My Perfect Husband

My Perfect Husband
BAB 223 Tidak Sabar


__ADS_3

“Sayang, kamu kenapa? Mama lihat kamu tadi sampai rumah cemberut. Apa Arthur tidak menyukai makanan yang kamu buat?” tanya Nyonya Dira. Melihat Belinda pulang dengan wajah cemberut, Nyonya Dira bergegas menyusul putrinya ke kamar.


“Tidak apa-pa kok, Mah. Kak Arthur memang tidak menghabiskan makananku karena supnya keasinan, daging dan sayurnya pun under cook. Jadi tadi Kak Arthur mengajakku ke rumah dan kita masak bersama.”


“Terus, apa yang membuat wajahmu cemberut?”


“Ummm Belinda boleh tanya sesuatu Mah? Tapi ini sedikit privat, Mah.”


“Katakan saja, sayang.”


“Dulu Papa dan Mama melakukan hal itu sebelum atau sesudah menikah?”


Nyonya Dira mengernyitkan keningnya, mendengar pertanyaan putrinya.


“Melakukan apa sayang?”


“Making love Mah, hehehe.”


“Yang pasti setelah menikah dong, sayang.”


“Mama tidak pernah melakukan lebih?”


“Sekedar ciuman saja. Kalau dulu benteng Mama tidak kuat, mungkin Papa mu sudah merobohkan benteng pertahanan Mama,” seloroh Nyonya Dira dengan tawanya.


“Kalau seorang pria menolak untuk berhubungan sebelum menikah itu bagaimana menurut Mama?”


“Menurut Mama, dia harus dipertahankan. Dia pria yang baik, yang bukan hanya mencari kesenangan tapi lebih menjaga. Ingat ya Bel, sekalipun kamu tumbuh di luar negeri tapi jangan lupakan adat ketimuran. Mama tahu kehidupan di lua sana bebas dan making love sebelum menikah itu sudah di anggap hal yang lumrah tapi sebagai seorang wanita kita harus menjaga harga diri dan kehormatan sampai akhir.”


“Tapi Mama dan Papa merasa penasaran tidak dengan hal itu?”


“Namanya orang sedang kasmaran, pasti ingin sekali melakukan hal yang dilarang. Tapi percaya deh sama Mama, melakukan itu setelah menikah rasanya lebih menyenangkan. Memang kenapa kamu tanya seperti itu? Jangan bilang kamu dan Arthur sudah melampaui batasan?”


“Tidak Mah. Kami tidak melakukan itu. Kalaupun iya, bagaimana Mah? Sebentar lagi kita juga akan menikah.”


“Ih, kamu ini berani sekali ya. Awas ya sampai kamu macam-macam!”


“Belinda penasaran, Mah.” Rengek Belinda.


“Bel, Mama akui rasa penasaranmu akan sesuatu yang baru sangat bagus tapi untuk ini, kamu harus bisa menahannya. Jangan-jangan kamu yang menggoda Arthur ya? Terus Arthur menolaknya.” Selidik Nyonya Dira. Belinda hanya bisa nyengir sambil menggaruk kepalanya.


“Mama heran, kamu ini polos atau memang bagaimana sih? Mama tidak habis pikir dengan keunikan kamu diantara saudara-saudaramu yang lain. Tadi Papa sudah telepon kalau hari pertunangan kalian akan dijadikan hari pernikahan kalian. Papa sudah cerita semuanya.”


“Iya, Belinda sudah setuju. Kalau dicoba boleh kan Mah? Supaya Mama dan Papa cepat dapat cucu lagi. Katanya sakit kan Mah? Makanya dicoba dulu supaya nanti tidak sakit. Belinda seperti ini hanya dengan Kak Arthur saja kok Mah. Seriusan deh! Jadi Kak Arthur juga yang mendapatkan mahkota berharga ini.”

__ADS_1


“B.E.L.I.N.D.A! Kamu ini ngaconya keterlaluan ya. Sebaiknya kamu mandi, keramas dan berendam dengan kembang tujuh rupa supaya jiwa dan ragamu bersih. Menunggu beberapa hari saja masa tidak sanggup.”


“Hehehehe, penasaran Mah.” Rengek Belinda.


“Otak mesum Papa mu kenapa menular padamu.” Gerutu Nyonya Dira seraya berlalu meninggalkan kamar Belinda.


“Ya Tuhan, tubuh Kak Arthur sedari tadi terbayang di otakku. Aromanya dan bentuk ototnya menggemaskan sekali. Ingin aku memeluknya dan tidak akan pernah aku lepaskan.” Gumam Belinda sambil memeluk gulingnya dengan segala imajinasinya tentang Arthur.


...****************...


SWISS


“Sayang, terima kasih ya sudah mewujudkan keinginanku.” Ucap Sheena sembar bersender manja di dada suaminya.


“Sama-sama sayang. Aku bahagia bisa melakukan semuanya untukmu.”


“Dan baby kita sepertinya juga sangat bahagia karena mereka sama sekali tidak rewel. Bahkan dicuaca seperti ini, aku baik-baik saja.”


“Sepertinya mereka memang senang kalau diajak liburan.”


“Oh ya, sepertinya kita harus pulang cepat.”


“Memangnya kenapa?”


“Memangnya ada apa?”


“Kapal Kak Arthur dan Belinda sudah berlayar. Selama empat hari kita disini, banyak cerita mengejutkan.”


“Hah? Benarkah?” Arsen seperti tidak percaya mendengar kabar itu.


“Iya sayang. Mama cerita semuanya padaku. Dihari yang seharusnya mereka bertunangan, malah akan menjadi hari pernikahan untuk keduanya.”


“Memangnya apa yang terjadi sampai akhirnya mereka menikah?”


“Ini, kamu lihat hot news yang terjadi disana.” Sheena menunjukkan artikel yang dikirim Nyonya Dira padanya.


“Arthur melakukan pelecehan pada bawahannya? Dia menghianati Belinda untuk menutupi rumor itu?” Arsen saja dibuat salah sangka dengan artikel itu.


“Enak saja. Kakakku pria baik-baik ya. Ini yang ciuman itu Kak Arthur dan Belinda. Ada yang memotret mereka dan menggorengnya menajdi beritu seperti ini.”


“Serius mereka berciuman?”


“Iya sayang. Mereka juga sudah mengaku.”

__ADS_1


“Wah, perkembangan yang luar biasa sekali ya. Mereka berciuman di dalam mobil. Seperti selebriti saja mereka. Tapi apa motif mereka melakukan itu pada Arthur?”


“Aku juga tidak tahu pasti sayang. Masih dalam penyelidikan. Tapi aku senang karena akhirnya mereka menikah juga. Makanya kita harus cepat pulang. Aku sudah merindukan semuanya.”


“Tapi aku masih ingin bersamamu disini, sayang.” Kata Arsen.


“Tapi itu hari special adik kamu. Masa iya kamu mau melewatkannya. Kita masih bisa honeymoon lagi dirumah sampai puas.”


“Iya tapi suasana disini lebih mendukung untuk bermesraan.” Ucap Arsen yang semakin mempererat dekapannya.


“Kamu dimana saja pengennya bermesraan terus.”


“Kita satu hari lagi disini ya?” rengek Arsen.


“Baiklah, kita satu hari lagi disini. Kasihan Papa juga kalau harus mengurus kantor sendirian. Kamu tidak merindukan kantormu?”


“Tidak sayang. Aku lebih merindukanmu dan ingin bersamamu.”


“Kalau kamu tidak kerja, anak dan istri kamu, mau kamu kasih makan apa?”


“Kita sudah kaya sayang. Jadi kita tidak usah takut kelaparan.”


“Eh, jangan sombong ya kamu!”


“Hehehe bercanda sayang. Kamu tahu sendiri, aku hampir tidak pernah berlibur. Menjadi anak laki-laki tertua dikeluarga, membuatku harus bekerja ekstra keras. Bisa dibilang, aku sangat gila bekerja sayang tapi semenjak ada kamu, aku pinginnya dirumah, rebahan dan pelukin kamu terus. Waktu empat hari disini sangat berharga bagiku dan sangat menghilangkan penatku selama bertahun-tahun.”


“Iya sayang, aku mengerti. Nanti kita liburan lagi ya, yang dekat-dekat saja. Aku ingin sekali ke puncak, ke Bali, Jogja dan Lombok. Keliling Indonesia gitu lah.”


“Ayo saja sayang!”


“Nanti setelah anak-anak kita lahir dan sudah bisa diajak pergi, aku ingin pergi ke Paris, Turki, Itali dan Korea.”


“Kemana saja yang kamu mau, akan aku turuti sayang. Asalkan kamu bahagia dan yang penting kamu harus sehat selalu ya sayang.”


“Kamu juga harus selalu sehat ya sayang, aku dan aanak-anak kita masih amat sangat membutuhkanmu.”


“Iya dong sayang. Aku akan selalu sehat dalam hal apapun. Terutama dalam hal menjaga stamina diatas ranjang,” seloroh Arsen dengan tawanya.


“Dasar ya kamu!”


“I love you, my Sheena.”


“I love you more my Arsen.”

__ADS_1


...Bersambung....Yukkk like, komen dan votenya ya, makasih 🙏❤️...


__ADS_2