
Kedua mata Wiwi terbelalak kaget dengan mulutnya yang terbuka lebar. Seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang ini.
Apa ini nyata?
Apa ini mimpi?
Ken berlari menghampiri Wiwi yang nampak terdiam sembari berdiri kokoh di tengah jalan lintas dimana orang tengah berlalu lalang melewatinya.
"Wi!" panggil Ken sembari berdiri menatap Wiwi yang nampak memasang wajah datar serta wajahnya yang terlihat sedikit syok.
"Lo kenapa?"
Tak ada jawaban dari Wiwi.
"Kesambet lo?"tanyanya Ken lagi.
Wiwi tak menjawab membuat Ken menghembuskan nafas kesal dan memegang kedua bahu Wiwi dan mengguncangnya.
"Woy!" teriak Ken membuat Wiwi tersadar dari lamunannya dan mulai mengedipkan kedua matanya yang sejak tadi melotot dengan pandangan kosong.
"Lo kenapa? Malah diem dari tadi."
Wiwi meringis kesakitan sembari menyentuh dahinya. Membuat Ken menatap Wiwi keheranan. Entah apa yang terjadi pada Wiwi.
"Lo kenapa, Wi?"
"Aduh, nggak tau, nih. Kita ki-kita pulang aja, yuk!"
"Hah? Pulang?"
"Em, iya, nih. Kayaknya kepala gue pusing banget, deh setelah dihipnotis," jelasnya memberi tahu lalu melangkah meniggalkan Ken yang terdiam heran di belakang sana.
"Dihipnotis?" bingungnya yang kini masih terdiam.
"Wiwi!!!" teriak Ken lalu berlari mengejar Wiwi yang masih melangkah sempoyongan sembari meremas dahinya.
"Lo dihipnotis sama siapa?"
"Nggak tau, kayaknya waktu cowok itu nyentuh gue kayaknya gue langsung pusing."
"Cowok siapa?"
"Tau, ah. Kepala gue kayaknya pusing banget, Ken."
"Nah terus barang-barang lo ada yang hilang?"
Mendengar hal itu tangan yang sejak tadi memijat keningnya dengan cepat memeriksa tasnya.
"Gimana?"
Wiwi bernafas lega.
"Nggak ada yang ilang."
"Itu gimana caranya coba lo bisa dihipnotis kayak gitu?"
"Ya, nggak tau."
"Kalau gitu kita harus laporin sama satpam. Masih mending kalau lo yang dihipnotis, nah kalau yang orang lain gimana."
Beberapa detik Ken terdiam, ia langsung melangkah membuat Wiwi dengan cepat mencegahnya.
"Eh, lo mau kemana?"
__ADS_1
"Mau ke satpam."
"Nggak usah! Kepala gue pusing, nih. Pulang aja, yuk!" ajak Wiwi sambil menarik pergelangan tangan Ken.
"Terus, Weva gimana?"
Wiwi mendecapkan bibirnya kesal dan menoleh menatap Ken yang menatapnya serius.
"Apa sih lo?"
"Yah, jadi Weva gimana ?"
"Gue pusing kampret. Jangan sampai gue jalan terus ikut hilang di bandara gara-gara maksa buat nyari si Weva. Udah pulang."
Wiwi mendengus kesal. Ia berbalik badan membelakangi Ken lalu melangkah sambil sesekali meringis sembari memijat keningnya.
"Wi!" panggil Ken yang tetap diam berdiri dibelakang sana.
Ken menarik nafas panjang lalu menghembuskannya pelan. Tuhan, apa itu berarti hari ini ia tak dapat bertemu dengan Weva?
...****************...
Suara kicauan burung-burung yang menyebut sang mentari pagi yang terbit dari timur itu terlihat memancarkan cahaya paginya yang terasa hangat.
Suasana Cendrawasih Internasional School kini telah ramai oleh kedatangan siswa dan siswi. Wiwi melangkahkan kakinya dengan santai di koridor sekolah menuju ruangan kelasnya yang kini berpindah di lantai tiga.
"Wiwi!!!" teriak Ken sembari berlari dan menghampiri Wiwi yang sengaja tak menghentikan larinya.
Wiwi tahu, pria bernama Ken itu adalah jagonya dalam berlari. Lihat saja sekarang Ken sudah ada di samping Wiwi.
"Wi!"
"Apa sih tiap pagi teriak-teriak melulu?"
"Masalahnya lo nggak denger kalau gue nggak teriak."
"Idih, lo pikir gue pikun apa."
"Oh iya emangnya lo udah nggak pusing lagi?"
"Pusing?"
"iya, yang kemarin. Bukanya lo dihipnotis kemarin sama cowok?"
"Cowok brengsek. Untung gue nggak diapa-apain sama dia," kesal Wiwi yang memukul tinju ke telapak tangannya.
"Jadi, gimana nanti kita ke bandara lagi cari si Weva?"
Wiwi menatap Ken sejenak dan melangkahkan kakinya pelan lalu tertunduk.
"Nggak usah, Ken!"
"Loh, kok nggak usah? Maksud lo apa?"
"Gue udah chat kak Wevo tentang Weva dan kak Wevo setuju buat janjian ketemu besok," jelasnya memberi tau.
"Besok? Besok lo ketemu sama kak Wevo?"
Wiwi mengangguk.
"Kenapa nggak sekarang aja ketemunya?"
Wiwi melirik sinis menatap tajam pada Ken.
__ADS_1
"Kak Wevo sibuk kuliah, ini udah bagus kak Wevo mau ketemu sama gue. Kalau dia berubah pikiran setelah gue tentuin sekarang ketemunya, gimana?"
"Ini masih untung kak Wevo masih baik."
"Gue ikut, yah?"
"Iiiiiiiiihhh." liriknya sinis dengan ujung bibirnya yang terangkat membuat Ken terdiam.
"Enak aja lo. Lo nggak tau, yah kalau gue itu suka banget sama kak Wevo dan sekarang gue bakalan ketemuan berdua untuk pertama kalinya. Yuhuy, cie, cie hahaha."
Ken mengentikan langkahnya dan terdiam menatap kepergian Wiwi yang terlihat kegirangan hari ini.
"Dasar bego lo. Apa susahnya sih ngajak gue?" kesal Ken yang terdiam di belakang sana.
Ken berlari menghampiri Wiwi yang hari ini terlihat bahagia. Lihat saja sekarang ia malah tersenyum-senyum sendiri.
"Wi!"
Wiwi melirik tajam.
"Gue ikut, ya!"
"Idih, nggak punya telinga lo, ya. Gua, kan udah bilang kalau gue itu mau berduaan sama kak Wevo."
"Ya tapi kan gue mau denger info tentang Weva juga."
"Nanti gue kasi tau kalau gue udah balik."
Ken menghentikan langkahnya. Kedua matanya menatap kepergian Wiwi yang sudah melangkah jauh meninggalkannya.
...****************...
Mobil hitam berhenti tepat di depan gerbang Cendrawasih Internasional School membuat semua orang menoleh. Baru kali ini ada mobil super mewah yang berhenti di depan sekolah. Memang sering terjadi tetapi, kali ini berbeda.
Tak lama dua bodyguard berlari turun dan membuka pintu mobil membuat sebuah karpet merah itu mengelinding keluar dan membentang panjang. Semuanya nampak melongo menatap hal yang tak pernah terjadi di sekolah ini.
"Itu mobil siapa?"
"Kok pakai karpet?"
"Sekolah kita kedatangan Presiden, yah?" tebak salah satu siswi yang ikut menyaksikan hal tersebut.
"Artis mungkin?" tebak yang satu lagi.
Mereka semua saling berbisik dan bertanya satu sama lain meluapkan rasa penasarannya.
Sepatu hitam dan mengkilat itu menyentuh karpet memperlihatkan betis putih yang begitu mulus mendarat dengan sempurna.
"Hah!!!" kaget semuanya dengan wajah syok.
Semuanya terlihat melongo bahkan semuanya kini nampak terdiam menyaksikan hal yang sangat memukai ini.
Sebuah jari-jari lentik, putih dan mulus itu memegang pintu mobil membuat semuanya kembali terkejut.
Seorang gadis bertubuh langsing dan tinggi itu melangkah turun dari mobil membuat semua orang melongo dengan kedua mata terbelalak serta mulut yang terbuka lebar.
Rok sebatas lutut, dengan seragam cendrawasih bergaris biru serta tas pink bermerek terlihat jelas.
Bibir tipis berwarna pink segar, hidung yang mancung, alis yang membentuk garis bagian atas kelopak matanya dan bulu mata yang lentik. Benar-benar berparas cantik ditambah lagi dengan rambutnya yang dibiarkan terurai indah dengan gelombang di ujungnya.
"Bro! Liat!" suruh seorang pria sambil memukul lengan temannya yang langsung menoleh.
"Itu murid baru?"
__ADS_1
"Gila, kayak bidadari."
"Cantik banget," bisik mereka.