My Perfect Husband

My Perfect Husband
BAB 174 Suamiku, Aneh!


__ADS_3

Akhirnya Brian sampai juga di kantor tepat waktu. Kedua kaki Brian gemetar begitu turun dari motor Gea.


''Ini kantor tempat elo kerja?'' tanya Gea.


''I-iya.''


''Wuih, keren ya! Hebat dong."


''Ya, aku akan baru masuk kerja makanya aku takut telat. Lagi pula aku juga cuma karyawan biasa disini.''


''Apapun itu syukuri saja, gue cabut ya.''


''Eh, kamu sendiri kerja dimana?''


''Gue kerja di mini market. Tapi lebih tepatnya kerja apa ajalah. Bye!" Gea dengan sekejap menghilang dari pandangan Brian.


''Sumpah nih cewek sama sekali tidak terpengaruh apa ya dengan ketampananku. Bisa-bisanya dia cuek. Ketika semua wanita menginginkan bersama denganku tapi dia justru buru-buru menurunkan ku di kantor. Tapi apa boleh buat, aku kere! Lebih tepatnya akting kere." gumam Brian. Brian melihat mobil Arsen memasuki pelataran kantor. Ia lalu berlali kecil menyapa Kakaknya dan juga kakak iparnya.


''Pagi hyung, noona!" sapa Brian dengan wajah cerianya.


''Pagi Brian, bagaimana kehidupan baru di rumah kontrakan?'' tanya Sheena.


''Cukup menyenangkan eonni. Banyak hal baru yang aku pelajari, terutama memasang selang tabung gas.'' Jawab Brian dengan penuh antusias. Sheena dan Arsen pun tertawa mendengar ucapan Brian.


''Brian, Brian, memasang selang tabung gas saja sudah membuatmu begitu bahagia ya?'' ledek Arsen.


''Iyalah, itu prestasi.''


''Lalu mana motor bututmu?'' tanya Arsen.


''Hehehe mogok, Hyung. Papa sih keterlaluan milih motornya ketuaan.''


''Lalu kamu naik apa Brian?'' tanya Sheena.


''Nebeng sama teman, Noona. Mmm lebih tepatnya tetangga aku.''


''Masih banyak orang tulus di luar sana kan Brian?'' ucap Sheena.


''Iya Noona.''


''Ya sudah, masuk sana! Kerja yang rajin. Ingat ya panggil aku Tuan.'' Kata Arsen.


''Iya Tuan muda Arsen. Kalau begitu saya permisi ya.'' Ucap Brian seraya pamit undur diri.


''Kenapa adikmu itu sangat lucu, Arsen. Dia sangat menggemaskan.'' Ucap Sheena dengan tawa kecilnya.


''Oh jadi kamu lebih tertarik padanya?''


''Bukan begitu suamiku sayang. Dia itu selalu ceria apapun keadaannya. Sudah, ayo masuk!"


''Mulai sekarang jangan panggil aku Arsen lagi.''


''Lalu aku harus memanggil kamu apa?''


''Panggil sayang gitu, kita kan sudah menikah resmi. Masa iya tidak ada panggilan spesial. Atau panggil suamiku, begitu.'' Protes Arsen.


''Baiklah suamiku, sepertinya suamiku sedang sensitif akhir-akhir ini.''


''Nah begitu dong, baiklah istriku ayo kita masuk dan bekerja.'' Arsen lalu menggandeng tangan Sheena dan mengajaknya masuk ke dalam.


-


''Terima kasih untuk sarapannya ya, Kak. Aku ke kantor dulu ya.''

__ADS_1


''Eh enak saja. Cuci dulu piringmu, sekalian ini piringku. Sudah mandi gratis, sarapan gratis, masih mau main kabur saja. Hitung saja biaya sarapan pagimu ini.'' Cerocos Arthur.


Belinda menghela. ''Dasar perhitungan! Iya-iya aku akan mencucinya.'' Belinda kemudian membawa piring kotor ke dapur.


''Sudah cantik begini, disuruh cuci piring.'' Belinda mendumel.


''Bel, aku berangkat dulu ya. Awas jangan terlambat!"


''Mustahil aku tidak terlambat, kamu saja menyuruhku mencuci piring.'' Sahut Belinda.


''Itu urusanmu!" ucap Arthur seraya berlalu.


''Sumpah itu cowok sama sekali tidak punya perasaan.'' Belinda merutuk dalam hati. Setelah menyelesaikan tugasnya, Belinda segera berangkat ke kantor.


...****************...


''Kamu pasti sudah menunggu lama ya?'' ucap Arsen begitu ia kembali keruangannya.


''Mmmm iya sih tapi aku bisa belajar juga disini. Ternyata mengurus perusahaan itu sangat rumit. Apalagi yang di jual bukan hanya satu produk saja.''


''Ya begitulah istriku, untung saja memori suamimu ini tak terbatas,'' gurau Arsen.


''Oh ya kita mau makan siang apa?''


''Mmmm aku ingin makan nasi padang.''


''Hah? Nasi padang?'' Sheena tidak percaya dengan ucapan suaminya.


''Iya, memang kenapa? Selama meeting tadi yang ada di otakku itu nasi padang. Aku membayangkan rendang dan sambal hijaunya, terus kuahnya itu, sangat menggugah selera.''


''Ada apa dengan suamiku? Sarapan pagi ini minta dibuatkan nasi goreng kesukaanku, bahkan minta telur dadar yang biasa aku buat. Dan sekarang minta nasi padang, tumben sekali dia. Kemarin saja dia tidak mau makan nasi padang karena alasan kalorilah, kolestrollah, apalah. Eh sekarang malah minta nasi padang.'' Gumam Sheena dalam hati.


''Kamu serius sayang mau makan nasi padang?'' Sheena berusaha meyakinkan suaminya.


''Iya istriku tapi aku mau makannya di bungkus sama es teh manisnya sekalian. Kamu kan juga suka nasi padang, apa kamu tidak ingin juga?''


''Lalu kamu ingin makan apa?''


''Aku ingin makan steak wagyu double porsi.'' Kata Sheena dengan senyum lebarnya.


''Tumben kamu tidak tertarik dengan nasi padang?''


''Pokoknya aku ingin makan steak wagyu.'' Kata Sheena.


''Oke baiklah, istriku. Sekarang kita berangkat ya.''


''Tapi aku ingin makan steaknya di dine in bukan di bungkus.''


''Tidak masalah. Ayo sayang!"


''Ayo suamiku!" Seru Sheena. Mereka berdua lalu bergandengan menuju tempat parkir. Namun suara Brian menghentikan langkah keduanya.


''Hyung-Noona!" seru Brian.


''Ada apa Brian?'' tanya Arsen dengan suara malas.


''Hyung sama Noona mau kemana?''


''Mau makan siang, memangnya kenapa?''


''Ah ikut ah, makan gratis.'' Ucap Brian dalam hati.


''Aku boleh ikut?''

__ADS_1


''Tidak boleh! Aku ingin makan berdua dengan istriku. Kamu makan sendiri saja.'' Ketus Arsen.


''Hyung, sekali saja. Kita sudah lama tidak makan bersama di luar. Masa hyung tidak merindukan kebersamaan kita.'' Brian berusaha terus merayu Kakaknya.


''Sudahlah suamiku, biar Brian ikut. Sekali-kali boleh lah.''


''Tapi kan dia sedang diberi misi oleh Papa.''


''Tidak apa-apa, kalau ketahuan Papa, biar aku yang bilang.''


''Tapi aku ingin makan berdua denganmu istriku.'' Rengek Arsen.


''Begini saja hyung, nanti kita makan beda meja saja. Jadi aku tidak akan menganggu kalian.'' Ucap Brian dengan tatapan memohon.


''Tapi bayar sendiri ya?'' kata Arsen.


''Suamiku, masa sama adik sendiri begitu. Sudah ayo kita berangkat, biar noona yang traktir kamu.''


''Hehehe makasih Noona.'' Kata Brian seraya memeluk manja lengan Sheena.


''Heh, heh, lepaskan tanganmu dari istriku! Dia istriku, jangan menyentuhnya.'' Kata Arsen sambil menyingkirkan tangan Brian dari lengan Sheena.


''Hyung, kenapa dirimu tampak menjijikkan ya?''


''Apa katamu?'' mata Arsen membulat kesal.


''Iya, bucinmu berlebihan.''


''Aku tarik ucapanku tadi.'' Ketus Arsen seraya mengaja Sheena berlalu.


''Hyung, jangan tinggalkan aku!" seru Brian. Namun tetap saja Brian berhasil menerobos masuk ke dalam mobil Arsen.


''Brian, kamu ingin makan apa?'' tanya Sheena.


''Apa saja Noona. Aku tidak pernah rewel soal makanan. Tidak seperti pria yang ada disampingmu itu,'' sindir Brian.


''Sudah jangan mulai! Aku turunkan kamu di mobil.''


''Hehehe bercanda Hyung.''


''Hyung ingin makan nasi padang, sementara Noona ingin makan steak wagyu. Kamu mau yang mana?'' tanya Sheena.


''Hah? Hyung makan nasi padang? Sejak kapan?'' seloroh Brian dengan tawanya.


''Memang kenapa? Ada yang salah?'' sinis Arsen.


''Tidak, hanya terdengar aneh saja. Tidak ribet lagi dengan takaran kalorinya?''


''Sudah jangan cerewet! Kamu mau makan apa?'' ketus Arsen.


''Mmmm sepertinya nasi padang boleh juga. Aku sangat merindukan masakan Indonesia.''


''Tapi hyung pingin nasi padangnya di bungkus. Jadi nanti nasi padangnya mau hyung makan di restoran steak.'' Sahut Sheena.


''Wah, hyung mendadak aneh. Masa iya ke restoran steak makannya nasi padang?'' gumam Brian dalam hati.


''Kok aneh sih? Ya sudahlah, nanti tinggal aku di rumah makan nasi padang saja, Noona. Nanti aku kembali ke kantor naik ojek saja.''


''Kamu serius tidak apa-apa?''


''Tidak apa-apa Noona. Aku tidak mau mengganggu waktu kalian.''


''Nah begitu sadar diri,'' sahut Arsen.

__ADS_1


''Bukannya sadar diri, hanya saja aku malu lah. Masa iya ke restoran bawa nasi padang. Sepertinya hyungku tidak sedang baik-baik saja. Pasti saraf otaknya ada yang kejepit atau terbalik. Seumur hidup, hyung tidak pernah seperti ini.'' Kata Brian dalam hati. Ia benar-benar bingung dengan sikap hyungnya yang dianggapnya sangat aneh.


Bersambung.... Hai sobat reader, untuk novel "Takdir Cinta Aruna" ganti judul jadi "Promise Of Love ya"... Yukkk yang belum mampir kesana buruan mampir ya, makasih 🙏😁


__ADS_2