My Perfect Husband

My Perfect Husband
BAB 228 Istri yang menggoda


__ADS_3

''Selamat pagi sayang.'' Kecupan mendarat di pipi Sheena, saat suaminya sudah terbangun.


''Selamat pagi juga sayang. Kamu nyenyak sekali tidurnya, aku jadi tidak tega membangunkan kamu.'' Kata Sheena yang sedang sibuk bersolek di depan cermin meja riasnya.


''Sepertinya aku merindukan kasurku ini.''


''Ya sudah, kamu mandi gih. Aku sudah menyiapkan sarapan untuk kamu.''


''Lho kamu masak? Kan sudah ada pembantu.''


''Aku tidak masak. Mama Dira mengantar makanan untuk kita tadi pagi-pagi sekali supir sudah ke rumah.''


''Oh begitu. Pokoknya kamu jangan capek-capek ya. Jangan kerja yang berat-berat. Ada dua baby di perut kamu, sayang.''


''Iya sayang, aku tahu. Tapi kadang bosan kalau di suruh duduk-duduk saja.''


''Kamu bisa nyalon, shoping, baca majalah atau apa gitu kalau bosan.''


''Iya-iya. Ya sudah kamu mandi ya.''


''Oke. Kamu tunggu ya, kita turun sama-sama ke bawah.''


''Iya suamiku.''


Sembari menunggu Arsen mandi, Sheena menyiapkan pakaian untuk Arsen. Karena hari ini Arsen mulai masuk kantor. Tak butuh lama bagi Arsen untuk mandi. Arsen yang sedang manja, meminta Sheena untuk membantunya memakai baju. Mulai dari pakaian dalam sampai pakaian luar.


''Kamu ini manja sekali seperti anak kecil.''


''Ya, aku memang lagi ingin di manja sama kamu sayang.'' Ucap Arsen seraya mencuri ciuman di bibir istrinya.


''Kamu jangan mulai deh.'' Ucap Sheena malu-malu.


''Kamu semenjak hamil semakin cantik ya.''


''Ngeledek ya? Aku mulai gendut nih.''


''Menurut aku tidak gendut. Justru aku suka yang begini jadi empuk dan enak meluknya kayak guling.''


''Berarti aku gede dong?''


''Tidak sayang. Dulu kamu terlalu kurus tapi sekarang semakin cantik. Sudahlah jangan memikirkan berat badan, yang penting kamu sehat. Kamu butuh asupan makanan dan gizi yang cukup untuk masa kehamilan kamu ini.''


''Nanti kalau aku gendut dan jelek, kamu genit-genit sama cewek lain.''


''Ya tidak mungkin lah. Sedangkan satu-satunya wanita yang berani aku sentuh cuma kamu. Hmmm rasanya sudah tidak sabar menanti baby twins kita. Kamu sehat-sehat ya sayang.''


''Iya, kamu tidak usah khawatir. Aku ini strong woman. Nah, sudah kepakai semuanya. Dasinya juga sudah rapi.''

__ADS_1


''Rambutku belum kamu sisir sayang.''


''Rambut juga?''


''Iyalah, semuanya.''


''Astaga, kamu ini. Pakai bedak sekalian tidak?'' gurau Sheena.


''Skin care iya tapi kalau bedak bayi yang seperti tepung jangan,'' ucap Arsen terkekeh.


''Sekalian aja aku bedakin biar lucu.''


''Jangan sayang. Bukannya kerja malah di kira ngelenong.'' Dan keduanya pun tertawa. Tertawa dengan kerecehan pagi itu. Setelah Arsen rapi, keduanya berjalan menuju ruang makan. Arsen meminta Sheena untuk tetap duduk. Karena kali ini ia yang melayani istrinya.


''Sayang, seharusnya aku yang melayani kamu.'' Ucap Sheena.


''Tidak apa-apa sayang. Sesekali suami melayani istri tidak masalah kan. Kamu cukup duduk, biar aku yang melayani kamu dan setelah itu kita makan dengan tenang.''


''Ihhh kamu romantis sekali. Hmmmm memang benar ya, benci dan cinta itu beda tipis.''


''Ya, begitulah. Dan sekarang aku benar-benar dibutakan oleh cintamu.'' Ucap Arsen dengan senyum lebarnya.


-


Sementara itu Belinda baru saja terbangun dari tidurnya. Namun Arthur sudah tidak ada di sampingnya.


''Sepertinya semalam aku terlalu bersemangat. Aku tidak punya tenaga untuk bangun.'' Ucapnya dengan suara lirih. Tubuh Belinda sendiri masih telanjang bulat dalam balutan selimut tebal. Dan tiba-tiba Arthur masuk membawa sarapan untuk istrinya.


''Selamat pagi istriku. Kamu sudah bangun rupanya.''


''Kamu sudah bangun? Kenapa membiarkan aku tidur sendiri?'' ucapnya dengan sedikit kesal.


''Lihatlah ke arah sana. Sudah jam 11 siang. Saat aku terbangun, aku bergegas mandi untuk membuatkanmu sarapan. Karena makanan yang kita pesan semalam juga sudah basi. Kita kelupaan dan makanan itu masih berada di depan pintu.'' Ucap Arthur seraya duduk di bibir ranjang.


''Ya ampun! Kita benar-benar melupakan segalanya semalam.'' Ucap Belinda seraya memeluk manja suaminya. Arthur juga membalas pelukan Belinda dengan sangat erat.


''Aku rasanya tidak mau jauh-jauh darimu.'' Ucap Belinda dengan manja.


''Aku juga. Bagaimana kalau kita honeymoon?''


''Aku setuju sekali.''


''Kamu mau kemana?''


''Ke Turki, bagaimana?''


''Baiklah, aku akan kabulkan keinginanmu. Tapi setelah beberapa pekerjaanku selesai ya.''

__ADS_1


''Iya sayang.''


''Ya sudah sekarang kamu cepetan mandi sana terus makan.''


''Mandiin ya. Aku capek. Badanku lemas dan ituku perih. Sepertinya aku akan sedikit susah berjalan.'' Kata Belinda sambil melirik kearah celana Arthur. Arthur mengerti apa maksud Belinda. Ia menghela, lalu menggendong tubuh telanjang itu menuju kamar mandi.


''Dasar manja!" kata Arthur sambil mengecup bibir Belinda. Bukan Belinda namanya kalau tidak menggoda suaminya. Dan namanya pengantin baru tentu saja Arthur tergoda dengan tubuh telanjang istrinya. Keduanya pun menyempatkan bercinta di dalam kamar mandi dan berakhir dengan mandi bersama. Sepertinya Belinda sudah melupakan rasa perih itu kala bastone melesak jauh ke dalam liang senggamanya. Hanya ada suara erangan dan de..sahan nikmat bercinta. Setelah menghabiskan waktu di kamar mandi selama satu jam. Mereka kemudian makan bersama, menikmati hari pertama sebagai suami istri.


''Kita kemana Kak?''


''Kok Kak sih?'' protes Arthur.


''Hehe iya sayang. Kita hari ini mau kemana?''


''Sepertinya hari ini kita di rumah saja. Kamu harus belajar memasak karena aku hanya ingin makan masakanmu saja.''


''Boleh sih tapi rumah sebesar ini, aku kan capek bersih-bersihnya.''


''Kan ada petugas kebersihan dari perusahaan Arsen, On Clean!''


''Nanti kalau aku hamil, masa iya di suruh masak?''


''Kalau kamu hamil, aku baru akan menyewa jasa pembantu. Aku ingin kita saling bekerja sama merawat rumah ini sayang. Dan itu bisa menjadi qualitu time untuk kita.''


''Baiklah kalau begitu. Tapi aku haru ini capek.'' Rengek Belinda.


''Ya sudah, kamu istirahat saja. Biar aku yang membersihkannya.''


''Bagaimana kalau kita berenang?''


''Siang-siang begini?''


''Iya sayang. Kamu pesan kelapa muda gih, kita berjemur seperti sedang di Bali. Aku juga bosan kalau di rumah terus.''


''Boleh juga ide kamu. Kita habiskan waktu kita hari ini bersama sebagai suami istri. Setelah berenang kamu ingin apa lagi?''


''Kita masak untuk makan malam bersama nanti.''


''Oke, ide yang bagus. Dan malamnya kita nonton film, bagaimana?''


''Boleh sayang, aku setuju.'' Kata Belinda dengan semangat. Arthur segera memesan kelapa muda sesuai permintaan Belinda. Sementara Belinda dengan semangat berganti pakaian dan kali ini menggunakan bikini. Ya, sekalipun sudah melihat seluruh tubuh istrinya, Arthur tetap saja di buat terpesona oleh keindahan tubuh istrinya itu.


''Kamu seksi sekali memakai bikini tapi memakai bikini hanya untuk di rumah ya.''


''Masa iya ke pantai aku harus pakai piyama.''


''Karena tubuhmu hanya untuk konsumsi pribadiku sayang. Awas saja kalau kamu masih suka berpakaian terbuka seperti kamu yang sebelum menikah, aku pastikan kamu akan aku kunci di dalam rumah.''

__ADS_1


''Oh, aku suka dengan sikap posesifmu suamiku.'' Kata Belinda dengan nada menggoda. Arthur yang gemas, meraih pinggang Belinda dan melu..mat bibir Belinda tanpa basa-basi. Dan mereka pun kembali mencoba gaya dan variasi baru dalam bercinta di kolam renang. Semua rencana hari itu sepertinya gagal karena Belinda begitu piawai membangkitkan hasrat suaminya. Dan Arthur enggan melewatkan sedetik sentuhan di tubuh Belinda.


__ADS_2