
Setelah makan siang di restoran Jepang, Sheena dan Arsen pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan. Arsen mendampingi Sheena yang sedang menjalankan proses USG.
''Ini janinnya Nyonya. Dan sepertinya ini bukan hanya satu.''
''Maksud dokter?'' tanya Arsen.
''Anda dikaruniai dua baby sekaligus Tuan. Selamat ya!" kata Dokter.
''Maksudnya kembar Dokter?'' Arsen masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat dan yang dikatakan oleh dokter.
''Iya Tuan, selamat ya. Wah, beruntung sekali ya langsung mendapatkan dua sekaligus.''
''Sayang, serius kita langsung dapat dua baby?'' Sheena sendiri masih tidak percaya.
''Iya sayang, aku bahagia sekali. Ternyata kita punya anak kembar seperti kamu dan Arthur.'' Arsen kemudian mengecup kening istrinya. Rasa bahagianya tidak bisa di tutupi.
''Jangan kaget ya Tuan, kalau istri anda mendadak moodnya berubah, itu semua karena hormon. Tapi jangan kaget juga ya Nyonya, kalau mood suami anda juga berubah. Karena terkadang istri yang hamil, suami yang merasakan ngidam dan kadang lebih sensitif. Itu biasanya lebih sering terjadi di trimester pertama. Kadang ada juga yang suaminya mual dan muntah, sementara istrinya tidak mengeluhkan apa-apa. Memang itu semua tergantung bawaan bayi ya kata orang jaman dulu. Jadi alangkah baiknya untuk lebih saling pengertian dan untuk suami juga lebih sabar ya.'' Kata Dokter dengan senyum ramahnya.
''Iya Dokter. Kami pasti akan saling mengerti dan sebagai suami tentu saja saya akan lebih menjaga istri saya.''
-
Malam harinya, Sheena dan Arsen sudah tiba di rumah orang tua Sheena. Tuan Darwin dan Nyonya Sofi menyambut hangat kedatangan anak dan menantunya.
''Tuh, Mama sudah masak makanan yang kamu inginkan Arsen.'' Kata Nyonya Sofi seraya mengajak anak dan menantunya menuju ruang makan.
''Makasih ya, Mah. Maaf ya kalau Arsen merepotkan.''
''Tidak sama sekali, Nak. Ayo duduk, kita makan sama-sama. Sheena, Mama juga sudah memasak makanan kesukaan kamu.''
''Mah tapi maaf, Sheena tidak ingin makan itu.''
''Memangnya kenapa Sheena? Bukannya itu makanan kesukaan kamu? Itu sambal goreng sama petai, bukannya kamu suka ya,'' sahut Tuan Darwin.
''Iya Pah tapi Sheena ingin makan yang lain.'' Kata Sheena dengan manja.
''Baiklah, kamu mau apa sayang? Biar Mama buatkan sebentar.''
''Sheena ingin makan chinese food, Mah.''
''Ayam hainan dan fuyunghai bagaimana?'' Nyonya Sofi berusaha memberikan pilihan.
''Boleh Mah. Tapi Sheena tidak merepotkan Mama kan?''
''Tentu saja tidak, sayang. Ya sudah kamu tunggu ya.''
''Iya Mah terima kasih.''
''Hmmm sepertinya ada berita bahagia. Sepertinya putriku sedang ngidam nih. Dia yang suka makanan tradisional, mendadak minta yang aneh-aneh,'' gumam Nyonya Sofi dalam hati.
''Papa, Arsen, kalian jangan makan dulu ya. Tunggu masakan Sheena matang.''
''Iya Nak, tidak masalah.'' Kata Tuan Darwin.
''Sayang, sambal petainya menggoda sekali.'' Kata Arsen sambil melirik kearah cobek.
__ADS_1
''Petai? Sejak kapan kamu suka petai? Katanya bau?''
''Aku ingin mencobanya.''
''Tapi nanti ya, tunggu Mama selesai masak.''
''Aku sudah lapar, sayang.'' Rengek Arsen sambil mengelus perutnya.
''Makan saja Nak, Arsen.'' Sahut Tuan Darwin.
''Tidak boleh, Pah. Harus makan sama-sama. Sheena maunya makan bersama kalian semua.''
''Oke baiklah, aku akan menunggu Mama selesai mas untuk kamu.'' Arsen akhirnya mengalah, berusaha mengerti kalau istrinya itu mungkin sedang ngidam.
Tiga puluh menit kemudian makanan yang dinginkan oleh Sheena akhirnya jadi juga.
''Ini sayang, request kamu.''
''Terima kasih Mama.''
''Sama-sama Nak.''
''Papa, Arsen, sekarang kalian boleh makan.''
''Selamat makan!" seru Tuan Darwin.
''Oh, akhirnya,'' gumam Arsen. Yang pertama kali Arsen ambil setelah nasi adalah cobek. Ia mengeruk semua sambal yang ada dicobek kedalam piringnya. Mertua dan istrinya hanya bisa melongo melihat selera makan Arsen yang tidak seperti biasanya. Seperti orang kesurupan. Bahkan Arsen makan menggunakan tangan langsung, meskipun terlihat tidak seluwes Sheena.
''Pelan-pelan, Arsen!" Kata Tuan Darwin.
''Maaf Pah, makanan Mama ini enak sekali.'' Kata Arsen dengan mulut penuh makanan.
Tuan Darwin dan Nyonya Sofi saling bergantian menatap anak dan menantunya itu. Mereka merasa seperti ada yang aneh. Arsen, seperti berada di dunia Sheena. Sedangkan Sheena seperti berada di dunia Arsen.
''Sayang, kamu makannya jangan jorok-jorok dong. Itu bibirnya belepotan semua.'' Sheena mengambil beberapa helai tisu dan langsung menyeka bibir Arsen.
''Terima kasih, sayang.'' Ucap Arsen.
Selesai makan malam, mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Arsen dan Sheena ingin memberikan kabar bahagia tentang kehamilannya.
''Papa, Mama, Arsen dan Sheena ingin memberikan sesuatu pada kalian.'' Kata Arsen.
''Wah, apa itu Arsen?'' sahut Tuan Darwin. Sheena mengluarkan sebuah kotak dari tasnya. Kotak itu berisi tespek dan hasil USG Sheena hari ini.
''Ini Mah, hadiah dari kami.'' Kata Sheena. Tuan Darwin pun menerima pemberian dari putrinya itu.
''Hadiahnya cuma satu ya?'' tanya Nyonya Sofi.
''Iya Mah. Itu untuk Mama dan Papa. Kalian bisa membukanya bersama.'' Kata Sheena.
''Baiklah Mah, kalau begitu kita buka sama-sama.'' Kata Tuan Darwin. Nyonya Sofi mengangguk dengan senyumnya. Dan saat kotak itu di buka, mereka terharu melihat apa yang ada di dalam kotak itu.
''Kamu hamil Sheena?'' tanya Nyonya Sofi.
''Iya Mah. Sheena hamil.''
__ADS_1
''Selamat sayang, Mama bahagia sekali.''
''Papa akan menjadi Kakek. Bahagia sekali rasanya mendengar kabar ini.''
''Dan asal Papa-Mama tahu, kalau Sheena mengandung dua bayi.''
''Maksudnya kembar?'' tanya Nyonya Sofi.
''Mama dan Papa bisa lihat dari hasil USG itu. Ada dua janin di rahim Sheena.''
''Mah, kita punya cucu dua sekaligus, Mah. Ya Allah Mah, Papa bahagia sekali.'' Tuan Darwin tidak bisa menutupi rasa bahagianya. Tuan Darwin dan Nyonya Sofi, bergantian memeluk serta mencium Sheena dan juga Arsen. Memberi selamat atas kehamilan mereka.
-
Kini keduanya sudah berada diatas tempat tidur. Keduanya sedang bersiap untuk istirahat. Namun Arsen sedari tadi terus mengelus perut Sheena sambil sesekali menciumnya.
''Arsen, kamu mau sampai kapan mencium dan mengelus perutku? Nanti baby twin kita muntah mencium aroma petai dari mulut Papanya.''
''Astaga Sheena, aku sudah gosok gigi, bahkan juga berkumur, masa iya mau muntah.''
Sheena tertawa mendengar ucapan suaminya itu.
''Habisnya kamu makan kayak orang kesurupan sih. Enak kan makanan di duniaku?''
''Dan makanan di duniaku enak juga kan?''
''Kamu sadar tidak, dunia kita rasanya tertukar. Apa bawaan baby ya sayang? Apalagi baby kita twins?''
''Bisa jadi sih. Aku sendiri tidak tahu kapan aku masuk dunia makanan kesukaan kamu. Kamu tahu kan, petai dan jengkol aku sama sekali tidak suka tapi kenapa mendadak suka ya?''
''Begitu juga denganku. Aku makan nasi jadi eneg, sukanya makan-makanan yang biasa kamu makan. Padahal biasanya tidak afdol kalau belum makan nasi.''
''Tidak apa-apalah sayang. Kita nikmati saja dunia kita saat ini. Bisa jadi ini pertanda kalau kita sudah menyatu dan saling melengkapi satu sama lain. Dan yang jelas aku tidak sabar menanti kehadiran buah cinta kita ini.'' Ucap Arsen seraya mengecup perut Sheena.
''Arsen, geli! Sudah, jangan bermain perutku. Sebaiknya kita tidur ya.''
''Oh ya bagaimana kalau besok kita membuat pesta kecil. Kita kan belum memberi tahu yang lain juga.''
''Aku setuju sekali.''
''Dan aku akan mencari pembantu baru, supir, tukang kebun, security dan juga baby sitter untuk kamu. Supaya kamu tidak capek karena kamu bukan hanya berbadan dua tapi berbadan tiga.''
''Apa itu tidak berlebihan?''
''Tentu saja tidak.''
''Terus aku ngapain dong?''
''Tugas kamu cukup melayani aku saja,'' kata Arsen dengan mata genitnya.
''Dasar kamu!" kata Sheena sambil mencubit pipi Arsen.
''Mending di cium, daripada di cubit.''
''Nggak ah, kamu bau petai. Aku mau bobo cantik dulu. Selamat malam suamiku sayang.''
__ADS_1
''Awas ya kamu!" Arsen dengan gemas menarik Sheena dan mendekapnya erat. Di ciuminya seluruh wajah Sheena dengan gemas. Sheena hanya bisa tertawa menahan rasa geli karena ulah suaminya.
Bersambung.... Ayoooo like, komen dan votenya yaa... Dukung juga karya author yang lainnya, yg masih baru nih "Promise Of Love" makasih 🙏❤️