelan citra pergi ke ruang makan untuk sarapan pagi bersama keluarga.
" Pagi pa! Ma!" sapa citra
" Pagi juga sayang" jawab papa mama bersama.
" Kok kamu sudah rapi sayang, memang kamu mau pergi kemana?" tanya mama
" Mau berangkat ke kampus ma, soalnya citra ada kuliah pagi" jawab citra sambil duduk
" Kamu mau berangkat ke kampus ca? Memang kaki kamu sudah sembuh?" tanya farel yang baru datang bersama teman-temannya.
" Sudah mendingan rel, tidak seperti kemarin " jawab citra.
Setelah semua orang berkumpul mereka pun langsung mulai makan.
" Pa! Kalau citra pindah ke luar negeri saja bagaimana ?" tanya citra di sela-sela makan
Uhuk uhuk
Mendengar pertanyaan citra membuat papa nya tersedak makanan.
" Minum dulu pa!" kata mama sambil memberikan air minum
" Citra tadi tanya kalau citra pindah ke luar negeri bagaimana pa" jawab citra
" Kenapa harus ke luar negeri sayang?" tanya mama terkejut
" Dan kenapa mendadak kamu mau pindah?" lanjut mama
" Kenapa citra memilih pindah ke luar negeri dan tidak ke luar kota saja, itu karena dari dulu citra pingin kuliah di luar negeri ma" jawab citra
" Sebenarnya sudah lama aku pingin pindah tapi, waktu itu aku masih sering ikut pertandingan dan juga aku masih bisa meninggalkan oma sendiri di sini" ucap citra
" Karena sekarang citra sudah jarang ikut pertandingan dan oma juga tidak ada jadi, citra mau pindah saja. Ini juga karena keinginan oma" lanjut citra
" Memang sudah di pikirkan secara matang-matang ra?" tanya papa
" Insyaallah sudah pa" jawab citra
"Daripada papa dipenjara lebih baik, aku pergi jauh supaya kak devina tidak terus mengancam aku!" batin citra
" Huh! Yasudah, nanti papa akan membantu mengurus surat pindah kamu!" ujar papa
" Tidak perlu pa, semuanya sudah di urus oleh bang ridwan pa" jawab citra sambil menendang kaki dokter ridwan
" Dokter ridwan, apa benar semua nya sudah di urus sama kamu?" tanya papa
Dokter ridwan bingung harus menjawab apa karena dia sama sekali tidak mengetahui kalau citra akan pindah ke luar negeri.
" Bang! Papa tanya tuh, jawab dong jangan diam saja!" ucap citra sambil memberi kode kepada dokter ridwan supaya membuka handphone nya.
__ADS_1
Dokter ridwan pun langsung membuka handphone nya, lalu berkata " Iya om, tapi masih ada beberapa hal yang belum sempat ridwan urus, karena di rumah sakit sedang banyak pasien om".
" Yasudah, kalau perlu bantuan papa kamu tinggal bilang saja sama papa ya ra" ucap papa
" Iya pa" ucap citra sambil tersenyum.
" Tapi, kamu berangkat nya bulan depan supaya kaki kamu sembuh dulu" kata papa
" Iya pa" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
" Ca, kamu serius mau pindah ke luar negeri?" tanya farel
" Iya rel, memang kenapa?" tanya citra
" Percuma dong aku pindah ke sini, kalau kamu nya malah pergi ke luar negeri!" kesal farel.
" Ya aku minta maaf rel, soalnya aku tidak tahu kalau kamu mau pindah ke sini" ucap citra sambil memegang tangan farel
" Jangan marah dong rel!" bujuk citra
" Yasudah, bagaimana kalau kamu ikut aku saja
supaya kita bisa bersama terus!" ucap citra sambil mengedipkan mata
" Boleh juga ide nya citra rel, jadi om dan tante tidak perlu khawatir lagi, karena ada kamu disana yang menemani citra " ucap mama.
" Tapi kan pekerjaan farel ada di sini tante!" ucap farel
" Yasudah! Kalau kamu mau ikut yasudah, tidak perlu merajuk seperti anak kecil saja!" sindir citra
" Iya maaf ca, aku kan cuman merasa kesepian saja kalau tidak ada kamu ca" ucap farel
" Lebay kamu rel!" kata citra
Di saat citra dan farel sedang berdebat bibi datang dengan membawa minuman untuk citra.
" Ini non minuman nya" ucap bibi sambil menaruh minuman nya di atas meja
" Terimakasih ya bu" ucap citra sambil tersenyum
" Iya sama-sama non" jawab bibi
" Bi, kenapa tadi malam pintu kamar atas terkunci ya?" tanya vito
" Kamar yang sebelah mana ya pak?" tanya bibi bingung
" Kamar yang biasanya aku tempati bi" jawab vito
" Karena kamar itu tidak bisa di buka saya jadi tidur di luar" ucap vito
" Kalau kamar nya non devina tidak di kunci kok pak" ujar bibi
" Pintu itu terkunci dari bi tapi, kamar sebelah tidak terkunci" jawab vito
Citra terkejut mendengar jawaban vito, sehingga membuat dia yang sedang minum jadi tersedak.
Uhuk uhuk uhuk....
__ADS_1