Princess Endut

Princess Endut
80. Bekal Pink


__ADS_3

...🌹🌹...


Weva tertegun menatap sebuah kotak bekal berwarna pink milik Ken dengan gambar hello Kitty yang nampak begitu imut. Ken melangkah jauh setelah memberikan kotak bekal yang mamanya siap kan untuk Ken.


Ken memang selalu mendapatkan bekal yang Laila selipkan kedalam tas Ken, bekal dengan isi roti berbentuk hello Kity khusus untuk anak tersayangnya itu. Satu hal alasan mengapa Ken selalu berada di atas tower tangki yakni menyantap isi bekal tanpa ketahuan oleh teman-teman Ken, yah bagaimana tidak Ken melakukan hal ini pasalnya Ken malu jika teman-temannya melihat bekal Ken yang seharusnya di gunakan untuk anak TK.


Ken melangkah dan kembali pada kebiasaannya yakni bersantai di atas tower tangki lalu menikmati udara segar dan musik rock tanpa ada yang menganggu nya.


"Ini buat weva ?" Tanya weva menatap Ken yang masih memanjat.


Weva terdiam menanti Ken menjawab pertanyaannya sementara Ken masih sibuk memanjat.


"Iya, Lo makan Ajah  !" Ujar Ken ketika telah berada di atas sana.


Weva menghela nafas dan segera membuka bekal pink membuat weva melongo. Makanan apa yang Ken bawa dari rumahnya ?. Tanpa weva duga ternyata isi bekal Ken adalah sebuah roti berbetuk hello kity bahkan ada cairan coklat berbentuk hati di bagian atas roti. Oh tuhan yang benar saja !.


Weva menghembuskan nafas pedih, yah pedih dengan porsi makannya yang begitu sangat sedikit. 


Tuhan tolong weva, ini sangat buruk bagi weva.


...🌹🌹🌹...


Motor Vespa ken terhenti tepat di depan rumah weva yang di jaga oleh beberapa penjaga keamanan yang profesional.

__ADS_1


"Makasih" ujar weva dengan nada lemas, Yap weva sangat lapar walaupun di sekolah ia telah menyantap makanan Ken tapi tetap saja porsi ukuran seperti itu tak ada efeknya di lambung weva.  


Ken tak merespon perkataan weva ataupun menjawabnya, ia sibuk merogoh sakunya celananya dan menjulurkan sebuah kartu alamat kearah weva.


"Ambil !" Pintah Ken membuat weva dengan perlahan meraih kartu yang Ken julurkan. 


"Ini apa ?".


"Baca ! Lo punya mata kan ?" ujarnya sinis membuat weva bungkam seribu bahasa.


Terkutuk lah wahai pria tak punya hati !.


"Gue mau Lo datang ke tempat itu nanti sore jam tiga tanpa ada kata telat walau hanya semenit !".


"Setelah Lo sampai di dalem rumah Lo, Lo nggak boleh makan kecuali makan satu buah apel dan minum air !".


"Enggak ! Awas Ajah Lo kalau Lo makan ! Heh gue bisa denger Lo dari sini !" Ujar Ken sembari mengetuk helmnya yang berarti handsfree yang masih berada di balik helm yang ia gunakan.


Weva menghela nafas, ini cobaan. Ken yang telah usai menyampaikan ujarannya itu kepada weva dengan cepat menancapkan gas dan meninggalkan weva yang terdiam di tepi jalan.     


"Gila yah tu orang, nggak ada gitu salam penutup atau apa kek ? Malah pergi gitu Ajah !".


***

__ADS_1


Weva melangkah lelah menuju pintu utama rumah di sambut para pelayan yang menggapai tas weva dan mengikuti langkah weva.


"Kak Wevo udah pulang dari kampus ?".


"Belum non".


"Kira-kira kak Wevo pulangnya jam berapa ?".


"Kurang tau non".


Weva melangkah masuk ke dalam pintu lift di susul pelayan yang setia menemani weva sembari memegang tas weva.


Weva menoleh menatap pelayan dengan tatapan sayupnya, hah weva lapar ! Bahkan weva sempat membayangkan bando pink pelayannya itu berubah bentuk seperti bakso kesukaannya. Ah ini godaan yang menyakitkan.


    


"Mami sama papi ?".


"Nyonya katanya ke Malaysia dan tuan Burhan katanya ke Surabaya, non weva" jelas pelayan tersebut.   


Weva melangkah keluar dari pintu lift membuatnya kini berhadapan dengan lantai tiga.


"Oh iya, wev...weva enggak makan apa-apa hari ini" ujar weva dengan berat hati dan segera melangkah meninggalkan pelayannya itu yang menatap heran pada nyonya nya itu.

__ADS_1


Ini seperti mimpi bagi pelayan yang menjadi saksi betapa rakusnya weva dengan makanan namun, kali ini entah mengapa nyonya gendutnya tak menyuruh nya untuk membawakan makanan yang lezat dalam porsi besar.


Sepertinya nyonya gendutnya itu amnesia !  


__ADS_2