Princess Endut

Princess Endut
82. Lelah


__ADS_3

...🌹🌹🌹...


"KEN!!! KEN !!!" teriak weva sembari berlari mendekati Ken yang sedang bersantai di sebuah kursi tepat di depan tempat gym.


Ken menoleh menatap weva yang sudah basah dengan keringat bahkan beberapa kali weva menggerakkan punggung tangganya untuk membersihkan matanya yang terkena keringat.


"KEEEN !!!" Teriak weva setibanya ia di hadapan Ken.


"Ngapain sih Lo teriak- teriak ?" Kesal Ken.


"Lo nggak usah teriak-teriak ke gue ! Gue ini nggak tuli !" Sambungnya.


"Yah sorry Ken".


"Gimana udah bersih ?".


"Udah weva udah pel semuanya sampai bersih" jelas weva dengan penuh keyakinan sementara Ken mengangguk.   


"Ikut gue Lo !" Ujar Ken lalu bangkit dari kursi dan melangkah kembali ke tempat gym membuat weva tanpa protes itu segera berlari kecil mengikuti langkah Ken. 


****


"149 kg" ujar Ken setalah menatap angka di timbangan berat badan yang masih weva injak.


Ken mencatat angka tersebut pada sebuah buku catatan kecilnya membuat kepala weva sedikit bergerak berusaha Menatap apa yang Ken tulis.


"Apaan sih Lo ?" Sinis Ken sembari menjauhi buku catatan yang berada di tangannya.


Weva tersenyum kecut membuatnya segera menjauhkan kepalanya.  Entahlah mengapa Ken begitu jahat, yah tutur katanya sangat menyakitkan.


"Turung Lo nanti timbangan gue hancur !"  Ujar Ken membuat weva mendecap kesal.


Dengarlah kalimat menyakitkan dari mulut tak berakhlak Ken yang menyayat hati. Tuhan tolong kuatkan hati gendut ini.


Weva segera menurut membuatnya melangkah turung dari timbangan sebelum ujaran ken menjadi kenyataan dan membuat Ken semakin marah.


"Berat badan Lo awalnya berapa ?" Tanya Ken setelah tiba di kursi hitamnya. 


"150" ujarnya malu. 


"Haaah cuman turung satu kg dan ini mungkin karena Lo belum makan".


"Makan bakso" sahut weva dengan wajah sedihnya. 

__ADS_1


"Bakso Mulu yang ada di otak Lo !, Ok !" Ujar Ken sembari bangkit dari tempat duduknya membuat weva membulatkan kedua mata nya.


"Ikut gue lo sekarang !" Ujar Ken lalu melangkah keluar dari ruangannya.


Weva mendecapkan bibirnya dengan kesal. Ken memang selalu membuatnya merasa sangat lelah, mentang-mentang Ken memiliki tubuh yang bagus hingga bisa bergerak ke mana saja sementara weva yang gendut ini harus setengah mati untuk menggapai tempat yang ia tuju.


***


"Cepat !"  Ujar Ken sembari menatap weva yang sedang berlari mengelilingi sebuah lingkaran kolam air mancur yang berada di belakang tempat gym.


Weva mengeluh lelah sembari menghentikan larinya dan kedua tangannya yang menopang lututnya.   


Sekujur tubuh weva sudah basah karena keringat walau ia akui jika ia baru berlari tiga putaran dan rasanya weva sudah tak tahan. Di setiap menit ini, weva mampu merasakan detak jantungnya yang meningkat bahkan kepalanya sudah terasa panas.


"HEH !".


"KENAPA LO BERHENTI ?" Teriak Ken.


Weva menoleh tetap menopang lututnya yang lelah berlari itu serta mulutnya yang menganga karena ngos-ngosan.


"Weva capek !" Ujar weva dengan hembusan nafas sesak.


Ken mengacak-ngacak rambutnya prustasi lalu segera melangkah mendekati weva yang menatapnya seperti orang yang benar-benar haus.


"We...weva capek tau nggak".


"Capek ?".


Weva mengangguk, mengiyakan.


"Gila yah Lo, baru Ajah Lo lari tiga putaran dan sekarang Lo bilang capek ? Bisa-bisanya Lo ngomong capek cuman karena lari tiga putaran dan Lo bisa ngabisin tiga mangkok bakso sekali duduk dan Lo nggak capek".


"Yah kan makan baksonya nggak sambil lari" jelas weva tanpa dosa membuat Ken menggeleng tak menyangka dengan jawaban weva.


"Gue nggak mau tau, Lo lari sekarang sampai sepuluh putaran !" Pintah Ken.


Weva membulatkan matanya serta mulutnya yang menganga seakan tak menyangka dengan apa yang Ken pinta kan kepadanya. Tiga putaran Saja telah mampu membuat weva selelah ini, lalu tanpa rasa belas kasihan Ken menyuruhnya untuk lari sepuluh putaran, ini sama saja membunuh weva secata tidak langsung.


Ken membalikkan badannya membuat weva dengan cepat melangkah mendekati Ken.


"Masa sepuluh putaran sih Ken ?" Kesal weva membuat langkah Ken terhenti lalu menoleh menatap weva.


"Kenapa Lo keberatan ?" Tanya Ken sembari menopang pinggangnya.

__ADS_1


"Yah bukan gitu tapi kan ...".


"Lo dengerin gue yah gendut ! Selama Lo sama gue, Lo harus ngikutin apa yang gue perintahkan ! Sekarang Lo ngomong apa yang mau Lo ngomong !".


"Lo ingat perjanjian kita yah gendut !, Selama satu minggu itu Lo nggak boleh ngebatalin perjanjian kita, ini kenapa dari dulu gue nggak mau bantuin Lo untuk nurungin berat badan karena cara gue yang emang tegas !" Jelas Ken lalu melangkah menjauh.


       


Weva terdiam dengan tatapannya yang hanya mampu di buat tertunduk seakan tak berani menentang pria pemanjat tower tangki air itu.


"Lari Lo sekarang !" Pinta Ken setibanya ia di tempat duduknya.


Weva menghembuskan nafas panjang dan segera berlari dengan waktu yang pelan, yah yang pentingkan lari.  


...🥀🥀🥀...


Weva membaringkan tubuhnya yang lelah itu di permukaan kasur empuknya dengan wajah yang lesuh. Rasanya semua tulangnya ingin berhambur keluar saking lelahnya bahkan kali ini ia tak berniat untuk makan malam bersama kak Wevo. Mami dan papi nya belum pulang yah mereka semua orang yang super sibuk.


"Aaaaaah !" Lelah weva ketika punggung nya telah rapat di permukaan kasurnya.


"BIIIIII !!!" Teriak weva membuat pelayan yang berada di samping pintu segera berlari menghampiri.


"Iya nyonya weva ?" Ujarnya lembut.


"Bantal ! Simpan di bawa kaki weva terus pijit !" Pntah weva dengan suaranya yang terdengar seperti orang yang nyaris tak sadarkan diri.


"Baik nyonya".


Para pelayan itu dengan cepat menjalankan tugasnya membuat weva merintih ketika para pelayan itu memijat ke dua kaki weva yang berukuran besar.


"Aaahhhhh capek banget !" Rintih weva penuh kelelahan.


"Capeeeek !".


"Dasar si Ken monyet pemanjat tower tangki air yang nggak punya perasaan".


"Weva itu juga capeeeek !".


"Masa sih nggak ngerti".


Weva menguap lelah dan kembali merintih sementara para pelayan yang berada di kaki weva hanya mampu saling bertatapan.


"Jadi gini yaaaaah perjuangan biar bisa jadi langsing, ahhhh enak banget yang langsing dari lahir, nah weva gimana yang harus lari-larian biar langsing kayak mereka ?".

__ADS_1


"Aaaaah Tuhan semoga besok di hari kedua Ken bisa berbaik hati untuk tidak menyuruh weva lari kayak tadi, WEVA CAPEEEEEEEEK !!!!!!!" Teriak weva.   


__ADS_2