
''Tadi aku dan suamiku juga dari sana. Kami sedang makan malam. Tapi kami tidak melihat Fandi disana. Setelah itu kami mencari udara malam di alun-alun kota. Apa mungkin Fandi mengikuti kami dari restoran sampai ke alun-alun ya?'' ucap Sheena.
''Sheena, sekalipun ingatan Fandi belum pulih tapi hati dan perasaannya tidak bisa bohong kalau dia masih mencintaimu.'' Kata Olivia.
''Olivia, kamu ini bicara apa? Tidak usah bicara macam-macam. Dia bisa besar kepala.'' Ketus Nyonya Citra. Saat Arsen ingin membantahnya, Sheena menggenggam tangan Arsen, menahan Arsen supaya tidak terpengaruh dengan ucapan Nyonya Citra.
''Sheena, bicaralah pada Fandi. Aku yakin dia akan bangun setelah mendengarmu. Karena dulu kamu yang berhasil membuatnya bangun dari koma.'' Pinta Olivia dengan tatapan tulusnya.
''Untuk apa Olivia? Dokter bilang, Fandi sebentar lagi juga akan sadar. Jadi tidak perlu kamu memintanya. Dia juga sudah punya suami.'' Ketus Nyonya Citra.
''Sayang, sebaiknya kita pergi saja. Orang tua Fandi juga sudah ada disini. Kesehatan kamu dan calon anak kita juga sangat penting.'' Kata Arsen sambil merangkul bahu istrinya. Sheena hanya mengangguk saja.
''Tuan dan Nyonya tidak usah khawatir, semua biaya sudah aku cover. Kami permisi.'' Pamit Arsen.
''Terima kasih Tuan Arsen, Sheena. Sekali lagi maafkan ucapan istri saya.''
''Iya Tuan.''
Namun saat Arsen dan Sheena hendak meninggalkan ruangan itu, Fandi tersadar dan memanggil nama Sheena.
''Sheena! Sheena! Sheena!" panggil Fandi dengan mata terpejam. Mendengar itu, langkah Sheena dan Arsen terhenti. Sheena dan Arsen saling menatap. Tatapan mata Arsen, mengisyaratkan bahwa jika tidak masalah kalau Sheena ingin melihat Fandi. Namun justru tatapan sendu Arsen, membuat Sheena memilih mengabaikan suara Fandi.
''Kita pulang saja, aku lelah.'' Ucap Sheena.
''Kamu yakin?'' tanya Arsen.
''Iya, Arsen.'' Jawab Sheena memelan. Arsen dan Sheena kemudian meninggalkan IGD. Namun Arsen justru memilih memeriksa terlebih dahulu kondisi Sheena.
Diruang IGD, Fandi perlahan membuka matanya. Fandi pun tercekat dan langsung bangun dari tidurnya.
''Sheena! Dimana Sheena?'' tanya Fandi dengan pandangan mengedar seperti orang gila.
__ADS_1
''Fandi, ini Olivia! Istri kamu. Kenapa kamu malah mencari wanita lain?'' sahut Nyonya Citra.
''Mama itu jahat! Mama memanfaatkan amnesia ku untuk menikah dengan Olivia. Aku sudah ingat semuanya, Mah. Asal Mama tahu kecelakaan itu bukan Sheena penyebabnya. Tapi Mama lah penyebanynya. Mama merenggur kebahagiaanku karena keegoisan Mama. Sebelum aku kecelakaan, aku melamar Sheena tapi Sheena menolakku dan meminta putus. Itu semua karena dia ingin aku menjadi anak yang patuh. Dan dia juga tidak mau menikah dengan melawan restu orang tua. Semua ini penyebabnya kalian semua.'' Fandi pun begitu emosional. Benturan di kepalanya, membuat Fandi teringat semua kejadian itu.
''Dan untuk kamu Olivia, kenapa kamu tega membohongi aku? Kamu tahu kan kita ini sahabat. Bahkan perasaanku tidak bisa kupaksakan. Seharusnya kamu menolak saat Papa dan Mama memaksamu untuk menikah denganku. Kamu saja saja dengan mereka, LICIK!"
''FANDI! Jaga ucapanmu!'' bentak Tuan Ifan.
''Maafkan aku, Fan. Aku tidak punya pilihan lain. Aku hanya berusaha membantumu.'' Tangis Olivia.
''Kamu sadar Fandi! Olivia yang menemani kamu saat kamu lumpuh sampai kamu sehat. Dia bahkan rela tidak kamu berikan nafkah batin.'' Kata Nyonya Citra.
''Iya dan itu semua karena Mama. Mama juga melukai hati banyak orang. Bukan hanya aku tapi juga Sheena dan Olivia. Egois sekali, Mama. Aku bahkan sekarang benar-benar kehilangan Sheena. Sheena sudah menikah dengan orang lain bahkan dia sedang hamil. Aku berusaha menyelamatkannya karena aku tahu dia sedang mengandung, aku tidak ingin dia kenapa-kenapa.'' Amarah Fandi yang meletup pun menjadi reda. Suaranya memelan dan ia pun menangis. Menangisi kisah indahnya Sheena yang berakhir begitu saja tanpa kejelasan.
''Fan, kalau memang kamu tidak mau mempertahankan hubungan ini, aku tidak masalah. Aku bahkan siap jika kamu akan menceraikan aku.'' Kata Olivia.
''Olivia, jangan bicara begitu sayang. Kamu harus selalu bersama dengan Fandi. Jadi jangan bicara seperti itu. Fandi sedang emosi nanti kalau amarahnya reda, dia juga tidak akan seperti ini.'' Kata Nyonya Citra sambil memeluk Olivia.
Setelah periksa, Arsen dan Sheena lalu pulang. Sesampainya di rumah, Arsen menggendong Sheena menuju kamarnya.
''Maafkan aku ya, seharusnya aku tidak usah mengambil ponsel itu. Pasti kejadian ini sangat menyakiti perasaanmu.'' Ucap Sheena.
''Semuanya sudah terjadi, Sheena. Tapi aku bersyukur karena kamu dan bayi kita selamat. Aku mohon, lain kali kamu hati-hati ya. Jangan ceroboh.''
''Iya, maafkan aku. Aku tidak akan mengulangi itu. Aku harap kamu percaya kalau cintaku seutuhnya untuk kamu.''
''Iya, aku percaya.''
Setelah sampai di kamar, Arsen mengambil air untuk mencuci kaki Sheena. Melihat sikap Arsen yang begitu hangat dan perhatian, membuat Sheena semakin merasa bersalah. Arsen juga membantu Sheena untuk mengganti pakaiannya. Saat melihat perut Sheena, Arsen mengecupnya.
''Sayang, terima kasih ya kamu sudah kuat dan bertahan untuk kami. Maafkan Papi yang tidak bisa menjagamu dan hampir membuatmu celaka, maafkan Papi.''
__ADS_1
Sheena kemudian membelai kepala Arsen. ''Kamu tidak perlu minta maaf, sayang. Akulah yang salah.''
Arsen tersenyum. Ia lalu menurunkan mengancingkan kembali atasan piyama Sheena.
''Kamu tidur ya sayang, kamu istirahat.''
''Iya.'' Jawab Sheena sambil memberikan kecupan di kening suaminya itu. Arsen kemudian membantu Sheena berbaring. Ia juga memakaikan selimut untuk Sheena. Arsen kemudian naik keatas tempat tidur, di tenggelamkan kepala Sheena dalam dekapannya dan di belainya lembut kepala Sheena sampai akhirnya Sheena tertidur dengan lelap. Namun Arsen masih tidak bisa memejamkan matanya. Ada sesuatu yang menganggu pikirannya.
''Kenapa aku takut kalau ingatan Fandi pulih? Aku takut dia akan mengambilmu dari ku. Aku mohon, jangan tinggalkan aku Sheena. Aku sangat mencintaimu. Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa ada kamu. Aku mungkin bisa gila. Mungkin ini berlebihan tapi itulah yang aku rasakan, Sheena. Semakin hari, aku semakin mencintaimu dan rasa ini semakin dalam padamu. Maafkan aku yang hanpir lalai menjagamu. Oh Tuhan, jaga selalu cinta kami. Lindungilah istri dan calon anak-anak kami.'' Gumam Arsen dalam hati.
Keesokan harinya, Arsen bangun pagi sekali. Arsen menyiapkan sarapan untuk Sheena sembari menunggu para asisten datang ke rumah. Sheena sendiri masih terlelap dalam tidurnya. Setelah sarapan siap, Arsen membawa sarapan itu ke kamar. Tak lupa segelas susu hamil sudah ada diatas nampan yang ia bawa.
Arsen mengecup lembut kening Sheena dan membelai kepala wanita yang ia cintai itu.
''Sheena, sayang, bangun. Aku sudah membuatkanmu sarapan.'' Mendengar suara dan sentuhan Arsen, perlahan Sheena pun terbangun. Ia membuka matanya perlahan dan melihat ada wajah yang tersenyum tampan.
''Suamiku, kamu tampan sekali. Sangat tampan. Senangnya setiap bangun tidur disambut pangeran tampan sepertimu.'' Ucap Sheena dengan nada yang manja.
''Kamu baru tidur sudah merayuku saja.'' Arsen kemudian membantu Sheena untuk bangun dan bersandar disandaran tempat tidur.
''Aku sudah membuatkan sarapan dan susu untuk kamu.''
''Terima kasih ya suamiku. Kamu bukan hanya tampan tapi juga perhatian, baik hati, kaya, pokoknya sempurnya. You are my perfect husband.''
''Sekarang kamu begitu pandai merayu ya. Sudah, ini makan dulu. Ini sandwich tuna dan susu hamil untuk kamu.''
''Suapin ya.''
''Iya-iya. Oh ya nanti pembantu akan datang kerumah. Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa dan kamu harus lebih hati-hati sekarang. Kejadian semalam membuatku seperti trauma.'' Ucap Arsen sembari menyuapi Sheena. Arsen sangat senang karena Sheena makan begitu lahapnya.
''Iya, apapun yang terbaik, aku serahkan sama kamu, sayang. Aku tidak mau bersikap ceroboh lagi. Apalagi sekarang bukan hanya ada diriku tapi juga anak-anak kita nanti.'' Ucap Sheena sambil mengelus perutnya. Sheena kemudian memeluk suaminya dan mengecup pipi suaminya bertubi-tubi dengan gemas. Arsen sangat bahagia, apapun akan ia lakukan demi menjaga Sheena.
__ADS_1
Bersambung.... Yukkkk like, komen dan votenya ya, makasih 🙏❤️