
Ini musibah yang nyata!
Wiwi melongo menatap Weva yang ikut membelalakkan matanya. Demi dewa para Tapasya dan Ica di uttaran, gadis gemuk ini selalu membawa bencana besar, yah, tak kalah besarnya dengan badan gendut Weva.
"Ah swhakiiiit!!!"
"Aw!!!"
Suara jeritan satu persatu gadis yang masih tergeletak di lantai tepat di hadapan Weva dan wiwi terdengar membuat Weva dan Wiwi terkejut bukan main.
Wiwi mengigit bibir, rasanya suara jeritan itu sangat femiliar di sekolah ini. Wiwi tersentak ketika Weva mulai menyembunyikan separuh wajahnya di balik bahu kanan Wiwi. Sepertinya Weva telah sadar dengan siapa ia akan berhadapan.
Satu persatu gadis itu bangkit dari lantai sembari berusaha mengatur nafasnya yang sesak setelah berlarian berusaha untuk menjauhi Ken yang mungkin saja bisa mengejarnya bersama dengan kedua sahabatnya itu, Roy dan Kevin.
Tiga gadus itu bangkit, mereka masih membelakangi Weva dan Wiwi dan belum melihatnya.
"Guys muuuuut!" jerit gadis berambut pirang berwarna coklat muda itu.
"Yeeeees sangmuuuuut!!!" jawab ketiga gadis itu dengan kompak sambil menjentikkan jari kanannya secara bersamaan.
Wiwi mengigit bibir dengan raut wajahnya yang di buat menangis setelah mendengar suara manja yang baru saja dilontarkan oleh ketiga gadis yang masih membelakangi mereka.
"Lo gila, yah, Wev? Kenapa harus nabrak, sih?" bisik Wiwi.
"Yah, Weva kan ikut alur, Wi. Yang narik Weva kan itu Wiwi," jawab Weva dengan wajah polosnya.
"Ah bego lo," kesalnya.
"Siapa yang udah berani nabrak kita bertiga?" tanya gadis berambut pirang itu.
Fhina Sahanaya. Gadis paling terpopuler di sekolah ini.
"Gue nggak tau," jawab Firda Flarida cepat.
"Oh may God mut!!! Harmut ngerasa kayak ditabrak truk!!!" jerit Harnita agak lebay.
"Pliase, deh, Muuut!!! Gue ngerasa kayak ditabrak sesuatu yang besaaaar banget," jelas Harni sembari menggerakkan kedua tangannya, menggambarkan sosok besar yang baru saja menabrak mereka bertiga.
"Itu maksudnya yang besar gue, yah ,Wi?" bisik Weva takut, is masih berada di belakang Wiwi berusaha untuk berlindung.
"Yah iya lah, emang yang besar di sini selain lo itu siapa? Gue? Gue?"
"Ya, bisa jadi."
Kedua mawa Wiwi membulat dengan bibirnya yang terbuka karena tak menyangka dengan apa yang Weva katakan.
What?!!!
Sadar kah Weva saat bicara seperti itu?
__ADS_1
"Heh, emang di sini badan gue dibanding lo yang besar siapa? Badan gue yang kayak tusuk sate ini nggak bisa dibadindingin sama lo."
"Sorrry, Wi. Tapi gue takut, Wi."
Tunjuk Weva ke arah depan membuat Wiwi ikut menoleh menatap ke arah tiga gadis yang kini masih berdiri dan belum juga menoleh menatap sumber penyebab mereka jatuh ke lantai.
"Ok Mut, hitungan ketiga kita menoleh!" pinta Fhina membuat kedua sahabatnya itu mengangguk dengan kompaknya.
"Satu!"
Weva menelan salivanya. Ia mencengkram erat lengan atas Wiwi yang kini ikut takut.
"Wi, apa kita lari aja, yah?" bisik Weva.
"Larinya kemana?"
"Dua!"
"Wi, ayo!"
"Masi sempat nggak, ya?" bisik Wiwi.
"Ti-ga!"
Ketiga gadis itu menoleh dengan kompak membuat Weva dan Wiwi tersentak kaget. Bukan hanya Weva dan Wiwi yang kaget tetapi, ketiga gadis itu pun ikut kaget. Tubuh gendut itu yang baru saja telah menabrak mereka.
Wiwi meringis ketika berhasil menatap tiga orang gadis di hadapannya. Oh Tuhan, rupanya tiga gadis ini yang sedang berhadapan dengan Weva. Mereka, tiga gadis yang sangat terpopuler di SMA Cendrawasih Internasional school.
Cantik? Tentu saja ditambah lagi dengan penampilan mereka yang selalu menjadi pusat perhatian semua orang. Bando pink dengan hiasan mahkota berwarna gold di atasnya, gelang pink, kalung pink dan kipas bulu-bulu pink. Yah, semuanya serba pink.
"Oh my Gooood mut!!!" jerit Fhina penuh drama sambil menutup kedua telinganya. Rasanya ia sudah hampir gila melihat gadis, si tubuh gendut yang telah menabraknya. Oh Tuhan mimpi apa mereka semalam sehingga harus ditabrak oleh gadis gendut sejenis Weva.
"Ternyata lo yang nabrak kita?" sambung Fhina sambil menunjuk Weva dengan hina-nya.
Weva mengangguk pelan membuat pipiya itu bergetar.
"Oh my Gooood muuut!!!" jeritnya lagi.
Semua orang-orang yang mendengar suara dan melihat kejadian itu langsung menghentikan langkahnya dan kini mereka semua terdiam sembari terus memantau dengan kejadian yang akan terjadi selanjutnya.
Weva dan Wiwi dengan serentak mengeluh, suara jeritan Fhina benar-benar memilukan gendang telinganya.
"Jadi yang besar itu lo?" Tunjuk Harni.
Weva mengangguk lagi, masih menyembunyikan setengah wajahnya di balik bahu Wiwi.
"Berani banget lo nabrak mut-mut," kesal Harni sambil mengibaskan rambutnya ke belakang
__ADS_1
"Mut-mut? Mereka bilang mut-mut? Mut-mut itu apa?" Tatap Weva heran membuat Wiwi menggeleng. Hewan jenis apakah itu?
"Heh, Lo ngomong apa tadi?" Tunjuk Fhina.
Kedua mata Weva membulat. Apakah suaranya sebesar itu sampai bisa di dengar oleh mereka?
"Jangan bilang kalau lo itu nggak tahu apa itu mut-mut!"
Weva terdiam, tak tau harus berbuat apa sementara Wiwi kini hanya diam saja.
"Lo nggak tahu mut-mut?"
Weva mencengkram bahu Wiwi seakan berusaha meminta Wiwi untuk menjawab pertanyaan dari Fhina.
"Lo tahu nggak?" tanya Fhina sekali lagi.
"Jawab, Wev!" bisik Wiwi sembari menggerak kan bahunya.
"Gue nggak tau, Wi."
"Oh my Gooood!!!" jerit Fhina dengan tiba-tiba membuat semuanya terkejut.
Kedua mata Fhina menyorot tajam Weva dan Wiwi. Oh, Tuhan, bagaimana bisa dua mahkluk ini tak tahu dengan arti kata mut-mut.
"Mut-mut!" panggil Fhina.
"Yeeeees Sangmut!!!" jerit serentak Harni dan Firda menjawab.
"Siapa kita?" teriak Fhina seperti orang yang tengah memberi aba-aba.
"Kita adalah?!!!" Teriak Harni dan Firdha kompak.
"Geng!!!" teriak Fhina sembari bergaya dengan lebaynya, tak kalah bergaya seperti model yang siap untuk difoto.
"Sang!!!" Suara susulan serta gaya lebai dari Firda terpampang.
"Muuuuuut!!!" Lanjut Harni sembari berlutut di lantai dengan kipas yang digerak-gerakkan. Ini lebih mirip akhir tarian kreasi perpisahan sekolah.
Weva dan Wiwi melongo setelah melihat tingkah tiga gadis unik ini.
"Apa yang mereka lakukan?" bisik Weva membuat Wiwi menggeleng tidak tahu.
"Karena kita?" teriak Fhina lagi yang masih dengan aksinya.
"Sangat imut!!!" teriak Harni dan Firda sembari mengubah gaya dengan kedua tangannya yang menyentuh pipi.
Gaya sok imut.
Yap, mereka adalah geng Sangmut yang berarti geng sangat imut. Geng yang benar-benar sangat terpopuler di sekolah ini. Siapa yang tak kenal dengan mereka bahkan geng ini juga terkenal sampai ke sekolah-sekolah lain.
__ADS_1
"Sekarang lo udah tahu kan siapa kita?" tanya Fhina setelah melakukan aksi yang penuh dengan ketidak jelasan itu.