
Setelah dua hari dirawat di rumah sakit, akhirnya Qiara diperbolehkan pulang. Tapi Nathan benar-benar menegaskan untuk menjaga pola makan serta istirahat yang cukup. Gadis itu dijemput oleh supir yang biasa mengantarjemput Naynay jika keluar rumah.
"Silakan, Nona." Supir membukakan pintu mobil ketika sudah sampai di rumah.
Qiara keluar dan mengucapkan terima kasih tanpa sadar. Supir itu pun mengangguk sambil tersenyum. Rasanya mendapatkan ucapan terima kasih dari orang-orang yang dia layani membuat supir itu merasa senang.
Qiara langsung masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya. Mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur, Qiara meraih hpnya yang selama dua hari tidak dia sentuh.
"Kamu di mana?" tanya gadis itu setelah dia menempelkan hpnya di dekat telinga.
"Kemari cepat! Aku ada di kamar," ucapnya lagi dan langsung mematikan sambungan telepon itu.
Qiara lalu merebahkan tubuhnya dengan posisi telungkup. Mendengar pintu kamarnya dibuka pun dia tetap dalam posisinya, karena dia tahu siapa yang masuk.
"Akhirnya kamu pulang juga." Silla ikut menjatuhkan tubuhnya di samping Qiara.
"Hhmm..." balas Qiara membuat Silla memukul lengannya.
"Bagaimana? Sekarang kamu sudah sadar dan menghentikan niatmu itu?" tanya Silla seraya mengubah posisi tidurnya menjadi terlentang.
Qiara pun ikut merubah posisi tidurnya, dia menghela napas panjang sebelum membalas. "Entahlah, aku bingung."
"Dia baik menurutku, walaupun kadang balasannya membuat kita kesal setengah mati."
"Nggak mati sekalian? Nanggung banget setengah-setengah," balas Qiara jenaka membuat Silla melotot.
__ADS_1
"Tumben banget ngelawak, kesambet Nyai Kunti di sana?" tanya Silla sambil beringsut menjauh.
"Udah lah, kepalaku pusing mikirin gimana kedepannya."
Silla mendekat kembali. "Aku terkejut lho pas lihat kamu meluk dia pas lagi tidur," ujarnya sambil memperlihatkan foto di hpnya ke Qiara.
"Kamu dapat dari mana?" tanya Qiara melihat foto dirinya ketika memeluk Naynay di rumah sakit kemaren.
"Aku nyusul juga sebenarnya pas denger kamu pingsan, tapi belakangan. Ketika mau masuk ke dalam ruangan kamu, aku lihat kamu meluk dia erat banget kayak nggak mau ditinggal. Aku juga lihat dia tidur sambil memegang tangan kamu yang berada di atas pingganggnya." Silla mengusap layar hpnya dan foto berganti.
Qiara mengambil hp tersebut dan melihat puluhan foto yang sama itu." Aku udah jahat banget, ya."
"Nggak jahat, cuma kamu itu egois melampiaskan semuanya kepada dia yang nggak tahu tentang masalah kamu." Silla menepuk bahu Qiara.
"Trus, habis ini aku bakalan bersikap seperti apa ke dia?"
"Hhmm..."
*****
Naynay duduk di sebelah Afif setelah selesai mengukur badannya. Mereka sekarang sedang berada di butik, memesan baju untuk acara kelulusan Naynay besok lusa. Kenapa mepet? Tidak mepet, tapi sudah direncanakan Afif agar baju itu tidak sempit dipakai Naynay jika dipesan lebih cepat. Tau sendiri kan, kalau perut Naynay itu buncitnya udah kayak hamil lima bulan, padahal baru mau masuk lima bulan beberapa hari lagi.
"Mau ikut aku ke kantor?" tanya Afif dengan tangan mengelus kepala Naynay.
"Mau, tapi beli ice cream dulu." Naynay mengangguk semangat, dia memang lagi suka ngintilin Afif ke kantor akhir-akhir ini.
__ADS_1
"Ayo." Afif berdiri dan menggandeng tangan Naynay keluar dari butik menuju mobil.
Setelah masuk ke dalam mobil, Naynay membuka flat shoesnya dan mengangkat kaki untuk duduk bersila. Kalau kakinya menggantung ketika duduk, maka kakinya akan membengkak. Afif sempat panik kemaren dan memanggil Dokter Melisa, dokter itu bilang bahwa itu wajar dan biasa terjadi.
Iya, kan? 😅
Afif menjepit dagu Naynay dan mendekatkan wajahnya. Di depan sana, Ryan menggeleng-gelengkan kepalanya karena tahu Afif akan membucin lagi di belakang sana.
"Sejak tadi pagi, kau hanya menciumku satu kali. Lunasi sekarang!" bisik Afif tepat di depan wajah Naynay sambil matanya menatap intens mata Naynay.
"Dua kali, Kak. Itu pas mandi perasaan Kakak nyosor mulu." Naynay mengerjap-ngerjap polos dan melupakan ada Ryan di depan sana.
"Nay," bisik Afif kembali dengan bibir yang hampir menabrak bibir Naynay.
Naynay tersenyum paksa dan mencium seperti yang Afif inginkan. Kedua tangan Naynay dituntun oleh Afif untuk memeluk tubuh atletisnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Mohon maap, pendek bgt....
Besok janji bakalan UP yang panjang ✌️