My Perfect Husband

My Perfect Husband
BAB 182 Berkumpul


__ADS_3

Dan malam itu semua saudara menginap di rumah Arsen. Arsen merasa kesal karena tidak bisa berduaan dengan Sheena. Sheena justru mengajak mereka semua bermain kartu. Siapa yang kalah, wajahnya di coret dengan tepung. Sheena tentu sangat senang karena semuanya bisa berkumpul. Sheena mengajak mereka berkumpul diruang tengah, dengan duduk lesehan diatas karpet.


''Sayang, ayo kamu ikutan main.'' Ajak Sheena pada suaminya yang sedari tadi cemberut.


''Sayang, kamu sedang hamil. Jadi, sudah saatnya untuk tidur.'' Ucap Arsen.


''Ya ampun, ini juga belum jam 9. Mumpung kita semua kumpul. Setelah itu kita karaoke, ayolah sayang.'' Sheena terus berusaha membujuk Arsen.


''Iya Arsen, ayolah. Kita sudah sangat jarang bersama karena kesibukan masing-masing,'' sahut Arthur.


''Ah, pasti hyung takut kalah ya?'' Brian meledek Kakaknya sendiri.


''Siapa yang takut kalah? Begini saja kecil bagiku. Apasih yang tidak bisa aku lakukan.'' Ucap Arsen dengan sombongnya.


''Buktikan Arsen, jangan hanya bicara.'' Sambung Arthur.


''Oke, akan aku buktikan.'' Arsen kemudian ikut duduk di lantai bersama mereka berempat.


''Mmmm sepertinya kurang seru kalau cuma dicoret tepung.'' Sahut Belinda.


''Memangnya kamu mau apa Bel?'' tanya Arsen.


''Yang kalah, harus mentraktir makan yang menang selama seharian full. Kan kelihatan nanti siapa coretan tepungnya yang paling banyak.''


''Eonni, kalau aku atau eonni yang kalah bagaimana? Kita ini kan sedang dalam mode miskin. Yang ada belum satu bulan, kita kelaparan.'' Sahut Brian yang merasa panik dengan permintaan Belinda itu.


''Ya tentunya disesuaikan kemampuanlah.'' Kata Belinda.


''Kemampuan apanya Noona? Ini kita bisa mentraktir tiga orang lho.'' Ucap Brian.


''Aku setuju!" sahut Arsen.


''Boleh juga ide Belinda,'' sambung Arthur.


''Brian, jangan menyerah sebelum perang! Tunjukkan kemampuanmu,'' sahut Sheena.


''Tapi kalau aku kalah bagaimana noona?''


''Sudah tidak apa-apa, nanti Noona bantu.'' Kata Sheena. Ucapan Sheena benar-benar membuat hati Brian menjadi lagi.


''Terima kasih Noona. Noona adalah idolaku.'' Kata Brian seraya memeluk Sheena namun pelukan itu terburu dihadang oleh Arsen.


''Hyung, memeluk noona saja masa tidak boleh,'' protes Brian.


''Tidak boleh! Sudah cepat, ayo kita mulai bermain. Kita bagi menjadi empat babak saja permainan ini, supaya cepat selesai.'' Ketus Arsen.


''Baiklah ayo, siapa takut. Lima sekalian Arsen, nanggung kalau cuma empat.''


''Oke baiklah. Kalau begitu kita suit dulu. Siapa yang kalah, yang mengkocok kartunya.'' Kata Arthur. Dan mereka berempat kemudian suit. Suit pertama, Brian yang mengkocoknya. Brian lalu membagi kartunya. Babak pertama cukup sengit sampai akhirnya babak pertama di menangkan oleh Arthur dan Brian lah yang kalah. Brian mendapat coretan kekalahan pertama. Babak kedua, Brian merasa puas karena Belinda lah yang kalah. Sementara yang pertama kali menang adalah Arsen. Lanjut babak ketiga, Sheena lah yang menang. Sementara yang kalah adalah Arsen. Masuk babak keempat semakin tegang karena Arthur masih belum memiliki coretan di wajahnya. Lagi-lagi babak keempat di menangkan oleh Arthur dan Arsen yang kalah.

__ADS_1


''Hyung, sepertinya kamu yang akan kalah.'' Brian mulai meledek dengan mempermainkan emosi Arsen.


''Kamu yang akan kalah. Arsen si manusia sempurna tak terkalahkan.'' Kata Arsen.


''Hei, lihatlah aku. Wajahku masih bersih. Jadi sudah pasti aku yang paling hebat dan sempurna.'' Kata Arthur.


''Kakak memang hebat. The best!" ucap Sheena sambil mengacungkan dua jempolnya pada Arthur.


''Tentu saja, Sheena. Kakakmu ini memang serba bisa.'' Ucap Arthur.


''Jangan sombong, Arthur.'' Kata Arsen dengan kesal. Dan ini adalah babak terakhir. Semua tampak tegang dan pemenang babak terakhir adalah Arthur. Sementara yang kalah adalah Belinda.


''Yes, im the winner!" seru Arthur. Brian tertawa lebar karena Belinda kalah. Sedangkan Belinda sendiri yang membuat kesepakatan.


''Noona, siapkan uangmu ya?'' Brian begitu puas meledek Kakaknya. Belinda hanya bisa manyun karena dia yang kalah.


''Bel, besok aku ingin bubur ayam ya? Besok pagi kita jalan-jalan ke Dream Land. Kita jogging! Kalau pagi, ada penjual bubur ayam yang mangkal disana.'' Sahut Arsen.


''What? Bubur ayam? Sejak kapan oppa mau bubur ayam di pinggir jalan? Tidak takut debu, polusi udara, kuman dan bakteri juga?'' ucap Belinda yang merasa heran dengan Kakaknya.


''Iya Arsen. Kamu baik-baik saja kan? Tapi aku setuju dengan idemu,'' sahut Arthur.


''Iya hyung, mendadak hyung berubah. Biasanya makan bubur ayam di restoran terbaik. Tumben mau makan di pinggir jalan.'' Sambung Brian.


''Sepertinya bawaan baby, jiwa kita seperti tertukar,'' sambung Sheena sambil mengelus perutnya.


''Memang bisa ya eonni?'' sahut Belinda.


''Itu sangat aneh, Sheena. Seorang Arsen menyukai selera seperti kita. Suatu kejadian yang sangat langka sih. Bagus juga untukmu, Arsen. Tapi apa lambungmu aman, Arsen?'. goda Arthur.


''Kalau tidak aman, mana mungkin aku disini.'' Jawabnya ketus.


''Baiklah Belinda, siapkan empat porsi bubur ayam besok ya.'' Arsen berusaha mengingatkan adiknya.


''Baiklah,'' jawab Belinda dengan wajah memelas.


''Senjaya makan tuan tuh namanya.'' Brian sangat senang meledek Kakaknya itu.


''Jangan cerewet Brian. Aku akan menamparmu.''


''Sudah-sudah, sebaiknya kita karaoke saja. Sebagai pemenang, Kak Arthur, tunjukkan bakatmu.''


''Oke baiklah, malam ini aku akan menghibur kalian. Setelah itu kita bergantian ya.''


''Arsen sayang, nanti kamu nyanyi untuk aku ya. Kak Arthur saja pernah membuatkan lagi untukku, masa kamu suamiku belum pernah. Menyanyilah untukku malam ini.'' Sheena merajuk sambil bergelayut di lengan Arsen.


''Iya baikah nanti aku akan menyanyi setelah Arthur.''


''Terima kasih, sayang.'' Kata Sheena dengan begitu manjanya.

__ADS_1


''Lagu? Kak Arthur menyanyikan lagu untuk Eonni?'' gumam Belinda penuh tanda tanya. Selama ini Belinda memang belum tahu jika Arthur pernah mencintai Sheena. Ia sempat curiga dengan cara Arthur menatap Sheena dulu namun prasangka itu mendadak hilang begitu saja. Dan ucapan Sheena ini mengingatkan Belinda kembali. Arsen segera menyiapkan semua alat yang di perlukan untuk karaoke.


''Baiklah ada yang mau request?'' tanya Arthur.


''Aku, Kak!" sahut Brian.


''Kamu mau lagu apa Brian?''


''Lagu yang penuh semangat pokoknya. Yang membuat kita happy!"


''Oke baiklah! Lagu ini spesial untuk Brian, supaya Brian segera menemukan cinta sejatinya. Sebuah lagu dengan judul 'Masih Ada'!" Dan saat Arthur mulai menyanyi, Brianlah yang paling heboh dan semangat. Karena lirik lagu itu menggambarkan dirinya saat ini.


🎶Hari-hari ku lewati hanya sendiri tanpa kekasih


Tapi tetap ku nikmati indahnya hari tanpa tambatan hati


Aku ingin menjadi setitik awan kecil di langit


Bersama mentari


Walaupun ku sendiri tapi aku masih ada


Masih ada cinta di hati🎶


Sepenggal lirik, yang begitu bermakna untuk seorang Brian. Setelah bernyanyi untuk Brian, Arthur menyanyikan sebuah lagu untuk Arsen dan Sheena, pasutri yang romantis.


"Satu judul lagu 'Tercipta Untukku' untuk pasangan suami istri terhits sepanjang tahun, semoga kalian berbahagia selalu. Untuk adikku tersayang dan juga adik iparku yang paling tampan." Kata Arthur dengan penuh semanga. Lagu yang melow dan lirik yang menyentuh, membuat Arsen dan Sheena hanyut dalam suasana.


Setelah membawakan dua lagu, Belinda tak mau kalah. Belinda juga meminta Arthur untuk menyanyikan lagu.


"Kak, nyanyiin satu lagu untukku."


"Apa itu Bel?"


"Yang judulnya cantik ada tidak?"


"Hmmm dasar ya kalian bertiga ini sama-sama narsis." Kata Arthur.


"Baiklah, satu lagu bejudul cantik untuk Belinda." Arthur pun mulai bernyanyi untuk Belinda. Arthur menarik tangan Belinda, mengajaknya untuk menari dengannya. Setelah menghibur semuanya, kini giliran Arsen yang bernyanyi untuk Sheena.


"Sheena, kamu mau lagu apa?" tanya Arsen.


"Apa saja Arsen, aku pasti akan mendengarnya." Kata Sheena yang menatap Arsen penuh cinta.


"Baiklah, satu lagu untuk kamu judulnya 'Lagu Rindu'." Dan Arsen pun mulai bernyanyi. Sheena tidak menyangka kalau suaminya itu memiliki suara yang bagus.


Di tengah-tengah keceriaan malam itu tiba-tiba Brian teringat Gea. Apalagi dengan melihat Sheena dan Arsen yang begitu romantis, membuat Brian ingin sekali suatu saat segera menemukan cinta sejatinya.


"Sedang apa ya Gea? Si gadis unik dan serba bisa itu," gumam Brian dalam hati.

__ADS_1


Bersambung... Yukkk like, komen dan votenya ya, makasih


__ADS_2