My Perfect Husband

My Perfect Husband
BAB 204 Damai


__ADS_3

Kini Fandi dan Arsen tengah duduk berdua disebuah taman.


''Apa yang ingin kamu katakan Fan?'' tanya Arsen.


''Aku ingin kita bicara sebagai seorang pria, Arsen. Seorang pria yang sama-sama mencintai Sheena.''


''Baiklah, katakan saja.'' Ucap Arsen dengan tatapan dingin. Karena sebenarnya Arsen malas untuk berdekatan dengan Fandi. Semua itu karena Fandi dan Sheena pernah menjalin cinta dimasa lalu.


''Jujur saja sampai detik ini, aku belum bisa melupakan perasaanku pada Sheena. Aku masih sangat mencintainya. Tapi apa yang kamu katakan benar, Arsen. Kehidupan kita sudah berbeda, kita sudah mempunyai kehidupan masing-masing. Apalagi dengan kejadian seperti ini, tentu saja membuatku tidak mungkin meninggalkan Olivia. Sepulang dari rumahmu, aku pergi ke kantor pengadilan untuk mendaftarkan perceraianku dengan Olivia.''


''Apa? Kamu gila ya? Kamu bilang tidak akan meninggalkan Olivia tapi kamu malah mendaftarkan perceraian,'' ucap Arsen dengan suara meninggi dan dengan perasaan kesalnya.


''Bisa di bilang memang aku gila. Kamu bayangkan saja di posisi aku, apa yang akan kamu lakukan setelah mengetahui kebenarannya? Aku yakin kamu akan melakukan hal yang sama. Sekalipun aku bercerai, aku juga tidak akan merebut Sheena darimu, Arsen. Aku mungkin akan memilih pergi dan menenangkan diri ditempat yang jauh. Aku bahkan tidak masalah jika harus hidup sendirian seumur hidupku. Itu karena cintaku pada Sheena terlalu besar. Dan aku akan membiarkan Olivia mencari kebahagiaannya juga. Tapi setelah aku pulang dari pengadilan, aku mendapati kabar buruk tentang orang tua Olivia. Dan yang paling mengejutkan ternyata Olivia tengah hamil.''


''Hamil?''


''Iya, Olivia hamil anak aku. Sebenarnya aku juga tidak tahu, kami melakukannya hanya satu kali. Itupun aku melakukannya saat mabuk karena aku pikir Olivia saat itu adalah Sheena. Aku memanggilnya Sheena dan menganggapnya sebagai Sheena.''


Kali ini Arsen benar-benar geram mendengar ucapan Fandi. Ia kemudian menarik kerah baju Fandi.


''Bisa-bisanya kamu membuat istriku sebagai fantasi seksualmu, Fandi. Dasar brengsek!"


''Ma-maafkan aku, Arsen. Itu diluar kesadaranku. Aku mabuk dan yang aku lihat adalah Sheena.''


BUG! Arsen yang dikuasai amarah dan cemburu melayangkan pukulan ke wajah Fandi. Fandi menerimanya dan tidak membalasnya.


''Bisa-bisanya kamu membayangkan wajah dan tubuh istriku untuk kamu cumbu. Pria macam apa kamu ini? Itu juga menyakitkan untuk Olivia.'' Marah Arsen.


''Iya aku tahu, aku salah. Aku juga tidak tahu kenapa Olivia tidak menolaknya.''


''Dasar bodoh! Jelas saja Olivia tidak menolak, dia istrimu. Kamu tahu betapa sakitnya hati Olivia saat kamu melakukan itu padanya? Hari yang dinantikan oleh seorang pengantin tapi kamu malah memberikannya dengan cara menyakitkan. Bregsek!" Arsen kembali melayangkan tinju ke wajah Fandi.

__ADS_1


''Untuk itu aku minta maaf, Arsen. Aku salah! Aku bodoh! Cintaku pada Sheena membuat logika ku tidak berjalan. Untuk itu aku ingin minta bantuanmu, kamu bisa kan membantuku membatalkan perceraianku dengan Olivia? Aku tidak ingin menyakiti Olivia lagi. Aku sadar betapa besar dan tulusnya cinta Olivia. Aku akan belajar membuka hatiku pada Olivia dan aku tidak akan mengganggu hubungan kalian lagi. Apalagi ada benihku di dalam rahim Olivia. Jadi untuk pertama kalianya aku meminta bantuanmu untuk membatalkan perceraianku di pengadilan. Aku ingin fokus mengurus Olivia dan jangan sampai Olivia tahu apalagi orang tua ku.''


''Semua akar permasalahan ini adalah Ibumu. Semua orang menderita karena dia.''


''Iya aku tahu. Mama memang sangat keterlaluan, aku bahkan benci dengannya. Bukan benci dengan orangnya tapi sikapnya. Setelah Olivia sembuh, aku akan pindah kerumah orang tua Olivia. Kami akan memulai hidup baru disana. Kamu bisa kan membantuku?''


Arsen menghela. ''Baiklah, aku akan membantumu.''


''Terima kasih, Arsen. Tolong jaga Sheena dan jangan pernah sakiti dia ya. Tapi aku tahu, itu tidak akan terjadi karena kamu memang pria yang baik. Bersamamu, Sheena bisa menemukan keluarganya kembali. Terima kasih telah mencintai Sheena dengan sepenuh hati. Sekali lagi maafkan aku yang terlalu lancang bahkan sangat lancang untuk mencampuri urusan rumah tangga kalian.''


Setelah berbicara dari hati ke hati, Arsen dan Fandi kembali ke ruangan Olivia. Disaat bersamaan, dari arah berlawanan, terlihat Nyonya Citra dan Tuan Ifan.


''Tuan Arsen, anda disini?'' sapa Tuan Ifan begitu melihat Arsen.


''Iya, aku dan istriku tidak sengaja bertemu dengan Fandi disini. Istriku sedang di dalam bersama Nona Olivia.'' Kata Arsen.


''Pah-Mah, sebaiknya kita ngobrol di dalam.'' Kata Fandi. Mereka kemudian masuk ke dalam kamar Olivia.


''Maaf sayang, aku habis ngobrol sama Fandi.'' Kata Arsen.


''Pagi Om-Tante,'' sapa Sheena dengan senyum ramahnya.


''Pagi juga Sheena, kamu sudah lama disini?'' tanya Tuan Ifan.


''Iya Om, lumayan.''


''Nah, kebetulan Papa dan Mama disini. Aku ingin semuanya berakhir dengan damai. Aku ingin Papa dan Mama meminta maaf pada Sheena.'' Ucap Fandi.


''Iya Mah-Pah, Sheena adalah wanita yang sangat baik dan hebat. Sheena memang pantas untuk dicintai. Olivia berharap Mama bisa menghancurkan dinding kebencian Mama pada Sheena. Kebencian yang tidak beralasan.'' Sambung Olivia.


''Iya Mah, kami sebagai anak sudah begitu menderita karena keegoisan kalian sebagai orang tua yang hanya memandang dari status sosial saja. Sikap Mama banyak menyakiti hati banyak orang.'' Kata Fandi.

__ADS_1


''Fandi, Papa sadar akan segala kesalahan Papa setelah melihat apa yang kamu, Olivia dan Sheena alami bahkan juga sampai Tuan Arsen ikut terlibat. Tentu saja Papa menyesal atas semua yang terjadi. Papa hampir kehilangan kamu karena keegoisan kami. Sheena, maafkan semua kesalahan Om. Dengan segala kerendahan hati, Om minta maaf dari lubuk hati yang paling dalam. Maafkan Om sudah membuat kalian menderita seperti ini.'' Kata Tuan Ifan sambil mengatupkan kedua tangannya.


''Sebelum Om minta maaf, Sheena sudah memaafkannya. Bagi Sheena itu hanyalah masa lalu dan Sheena juga sudah melupakannya.''


''Terima kasih ya, Sheena. Om menyesal pernah menjadi tembok tinggi untuk hubungan kamu dengan Fandi.''


''Memang bukan jodohnya saja, Om. Terbukti Fandi juga mendapatkan seorang wanita yang sangat baik dan tulus pada Fandi.'' Ucap Sheena sambil melihat kearah Olivia.


''Sheena, Tante juga minta maaf untuk semuanya.'' Kata Nyonya Citra dengan setengah hati, bahkan wajahnya masih terlihat jutek pada Sheena. Hati Nyonya Citra masih keras dan belum sepenuhnya melunak. Namun Sheena mengerti dan bisa melihat itu, begitu pula dengan Fandi dan Arsen. Arsen pun kesal melihat Nyonya Citra, bagaimana ada seorang Ibu yang begitu egois, sampai menghancurkan kebahagiaan anaknya sendiri?


''Sheena, sudah memaafkan dan melupakan semuanya, Tante. Kita tutup masa lalu dan mari kita buka lembaran baru. Sheena pesan, jangan mengulang kesalahan yang sama hanya demi sebuah keegoisan. Karena sejatinya seorang Ibu, adalah kebahagiaan anak adalah segalanya. Fandi, tolong jaga Olivia, sayangi dan cintai dengan sepenuh hati. Aku juga berdoa supaya kehamilan Olivia lancar sampai melahirkan nanti. Kamu juga harus bahagia Olivia, orang hamil harus happy. Jangan pernah buat Olivia menangis ya, Fan. Karena aku akan menjadi orang pertama yang menghajarmu saat kamu menyakiti Olivia.''


''Kamu tenang saja Sheena, aku pasti akan menjaganya. Aku jamin dia bahagia bersamaku.'' Ucap Fandi.


''Sheena terima kasih ya untuk semuanya. Kehadiranmu disini membuatku lebih baik. Apa boleh lain kali kita bertemu dan pergi bersama?'' sahut Olivia.


''Tentu saja boleh, Olivia.''


''Sayang, aku sudah sangat telat ke kantor. Kita bisa pergi sekarang?'' sahut Arsen sambil melirik kearah jam tangannya.


''Iya sayang.'' Jawab Sheena.


''Baiklah semuanya, kami permisi.'' Pamit Arsen dengan singkat. Karena Arsen sendiri sudah malas berada disana. Apalagi melihat wajah seseorang yang sudah menyakiti istrinya.


''Olivia, Fandi, Om, Tante, kami permisi ya.'' Pamit Sheena.


''Iya Sheena, kalian hati-hati. Terima kasih sudah menghibur Olivia.'' Ucap Fandi.


Sheena dan Arsen kemudian meninggalkan rumah sakit dan segera pergi ke kantor.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2