My Perfect Husband

My Perfect Husband
BAB 145 Menyusul


__ADS_3

Tiga hari sudah Sheena merasakan sendirian di rumah. Sheena benar-benar menghabiskan waktu hanya dengan di rumah saja. Sheena pun menolak tawaran Belinda ataupun Queen untuk keluar. Disaat Belinda ingin mengajaknya keluar, Sheena selalu beralasan sedang pergi ke rumah Mamanya. Begitu juga sebaliknya ketika Mamanya ingin mengajaknya keluar, Sheena beralasan sedang pergi bersama Belinda atau Queen. Padahal sebenarnya Sheena hanya ingin sendirian di rumah. Sheena tidak ingin masalahnya dengan Arsen, membuat semua keluarga menjadi khawatir. Sebisa mungkin Sheena berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri. Sheena juga sedang menghukum dirinya sendiri. Kali ini ia benar-benar merindukan Arsen. Terakhir memberi kabar, saat Arsen tiba di Macau. Semua pesan Sheena hanya di read tanpa dibalas oleh Arsen.


''Arsen, kamu benar-benar marah denganku? Apa yang harus aku lakukan? Kenapa kamu menghindari aku seperti ini? Tiga hari sudah kamu pergi ke Macau, apa kamu tidak merindukan aku?'' gumam Sheena sambil menatap layar ponselnya. Sheena memilih bermalas-malasan di dalam kamar saja sambil terus melihat ponselnya.


Sementara di apartemen Macau, Arsen sedang tertawa sendiri melihat tingkah konyol Sheena selama tiga hari ia tinggal pergi ke Macau. Ya, beberapa hari yang lalu Arsen sedang mencoba memasang IP camera yang bisa menjangkau seisi rumah. Bahkan suara dan gerakan pun terlihat jelas. Saat berada di luar rumah atau dimanapun, Arsen bisa mengaksesnya melalui ponsel, laptop, ipad atau layar tabletnya.


Jadi selama tiga hari ini sebelum tidur, Arsen selalu memantau kegiatan Sheena lewat layar tablet ya. Arsen tertawa sendiri melihat tingkah konyol Sheena yang memerankan dua karakter. Dimana saat sedang sarapan, makan siang atau makan malam, Sheena selalu membawa boneka yang berhasil ia dapatkan di sebuah permainan saat mereka pergi ke pasar malam beberapa waktu lalu. Sheena mendudukkan teddy bear itu di kursi dan memakaikan teddy bear itu kemeja, jas dan juga dasi milik Arsen.Bahkan saat sedang tidur, Sheena juga memakaikan piyama Arsen pada teddy bear itu. Sheena juga memeluknya erat dan memberinya kecupan selamat tidur.


Arsen juga mendengar jelas saat Sheena menolak tawaran Belinda, Queen dan Nyonya Sofi untuk mengajaknya keluar. Jadi selama tiga hari, Sheena bermain dan menganggap teddy bear itu adalah Arsen. Semua aktivitas Sheena terekam dengan sangat jelas.


''Dasar bodoh! Kamu benar-benar gila ya tanpa aku disana.'' Gumam Arsen sambil tertawa cekikikan.


''Tuan kenapa tidak pulang saja? Kasihan Nona Sheena sendirian dirumah. Masa iya Nona main sama boneka?'' sahut Soni yang merasa heran dengan sikap Tuannya itu.


''Aku sedang menguji kesetiaan istriku, Son. Sudah lah kamu jangan ikut campur. Kembali ke kamarmu dan istirahat.''


''Baik Tuan, kalau begitu saya permisi.''


''Oh ya aku mentransfer bonus untukmu. Belikan hadiah untuk putrimu dan mantan istrimu. Aku harap kalian rujuk saja kalau memang masih saling menyayangi. Menikah muda sah-sah saja tapi pikiran juga harus dewasa dan matang. Kalian berpisah juga karena ego kalian masing-masing kan? Dua tahun berlalu kamu juga masih betah sendiri, begitu juga dengan mantan istrimu. Sebaiknya turunkan ego dan gengsimu, Soni.'' Kata Arsen yang sok menasihati Soni padahal rumah tangganya dengan Sheena juga sedang bermasalah. Soni mengerutkan dahinya mendapat nasihan dari Tuannya.


''Terima kasih Tuan untuk bonusnya. Tapi nasihat itu juga sepertinya juga sangat cocok untuk Tuan,'' celetuk Soni. Arsen menatap kesal kearah Soni. Mengetahui bahwa bosnya sedang tidak baik-baik saja, Soni akhirnya pamit undur diri.


''Maaf Tuan. Kalau begitu saya permisi, sekali lagi terima kasih. Saya akan membawakan mereka oleh-oleh.'' Soni kemudian meninggalkan kamar Arsen.

__ADS_1


Arsen kembali fokus pada layar tabletnya, melihat kembali sikap konyol Sheena yang membuatnya sangat terhibur.


''Sheena, aku sungguh merindukanmu. Kamu juga sungguh merindukan ku? Sampai kamu berhalusinasi menganggap boneka itu adalah diriku. Tapi sekali-kali kita harus berpisah sejenak, untuk menguatkan perasaan kita. Maafkan aku kalau aku setega ini kepadamu.'' Gumamnya.


...****************...


Keesokan harinya, Sheena mengirim pesan pada Arsen. Ia memotret menu sarapan paginya. Sheena juga foto bersama dengan teddy bearnya itu di meja makan. Setelah itu Sheena mengirimkan pesan dan foto itu pada Arsen.


Sheena : Selamat pagi suamiku. Aku dan putramu sedang sarapan berdua tanpa kehadiranmu. Cepatlah pulang, kami merindukanmu. Aku harap, kamu sudah sarapan dan kamu baik-baik disana. Maafkan aku ya.


Begitulah isi caption foto yang Sheena kirimkan pada Arsen. Arsen yang sedang dalam perjalanan menuju pabrik, membuka ponselnya saat nada pesan masuk berbunyi. Arsen tersenyum sumringah mendapati pesan masuk dari Sheena.


"Anak? Dia benar-benar gila ya tanpa aku. Masa iya dia menganggap boneka itu anak kita berdua. Tapi pagi ini dia imut sekali. Tahan Arsen, jual mahal dulu. Buat dia sadar bahwa kamu adalah satu-satunya cinta di hati Sheena," gumam Arsen.


Sheena : Kenapa kamu tidak pernah membalas pesanku? Kamu juga tidak pernah mengirimkan pesan padaku. Apa kamu tidak merindukan ku? Apa ada wanita lain disana yang menemanimu? Sampai kamu lupa dengan istrimu. Kamu pasti sedang menemui selingkuhanmu kan? Jujur saja, Arsen. Katakan saja kalau kamu disana sedang selingkuh! Ingat ya pesta pernikahan sebentar lagi. Kalau sampai kamu selingkuh, aku jamin wanita selingkuhanmu itu hidupanya tidak akan tenang, begitu juga dirimu.


Sheena : Tuh kan cuma di read saja. Apa susahnya sih membalas pesanku? Jangan membuatku tidak tenang, Arsen. Kamu baik-baik saja kan? Ayolah balas! Sekalipun kamu disana sedang bermain dengan wanita lain, balaslah. Aku butuh balasan pesan darimu.


Soni hanya bisa menatap bosnya yang cengengesan sendiri dari kaca sunvisornya.


"Hmmm si bos ini aneh banget. Dia sok menasihatiku tapi sebenarnya dia yang butuh nasihat," gumamnya dalam hati.


"Son, enaknya aku balas apa tidak ya pesan dari Sheena?" Arsen mencoba meminta pendapat dari Soni.

__ADS_1


"Terserah Tuan saja. Saya juga tidak tahu apakah Tuan sedang baik-baik saja atau tidak." Kata Soni.


"Begitu ya?"


"I-iya Tuan." Jawab Soni. Arsen terdiam, ia kembali membaca pesan dari Sheena dan ia selalu tertawa melihatnya.


"Oh ya, apa Sheena mengubungimu?"


"I-iya Tuan. Dia menelepon saya dan marah-marah."


"Lalu apa yang kamu lakukan?"


"Sesuai perintah Tuan, kalau anda sedang sibuk dan tidak ingin di ganggu."


"Bagus, good job! Jawab begitu saja terus, Son."


"Iya Tuan."


Sesampainya di halaman pabrik, Arsen dengan sengaja memotert seorang gadis bule yang lewat di sekitar jalanan pabrik. Arsen sengaja memotret dibagian belakang saja. Terlihat rambut bergelombang blonde. Tak lama kemudian, seorang pria menyusul wanita bule itu lalu menggandeng tangan si wanita. Terlihat di pria bule itu membelikan si wanitanya ice cream. Keduanya lalu bergandengan tangan sembari menikmati ice cream itu. Setelah mendapatkan angel foto yang pas, Arsen lalu memposting foto wanita bule itu dan memprivasi postingannya jadi hanya Sheena saja yang bisa melihatnya. Arsen merasa puas saat Sheena sudah melihat storynya.


"Arsen, kamu sungguh keterlaluan. Kamu tidak mebalas pesanku tapi malah memotret wanita lain disana. Apa kamu benar-benar marah sampai melakukan ini di belakangku?" Sheena sangat kesal melihat story Arsen.


"Baiklah, aku akan menyusul ke Makau. Aku tidak akan membiarkanmu bersenang-senang disana Arsen. Aku akan membuat perhitungan dengan wanita bule itu. Lebih baik kamu mysophobia saja selamanya, daripada kamu sembuh tapi kamu kebanyakan tingkah. Hari ini juga aku akan berangkat kesana. Sudah cukup kamu menghukumku, Arsen." Sheena pun menuju ke kamar dan segera mempersiapkan diri menuju Makau. Sheena menghubungi Nyonya Dira untuk meminta alamat Arsen disana. Sheena beralasan ingun memberikan kejutan pada Arsen dan sangat merindukan Arsen. Tentu saja Nyonya Dira sangat senang, Nyonya Dira juga memberikan kunci duplikat apartemen Arsen pada Sheena. Nyonya Dira juga meminta Pak Roni untuk menemani Sheena. Karena ini pertama kalinya Sheena pergi ke luar negeri.

__ADS_1


"Arsen, i'm coming! Aku akan mengejutkanmu. Kita selesaikan disana." Gumam Sheena dalam hati.


Bersambung....


__ADS_2