Princess Endut

Princess Endut
100. Pertanyaan dari Geng Sangmut


__ADS_3

Suara nyanyian dari seorang gadis di dalam cafe terdengar begitu merdu diiringi suara petikan gitar yang dimainkan oleh seorang pria yang sedang duduk tak jauh dari penyanyi wanita tersebut.


Gerombolan geng Sangmut kini nampak tertawa setelah melakukan sesi foto bersama dan menatap hasil foto di layar handphone bermerek milik Fhina.


"Coba liat!" minta Firda tak sabaran.


"Wow, emm ini yang namanya sempurna." Tunjuk Fhina pada hasil foto itu.


"Eh, tunggu! tunggu!" Tahan Harni yang nampaknya masih memegang handphone yang tengah melakukan live di Instagramnya itu.


Kedua sahabatnya itu segera menoleh menatap Harni dengan kompak yang nampak menyipitkan matanya seakan berusaha lebih detail menatap hasil foto di layar handphone milik Fhina.


"Kenapa, sih lo, Harmut?" tanya Firda keherangan.


"Iya nih, lo kenapa?" tambah Fhina ikut bertanya.


"Mut-mut kayaknya Harmut kenal, deh sama cewek yang ini." Tunjuk Harni di layar handphone Fhina.


Kedua sahabat gengnya itu segera menoleh menatap kompak ke arah tunjuk Harni yang menyentuh foto seorang gadis yang tengah duduk di belakang sana.


Gadis dengan pakaian sederhana berwarna hitam dilengkapi celana jeans biru dengan rambut yang nampak diikat sederhana dan duduk di sebuah kursi sendirian.  Mata Ketiga geng Sangmut itu nampak saling bertatapan secara bersamaan dengan mata yang terbelalak.


"Itu-itu itu!" tunjuk Firda dengan kedua matanya yang tertutup dan mimik wajahnya yang nampak berfikir keras untuk mengingat gadis yang tanpa sengaja ikut tertangkap kamera di sesi foto mereka.


"Aduh ini mah temennya si gendut jelek itu," putus Harni setelah lama berpikir.


"Siapa, sih namanya?" tanya Fhina menatap satu persatu wajah sahabatnya itu.


"Si sok berani nih, lupa gue sama namanya," tambah Firda.


"Ck, ini si Wiwi," ujarnya cepat membuat Fhina dan Firda menoleh menatap Harni.


"Oh iya yah, kok gue bisa lupa, yah sama namanya?"


"Yah kan dia nggak setenar kira Fhimut, jadi namanya susah buat diinget," jelas Firda menatap Fhina dengan tatapan bosan.


Harni menoleh menatap gadis dengan pakaian sederhananya itu dengan tatapan jijik dan tak berselang lama Harni kembali menghadap para sahabatnya.


"Iiiiih, kenapa, sih dia itu ada di tempat ini? Bikin Harmut jadi nggak nyaman gitu, deh," kesalnya dengan wajah cemberut.


"Iya mut, Fhina juga, deh."


"Tapi mut-mut kayaknya gue perhatiin dia kayak ada masalah," ujar Firda berusaha menebak.

__ADS_1


"Yang bener lo?" tanya Fhina antusias.


Harni menoleh menatap dari ujung rambut sampai ujung kaki Wiwi lalu tak genap semenit Harni kembali menatap kedua sahabatnya itu.


"Gue nggak ngerti mukanya ada masalah atau enggak soalnya muka nya dari dulu kayak gitu mulu, muka orang susah tahu nggak," jelas Harni lalu tertawa membuat kedua sahabatnya itu ikut tertawa.


"Gini deh mut-mut kalau gue perhatiin beberapa hari terakhir ini Wiwi dan si gendut itu kayaknya udah nggak barengan lagi."


"Nggak sahabatan lagi maksud lo?" tanya Harni disusul Firda yang mengangguk.


"Maksut lo mereka musuhan gitu?" tebak Fhina. 


"Yah gue kurang tahu sih, tapi yah masa, sih mereka yang selama ini sahabatan dan selalu bareng-bareng kemana-mana terus secara tiba-tiba enggak sama-sama lagi," jelas Firda membuat Harni dan Fhina mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.


"Gue juga heran, deh kok sekarang si gendut itu malah deket sama si Ken yang gantengnya minta ampuuuuuun, yah enggak sih?" tambah Harni dengan wajah antusiasnya.


"Mut-mut kayaknya gue punya rencana, deh," ujar Fhina dengan tatapan licik serta rencana jahatnya.   


"Apa Fhin?" tanya Firda dan Harni kompak.


...*****...


Wiwi menghentikan gerakan tangannya yang memutar-mutar sedotan putih pada gelas kopi. Wiwi menghela nafas dan beralih untuk meremas dahinya.


Wiwi menghela nafas, entah yang ke berapa kali ia telah melakukan hal itu di tempat ini untuk menenangkan pikirannya.


"Hai, Wi!"


Suara itu tiba-tiba terdengar diriingi sentuhan di bahunya membuat Wiwi menoleh cepat hingga tiga gadis dengan bau parfum bermerek itu terlihat di samping Wiwi dan ikut duduk di sekitarnya sementara Harni nampak duduk di hadapan Wiwi yang nampak sangat keherangan. 


Sejak kapan mereka ada di sini dan apa yang membuat mereka ada di sini?


"Kalian?" Tatap-nya syok.


"Iya, kami-"


"Mut-mut!!! Geng sangmuuuuut!!!!" sorak Harni dan Firda dengan kompak menyambungkan kalimat Fhina.


"Kalian, kok bisa ada di sini?"


"Eh Wi, ini kan tempat umum jadi siapa aja boleh datang ke sini, iya kan Harmut?" tanya Firda sembari mengangkat sebelah alisnya membuat Harni mengangguk.


"Udah, Wi. Lo nggak usah khawatir! Kita-kita nggak bakalan ngebully lo di sini, kok, yah jujur, sih kita kalau di sekolah agak jewahat, iya, kan?"

__ADS_1


"Emmm," jawab Firda membenarkan ujaran Fhina.


"Tapi kalau kita-kita kalau di luar itu beda, loh. Kita mah nggak jahat, iya kan mut-mut?"


"Betuuuul!!!" sorak Harni dan Firda kompak.


"Tuh, kan," ujarnya sembari merangkul bahu Wiwi yang semakin keherangan dengan kedua matanya yang menatap aneh pada tangan Fhina.


Ini sepertinya mencurigakan.


"Emmmm, oh iya si gendut itu nggak datang ke tempat ini?" tanya Fhina setelah beberapa menit ia menatap ke sekelilingnya mencari sosok Weva.


Wiwi menghela nafas. lagi dan lagi mereka harus menanyakan hal itu kepadanya,  tak ada bedanya dengan apa yang Ibu dan Nenek Ratum tanyakan kepadanya mengenai Weva yang kini tak pernah lagi datang ke rumah.


Fhina tersenyum sinis dengan tatapannya yang menatap ke arah kedua sahabatnya secara bergantian.


"Emm, lo udah nggak temenan lagi, yah sama si gendut itu?"


"Namanya Weva bukan si gendut," tegur Wiwi dengan wajah tak nyamannya.


"Aduh, iya yah gue lupa, sorry yah, tapi lo sekarang nggak temenan lagi sama si-siapa?" tanya Fhina sambil menyikut lengan Firda.


"Weva."


"Yah, Weva."


"Yah, bukan apa, sih gue nanya kayak gini soalnya akhir-akhir ini gue perhatiin lo sama Weva sekarang kayak nggak akur."


"Ehem, bukan lo aja, tapi kita se-geng yang perhatiin," tegur Harni sembari menunjuk satu persatu anggota gengnya.


"Bukan kita aja yang perhatiin tapi semuanya, satu sekolah cendrawasih internasional Shcool merhatiin guys!" tambah Firda dengan wajah antusiasnya.


"Nah! Lo sama si Weva kenapa?" tanya Fhina.


Weva yang sejak tadi diam itu kini menoleh menatap geng Sangmut yang sedang menatapnya dengan sangat serius.


"Ini penting, yah buat lo semua?" tanya Wiwi dengan nada malasnya.


"Ouhhh, ini itu penting bwanget buat kita semua, yah nggak shi mut-mut?" pancing Fhina.


"Yaps, muuuuuut!!!" Sorak mereka.


Wiwi masih tertunduk dengan tangannya yang disibukkan dengan sedotan yang mengaduk-aduk kopi yang masih banyak itu.  

__ADS_1


"Lo udah nggak sahabatan lagi, yah?" tanya Firda.


__ADS_2