My Perfect Husband

My Perfect Husband
BAB 226 Wedding Day A&B


__ADS_3

Akhirnya hari yang di tunggu dan di nantikan oleh Belinda dan Arthur tiba. Belinda tampak cantik nan anggun dengan balutan kebaya berwarna abu. Sebuah pernikahan sederhana yang akan di langsungkan oleh kedua belah pihak keluarga. Sementara Arthur tampak gagah dengan setelan jas abu-abu juga. Arthur pun merasa sangat gugup di hari bahagianya itu. Begitu pula dengan Belinda yang tidak bisa menutupi rasa gugupnya. Suasana pernikahan outdoor yang berlangsung tertutup itu tampak khidmat dan sakral. Karena acara hanya di hadiri oleh keluarga inti saja.


Arthur dan Belinda kini duduk di hadapan penghulu. Keduanya saling melempar pandangan penuh rasa kagum.


''Kamu cantik sekali dengan kebaya ini.''


''Kamu juga sangat tampan hari ini. Kamu terlihat berbeda.'' Ucap Belinda malu-malu. Sheena dan Arsen pun turut hadir. Mereka menyudahi bulan madu demi menyaksikan pernikahan Arthur dan Belinda.


''Akhirnya Arthur move on juga dari kamu, sayang.'' Bisik Arsen.


''Sayang, move on apa sih? Aku kan adiknya, sudah pasti harus move on dong. Kamu ini ya masih aja ingat-ingat itu.''


''Hehehe becanda sayang.''


Dan acara ijab qobul di mulai. Tangan Arthur menggenggam erat tangan Tuan Keenan, sebagai wali nikah Belinda.


''SAH!" Ucap para tamu yang hadir di acara tersebut. Belinda sangat senang karena Arthur begitu lancar menyebutkan namanya dalam ijab qobul. Kedua keluarga sangat bahagia karena perjodohan itu berhasil.


''Noona-Kak Arthur, selamat ya. Semoga kalian bahagia selalu dan cepat memberikan aku keponakan.'' Kata Brian yang bergantian memeluk Belinda dan Arthur.


''Terima kasih adikku yang paling tampan.''


''Aku tidak menyangka kalau kapal kalian akan berlabuh dengan cepat. Ya, mengingat kalian tidak pernah akur.'' Gurau Brian.


''Justru kebawelan dan sikap manjanya yang membuatku jatuh cinta, Brian.'' Sambung Arthur.


''Tinggal kamu nih yang belum laku. Sudah ada pandangan belum?'' goda Belinda.


''Aku? Nanti saja lah, Kak. Melihat Kakak-Kakakku bahagia itu sudah cukup.''


''Hmmm sok dewasa banget.'' Ucap Belinda dengan senyum kecilnya.


''Adikku yang paling cantik, bawel, manja dan super judes, akhirnya kamu menikah juga. Dengan Arthur pula.'' Sahut Queen seraya memeluk adiknya.


''Ah Oenni, masih saja meledekku.''


''Sekarang kamu semakin dewasa ya karena sudah menikah. Ingat lho tanggung jawab kamu semakin bertambah.''


''Iya eonni, aku tahu kok.''


''Arthur, jaga adikku ini ya. Kalau dia nakal, hubungi saja aku.'' Ucap Queen.


''Pasti Kak. Tenang saja dia sepertinya sudah jinak.'' Ucap Arthur dengan tawa kecilnya.


''Belinda, Arthur, akhirnya kalian bersama. Semua doa yang baik untuk kalian.'' Sahut Raja.


''Oppa, terima kasih ya. Terima kasih sudah ikut menjaga dan mendidikku. Menjadi orang tua keduaku selama di London. Maafkan aku ya, kalau sikapku suka menguji kesabaranmu. Dan terima kasih selalu berdiri di depanku saat eonni marah-marah denganku.'' Ucap Belinda dengan suara manjanya sambil memeluk kakak iparnya itu.


Raja tersenyum. ''Sama-sama Belinda. Namanya juga Ibu-Ibu pasti suka mengomel.''


''Ihhh kamu ini ya, yang bikin aku jadi Ibu-Ibu juga kamu.'' Sahut Queen sambil mencubit lengan suaminya.


''Sakit sayang. Tapi kamu Ibu yang terbaik.'' Ucap Raja sambil merangkul istrinya.

__ADS_1


''Ah, kalian ini romantisnya bikin baper.'' Sahut Belinda.


''Arthur, akhirnya kita benar-benar menjadi saudara.'' Peluk Arsen.


''Ya, mau bagaimana lagi. Sudah jalannya.'' Ucap Arthur terkekeh.


''Dasar kau!" kata Arsen sambil memukul dada Arthur.


''Kak, selamat ya. Aku bahagia sekali akhirnya Kakak menikah.'' Sahut Sheena seraya memeluk Kakaknya.


''Aku juga bahagia dengan pernikahanmu dan kehidupanmu sekarang. Apalagi ada baby twins yang sedang kita nantikan kehadirannya.'' Ucap Arthur seraya melepaskan pelukannya. Arthur kemudian mengelus perut Sheena dan mengecup kening adiknya.


''Terima kasih sudah menyempatkan hadir dan menyudahi bulan madumu. Maaf ya kalau pernikahan kami membuat kalian buru-buru pulang.''


''Tidak apa-apa Kak. Memang seharusnya begitu.'' Kata Belinda.


''Bel, ingat ya kamu sudah menikah. Jangan seperti anak kecil lagi.'' Sahut Arsen.


''Oppa yang ini nih, yang suka banget marahin adiknya.'' Protes Belinda.


''Iya lah. Aku memang berbeda dengan Kak Raja.'' Kata Arsen.


''Sudah, jangan dengarkan Oppa. Selamat ya Belinda. Akhirnya kamu bisa membuat Kakakku jatuh cinta padamu.'' Sahut Sheena.


''Iya Eonni, oppa ku yang satu itu seperti Kakak tiri.'' Kesal Belinda yang di sambut tawa semuanya.


''Pokoknya bahaia selalu ya buat kalian. Dan cepat-cepat kasih kami keponakan supaya makin ramai cucu Papa dan Mama.'' Kata Sheena.


''Pasti Eonni. Aku akan mengajak Kak Arthur gerak cepat.'' Ceplos Belinda.


''Ih kamu ngomongnya. Ya nggak lah.''


''Hehehe becanda kok.'' Ucap Arthur seraya memeluk Belinda.


Setelah acara pernikahan selesai, Arthur langsung membawa Belinda ke rumahnya.


''Akhirnya kita menikah juga, Kak. Aku bahagia sekali.'' Belinda dengan manja memeluk Arthur.


''Aku juga bahagia.''


''Mulai sekarang kita bisa tidur satu ranjang deh dan tidak perlu jaga jarak lagi.''


''Itu kan yang kamu inginkan?''


''Iya dong.''


''Dasar istri mesum.''


''Tidak apa-apalah. Mesum sama suami sendiri.''


''Ya sudah, sebaiknya kamu ganti baju dan mandi ya.''


''Kamu mau kemana?''

__ADS_1


''Mau menyiapkan makan malam.''


''Kak, kenapa kita tidak ganti baju dan mandi sama-sama saja. Kan lebih seru.'' Goda Belinda.


''Astaga, kamu ini tidak ada capek-capeknya.''


''Kak, rasa capek itu hilang saat kita bersama.''


''Sudah, kamu ganti baju dan mandi dulu.''


''Tidak mau! Kita ganti baju dan mandi sama-sama.'' Paksa Belinda. Sejujurnya Arthur merasa canggung dengan suasana itu.


''Mmm aku keluar dulu ya.''


''Tidak boleh!" Belinda buru-buru mengunci pintu kamar.


''Eh kamu saja masih pakai konde lho.''


''Makanya bantu lepasin. Terus keramasin aku. Rambut aku kan lengket kena hair spray. Belum lagi make up khas adat Jawa requestnya Mama, tebal Kak. Kamu enak tinggal lepas jas saja.''


Arthur menghela. ''Baiklah istriku. Sekarang duduk di meja riasmu, aku akan membantu melepaskan konde dan menghapus riasan di wajahmu.''


''Nah itu baru suami yang baik. Makanya jangan suudzon sama aku. Makan malam, kita DO saja lah ya. Tinggal makan dan tidak usah capek-capek masak.''


''Oke, siap Nyonya Arthur.'' Arthur perlahan membantu Belinda melepaskan semua pernak-pernik di sanggulnya. Dan benar itu memang lengket juga cukup berat.


''Sanggulnya ini berat juga ya.''


''Iya, makanya Kak. Rasanya lega sekali.'' Ucap Belinda.


''Sekarang tinggal make up kamu. Sini menghadap aku.'' Kata Arthur sambil menghadapkan wajah Belinda kearahnya. Arthur dengan lembut dan telaten membantu membersihkan make up tebal di wajah Belinda.


''Kasihan sekali kamu ya? Pasti berat dah make upnya lama.''


''Banget Kak! Kamu kan tahu aku tidak pernah make up setebal ini meskipun aku suka dandan. Tapi demi Mama mertuaku yang ingin aku di rias seperti itu, aku turutin deh.''


''Mama kan ingin melihat kamu dengan penampilan berbeda. Apalagi kamu selama ini tinggalnya di luar negeri.''


''Iya, aku tidak apa-apa kok. Untung saja kita nikahnya cuma sebentar. Aku resepsinya mau tema disney kayak cinderella.''


''Iya terserah kamu saja mau tema apa. Apapun akan aku lakukan untuk membahagiakan kamu.''


''Ihhh suami aku baik banget sih, gemesin deh.'' Kata Belinda sambil mencubit gemas pipi Arthur.


''Bel, sakit.''


''Habis kamu gemesin.'' Ucap Belinda terkekeh.


''Sudsh bersih. Sekarang aku bantu kamu keramas dan cuci muka ya. Tapi setelah itu mandi ya.''


''Iya suamiku sayang tapi mandinya sama-sama ya?''


''Oke baiklah.''

__ADS_1


''Hehehe asyik!" seru Belinda seperti anak kecil yang di turuti semua permintaannya.


Bersambung.... Lagi puasa unboxing nggak ya??? hehehehe atau nanti pas menjelang buka saja ya 😆


__ADS_2