My Perfect Husband

My Perfect Husband
BAB 135 Sheena-Ku


__ADS_3

Setelah bercinta di pagi hari, keduanya pun terlelap bahkan keduanya tanpa busana. Kamar Arsen pun berantakan dan jauh dari kata rapi seperti sebelumnya. Namun saat jam makan siang tiba, Sheena terbangun. Melepaskan tangan Arsen yang melingkar di perutnya. Sheena dengan tertatih berjalan kamar mandi.


''Astaga, kalau baru pertama rasanya ngilu sekali.'' Gumam Sheena.


Sheena segera mandi dan membersihkan dirinya. Namun saat sampai di kamar mandi, ia menatap sekujur tubuhnya dalam pantulan cermin yang ada di kamar mandi. Banyak sekali tanda merah bagian dada dan bahu bahkan lehernya.


''Sumpah Arsen ini katanya pemula tapi kenapa beringas sekali? Pemula atau pemain pro sih? Ini tanda merah di dadaku belum hilang, eh di tambah lagi. Nanti kalau fitting baju pengantin bagaimana? Kan malu kalau merah-merah gini. Memang ya dia itu, sepertu vampir saja.'' Gumam Sheena.


''Dia memang sempurna sih, sempurna sekali. Bahkan teknik bercinta pun di pelajari. Bukan hanya belajar tentang pengetahuan umum saja tapi pengetahuan **** juga. Ya ampun Arsen ini memang ya.''


Sheena segera mandi, mengguyur tubuhnya yang lengket karena keringat sisa pertarungan hebat dengan kucuran air dari shower. Rasanya sungguh segar sekali.


''Dia memang sangat perkasa. Sheena otakmu pun sekarang mesum dan liar,'' gumamnya dalam hati sambil mengingat adegan maju mundur dan hentakan Arsen yang mengoyak liang senggamanya.


''Sungguh kotor sekali otakku sekarang.'' Gumamnya sambil senyum-senyum sendiri.


Arsen pun terbangun, dirabanya sisi kasurnya namun Sheena sudah tidak ada disampingnya.


''Sheena, kemana dia?'' gumamnya. Dengan dalam keadaan tanpa busana, Arsen beranjak dari tempat tidurnya. Namun ia mendengar suara genericik air dari dalam kamar mandi. Arsen menyeringai dan masuk begitu saja ke dalam kamar mandi. Terlihat dalam bilik kaca, Sheena sedang asyik membasahi tubuhnya dengan guyuran shower. Arsen kemudian masuk begitu saja dan langsung menyergap Sheena dari belakang. Sheena terkesiap merasakan ada seseorang yang memeluknya dari belakang.


''Hai Sheena-ku.'' Bisik Arsen tepat di telinga Sheena.


''Arsen, kamu mengejutkanku. Untuk apa kamu disini?''


''Kita mandi bersama ya? Atau coba eksplorasi permainan disini.''


''Astaga, kamu benar-benar sangat nakal ya.'' Ucap Sheena seraya mematikan showernya.


''Jangan salahkan aku, Sheena. Kamu meragukan kejantananku dan kalau sekarang aku sudah menunjukkan kenjantananku, seharusnya kamu senang dong.''


''Kamu sebenarnya pemula atau memang sudah pro? Kenapa bisa begitu hebat? Sudah benar-benar lupa dengan kuman dan bakteri?''

__ADS_1


''Kamu sendiri yang menyuruhku belajar kan? Jadi aku diam-diam belajarlah. Bagaimana nanti kalau kamu malah mencari kepuasan dengan pria lain karena aku tidak bisa memuaskanmu. Aku menyadari hal itu saat kamu akan operasi kemarin. Aku tidak terima saat dokter itu akan melihat milikmu sebelum aku. Jadi aku tidak rela kalau bagian sensitifmu di lihat oleh pria lain termasuk seorang dokter. Apalagi kalau dokternya pria. Aku saja belum melihat dan memegangnya, masa ia pria lain mau mendahului aku yang notabene adalah suamimu. Jadi sejak itu aku mulai mempelajari dan berusaha membuang rasa risihku. Jadi aku sangat senang karena menjadi yang pertama untukmu Sheena.''


''Ternyata kamu diam-diam menghanyutkan ya.''


''Aku hanya menghanyutkanmu saja Sheena.''


''Baiklah kalau begitu lepaskan aku, aku mau mandi dan harus masak untuk makan siang.''


''Sheena, aku ingin lagi disini. Bagaimana kalau kita mencobanya disini? Kamu tidak usah masak, biar aku memesankan masakan dari restoranku sendiri.''


''Arsen, ini kamar mandi. Tidakkah kamu merasa jijik?''


''Kamar mandiku selalu bersih jadi tidak ada hal yang menjijikkan. Kita bisa saling membersihkan tubuh bersama. Ayolah Sheena, aku menginginkanmu lagi.'' Bujuk Arsen yang sedari tadi masih terus memeluk tubuh Sheena.


''Benar-benar kecanduan nih anak. Pria polos kecanduan beginian ternyata lebih menakutkan tapi juga menyenangkan,'' gumam Sheena dalam hati. Sheena kemudian memutar tubuhnya menghadap Arsen. Sheena berinisiatif melakukan penyerangan terhadap Arsen. Karena sedari tadi Arsen yang terus menyerangnya.


Sheena memegang wajah Arsen dan langsung memberikan lu...matan pada bibir Arsen. Arsen terkesiap mendapat serangan dari Sheena. Masih di dalam bilik kamar mandi, Sheena mendorong tubuh Arsen menyudutkannya pada dinding. Sheena menyatukan kedua tangannya dengan tangan Arsen. Sheena mengangkat kedua tangan Arsen dan mensejajarkan dengan kepala Arsen. Sheena melanjutkan mengecup leher Arsen dengan lembut. Membuat Arsen mendesis dan memejamkan matanya merasakan nikmat menjalar keseluruh tubuhnya. Arsen tidak menyangka bahwa Sheena bisa melakukan ini. Lidah Sheena bermain-bermain di dada bidang Arsen. Sungguh tubuh indah Arsen, membuat Sheena semakin bergairah untuk menjamahnya. Hingga akhirnya lidah Sheena sampai di bawah junior yang sudah menengang itu. Sheena berlutut di hadapan Arsen, memegang kuat junior itu lalu mengulumnya bak sebuah lolipop yang begitu manis daj nikmat.


''Apa kamu menyukainya?'' tanya Sheena.


''Sangat Sheena! Ini adalah pengalaman pertamaku. Kamu hebat sekali, darimana kamu bisa melakukannya?''


''Dari film yang kita tonton.'' Jawab Sheena dengan santainya.


''Boleh aku minta lagi?'' tanya Arsen.


''Tentu saja boleh.'' Jawab Sheena. Sheena pun berlutut kembali untuk menuruti keinginan suaminya itu. Dan mereka pun bercinta kembali didalam bilik kaca kamar mandi.


Sedangkan Nyonya Dira merasa khawatir karena Arsen dan Sheena tidak bisa di hubungi. Nyonya Dira sedang dalam perjalanan menuju rumah Nyonya Sofi.


''Ini Sheena dan Arsen kemana sih? Seharusnya hari ini ada jadwal fitting baju pengantin. Kata Soni dan Mega, Arsen meminta cuti. Tapi mereka tidak tahu alasan Arsen cuti apa. Aku datang kerumah Arsen, gerbangnya saja di gembok tidak ada tanda-tanda orang di dalam sana. Lalu ponsel mereka berdua tidak aktif. Kemana sih mereka? Kalau memang honeymoon setidaknya mereka memberi kabar. Apa mungkin menginap dirumah Sofi? Tadi Sofi aku telepon juga tidak angkat.'' Gerutu Nyonya Dira sepanjang perjalanan.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Nyonya Sofi, Nyonya Dira pun segera di persilahkan masuk. Nyonya Dira segera menyusul Nyonya Sofi ke halaman belakang karena kata Bibi, Nyonya Sofi sedang merapikan tanamannya.


''Sofi, kamu kemana saja? Teleponku kenapa tidak diangakat.'' Kata Nyonya Dira saat sampai di rumah kaca Nyonya Sofi.


''Dira, ya ampun maafkan aku. Ponselku ada di dalam. Maafkan aku ya tidak bisa ikut mengantar fitting. Aku harus memperisapkaan tanamanku untuk kontes besok. Bagaimana Arsen dan Sheena? Apa mereka sudah cocok dengan pilihan kita?''


''Justru itu aku kesal tapi juga khawatir.''


''Memangnya ada masalah apa? Apa mereka tidak menyukainya?''


''Kamu tahu, tadi aku ke rumah mereka tapi gerbang terkunci. Rumah juga sepi bahkan dari luar terlihat tirai tertutup semua. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalam sana. Aku mencoba menelepon mereka tapi ponsel keduanya tidak aktif. Akhirnya aku ke kantor Arsen tapi kata asisten dan sekretarisnya, Arsen mendadak cuti dan meminta Soni juga Mega untuk mengurus pekerjaannya.'' Jelas Nyonya Dira.


''Apa mereka honeymoon?''


''Kalaupun honeymoon setidaknya mereka pamit. Apalagi Sheena baru sembuh kan. Kalau mereka pergi justru aku khawatir kalau mereka kenapa-kenapa. Kata supirnya juga Arsen tidak menghubunginya sama sekali.''


''Aduh, kemana sih mereka? Aku sekarang malah jadi panik juga.''


''Apa kita lapor polisi saja ya, Sof?''


''Polisi tidak akan menerima kita sebelum 1×24 jam, Dira. Sebaiknya kita tunggu sampai nanti malam saja deh. Siapa tahu mereka sedang jalan-jalan. Kita doakan saja supaya mereka baik-baik saja.''


''Iya Sofi kamu benar. Huft, semoga mereka baik-baik saja ya.''


''Daripada kita khawatir, sebaiknya kita ngeteh dulu aja di gazebo.'' Ajak Nyonya Sofi.


''Ya, itu memang lebih baik Sof.'' Ucap Nyonya Dira.


Padahal dua orang yang sedang mereka cari, sedang asyik bercinta dan bersenggama.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2