Princess Endut

Princess Endut
74. Peraturan Macam Apa Itu?


__ADS_3

"Yang pertama" Ken mengangkat satu jarinya membuat weva mengangguk.


"Uji coba penurunan berat badan Lo kita mulai satu Minggu, kalau berat badan Lo nggak turung setelah satu minggu Lo bakalan gue lepas dan gue nggak bakalan bantuin Lo lagi".


Weva mengangguk.


"Yang kedua" jari kedua Ken kembali terlihat.


"Gue nggak suka sama sahabat Lo yang berisik itu jadi Lo harus ngejauhin dia selama Lo sama gue".


"Wiwi ?".


"Hah, bahkan namanya Ajah gue pusing denger nya".


"Kenapa ? Wiwi kan sahabat weva bahkan weva udah sahabatan sejak kecil".


"Yang pertama gue nggak suka cewek yang berisik kayak sahabat Lo itu".


"Wiwi".


"Emm iya, yang kedua si cerewet itu adalah salah satu alasan Lo gendut karenaaaa Lo tiap hari makan banyak atas godaan si cerewet itu".


"Nggak kok, Wiwi nggak kayak gitu".


"Yang ketiga gue nggak suka Lo ngebela si cerewet itu".


Weva mengigit bibirnya, mengeluh sedih bagaimana bisa ia menjauhi sahabat terbaiknya itu, Ini sukar.


"Keberatan ?" Tanya Ken.


"Sedikit" jawabnya sedih.


"Di sini gue bakalan sebutin semua peraturan dan yang tadi itu baru peraturan yang kedua, peraturan yang ketiga adalah" ujar Ken mengangkat tiga jarinya.

__ADS_1


"Lo harus ada di samping gue selama jam sekolah dan luar sekolah, kecuali di dalam rumah Lo".


"Kenapa weva harus di samping Ken ?".


Ken menghembuskan nafas lelah dan mendecapkan bibirnya kesal.


"Yah karena gue bakalan mantau apa ajah yang Lo makan, kan kita nggak tau Lo udah makan apa Ajah selama gue nggak ada di samping Lo, ngerti Lo ?".


"Ngerti" jawab weva semangat, yah menurutnya peraturan ini sama sekali tak berat kecuali dengan peraturan yang kedua.


"Peraturan yang keempat" ujarnya mengangkat tiga jari di hadapan wajah weva.


"Semua apa yang akan masuk kedalam mulut lo itu atas persetujuan dan perintah gue dan kalau gue ngelarang dan nggak setuju berarti lo nggak boleh makan apa yang gue larang ! Setuju ?". 


 


Weva tak mengangguk melaingkan memutar jarinya yang sudah berkeringat dingin itu.


"Peraturan yang kelima semua tugas sekolah gue harus Lo kerjain dan semua apa yang gue suruh harus Lo lakuin tanpa ada bantahan dan penolakan, setuju ?".


"Ya iya lah" jawabnya sinis.


Keduanya kini terdiam, weva kini sedang berfikir mengenai apa saja peraturan tersebut sementara Ken hanya terdiam sembari menatap detakan jarum jam di jam tangannya.


"Ok, satu menit untuk berpikir selesai".


"ah ?" Tatap weva heran, bahkan dirinya baru tau jika suasana sunyi itu adalah waktunya untuk berpikir dan sekarang ia harus memberi keputusan.


"Lo setuju atau nggak ?" Tanya Ken tanpa basa-basi.


"Weva setuju kok tapi weva nggak bisa kalau harus ngejauhin Wiwi".


"Yah terserah gue kasi Lo kesempatan buat mikir sampai besok" ujar Ken lalu melangkah pergi meninggalkan weva yang terpatung di tempatnya berdiri.

__ADS_1


...****...


"Ngejauhin gue ?" Tanya Wiwi heran dengan suara melengking nya.


Semua orang yang berada di dalam ruangan perpustakaan sekolah itu langsung menoleh dan menatap tajam pada sang pemecah ketentraman membaca itu.


Wiwi yang sadar itu kini hanya mampu tersenyum dengan tatapannya yang bersalah.


"Lo serius ?" Bisik Wiwi.  


Weva mengangguk.


"Emang gue secerewet itu sampai-sampai harus ngejauhin Lo selama Lo ikut sama Ken ?".


Weva mengangguk lagi.


Wiwi menghela nafas padahal tujuannya untuk mendukung weva agar meminta bantuan kepada Ken adalah agar ia bisa dekat dengan Ken.


Wiwi menoleh menatap weva yang membaringkan kepalanya di permukaan meja. Apa kah mungkin Wiwi harus melarang weva untuk menerima tawaran Ken dan membuat weva bernasib seperti ini selama-selamanya. Wiwi juga sempat syok ketika mendengar kabar jika Brilyan mempermalukan weva di waktu pagi.


Hah dasar, pria bisu itu sudah mulai menyakiti hati weva secara terang-terangngan.


"Wev !".


Weva menoleh membuat kelopak matanya yang sejak tadi di sadari bengkak oleh Wiwi itu beratatapan dengan Wiwi.


"Sampai kapan gue bakalan ngejauhin Lo ?".


"Satu Minggu".


Wiwi mendecap kesal.


"Jadi dalam seminggu itu gue naik angkot gitu ?".

__ADS_1


"Yah nanti kan bisa di antar sama pak walio, tapi kalau misalnya Wiwi nggak setuju weva bakalan kasi tau Ken kalau weva nggak bakalan minta bantuan ken ken, gimana ?".


__ADS_2