
"Wev!" panggil Wiwi lalu segera berlari dan bersembunyi di balik salah satu alat besi.
"Kenapa, Wi?" tanya Weva yang masih berdiri di kejauhan sembari menatap heran kepada Wiwi yang masih bersembunyi.
Wiwi memukul jidatnya dengan pelan. Dasar bodoh! Bagaimana bisa ia lupa menarik Weva untuk ikut bersembunyi dengannya.
Wiwi bangkit dan segera menarik Weva untuk ikut bersembunyi dengannya.
"Kenapa, sih, Wi?" tanya Weva heran.
"Husst!" Kodenya meletakkan jari telunjuk di depan bibirnya seakan menyuruh Weva untuk diam, yah, Wiwi hanya tak mau jika pria pembully itu sampai mendengar dan mengetahui kehadiran ia dan Weva di tempat gym ini.
"Kenapa, Wi? Kok kita ngumpet di sini?" bisik Weva.
"Itu!" Tunjuk wiwi ke arah Ken yang nampak masih sibuk dengan kegiatannya.
Weva menoleh menatap ke arah tunjuk Wiwi dan alhasil membuat Weva terbelalak menatap Ken yang ternyata ada di tempat ini juga. Oh Tuhan, mengapa dunia ini begitu sempit hingga di luar sekolah pun Weva bisa bertemu dengan Ken.
Tuhan, kenapa dunia ini sangat sempit sekali hingga dimana pun ia selalu bertemu dengan pria yang super jahat itu.
"Kok, bisa, sih Ken ada di sini?" bisik Wiwi sembari terus menatap gerak-gerik Ken dari tempat persembunyiannya.
Wiwi terhenyak untuk beberapa saat menatap dari ujung kaki sampai ujung rambut Ken yang begitu gagah. Sebuah tanktop berwarna hitam melekat di tubuh berotot Ken yang begitu berkeringat, sepatu berwarna hitam serta headband hitam yang mengitari dahi Ken. Di sini Ken benar-benar keren.
Wiwi tak mengedipkan matanya sedikitpun, tatapannya terfokus menatap Ken dengan saksama. Pantas saja pria itu selalu membully orang-orang, pasalnya tak ada sedikit pun kekurangan yang ia lihat pada pria itu.
Wiwi sangat tak menyangka ternyata di balik seragam sekolah Ken yang amburadul itu tersembunyi sebuah otot yang mampu membuat jantung wanita bergetar dan ini lah yang Wiwi rasakan.
Tanpa sadar jari-jari Wiwi bergerak sendiri seakan ingin menyentuh dada Ken yang begitu indah dan sangat di idamkan oleh para kaum hawa.
__ADS_1
Weva menoleh menatap Wiwi dan mengernyit bingung menatap gerakan tangan sahabat kurusnya itu yang bergerak. Weva menoleh menatap Ken dan tangan Wiwi secara bergantian.
Apa yang gadis kurus ini lakukan?
"Wiwi!" tegur Weva membuat Wiwi tersentak kaget dan kepalanya terbentur di salah satu besi alat Smith machine.
"Aw!!!" jerit Wiwi yang begitu melengking.
Semua orang yang berada di tempat gym itu langsung menoleh menatap Weva dan Wiwi yang terlihat bertelungkup di samping Smith machine.
Apa yang mereka lakukan di situ? Yah, mungkin pertanyaan itu yang terlontar di benak mereka saat melihat Weva dan Wiwi.
Lihat saja! Mereka seperti seekor hewan yang bersembunyi dari banyaknya pengunjung yang ini melihatnya.
Ken menoleh dan lantas menatap ke arah Weva dan Wiwi yang kini dengan serentak terbelalak kaget.
Ken melihat mereka.
"Lari Wev!" bisik Wiwi sembari merangkak dengan cepat meninggalkan Weva yang kini dengan santainya bangkit dan berlari melintasi Wiwi yang melongo menatap kepergian Weva.
Dasar bodoh! Bukanya malah merangkak Weva malah bangkit dan berlari keluar dari tempat gym didampingi ribuan pasang mata yang melongo menatap kejadian aneh itu.
"Goblok! Gue suruh lo ngerangkak, Wev!" tegur Wiwi yang tak terima.
Wiwi masih terdiam menatap Weva yang tak kunjung menghentikan larinya yang terbirit-birit itu. Wiwi yang sejak tadi terdiam langsung menoleh menatap semua orang yang kini sedang menatapnya.
Wiwi menciut. Persembunyian macam apa ini?
"Wev, tunggu!!!"
__ADS_1
Wiwi mengerang kesal lalu segera bangkit dan ikut berlari mengejar kepergian Weva.
Lari Weva dan Wiwi terhenti mendapati Pak Walio yang masih terbaring di atas aspal persis dengan posisi yang sama saat mereka pergi meninggalkan Pak Walio.
Apa Pak Walio sudah mati?
"Pak Walio, bangun Pak!!!" teriak Weva sembari mengguncang ujung sepatu Pak Walio yang nampak mendaki pinggiran mobil.
"Masuk Wev!" suruh Wiwi.
Weva tanpa pikir panjang segera masuk ke dalam mobil membiarkan Wiwi berteriak keras berusaha untuk membangunkan Pak Walio.
Plak
Pukulan keras menghatam bokong Pak Walio membuatnya langsung tersadar dari pingsang yang sedari tadi menenggelamkannya di alam mimpi.
"Aduh, beta sudah di surga, kah ini?" tanya Pak Walio sembari menatap ke sekitarnya.
"Pak Walio! Nyalain mobil!" pintah Wiwi lalu segera berlari masuk ke dalam mobil mewah yang di dalamnya sudah ada Weva.
Pak walio mengerjapkan kedua matanya beberapa kali menyadarkannya bahwa ia masih hidup. Ia meraba tubuhnya dan meletakkan telapak tangannya di dada.
"Oh, Tuhan. Beta masih hidup. Beta masih ada jantung."
Pak Walio beralih merabah kepalanya dan malah tersenyum sendiri.
"Oh, rambut beta masih keriting."
"Pak Walio!!! Cepetan!!!" teriak Wiwi membuat pak Walio segera berlari masuk ke dalam mobil untuk menjalankan tugasnya.
__ADS_1