Princess Endut

Princess Endut
64. Tolak


__ADS_3

"We-we-weva mau langsing!" ujar Weva sembari memejamkan kedua matanya.


Ken menganga, apa yang gadis gendut ini katakan? Ken mengerjapkan kedua matanya beberapa kali berusaha mencoba untuk mencerna perkataan Weva.


"Apa?"


"Weva mau langsing."


"Lo mau langsing?"


Weva mengangguk.


"Terus hubungannya sama gue apa?" Tunjuk Ken ke arah wajahnya.


Weva mengigit bibirnya. Dialog yang ia hapal semalam kini terlupa, apa yang akan Weva katakan kepada Ken sekarang?


"Ke-ken, kan yang pu-punya tempat super gym itu?"


Ken terdiam, tak ada jawaban.


"Kalau Ken yang punya tempat gym itu berarti Ken tahu cara nurunin berat badan."


Weva meneguk paksa salivanya. Tuhan rasanya ia ingin mati sekarang.


"Weva nggak tahu lagi. Wevs nggak tahu harus minta tolong sama siapa kalau bukan Ken."


"Bantu Weva, ya buat bantu nurunin berat badan Weva!"


"Weva udah nggak tahan."


"Weva udah capek dibully sama-"


"Dibully sama gue?" potong Ken.


"Salah satunya itu dan juga semuanya, bukan cuman Ken yang ngebully Weva, tapi semuanya yang ada di dunia ini," jelas Weva.


Ken terdiam sembari mengatur nafasnya. Ia mencerna baik-baik apa yang Weva jelaskan.


"Weva mohon! Ken mau, kan bantuin Weva?"


Ken terlihat diam. Dia berdiri tegak sambil meletakkan tangannya di depan dada persis seperti seorang bos di hadapan pembantunya.


Siapa lagi jika bukan Weva pembantunya. Sejak tadi gadis hanya tertunduk karena tak berani untuk menatap Ken.


"Kenapa harus gue?" tanya Ken dengan nada yang ditekan.


"Ya seperti yang Weva tadi bilang kalau Weva nggak tahu lagi harus minta tolong sama siapa selain Ken."

__ADS_1


"Ken mau, kan bantuin Weva?"


"Weva mohon! Mohon banget! Please!" ujarnya penuh harap sambil menyatukannya kedua telapak tangannya penuh harap itu.


Ken masih terdiam sembari menatap dari ujung rambut sampai ujung kaki Weva. Gendut, itu yang berhasil muncul setelah Ken melihat Weva.


Ken menghembuskan nafas berat. Bagaimana caranya agar ia bisa membantu gadis gendut ini agar bisa langsing? Tidak semudah itu agar bisa langsing.


"Gimana? Ken mau, bantuin Weva?"


"Gue nggak mau," tolak Ken lalu beranjak pergi meninggalkan Weva yang kedua matanya membulat sempurna.


Kedua bibirnya menganga tak percaya jika Ken baru saja menolaknya. Apa? apa yang pria itu tadi katakan? Tolak? Ah, bahkan Weva sudah menduga jawaban itu sebelum ia melakukannya.


Dasar keras kepala, ini semua karena ulah Wiwi yang tak percaya dengannya. Weva membuang udara dari mulutnya dengan kasar. Ia baru ingat dengan apa yang Wiwi katakan kemarin, jika Ken tidak mau maka Weva harus paksa pria pembully itu sampai dia mau


"Ken harus mau!" teriak Weva membuat langkah Ken terhenti lalu ia menoleh menatap Weva yang mulai melangkah mendekatinya.


"Harusnya Ken itu mau, dong bantuin Weva."


Ken terlihat diam. Ada garis wajah kebingungan saat gadis gendut itu bicara.


"Ken lupa, ya sama apa yang udah Weva lakuin? Weva itu udah bantuin Ken dari polisi yang hampir aja buat Ken di penjara."


"Ken lupa? Atau pura-pura lupa? Ingat, Ken!Weva itu udah berbuat banyak sama Ken."


"Kalau Weva nggak ada terus nolongin Ken kemarin, Ken itu udah masuk dan membusuk di dalam penjara."


Ah, tidak lama lagi Ken akan melangkah maju dan mencekiknya.


"Ke-ken itu harus balas budi dikit, kek sama Weva," sambung Weva.


Ken yang sejak tadi diam itu langsung tersenyum sinis dengan ujung bibirnya yang terangkat. Weva yang melihat senyum itu rasanya ingin menangis.


Lihat! Dia begitu sangat menyeramkan.


"Oh, jadi maksudnya lo nolongin gue itu nggak ikhlas? Perhitungan banget, sih, jadi orang."


Sial! Ini jawaban Ken, terkadang usulan Wiwi itu sering menjerumuskannya ke dalam bencana yang lebih besar. Ini lubang neraka Wiwi dan ini yang Wiwi kasi? Menyeramkan sekali.


"Po-po-pokoknya Ken harus bantuin Weva!" paksa Weva yang telah gugup sambil menghempaskan satu kakinya persis seperti anak kecil.


Ken melirik menatap ke arah kaki Weva. Ken tersenyum sinis membuat sudut bibirnya kembali terangkat. Tuhan, entah mengapa Ken suka sekali melakukan hal itu. Ken melangkah lebih dekat hingga jaraknya dari Weva hanya terisisa beberapa langkah saja.


Weva meneguk salivanya. Ia menciut saat Ken mendekatinya. Apa Ken akan membunuhnya sekarang?


Weva benar-benar takut. Entah kenapa setiap gerakan Ken selalu saja membuat Weva merasa sangat takut.

__ADS_1


"Lo mau gue bantuin lo buat nurunin berat badan lo yang gendut ini?" tanya Ken dengan nada bicaranya yang dipelankan.


Weva mengangguk walau ia ragu untuk melakukannya.


"Dengerin gue baik-baik!" Ken melangkah lebih dekat ke arah Weva yang hanya mampu tertunduk.


Jarak itu sangat dekat hingga wajah Ken itu begitu sangat dekat dengan wajah Weva.


Weva menelan ludah. Sesekali Weva mendongak menatap wajah Ken yang persis berada di atasnya. Weva kembali menunduk dengan kedua mata membulat. Wajah Ken cukup jelas dari sini bahkan Weva mampu merasakan hembusan nafas Ken yang begitu hangat mengenai rambutnya.


"Dengerin gue baik-baik!" bisik Ken.


Weva mengangguk mengisyaratkan jika ia siap mendengarnya.


"Gue-"


"Iya?"


"Gue nggak mau," ujar Ken lalu berpaling dan melangkah pergi meninggalkan Weva yang terdiam dengan wajah melongo.


Apa? Apa yang pria itu tadi katakan? Apa dia kembali menolaknya. Dasar pria tidak tahu terima kasih.


Weva menoleh menatap Ken yang masih melangkah pergi dengan begitu santainya meninggalkan Weva yang masih diam dengan perasaan yang begitu tak menyangka.


"Ken?"


Weva melongo, ini penolakan lagi.


"Ken nolak Weva?!!" teriak Weva sambil menunjuk ke arah wajahnya.


Weva menggerutu kesal lalu melompat-lompat tidak jelas meluahkan rasa kekesalannya.


"Berhenti!!!" teriak Weva sambil menunjuk ke arah Ken yang tetap melangkah pergi seakan ia benar-benar tidak peduli.


"Berhenti gue bilang Ken!!!"


"Dasar cowok nggak ada kata terima kasih!!!"


"Kalau bukan Weva yang nolongin Ken, Ken itu udah masuk penjara!!!"


"Ken!!!"


"Ken harus bantuin Weva!!!"


"Pokoknya Ken harus mau bantuin Weva!!! Apapun alasannya Ken harus bantuin Weva!!!"


"Kalau Ken nggak mau bantuin Weva, lihat aja! Weva bakalan ganggu Ken, ngikutin Ken kayak anak gajah, terus buat kehidupan Ken jadi terusik sampai selama-lamanyaaaaaa!!!"

__ADS_1


"Weva bakalan usaha sampai Ken mau nolongin Weva!!!"


"Titik, nggak pakai koma!!!" teriak Weva penuh dramatis bahkan tak sadar jika banyak siswa dan siswi yang sedang menatap heran ke arah Weva.


__ADS_2