My Perfect Husband

My Perfect Husband
BAB 169 Awal Pertemuan


__ADS_3

Masih di acara pesta pernikahan Arsen dan Sheena. Setelah berhasil mendapatkan bunga pengantin, Brian bergegas untuk menyimpannya.


''Aku akan menyimpannya di mobil Papa. Maklum, semua fasilitas di cabut, otomatis kemana-kemana harus nebeng.'' Gumam Brian. Brian kemudian berjalan menuju pintu keluar balroom. Namun saat hendak keluar, seorang pelayan yang membawa nampan berisi minuman menabraknya.


''Oh my god!" seru Brian.


''Maaf Tuan, maaf. Aku tidak sengaja.'' Ucap pelayan wanita itu. Pelayan itu segera memungut gelas yang sudah pecah.


''Sekarang bajuku basah. Kamu tahu kalau ini pakaian mahal. Membawa minuman saja tidak becus.''


''Sekali lagi maaf, Tuan. Saya akan mengambilkan tisu.''


''Tidak usah! Lain kali kerja yang bener, kalau jalan itu matanya di pakai.'' Ucap Brian seraya berlalu.


''Dasar orang kaya sombong.'' Gumam pelayan itu dengan kesal. Pendengaran Brian yang tajam, membuatnya mendengar ucapan pelayan itu.


''Hei, aku mendengar ucapanmu!" ucap Brian seraya membalikkan badannya ke arah pelayan itu. Pelayan itu hanya meringis sambil menunduk.


''Saya hanya berbicara jujur saja.'' Ucap pelayan itu sembari berlari kecil, kabur dari Brian.


''Wah, baru kali ini ada wanita yang menolak pesonaku. Bukannya memuji tampan, malah mengatai aku.'' Kesal Brian.


...****************...


''Aku hari ini lelah sekali.'' Ucap Sheena yang tengah sibuk membersihkan riasannya. Setelah acara selesai, Arsen dan Sheena memutuskan untuk bermalam di hotel.


''Tapi aku hari ini sangat bahagia. Bagaimana denganmu?'' tanya Arsen.


''Hal seperti itu masih juga kamu tanyakan, Arsen. Tentu saja aku sangat bahagia. Setidaknya ini menjadi pernikahan impianku. Menikah dengan orang yang aku cintai.'' Ucap Sheena. Arsen lalu memutar tubuh Sheena untuk menghadapnya. Arsen kemudian duduk berlutut di hadapan wanita yang begitu ia cintai itu. Di genggamnya kedua tangan Sheena, kemudian di kecup lembut kedua punggung tangan Sheena.


''Ada apa sih cium-cium segala. Mau minta jatah?'' celetuk Sheena.


''Kamu ini menganggu momen romantis saja. Aku ingin minta maaf padamu, Sheena.''


''Maaf untuk apa Arsen?''


''Maaf untuk semua kesalahanku di masa lalu. Dulu aku sudah menghinamu dan merendahkanmu. Tapi sekarang semua itu berbalik menjadi aku sangat mencintaimu dan tidak mau kehilangan kamu.''

__ADS_1


Sheena tersenyum. ''Tidak perlu minta maaf, Arsen. Itu hanyalah masa lalu yang menjadi bagian cerita indah kita.''


''Kamu janji ya jangan tinggalkan aku?'' ucap Arsen memohon.


''Tidak ada alasan bagiku untuk meninggalkan kamu, Arsen.'' Ucap Sheena. Mereka berdua kemudian saling berpelukan.


''Sebaiknya kamu mandi dulu ya.'' Lanjut Sheena.


''Mandi sama-sama bagaimana? Sepertinya lebih menyenangkan.'' Kata Arsen dengan kedipan nakalnya.


''Oke baiklah. Permintaan suami yang ini tidak boleh di tolak.'' Jawab Sheena. Arsen dengan senyum sumringahnya, menggendong Sheena lalu mengajaknya ke kamar mandi untuk mandi bersama.


...****************...


Sementara itu Belinda sudah kembali ke rumah orang tuanya. Sesuai kesepakatan dari orang tuanya, setelah resepsi pernikahan selesai, Belinda dan Brian harus pindag rumah.


''Bel, sedang apa?'' tanya Nyonya Dira saat memasuki kamar putrinya.


''Mama ini sudah tahu Belinda sedang berkemas, masih saja tanya.'' Ketus Belinda.


''Habisnya Mama dan Papa tega mau buang anak. Anak cantik begini malah di suruh keluar rumah. Nanti kalau Belinda kenapa-kenapa bagaimana?''


''Tidak akan terjadi apa-apa sama kamu, sayang. Rumah kontrakannya juga tidak terlalu buruk kok. Mana mungkin Papa dan Mama tega memberikan rumah tidak layak huni untuk kalian.''


''Ya tapi tetap saja Belinda kesal, Mah.''


''Masa iya sebelum perang sudah menyerah duluan.''


''Oh ya Mah, kalau Belinda dan Kak Arthur di jodohkan, apa Belinda akan tetap tinggal di kontrakan?''


''Tentu saja tidak. Kalau kamu dan Arthur setuju, kamu tidak usah tinggal di kontrakan lah. Yang ada kami akan langsung menikahkan kalian. Memangnya kenapa? Kamu sudah ingin menikah ya?'' goda Nyonya Dira.


''Ih Mama apaan sih. Belinda cuma tanya. Sejauh ini, semuanya masih biasa saja, Mah. Belinda takut disakiti lagi.''


''Sekarang aja baru nyesel, kemarin-kemarin ngeyelnya minta ampun kan?''


''Sudahlah Mah, jangan bahas itu. Belinda langsung bad mood kalau bahas itu.''

__ADS_1


''Sekarang kamu fokus kerja, belajar mandiri dan manjanya di kurang-kurangin. Mama dan Papa melakukan ini semua untuk kebaikan kamu, sayang.''


''Memangnya sampai kapan Belinda harus tinggal di kontrakan?''


''Kalau untuk itu sepertinya Papa pemegang keputusan terbesar. Papa akan meminta kalian kembali sampai kalian pantas kembali.''


Mendengar apa yang di ucapkan Mamanya, Belinda hanya bisa mendengus kesal. Nyonya Dira kemudian memeluk putrinya itu.


Seementara itu Tuan Keenan sendiri sedang menuju kamar Brian.


''Malam Brian!" sapa Tuan Keenan saat membuka pintu kamar putranya.


''Malam juga Pah. Ada apa pah?'' tanya Brian yang tengah sibuk berkemas.


''Sepertinya kamu semangat sekali.'' Ucap Tuan Keenan.


''Iya dong Pah, harus semangat.''


''Kamu tidak marah? Atau kesal dengan Papa?''


''Marah dan kesal karena apa Pah?''


''Ya, karena kamu harus pergi dari rumah dan meninggalkan nama besar Dirgantara untuk sementara.''


''Awalnya Brian marah dan kesal, Pah. Tapi semenjak beberapa hari Brian pura-pura seperti ini, banyak yang mencibir Brian kalau Brian modal ganteng doang, Pah. Kesal banget, Pah. Tapi ada hikmahnya juga Pah. Hikmahnya Brian jadi tahu siapa yang tulus dan siapa yang modus. Brian akui sejak Brian seperti ini, cewek-cewek pada kabur Pah. Dan lagi-lagu Brian dikatain modal tampang doang.''


Tuan Keenan tertawa mendengar cerita putranya itu. ''Tidak apa-apa lah. Memang anak Papa kan tampan. Jadi apa yang dikatakan orang-orang itu benar juga. Terus bagaimana sudah ada gadis yang membuat kamu dag dig dug belum?''


''Papa ini, apanya yang dag dig dug, Pah. Tidak ada sama sekali. Cewek jaman sekarang itu terlalu realistis Pah. Kata mereka uang memang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang. Kalau cuma modal ganteng doang tapi nggak ada uang, sorry good bye. Sumpah deh nyebelin banget, Pah. Sekarang Brian tahu dan mengerti maksud Papa ini. Belajar dari pengalaman hyung dan noona juga.''


''Sekarang kamu paham kan maksud Papa. Karena sebelum menikah dengan Mama kamu, Papa juga sangat bodoh soal cinta. Papa pernah tertipu juga dan itu semu berawal dari melawan restu orang tua juga. Awalnya Papa mengira dia adalah wanita baik-baik tapi ternyata setelah menikah, perangai buruknya terlihat. Ya, Papa tidak ingin anak-anak Papa mengalami hal buruk seperti yang pernah Papa rasakan dulu. Apalagi dua Kakakmu terjebak dengan orang salah. Papa ingin sekali kamu mendapatkan seseorang yang mencintai kamu dengan tulus dan apa adanya Brian. Sekali lagi maafkan Papa ya. Ini bukan hanya tentang cinta tapi juga mengajari kamu untuk lebih mandiri dan bagaimana lelahnya mencari uang.''


''Iya Pah, Brian mengerti. Brian akan melakukan yang terbaik untuk Papa.''


''Terima kasih ya, Nak. Hari ini Papa bisa melihat kedewasaan kamu.'' Tuan Keenan dan Brian kemudian saling berpelukan.


Bersambung... Yukk like, komen dan votenya ya. Mohon dukungannya juga untuk karya baru author "Takdir Cinta Aruna" Terima kasih 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2