My Perfect Husband

My Perfect Husband
BAB 206 Pertemuan keluarga lagi?


__ADS_3

''Tuan, dimana Belinda?'' tanya Erick sambil celingak-celinguk mencari Belinda.


''Dia diruangan. Dia kan baru masuk kerja jadi pekerjaannya sudah menumpuk. Sebaiknya kamu fokus pada pekerjaanmu saja. ''


''Maaf ya Arthur, kalau Erick menyusahkanmu. Dia ini sepertinya ada rasa pada sekretarismu.'' Sahut Grace.


''Tapi dia sudah memiliki kekasih. ''


''Kekasih? Tapi dia bilang padaku kalau dia single, Tuan. '' Sahut Erick yang tidak bisa menerima ucapan Arthur.


''Masa dia bilang begitu? Padahal aku lihat sendiri dia jalan dengan seorang pria. Ah sudahlah, jangan bahas itu. Kita kerja saja dulu. '' Ucap Arthur seraya mencengkeram pundak Erick dengan kiat sampai membuat Erick merintih sakit.


''Keterlaluan Belinda, dia bilang single. Kemarin saja dia marah-marah karena aku bilang begitu. Rupanya dia mau membalasku.'' Gumam dalam hati.


Empat jam kemudian...


''Okay, semuanya bagus! Aku sangat puas dengan hasilnya. Kalian semua hebat.'' Ucap Arthur mengakhiri rapat hari itu.


''Grace, thank you so much. Kemampuanmu memang sudah tidak diragukan lagi. Dan terima kasih untuk semua tim, kalian hebat. Kita tinggal melaunchingnya saja. Oke hari ini cukup, kalian bisa kembali keruangan masing-masing.'' Sambung Arthur.


''Baik Tuan! " ucap mereka dengan kompak.


''Arthur, mau makan siang denganku?''


''Boleh saja. '' Jawab Arthur.


''Tuan, aku juga ingin meminta ijin mengajak Belinda makan siang.''


''Tidak bisa Erick! Dia sedang banyak pekerjaan. ''


''Tapi kasihan Belinda, dia belum makan. ''


''Kamu tenang saja, aku sudah menyiapkan makan siang untuknya. Aku meminta dia untuk stay di ruangan. ''


''Oh begitu, baiklah. Kalau begitu aku permisi. ''


''Ah iya, silahkan.'' Ucap Arthur.


''Oh ya kita mau makan siang dimana Grace?''


''Dimana ya? Aku ingin makanan Indonesia. ''


''Bagaimana kalau gado-gado?''


''Boleh banget. ''


''Oke, baiklah. Kamu tunggu di mobil, aku keruanganku dulu. ''


''Oke. ''


Belinda tampak sibuk dan serius mengerjakan semua pekerjaan yang diberikan oleh Arthur. Sebuah pesan masuk mengalihkan perhatiannya.


Erick : Bel, aku sebenarnya ingin mengajakmu makan siang. Apa kamu sungguh tidak bisa?


Belinda : Pekerjaanku banyak sekali, Erick. Tuan Arthur melarangku keluar. Aku hanya boleh keluar kalau sedang ke toilet saja.


Erick : Baiklah, aku tunggu kamu di dekat toilet. Aku membelikanmu susu kurma. Sangat bagus untuk kamu yang sedang recovery.


Belinda : Baiklah, tunggu sebentar ya.


Erick : Oke.

__ADS_1


Belinda memastikan suasana aman untuk keluar namun baru juga beranjak dari duduknya, Arthur sudah terburu masuk ke ruangan.


''Bel, sebentar lagi makan siangmu datang. Kamu kemana?''


''Aku mau ke toilet.''


''Oke tapi jangan lama-lama. Aku mau keluar makan siang dengan Grace.''


''Grace? Tidak adil sekali kamu keluar seenakmu.''


''Grace itu partner bisnis jadi dia harus dilayani. Setidaknya sampai pekerjaannya beres. Kita harus membuatnya nyaman. Jadi aku pergi dulu.'' Pamit Arthur sambil mengacak rambut Belinda.


''Ya sudah, pergi sana. Aku mau ke toilet. '' Ucap Belinda seraya berlalu menuju toilet.


''Tumben tidak marah,'' gumam Arthur dalam hati.


Rupanya Erick sudah lama menunggu Belinda disana.


''Erick, maaf ya aku sudah membuatmu menunggu lama''


''Tidak apa-apa. Oh ya ini susu kurma dan salad buah untukmu. Makanan sehat untukmu dan aman di perut. ''


''Terima kasih ya, kamu seharusnya tidak usah repot-repot. ''


''Aku sama sekali tidak merasa di repotkan. Oh ya, aku ingin bertanya padamu tapi jawab jujur ya. ''


''Katakan saja. ''


''Kamu benar masih single kan?''


''Iya, aku masih single. Memangnya kenapa?''


''Tadi Tuan Arthur bilang kalau kamu sudah memiliki kekasih.''


''Iya.''


''Jangan percaya! Dia sepertinya kesal denganku karena aku sering ijin tidak masuk. Makanya bilang seperti itu supaya aku fokus kerja.''


''Oh syukurlah, aku senang sekali mendengarnya. Kalau begitu nanti kita pulang sama-sama ya. Aku akan menjemputmu.''


''Oke. Baiklah kalau begitu aku kembali keruangan ya. Terima kasih untuk susu kurma dan saladnya.''


''Iya sama-sama. Sampai ketemu nanti. ''


''Kamu hati-hati ya.''


''Iya. ''


...****************...


''Bagaimana Grace, apa kamu tidak ingin memiliki kekasih lagi?'' tanya Arthur sambil menyantap makanannya.


''Ummmm rasanya Antony belum tergantikan. Aku sedang ingin menikmati kesendirian dan karir ku. Bagaimana denganmu?''


''Jodohku sudah diatur jadi ya percuma aku membuka hati untuk wanita lain.''


''Bukannya bilang kalau jomblo ya?''


''Hehehe iya emang jomblo karena jodohku sudah diatur.''


''Kamu mengenal siapa wanita itu?''

__ADS_1


''Ya, tentu saja. ''


''Apa kamu menyukainya?'' selidik Grace.


''Mmmm aku belum tahu juga. ''


''Melihat dan mendengar dari ucapanmu, sepertinya kamu sedang bingung memahami perasaanmu padanya. Memang siapa wanita itu? Aku jadi penasaran. ''


''Adalah! ah sudahlah jangan membahas itu.''


''Padahal aku berencana ingin menjadikanmu kekasihku,'' seloroh Grace dengan tawanya.


''Dasar! Oh ya kapan kamu kembali?''


''Aku setelah ini mau pergi ke Lombok, sudah lama tidak eksplore Indonesia. Setelah itu akan pergi ke Jepang dengan timku. Setidaknya kesibukan ini membuat kesedihanku berkurang.''


''Betul banget. Oh ya tim mu yang bernama Erick, apa dia sudah punya kekasih? Apa dia sudah lama bekerja sama denganmu?''


''Memangnya kenapa?''


''Dari gelagatnya dia menyukai Belinda tapi kalau mereka bersama, bukankah sangat sulit? Ya aku tidak mau pekerjaan Belinda terganggu karena itu.''


''Erick sudah tiga tahun menjadi tim ku. Tapi jangan salah, dia adalah tipe pria yang setia. Dan dia kalau sudah cinta, akan melakukan apa saja untuk kekasihnya. Dia jujur, tulus dan apa adanya. Dia juga tidak mudah jatuh cinta tapi sekali jatuh cinta dia akan menjaganya sampai kapanpun. Jadi kalau dia memang menyukai Belinda, sepertinya dia nanti akan mengajak Belinda tinggal di luar negeri. Kamu siap-siap saja mencari sekretaris baru. Apalagi hubungan keduanya semakin dekat.'' Jelas Grace. Arthur terdiam mendengar cerita Grace.


''Apa Belinda akan jatuh cinta pada Erick? Apa dia benar-benar akan membatalkan perjodohan dan bersama Erick? Kenapa aku merasa gelisah begini? Aku merasa khawatir jika Belinda akan bersama Erick. Arthur, come on! Perasaan apa ini?'' gumamnya dalam hati.


Selesai makan siang dengan Grace, Arthur kembali kantor. Ia melihat Belinda masih sibuk dengan pekerjaannya.


''Sudah kembali rupanya,'' celetuk Belinda.


''Aku memang hanya makan siang saja. Ya jelas, aku kembali. Kamu sudah makan?''


''Sudah. Terima kasih untuk makan siangnya.''


Arthur mendekat kearah meja Belinda. Ia tersenyum kecil melihat lunch box Belinda sudah kosong. Namun pandangannya tertuju pada sebuah kaleng susu dan box transparan berisi salad.


''Itu apa? Kamu habis keluar membeli itu ya? Aku kan sudah bilang jangan keluar, supaya pekerjaanmu segera selesai.''


''Siapa juga yang keluar, ini dari Erick. Ini susu kurma dan ini salad buah. Dia pengertian sekali dan tahu kalau aku masa recovery. Dia baik sekali ya.'' Kata Belinda dengan wajah cerianya.


''Apa kamu menyukainya?''


''Iya. Dia baik, hangat, tulus dan perhatian. ''


''Kamu ini mudah sekali untuk jatuh cinta ya? Baru kenal sudah bilang suka. ''


''Aku suka dengan sikapnya. Memang kenapa? Tidak boleh?''


''Memang sudah pasti mendapat restu?''


''Aku belum memikirkan kearah sana. ''


''Huft, kenapa tiba-tiba dadaku nyeri ya saat mendengar Belinda menyukai Erick. '' Batin Arthur. Dan tiba-tiba ponsel keduanya berbunyi, sebuah pesan masuk dari orang tua mereka masing-masing.


Nyonya Dira : Belinda sayang, Papa dan Mama sudah sampai di rumah. Kami akan mengadakan pertemuan keluarga dengan Om Darwin dan Tante Sofi. Jadi nanti bersiaplah.


Nyonya Sofi : Arthur, Papa dan Mama sudah sampai di rumah. Kami akan mengadakan pertemuan keluarga dengan Om Keenan dan Tante Dira. Pastikan kamu datang dan bawa Belinda bersamamu. Mama sudah membelikan gaun untuk Belinda dan supir akan mengantarnya ke kantor. Di restoran garden jam 7 malam.


''Kak Arthur, apa kamu mendapat pesan yang sama?'' tanya Belinda.


''Iya tentu saja. Mama bahkan sudah membelikan dress untukmu.'' Arthur lalu menunjukkan pesannya padanya Belinda. Keduanya kompak mendengus.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2