Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 173


__ADS_3

" Pak vito mau tidak mengabadikan momen saat ini dengan cara kita foto bersama?!" ajak citra dengan takut.


Vito seperti mendapat angin segar, saat mendengar ajakan dari citra.


Tanpa menunggu lama vito pun langsung menjawab ajakan citra dengan semangat.


" Iya! Saya mau!!" jawab vito sambil tersenyum.


Citra sampai dibuat terkejut dengan jawaban vito.


" Aku kira dia tidak mau, tapi ternyata dia mau" pikir citra.


" Sampai-sampai aku terkejut dengan jawaban nya!!" batin citra.


" Pakaian ku sudah rapi belum ya? Jangan sampai nanti saat foto dengan citra penampilan ku jelek" ucap vito dalam hati sambil merapikan pakaian nya.


Setelah merasa sudah cukup rapi, vito pun tersenyum sambil berkata " perfect!!"


" Ayo ra! Saya sudah siap!" kata vito sambil melihat ke arah citra.


Vito melihat citra satelit diam saja dan belum menyiapkan handphone nya untuk mengabadikan momen tersebut, vito pun menyenggol lengan citra.


Citra terkejut saat lengan nya di senggol oleh vito.


" Ada apa?!" tanya citra bingung.


" Kata nya mau foto, ayo sekarang! Nanti matahari nya keburu terbenam loh!" jawab vito sambil menunjuk ke arah matahari yang hampir terbenam.


" Oh! Iya!" kata citra sambil mengambil handphone nya.


Citra sudah siap dengan handphone nya tapi, saat akan menekan tombol kamera dia melihat rambut vito kurang rapi, lalu dia menghadap ke arah vito sambil berkata " Maaf, rambut nya kurang rapi" sambil merapikan rambut vito.


Saat merapikan rambut vito, citra menyadari ada yang berbeda dari vito.


" Anda potong rambut ya?" tanya citra sambil memperhatikan penampilan vito yang baru.


" Iya, bagus tidak?!" jawab vito.


" Bagus, lebih terlihat rapih daripada sebelumnya" ucap citra sambil menganggukkan kepala.


Vito tersenyum senang karena citra menyukai penampilan nya yang baru.


" Alhamdulillah, ternyata dia menyukai penampilan ku yang baru" ucap vito dalam hati.


" Sudah siap, aku hitung 1 sampai 3 pose ya! 1,2,3!" ucap citra.


CEKREK!! ....


Suara kamera handphone, mereka berfoto dengan berbagai gaya.


Setelah selesai berfoto, mereka berdua langsung pergi meninggalkan tempat itu untuk mengisi perut mereka berdua yang sudah mulai keroncongan.


Mereka pergi ke restoran yang di pilih oleh vito untuk makan malam bersama, sesampainya di restoran tersebut mereka langsung memesan makanan.


" Ra, saya pergi ke toilet sebentar " ucap vito.


Citra menganggukkan kepalanya sambil berkata " Iya".


Setelah mendengar mendapatkan ijin dari citra, vito langsung pergi.


Tidak lama setelah vito pergi pesanan mereka datang.

__ADS_1


" Thank you" ucap citra sambil tersenyum kepada pelayan tersebut.


Pelayan tersebut hanya tersenyum dan mengangguk.


Setelah pelayan itu pergi, citra mengambil handphone nya untuk melihat pesan yang di kirim oleh farel.


Disaat citra sedang membalas pesan dari farel, tiba-tiba....


Drrrttt... Drrrrtttt....


Citra mendengar suara handphone bergetar, dia pun mencari sumber suara nya, dan dia melihat ada handphone di atas meja.


Dan saat citra akan mengambil handphone itu, handphone itu sudah berhenti bergetar.


" Ini handphone siapa?" kata citra sambil memegang handphone yang ada di atas meja.


Citra pun membolak-balikkan handphone tersebut, lalu dia berkata " Apa ini handphone nya manusia kutub ya??".


Saat citra akan mengecek handphone tersebut, tiba-tiba handphone itu bergetar lagi.


Karena penasaran citra pun melihat layar handphone tersebut, dan di layar handphone tersebut tertera nama sang penelepon.


Citra terkejut saat melihat siapa yang sedang menghubungi vito.


Citra pun langsung meletakkan handphone tersebut kembali ke tempat semula dia mengambil ya.


" Apa mungkin ini hanya sebuah kebetulan saja atau memang itu adalah orang yang sama?!" ucap citra dalam hati.


" Lalu ada hubungan apa diantara mereka berdua??" citra bertanya-tanya dalam hati.


Saat citra sedang sibuk dengan pemikiran nya sendiri, tiba-tiba...


" Maaf ya, kamu jadi menunggu lama" ucap vito sambil duduk.


Tetapi orang yang dia ajak bicara tidak merespon ucapan dan ajakan nya, hal itu membuat vito merasa khawatir.


" Ra! Kamu kenapa?" tanya vito.


Tetapi citra masih tetap diam, vito pun kembali memanggil namanya " Ra, citra!" sambil menyentuh tangan citra.


Citra tersadar dari lamunannya, lalu dia berkata " Iya, ada apa?"


" Kamu kenapa? Kamu sakit?" tanya vito khawatir.


" Aku baik-baik saja" jawab citra.


" Kamu yakin ra?" tanya vito dengan nada khawatir.


" Iya aku baik-baik saja, mari makan" jawab citra memakan makanan.


" Citra kenapa ya? Kenapa dia berubah?" vito bertanya-tanya dalam hati.


Mereka berdua makan tanpa ada percakapan yang ada hanya suara dentingan sendok dan garpu.


Saat mereka sedang makan handphone vito kembali bergetar, vito melihat kearah handphone nya dan hanya membiarkan handphone nya terus bergetar.


Handphone vito terus saja bergetar, hal itu membuat citra karena mendengar suara getaran dari handphone vito.


" Di terima saja panggilan telepon nya, siapa tahu itu penting pak!" kata citra menyuruh vito untuk menerima panggilan telepon di handphone nya.


" Nanti saja, bukan telepon penting" kata vito.

__ADS_1


Baru saja beberapa menit, handphone vito sudah kembali bergetar, citra pun berkata " Aku mau pergi ke toilet sebentar"


Vito belum sempat menjawab, citra sudah pergi.


" Dia kenapa?!" kata vito sambil melihat kepergian citra.


" Kenapa sikap nya berubah!" batin vito.


Saat vito sedang memikirkan sikap citra yang berubah, handphone nya kembali bergetar, vito pun langsung menerima panggilan telepon tersebut.


...* Mode telepon *...


" Halo! Ada apa?" tanya vito setelah menerima panggilan telepon.


" Kamu dari tadi kemana? Kenapa baru menerima telepon dari ku?!" ujar seseorang.


" Aku sedang dinner dengan seseorang, tapi gara-gara kamu dia sikap nya berubah!" jawab vito kesal.


" Dinner?? Serius? Aku tidak percaya?!" kata seseorang tersebut.


" Jadi, kamu tidak percaya kalau aku sedang dinner dengan seseorang?" tanya vito.


" Tidak!" jawab seseorang tegas.


" Nanti aku kenalkan dengan seseorang yang aku dinner dengan ku" kata vito.


" Kenapa nanti? Sekarang saja, aku penasaran wanita mana yang bisa membuat kamu menjadi seperti ini!" kata seseorang melalui sambungan telepon.


" Sekarang dia sedang pergi ke toilet" kata vito singkat.


" Pasti itu hanya alasan kamu saja kan, padahal kamu sedang meeting dengan klien!" ucap seseorang tersebut.


" Kamu tunggu sampai wanita itu kembali kamu pasti akan terkejut karena dia itu lebih cantik dari kamu!" ujar vito.


" Oke! Aku tunggu!" kata seseorang tersebut.


" Tapi kenapa dia pergi ke toilet nya lama ya!" kata vito khawatir sambil melihat kearah citra tadi pergi.


Mendengar sepupu nya seperti khawatir, orang itu pun langsung bertanya " Ada apa?".


" Sudah dulu ya, aku mau mencari seseorang dulu!" kata vito.


" Seseorang siapa?" tanya seseorang.


" Orang yang aku ajak dinner, dia sudah lama pergi ke toilet tapi sampai sekarang belum kembali juga, aku khawatir dia kenapa-kenapa" jawab vito dengan nada khawatir.


Tanpa menunggu persetujuan dari lawan bicara nya di sambungan telepon, dia langsung mengakhiri sambungan telepon secara sepihak.


Vito langsung pergi ke toilet untuk mencari keberadaan citra, sudah hampir 15 menit dia menunggu citra di depan toilet tapi citra belum juga keluar, hal itu membuat vito semakin khawatir.


Vito pun langsung masuk ke dalam toilet tersebut, betapa terkejutnya dia saat melihat di dalam toilet tidak ada siapapun.


Vito langsung kembali dan bertanya kepada pelayan apakah ada yang melihat citra.


Setelah bertanya kepada beberapa orang, akhirnya ada yang melihat citra keluar dari restoran tersebut.


Betapa terkejutnya vito saat mendengar jika citra sudah pergi dari restoran tersebut.


" Kamu kenapa pergi meninggalkan aku ra?!" ucap vito dalam hati.


Vito pun langsung pergi ke resepsionis untuk membayar makanan nya.

__ADS_1


Setelah itu dia langsung pergi untuk mencari citra.


__ADS_2