My Perfect Husband

My Perfect Husband
BAB 136 Awal Yg Indah


__ADS_3

Setelah seharian keduanya menikmati nikmatnya bercinta, sampai keduanya lupa untuk memesan makan siang, Sheena dan Arsen kembali membersihkan tubuh mereka. Tepat jam 7 malam keduanya kompak menyalakan ponsel masing-masing. Arsen dan Sheena terkejut melihat banyaknya pesan dan panggilan masuk dari Nyonya Dira dan juga Nyonya Sofi.


''Arsen, apa Mama Dira dan Sofi meneleponmu? Lihatlah banyak penggilan tak terjawab dan pesan masuk dari mereka.''


Arsen tersenyum sambil menunjukkan ponselnya pada Sheena. ''Sama Sheena. Aku lupa memberitahumu kalau seharusnya hari ini kita fitting baju pengantin. Lihat Mama ku sudah mengoceh.''


''Arsen, kenapa kamu tidak bilang?''


''Hehehe maaf. Aku benar-benar lupa Sheena. Seharusnya tadi pagi aku memberitahumu tapi ternyata malah lupa. Saking enaknya kita bercinta.''


''Iya sampai kita juga lupa tidak memesan makanan kan?'' ucap Sheena terkekeh.


''Maafkan aku ya, habis gimana lagi? Salahmu membuatku ketagihan. Baiklah kalau begitu kita masak saja bagaimana?''


''Iya itu lebih baik. Karena stok bahan makanan juga masih lengkap, baru aku belanjain kemarin.''


''Baiklah ayo sayang, kita makan malam.'' Ucap Arsen sambil menggendong Sheena.


''Sayang?''


''Iya sayang, memang kenapa? Kamu kan sayangku, cintaku, Sheena-ku,'' kata Arsen dengan senyum terindahnya. Sheena mendecih merasa geli dengan ucapan Arsen.


''Aku geli saja.''


''Geli-geli enak kan?'' goda Arsen.


''Ihh apaan sih?'' kata Sheena sambil memukul dada Arsen.


Arsen dan Sheena kemudian menuju dapur. Arsen segera mengambil bahan makanan dari kulkas. Sementara Sheena membantu mencuci sayuran serta memotongnya. Saat keduanya sibuk memasak, tiba-tiba ponsel Arsen berdering. Arsen segera mengambil ponselnya yang ia letakkan diatas di meja makan. Ada nama Nyonya Dira di layar ponsel Arsen.


''Arsen, kamu darimana saja? Kenapa sedari tadi ponselmu tidak bisa di hubungi. Katanya kamu cuti mendadak, rumah juga terkunci semua, kamu ini kemana? Mama dan Mama Sofi sangat khawatir. Sheena juga tidak bisa di hubungi. Kalau pun kalian pergi setidaknya pamit lah. Sheena juga baru selesai operasi, kamu bawa dia kemana? Mama dan Mama Sofi hampir saja menelepon polisi. Ponsel Sheena juga tidak bisa di hubungi.'' Cerocos Nyonya Dira dengan segala kekesalan dan kekhawatirannya. Nyonya Dira dan Tuan Keenan kebetulan mereka sedang makan malam bersama di rumah besannya. Mereka merasa lega saat Arsen mengangkat teleponnya. Nyonya Dira pun menyalakan mode loudspeaker supaya mereka semua bisa mendengarnya.


''Maaf Mah, Maaf. Kami tidak pergi kemana-mana. Kami seharian ini di rumah.''


''Dirumah? Terus kenapa sampai gerbang di gembok segala. Semua tirai rumah tertutup. Mama mau masuk tidak bisa. Soni, Roni dan Mega juga tidak mengatakan apapun.''

__ADS_1


''Tenang Mah, Mama jangan marah. Arsen dan Sheena memang sengaja mengunci diri di rumah. Kami memang sedang tidak ingin di ganggu.'' Ucap Arsen seraya menyusul Sheena kembali ke dapur. Di lihatnya wanita yang ia cintai aura kecantikannya semakin terpancar.


''Mama ngomel,'' ucap Arsen tanpa bersuara.


''Kamu sih,'' ucap yang tanpa bersuara juga.


''Apa terjadi sesuatu dengan Sheena? Apa Sheena baik-baik saja?'' selidik Nyonya Dira.


''Maafkan Arsen ya, Mah. Arsen telah berbuat sesuatu pada Sheena. Arsen membuat Sheena kesakitan, bahkan sampai membuat jalannya tertatih.''


Mendengar ucapan Arsen, Sheena mencubit perut Arsen karena Arsen malah menggoda Mamanya.


''Arsen, kamu ini bagaimana? Istri bukannya di jaga tapi kenapa kamu malah menyakitinya?''


''Tenang Mah, sakitnya hanya sementara. Habis itu Sheena malah senyum-senyum keenakan.'' Ungkap Arsen dengan tawa kecilnya. Nyonya Sofi, Tuan Keenan dan Tuan Darwin yang mendengar itu menaikkan alisnya. Merasa bingung dengan ucapan Arsen.


''Arsen, kamu ini apa-apaan sih? Kan malu.'' Ucap Sheena pelan.


''Maksud kamu apa Arsen? Bicara yang jelas sama Mama.'' Kesal Nyonya Dira.


''Arsen, sudah jangan bertele-tele, lama Mama darah tinggi bicara sama kamu.''


''Mah, sampaikan pada Papa Keenan, Papa Darwin dan Mama Sofi, supaya cocok tanam kami yang di mulai hari ini membuahkan hasil ya.''


''Kamu ini bagaimana? Sheena baru selesai operasi, kamu malah mengajaknya bercocok tanam. Lagi pula mana ada bertani atau berkebun dengan serbuk berlian. Sudah jangan ngawur kamu. Setidaknya Mama tenang kalau kalian baik-baik saja. Seharusnya kalian juga ada fitting baju pengantin.''


''Mah, selamat kan Sheena! Putra Mama yang katanya polos ini liar dan buas sekali,'' sahut Sheena diiringi dengan tawanya. Lagi-lagi para orang tua dibuat bingung dengan ucapan Sheena.


''Sheena sayang, apa yang di lakukan Arsen padamu?''


''Mah, Arsen seharian mengurungku di kamar. Dia tidak mengijinkan aku keluar. Kalaupun keluar dia selalu menyerangku di berbagai sudut tempat. Bahkan dia meninggalkan jejak merah di tubuhku Mah.'' Sheena mengadu pada Ibu mertuanya


''Astaga keterlaluan sekali, Arsen. Kalau dia melakukan KDRT, Mama yang akan melaporkannya ke polisi. Dia kerasukan apa? Sampai menyerangmu.'' Nyonya Dira dan semuanya masih tidak sadar dengan ucapan Sheena dan juga Arsen.


''Arsen, kamu jangan menyakiti anak Mama ya. Kami baru saja bertemu. Kalau kamu memang tidak mencintainya, kembalikan saja pada kami.'' Sahut Nyonya Sofi dengan suara memelas.

__ADS_1


Arsen terkejut mendengar suara ibu mertuanya. ''Mama Sofi juga ada disana?'' tanya Arsen.


''Iya Arsen. Kami sedang berkumpul untuk menunggu kabar dari kalian. Karena kalian menghilang begitu saja.''


''Mah, Sheena baik-baik saja. Mama jangan khawatir ya. Tadi Sheena bercanda kok.'' Sahut Sheena terkekeh.


''Mama Sofi, maafkan Arsen ya. Kami bercanda kok Mah. Justru kami sudah saling mencintai. Aku tidak mungkin menyakiti Sheena. Aku hari ini justru memberinya kasih sayang yang luar biasa, Mah.'' Kata Arsen.


''Kamu jangan bercanda lagi, Arsen!" sahut Nyonya Dira.


''Kami serius Mah. Jadi seharian ini, kami honeymoon di rumah, Mah. Tadinya Arsen mau ke kantor tapi Arsen urungkan. Film yang sengaja Mama pikirkan beberapa minggu lalu, mengacaukan aku dan Sheena. Jadi hari ini kami melakukannya atas nama cinta.'' Jelas Arsen seraya memeluk Sheena dari belakang.


''Jadi maksudnya kalian sudah itu ya?'' Nyonya Dira berusaha memastikan.


''Yes, Mom. We're making love. Sesuai dengan harapan kalian semua. Semoga benih yang Arsen tanam dalam rahim Sheena segera membuahkan hasil ya. Cucu ketiga untuk Papa dan Mama, sedangkan cucu pertama untuk Papa Darwin dan Mama Sofi.''


Mendengar apa yang di ucapkan oleh Arsen, mereka semua bahagia sekali. Akhirnya usaha mereka tidak sia-sia tanpa harus menggunakan obat perangsang.


''Kami senang sekali. Ya sudah kalian habiskan waktu kalian bersama. Di tunda saja fitting bajunya untuk beberapa hari. Sebaiknya kalian untuk sementara bulan madu di rumah saja ya. Karena hari pernikahan sudah semakin dekat, jadi kalian jangan kemana-kemana. Ya sudah Mama tutup dulu teleponnya, kalian silahkan melanjutkan bercocok tanam.'' Nyonya Dira mengakhiri panggilannya.


''Astaga Dira, aku sama sekali tidak mengerti obrolan anak-anak mengarah kesana. Aku sampai berprasangka buruk pada Arsen.'' Kata Nyonya Sofi.


''Memang anak-anak jaman sekarang senang sekali membuat orang tuanya jantungan. Kita ini sudah tua jadi kita tidak paham obrolan mereka kearah sana.'' Ucap Nyonya Dira terkekeh.


''Sekarang Mama puaskan? Akhirnya putramu bisa sembuh juga. Tentunya berita miring itu fitnah,'' sahut Tuan Keenan.


''Keenan, kami pun tidak percaya dengan fitnah itu. Yang jelas aku bahagia sekali akhirnya mereka berdua saling mencintai. Sungguh rasanya tidak sabar untuk menjadi seorang Kakek.'' Sahut Tuan Darwin.


''Darwin, biarkan mereka menikmati kebahagiaan mereka. Kita jangan pernah menuntut cucu dari mereka. Apalagi Sheena juga baru pulih jadi kasihan sekali.'' Ucap Keenan.


''Tentu saja Keenan. Senang sekali berbesan dengan kalian yang juga begitu menyayangi Sheena seperti anak sendiri.'' Sahut Tuan Darwin.


''Terima kasih ya karena kalian begitu tulus menyayangi Sheena. Sangat mengerti kondisi dan keadaan Sheena,'' sahut Nyonya Sofi.


''Sofi, kita ini keluarga bukan hanya sekedar besan. Jadi sudah seharusnya kita seperti ini kan. Kita doakan saja supaya anak-anak kita selalu sehat, bahagia dan panjang umur.'' Ucap Nyonya Dira. Merek semua pun kompak mengaminkan ucapan Nyonya Dira.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2