
Setelah dua hari di rumah sakit, akhirnya Fandi di ijinkan untuk pulang. Sesampainya dirumah, Fandi tidak banyak bicara, ia pergi ke kamarnya begitu saja. Ia sangat marah dengan semua keadaannya selama ini.
''Kenapa aku harus hilang ingatan? Dan kenapa aku harus ingat disaat Sheena sudah bahagia bersama pria lain? Rasanya sakit sekali menerima semua kenyataan pahit ini. Mama dan Papa sangat keterlaluan. Olivia juga ikut-ikutan memperdaya aku.'' Gumam Fandi dalam hati dengan segala kekecewaannya. Olivia dengan ragu-ragu masuk ke kamar. Ia melihat Fandi berdiri di teras balkon. Dengan langkah perlahan, Olivia mendekat kearah Fandi.
''Fandi, aku minta maaf untuk semuanya. Maaf jika perasaanku ini lebih dari rasa seorang sahabat. Kamu menikahi aku juga secara sadar. Bahkan dari awal pernikahan aku juga tidak masalah jika kita tidak bisa seperti pasangan suami istri pada umumnya. Aku melakukan itu semua tulus untuk kamu tanpa mengharapkan imbalan apapun.''
''Kamu saja dengan Mama. Bahkan kamu juga menjelek-jelekkan Sheena di hadapanku.''
''Fan, itu semua atas permintaan Sheena. Sheena berpesan padaku kalau kamu sadar dan menanyakan tentang dirinya, katakan saja jika dia bukanlah wanita baik-baik. Aku bahkan secara terang-terangan dihadapan Sheena ingin mundur dan aku ingin mempersatukan kalian tapi Sheena menolak. Karena Sheena tidak mau menjalani hubungan tanpa restu, Fan. Aku bahkan setiap hari memberi kabar Sheena tentang perkembanganmu selama kamu sakit. Aku membantunya untuk merawatmu saat kamu koma karena jika Mama tahu, Mama akan bersikap kasar pada Sheena. Kamu mengenalku sejak kecil jadi aku tidak mungkin melakukan hal licik itu, Fan. Bahkan saat kita akan menikah, aku juga memberi kabar pada Sheena. Tadinya aku tidak mau menikah denganmu karena aku tahu menikah tanpa cinta itu menyakitkan. Tapi Sheena memintaku untuk menikah denganmu. Sheena menitipkanmu kepadaku, Fan. Karena saat itu dia juga sudah putus asa dan tidak ada lagi harapan untuk bersama kamu. Apalagi saat kamu sadar dari koma, kamu justru hilang ingatan dan tidak mengenalinya. Aku minta maaf jika kamu merasa aku memanfaatkan ini semua. Aku senang dan bahagia bisa menikah denganmu, pria yang selama ini aku cintai meskipun aku tahu cintaku ini akan bertepuk sebelah tangan. Sekarang aku hanya bisa pasrah menerima semua keputusanmu, sekalipun itu sebuah perceraian.'' Jelas Olivia dengan menahan segala perih dalam hatinya. Olivia kemudian berlalu meninggalkan kamar Fandi. Fandi terdiam dan termenung, setelah mendengar semua ucapan Olivia. Di akui Fandi, Olivia memang gadis yang sangat baik. Fandi tentu saja ingat, bagaimana Olivia menemaninya dan membantunya sembuh sampai ia berjalan lagi. Tapi bukanlah sebuah pernikahan yang dinginkan oleh Fandi.
''Kenapa aku mau menikahi Olivia saat itu? Pernikahan ini sudah jelas-jelas membuat Olivia semakin terluka. Apa aku harus mengakhiri pernikahan ini? Dan membiarkan Olivia untuk bebas memilih kehidupannya. Daripada semua ini dipaksakan yang ada akan semakin menyakiti hati dan perasaannya. Hatiku masih untuk Sheena. Aku tidak bisa memaksakan perasaankum.'' Gumam Fandi dalam hati dengan segala kerisauannya.
Saat makan malam, Fandi memilih absen untuk berada di ruang makan. Tetapi Olivia memilih untuk membawakan makan malam ke kamar Fandi.
''Fandi, sudah waktunya makan malam.'' Kata Olivia seraya membuka pintu kamar Fandi. Lagi-lagi Olivia mendapati Fandi termenung diteras balkon.
''Fan, ayo kita makan!" Olivia kembali memanggil Olivia.
''Aku tidak lapar Olivia.''
''Aku sudah membawa makanan ini untukmu. Ini makanan kesukaanmu. Makanlah dan minum obat supaya kamu segera pulih.''
__ADS_1
''Mulai sekarang, kamu tidak usah peduli lagi denganku, Liv. Kamu akan semakin sakit jika kamu melakukan semua ini.''
''Aku tidak masalah, Fan. Aku melakukan ini bukan sebagai seorang istri melainkan sebagai seorang sahabat. Jadi aku anggap pernikahan ini adalah sebuah persahabatan.'' Ucap Olivia dengan mata berkaca-kaca. Fandi kemudian berbalik menatap Olivia yang sudah membawa nampan berisi makanan.
''Olivia, kenapa kamu bodoh sekali? Kenapa kamu mau diperdaya oleh Mama? Bukankah hal ini semakin membuatmu sakit?''
''Fandi, dari awal menikah kita berdua sudah berkomitmen untuk menjalani pernikahan ini sebagai seorang sahabat. Karena aku tahu sekalipun kamu amnesia, di alam bawah sadar kamu, hanya Sheena yang kamu cintai. Kalaupun aku berniat jahat, aku pasti sudah sejak awal mengajakmu tidur bersama Fan. Kamu juga tahu kalau selama ini kita selaku tidur terpisah. Kamu disofa dan aku ranjang.''
''Apa yang dikatakan Olivia benar juga. Olivia juga tidak pernah menggodaku atau merayuku. Apalagi menjebakku untuk tidur dengannya.'' Gumam Fandi dalam hati.
''Olivia, apa kamu tahu bagaimana bisa Sheena akhirnya menikah dengan pria lain dengan mudahnya? Ditambah selama ini Sheena adalah putri seorang yang hebat, yang selama ini dianggap hilang.''
''Kenapa Sheena begitu mudahnya melupakan aku? Apa jangan-jangan setelah identitas Sheena diketahui, dia juga dijodohkan?''
''Bisa jadi seperti itu. Apalagi itu adalah pernikahan yang megah dari kedua keluarga pengusaha yang paling berpengaruh dinegeri ini. Fan, kalau kamu ingin sembuh sebaiknya kamu makan dan minum obatmu. Aku akan membantumu bertemu dengan Sheena.''
''Aku sangat merindukannya, Olivia. Aku ingin sekali memeluknya. Apa dia bahagia dengan pernikahannya? Aku berharap sekali bisa bersama dengan Sheena jika dia memang tidak bahagia atau memang pura-pura bahagia. Aku ingin menemuinya dan mengatakan kalau ingatanku sudah pulih. Lalu bagaimana dengan kondisi Sheena setelah kemarin kecelakaan? Apa kandungannya baik-baik saja?''
''Iya, aku melihatnya dia baik-baik saja.''
''Tapi kenapa dia tidak menungguku sadar?''
__ADS_1
''Kamu tentu sudah tahu jawabannya, Fan. Mama menyalahkan Sheena atas apa yang terjadi kemarin.''
''Kenapa Mama sangat membencin Sheena? Status sosial Sheena sudah berubah, kenapa Mama tetap membencinya? Apa salah Sheena pada Mama? Dia wanita yang baik dan tulus. Apa Mama sama sekaki tidak bisa melihat semua kebaikan Sheena? Dulu tidak setuju dan benci karena status sosial Sheena yang berasal dari keluarga sederhana, apa setelah mengetahui ini Mama tetao tidak bisa berubah? Disaat semua Ibu ingin membahagiakan anaknya tapi Mama justru sebaliknya. Mama justru membuat anaknya menderita lahir dan batin.''
''Fandi, bagaimanapun Mama adalah ibu kandung kamu. Kamu jangan membencinya.''
''Aku tidak membenci orangnya Olivia tetapi aku membenci sifatnya yang sangat egois itu. Saat aku punya anak nanti, jangan sampai aku mengorbankan kebahagiaan anakku demi keegoisanku. Mama dan Papa bukanlah contoh yang baik sebagai orang tua.''
''Fan, jangan membuat otakmu berpikir terlalu keras. Sebaiknya kamu makan ya.''
''Maaf Olivia, sebaiknya kamu bawa makan itu kembali ke dapur. Aku tidak ingin makan.''
''Tapi Fan....,''
''Jangan membuatku marah, Olivia. Kembalikan saja ke dapur.''
''Ba-baiklah.'' Kali ini Olivia tidak mau membantahnya. Tapi Olivia juga khawatir karena semenjak ingatannya pulih, Fandi hanya makan beberapa suap saja dan lebih banyak termenung. Olivia khawatir jika kondisi Fandi semakin memburuk. Apalagi wajahnya kini tampak lebih tirus dari sebelumnya.
**Bersambung... Akankah Fandi menceraikan Olivia setelah ingatannya pulih? Atau Fandi memilih tetap bertahan?
Yukkk like, komen dan votenya ya yg banyak, terima kasih 🙏❤️**
__ADS_1