My Perfect Husband

My Perfect Husband
BAB 122 Syukuran


__ADS_3

Melihat Ayahnya datang, Sheena pun segera menyapanya dan memberikannya pelukan.


''Akhirnya Ayah datang juga.''


''Sheena, kamu cantik sekali, Nak. Ayah hampir tidak mengenalimu.'' Kata Pak Damar dengan penuh rasa haru.


''Ayah hari ini juga tampan sekali.'' Puji Sheena seraya melepaskan pelukannya.


''Hai Bu. Bagaimana kabar Ibu?'' sapa Sheena seraya memeluk Bu Lian.


''Ibu, baik. Kamu cantik sekali.'' Puji Bu Lian dengan senyum palsunya.


''Ibu juga sangat cantik.'' Balas Sheena.


''Hai Kak Sheena. Kak Sheena cantik sekali. Mulai dari atas sampai bawah sempurna sekali. Enak sekali ya hidup Kak Sheena sekarang, aku masih begini saja tidak ada kemajuan.'' Celetuk Sinta dengan penuh rasa iri.


''Sinta, jaga sikapmu!" sahut Pak Damar dengan suara sedikit meninggi.


''Pak Damar, selamat datang.'' Sapa Tuan Darwin. Mereka semua lalu saling bersalaman. Saat menjabat tangan Arthur, Sinta enggan melepaskannya. Sinta terpesoja dengan ketampanan Arthur malam itu. Arthur lalu mengedipkan matanya pada Belinda, hendak meminta bantuan supaya Sinta melepaskan genggamannya.


''Maaf Nona, lepaskan tanganmu. Dia milikku!" kata Belinda sambil merebut paksa tangan Arthur. Arsen dan Sheena mengernyit tak percaya dengan pengakuan Belinda. Bahkan kedua orang tua mereka pun merasa terkejut.


''Arthur-Belinda, apakah sudah sejauh itu hubungan kalian?'' tanya Nyonya Dira. Arthur dan Belinda hanya meringis tanpa memberikan jawaban.


''Wah, sepertinya ada pasangan baru juga nih, Pak. Perjodohan yang sempurna.'' Sahut Nyonya Sofi.


''Sialan! Kenapa sih mereka yang kaya harus dengan kaya? Sementara yang miskin selalu saja dengan yang miskin. Aku juga ingin hidup enak seperti Kak Sheena. Dan gadis yang di samping Kak Arthur itu sangat menyebalkan sekali.'' Sinta merutuk dalam hati.


Acara hari itupun di mulai. Arthur bersama Sheena menuju stage yang sudah disiapkan bersama dengan Tuan Darwin dan Nyonya Sofi. Nyonya Citra dan Tuan Ifan yang baru saja datang bersama Fandi dan menantunya, Olivia. Terkejut melihat Sheena yang sudah berada di atas stage bersama dengan Tuan Darwin, Nyonya Sofi dan Arthur. Tiba-tiba mata Sheena tertuju dengan sosok yang sudah lama tidak ia jumpa. Sheena melihat Fandi sudah bisa berjalan dan ada Olivia disampingnya.

__ADS_1


''Fandi,'' gumam Sheena dalam hati. Arsen memperhatikan, Sheena tampak tidak fokus dan tatapannya seperti kosong. Arsen lalu menoleh kebelakang dan terkejut melihat Fandi yang turut hadir. Nyonya Citra sendiri hanya mendapat undangan yabg bertuliskan syukuran saja jadi ia memutuskan mengajak anak serta menantunya, yang baru tiba dari luar negeri. Arthur juga sangat terkejut melihat kedatangan keluarga Fandi. Arthur melirik kearah Sheena yang begitu terkesiap melihat kedatangan mantan kekasihnya. Arthur lalu merangkul bahu Sheena sambil berbisik.


''Sheena, apa yang kamu lihat? Dia hanya masa lalumu. Lihatlah Arsen yang duduk tenang disana melihatmu.''


Mendengar ucapan Arthur, Sheena lalu melempar pandangannya pada Arsen yang tersenyum kepadanya. Sheena lalu membalas senyum dari Arsen.


''Para hadirin yang begitu saya hormati, saya berdiri disini ingin memperkenalkan seseorang yaitu putri kandung saya, Alsheena Kiara Putri Winata. Seorang putri kecil kami yang kami anggap sudah tiada, ternyata Tuhan masih menjaganya hingga detik ini. Semua ini karena sosok seorang malaikat, yang selama ini telah merawat putri kami dengan tulus dan penuh kasih sayang. Pak Damar, kemarilah.'' Kata Tuan Darwin. Pak Damar malu sekali namun Sheena memberikan senyumnya pada Ayahnya. Pak Damar dengan ragu-ragu naik keatas panggung.


''Beliau ini lah yang telah menemukan serta merawat putri saya dengan penuh kasih sayang. Beliau adalah Ayah yang hebat, yang rela mempertaruhkan apapun demi putrinya.''


Semua tamu pun berkasak-kusuk memuji kecantikan Sheena dan memuji kebaikan Pak Damar.


''Pak Damar, di hadapan semua orang saya dan istri saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banykanya atas kebaikan hati anda sekeluarga.'' Kata Tuan Darwin.


''Iya Tuan. Saya sangat tulus menyayangi dan mencintai Sheena. Walau bagaimanapun, saya akan tetap menganggapnya sebagai anak saya.''


''Iya Pak. Sheena adalah putri kita.'' Kata Pak Damar. Mereka berlima kemudian saling merangkul dan memeluk penuh kasih sayang. Momen haru tersebut, membuat para tamu undangan juga merasa sangat terharu. Apalagi dijaman sekarang orang yang tulus dan baik seperti Pak Damar, sudah sangat jarang sekali. Para tamu undangan memberi tepuk tangan yang meriah.


''Apa? Jadi si Sheena itu anak kandung Tuan Darwin? Bagaimana mungkin? Pasti dia menipu.'' Gerutu Nyonya Citra.


''Sudahlah Mah, mau benar atau salah, kita tidak ada urusan dengan Sheena lagi.'' Kata Tuan Ifan.


''Oliv, bukankah gadis itu yang berada di rumah sakit?'' tanya Fandi yang masih hilang ingatan.


''Iya, Fan. Dia adalah anak kandung Tuan Darwin, rekan bisnis Papa dan Mama.'' Kata Olivia. Fandi hanya mengangguk saja sambil memperhatikan Sheena dari jauh.


''Dan ada satu hal lagi yang ingin saya umumkan, bahwa bulan depan kami akan menggelar pesta pernikahan antara putri saya Sheena, dengan putra Tuan Keenan, Arsenio Kendrick Dirgantara.'' Kata Tuan Darwin. Semua memberikan tepuk tangan yang meriah.


''Menantuku, kemarilah.'' Pinta Tuan Darwin. Arsen memberikan senyumnya lalu berjalan kearah panggung.

__ADS_1


''Tentu saja, wajah tampan ini sudah tidak asing untuk para hadirin disini. Muda, tampan, berbakat dan pengusaha yang sukses ini, adalah menantuku.'' Kata Tuan Darwin. Tuan Darwin lalu meminta Arsen dan Sheena untuk berdiri bersebelahan. Para tamu pun kasak-kasuk mengatakan bahwa Arsen dan Sheena pasangan yang sangat serasi sekali.


''Oh ya sebenarnya ada kabar baik lagi yang ingin saya sampaikan, mengenai perjodohan putra pertama saya Arthur dengan putri bungsu Tuan Keenan, Belinda.'' Mende gar Tuan Darwin mengumumkan hal itu. Arthur dan Belinda melotot tidak percaya.


''Papa, ini apa-apaan?'' gumam Arthur dengan kesalnya.


''Mah-Pah, apa maksud Om Darwin?'' bisik Belinda pada Papa dan Mamanya.


''Maksud apa, Bel?'' tanya Nyonya Dira.


''Ya itu Mah. Kenapa membuat keputusan seperti itu? Belinda kan sudah punya pacar.''


''Bel, pacarmu tidak baik. Mama mu sudah menyelidikinya.'' Sahut Tuan Keenan.


''Belinda sayang, kemarilah nak!" kata Tuan Darwin.


''Dan Nyonya Dira juga Tuan Keenan mari kita berkumpul diatas panggung ini.'' Sambung Tuan Darwin. Arthur dan Belinda tidak bisa berkutik mendengar pengumuman tanpa persetutuan mereka berdua. Semua tamu pun bertepuk tangan untuk kabar bahagia itu. Tuan Darwin bersama Tuan Keenan pun saling berpelukan.


''Wah, dua perusahaan raksasa ini bersatu.'' Gumam Tuan Ifan.


''Papa ini apaan sih.'' Kesal Nyonya Citra.


''Tahu begini, kita selidiki Sheena dulu Mah. Perusahaan Tuan Darwin bukan kaleng-kaleng lho Mah.'' Bisik Tuan Ifan.


''Nasi sudah menjadi bubur. Sudahlah, Olivia juga baik.'' Kata Nyonya Citra menahan kesalnya.


''Pertunangan antara Belinda dan Arthur akan kami gelar secepatnya tapi tentu saja setelah Arsen dan Sheena menikah terlebih dahulu. Senang sekali kami bisa membagi kabar bahagia ini kepada kalian semua. Kami memohon doa tulus dari kalian, semoga semuanya berjalan lancar.'' Kata Tuan Darwin malam itu. Tuan Keenan dan Nyonya Dira, sebelumnya mereka memang sudah sepakat dengan Tuan Darwin dan istrinya, akan mengumumkan perjodohan antara Arthur dan Belinda di hari syukuran ini tanpa sepengetahuan mereka. Arthur dan Belinda pada hari itu, benar-benar terkejut dan tidak bisa menolaknya di depan umum.


"Apa Kak Arthur akan di jodohkan dengan gadis menyebalkan itu? Enak sekali nasib mereka." Sinta merutuk dalam hati penuh rasa iri

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2